Claim Missing Document
Check
Articles

PUSAT SENI FLOBAMORA DI KOTA KUPANG NTT TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNACULAR Rocky A Y Tuka; Suryo Tri Harjanto; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Seni Flobamora Nusa Tenggara Timur di Kota Kupang merupakan wadah kreatifitas bagi anak – anak muda atau mahasiswa, untuk melakukan kegiatan yang lebih positif yang mempunyai tujuan budaya Tradisional Nusa Tenggara Timur, baik untuk seluruh masyarakat Indonesia atau kepada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke NTT khususnya di Kota Kupang. Rencana menghadirkan Pusat Seni Flobamora diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah dan pendapatan anak muda di Kota Kupang. Pusat Flobamora juga menyediakan fasilitas edukasi, pameran dan pusat penjualan tenun dan pernak-pernik khas NTT sebagai bentuk promosi produk tradisional khas NTT. Fasilitas seperti gedung, area pertunjukan seni budaya juga disediakan di Pusat Seni Flobamora. Pusat Seni Flobamora menggunakan penerapan tema arsitektur neo vernakular dengan penerapan konsep budaya tradisional NTT. Untuk penggambaran bangunan menggunakan konsep rumah adat NTT yang secara khusus sangat terkenal di mata masyarakat NTT, penerapan secara keseluruhan tidak hanya bentuk rumah adatnya saja namun juga melalui penerapan ruang dalam ataupun ruang luar, sehingga identitas keaslian dari setiap rumah adat yang diterapkan tidak hilang atau rusak.
PERANCANGAN PERPUSTAKAAN IDEAL PENDEKATAN PADA ZAMAN MILENIAL KOTA BIMA TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Laily Qurrata A’yun; Suryo Tri Harjanto; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan ialah suatu ruangan dari bangunan ataupun bangunannya sendiri, yang dipergunakan untuk menyimpan berbagai buku dan sejenis terbitan lainnya yang biasanya dipakai untuk bacaan dan tidak untuk di jual belikan. Pada dasarnya perpustakaan yang idealnya adalah perpustakaan yang bisa memberdayakan semua masyarakat. Perpustakaan juga harus bisa memberikan atau merevolusi preferensi para pembaca atau masyarakat. Bisa membuat seseorang yang dari tidak suka membaca menjadi suka membaca. Bisa merubah masyarakat yang tidak mempunyai sebuah informasi jadi masyarakat yang punya informasi.
PERPUSTAKAAN UMUM DI KABUPATEN NAGEKEO NUSA TENGGARA TIMUR TEMA: ARSITEKTUR MODERN Yohanes Alvian Watu; Suryo Tri Harjanto; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Mbay adalah Ibukota Kabupaten Nagekeo. Kota Mbay tidak hanya menjadi pusat pemerintahan tetapi juga pusat kegiatan kota. Rencana Daerah Kota Mbay juga menata kawasan-kawasan strategis sesuai dengan tujuan penetapan kawasan, termasuk kawasan pendidikan yang erat kaitannya dengan penyediaan perpustakaan. Penyediaan layanan perpustakaan merupakan salah satu faktor terpenting dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Nagekeo. Selain perpustakaan sebagai tempat membaca dan bertukar informasi, sarana dan prasrana perpustakaan harus lebih menarik dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat serta kenyamanan pengunjung agar perpustakaan dapat berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat serta terupgrade pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN DAN TRANSIT HOSTEL DI SAMARINDA TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Fitriansyah; Suryo Tri Harjanto; Bayu teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi pelayanan kepada penumpang bukan di terminal melainkan di gudang, penggabungan dua kegiatan menimbulkan kepadatan, tidak lengkapnya fasilitas berupa loket tiket, pemeriksaan, check in, dan fasilitas untuk penumpang menginap. Metode atau proses perancangan dimulai dengan mencari data primer dan sekunder untuk dilakukan analisa dan menghasilkan konsep rancangan berupa konsep tapak, bentuk, ruang, struktur, dan utilitas serta terakhir menghasilkan gambar rancangan. Penerapan konsep rancangan seperti memisahkan dua fungsi kegiatan melalui pemisahan massa bangunan, secara kontemporer penerapan terlihat pada bentuk untuk mencapai wujud yang ikonik diantaranya ekspresif (penataan massa yang tidak asimetris dan mengekspos struktur bangunan), dinamis (membuat sudut tumpul atau rounded), fasad transparant (lapisan fasad dengan material kaca), dan penambahan terkait sarana prasarana yaitu loket tiket, check in, penginapan murah atau hostel, pemeriksaan barang dan tiket.
PERANCANGAN TAMAN JINGGA KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG Winarni, Sri; Hamka, Hamka; Harjanto, Suryo Tri
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i2.52242

Abstract

Taman Jingga adalah taman tematik yang berada di perumahan Joyogrand RT.02 RW.09 Kelurahan Merjosari Kota Malang. Taman jingga ini merupakan ruang terbuka yang menjadi tempat kegiatan bersama warga RT. 02, yang saat ini kondisinya masih belum termanfaatkan dengan maksimal, sehingga belum sepenuhnya bisa digunakan dengan baik. Penataan desain taman jingga ini sangat dibutuhkan oleh warga RT.02, Namun karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki warga akan pembuatan perancangan desain taman, maka tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah merekomendasikan desain taman jingga tanpa menghilangkan identitas tematiknya sebagai taman jingga, namun tetap mengakomodasi kebutuhan dan kegiatan warga yang akan diwadahi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui tiga tahapan; studi tapak, studi desain dan tahap digital. Studi tapak dengan pengumpulan data terkait dengan pengukuran tapak dan analisis kondisi tapak yang ada, hasil dari studi tapak di gunakan sebagai dasar dalam melakukan studi desain, yang kemudian di lanjutkan ke dalam tahap digital penggambaran pengembangan desain. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu berupa gambar kerja yang dapat menjelaskan proses pembangunan taman seperti site plan, layout plan, denah, tampak, potongan, rencana struktur, rencana utilitas, serta detail-detail pendukung gambar kerja.
ANALISA AKSESIBILITAS KAWASAN WISATA: Studi Kasus Akses Wisata Religi Mbah Joyo Dinoyo Malang wahyono, Jarot; Suryo Tri Harjanto
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v8i02.10013

Abstract

Wisata religi Mbah Joyo merupakan obyek wisata dengan aspek atraksi berupa makam Mbah Joyo yang berada di kelurahan Dinoyo, Malang. Tokoh masyarakat tersebut menjadi tokoh sejarah perkembangan kelurahan Dinoyo dalam proses perkembangan kawasan di awal perkembangan permukiman masyarakat. Sebagai obyek wisata, aksesibilitas kawasan menjadi aspek penting dalam perkembangan wisata tersebut, namun pada obyek wisata makam Mbah Joyo, aspek aksesibilitas masih menjadi aspek yang belum dikembangkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas dari aspek aksesibilitas pada obyek wisata religi Mbah joyo agar dapat dikembangkan lebih lanjut pada masa yang akan datang. Untuk mengetahui efektivitas tersebut, dilakukan proses penelitian dengan membandingkan aspek literatur dan data lapangan yang didapat melalui proses survey. Hasil komparasi tersebut akan dijadikan sebagai acuan dalam menentukan kesimpulan yang dijabarkan secara kualitatif. Hasil dari penelitian berupa identifikasi aspek kelemahan dan kelebihan pada aspek aksesibilitas yang ada pada kawasan wisata Mbah Joyo untuk dimanfaatkan dalam proses pengembangan kawasan wisata.
DESAIN EKOWISATA SUNGAI KAMPUNG KOTA MALANG Debby; Sukowiyono, Gaguk; Tri Harjanto, Suryo; Setyobudiarso, Hery
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v8i02.10744

Abstract

Eduwisata merupakan salah satu sarana yang memiliki tujuan untuk mengelola dan mempertahankan sumber daya alam, serta merupakan wadah untuk meningkatkan perekonomian Masyarakat sekitarnya. Demikian halnya dengan eduwisata Sungai Metro yang berada di wilayah Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, yang memiliki tujuan utama untuk konservasi Sungai Metro sekaligus mampu menjadi daya dukung kebertahanan Masyarakat sekitarnya. Eduwisata tersebut juga mendukung upaya Pemerintah Kota Malang untuk meningkatkan pendapatan daerah dari destinasi wisata perkotaan. Selain itu juga untuk memperkenalkan keragaman kesenian tradisional masyarakat Kota Malang pada umumnya dan masyarakat Kelurahan Merjosari khususnya, yang berupa bantengan dan bersih desa yang merupakan kesenian leluhurnya.
PUSAT EDUKASI PENGOLAHAN SAMPAH BERBASIS RUANG SENSORI DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MULTISENSORI Yuan Hendy Putranto; Suryo Tri Harjanto; Amar Rizqi Afdholy
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah selalu menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama di Indonesia, karena jumlahnya melebihi kapasitas pengolahan dan berdampak buruk terhadap lingkungan. Kota Malang menduduki peringkat kedua dengan masalah timbunan sampah Plastik dan data peningkatan jumlah sampah terus bertambah setiap tahunnya. Sampah kerap kali dikaitkan dengan persepsi negatif masyarakat seperti bau yang mengganggu, visual yang tidak nyaman, sumber penyakit, serta kurang bermanfaat. Melalui pendekatan arsitektur multi sensori, persepsi negatif tersebut dapat diatasi dengan menciptakan fasilitas edukasi pengelolaan sampah yang dapat memberikan kesan mendalam, interaktif, dan berkesan bagi pengunjung. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah Concept Based Framework dengan berfokus pada Reuse dan Recycle material anorganik berbasis sensori. Dengan demikian, perancangan ini mampu membantu masyarakat dalam pemahaman mengenai pengelolaan sampah dengan lebih baik, serta mengubah persepsi negatif masyarakat mengenai sampah melalui pendekatan multisensori dengan penerapan reuse dan recycle material.
PUSAT PERBELANJAAN AGRITECH TEMA: ARSITEKTUR BIOKLIMATIK M.J Maulana Aliansyah; Suryo Tri Harjanto; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkurangnya lahan pertanian merupakan salah satu masalah yang telah terjadi, terutama di wilayah perkotaan. Hal ini terjadi karena meningkatnya urbanisasi yang mengubah alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pangan penduduk perkotaan dan menurunnya produksi pangan dari tahun ke tahun. Maka diperlukan sebuah wadah yang berfungsi sebagai penghasil produksi pangan, terutama pada lahan sempit perkotaan. Metode perancangan yang digunakan adalah force-base framework, yang menganalisis dari konteks lingkungan, sosial serta aktifitas dari masyarakat yang mempengaruhi faktor dari desain. Pendekatan tema rancangan adalah tema bioklimatik dengan memanfaatkan kondisi iklim serta alam yang ada disekitar tapak. Hasil rancangan pusat perbelanjaan agritech ini mendapatkan konsep yang memanfaatkan lahan terbatas secara efisien dengan penanaman hasil pertanian secara vertikal dan konsep penggunaan hemat energi dengan memanfaatkan pencahayaan, penghawaan alami, serta penggunan energi baru biogas. Dengan perancangan ini diharapkan dapat menjadi sebuah inovasi untuk menciptakan wadah yang menghasilkan produksi pertanian di lahan yang terbatas.
HUMANIZING ARCHITECTURE DESIGN OF PSYCHIATRIC HOSPITAL DI KOTA MALANG, JAWA TIMUR TEMA: HEALING ENVIRONMENT Safina Nahla Navida Annur Rosyda; Suryo Tri Harjanto; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psychiatric Hospital adalah sebuah Rumah sakit jiwa yang difokuskan kepada para penderita gangguan jiwa atau seseorang dengan masalah Kesehatan mental. Banyaknya penyandang Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) mempunyai resiko tinggi terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Pada perancangan ini menggunakan pendekatan healing environment yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penyembuhan pasien. Penggunaan metode dalam perancangan ini merupakan metode force-based framework untuk menemukan prioritas utama rancangan rumah sakit jiwa, melalui analisa yang akan memunculkan suatu konsep yang dapat diterapkan pada rancangan. Oleh karena itu, perancangan rumah sakit jiwa ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang tepat bagi penyembuhan para penderita gangguan jiwa dengan memperhatikan kebutuhan psikologis maupun mental pasien diluar kebutuhan klinis, keamanan, dan kemanusiaan.
Co-Authors Adek Gandhi Himawan Sugiharto Adhi Widyarthara Afifa Tifliya Wulandari Afrenanda Bayu Aditya Agung Dwi Cahyono Ahmad Sulton Royan Ahmad Syaifudin Akhmad Rizky Alifiah Jihan Nazihah Amar Rizqi Afdholy Ananta Nouval Rafsaghani Andrew Putra Pratama Yahya Andry Putra Purna Irawan Arif Ahmadi M. Bambang Joko W. Utomo Bambang Joko Wiji Utomo Bambang Joko Wiji Utomo Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Budi Fathony Daim Tri Wahyono Daim Triwahyono Debby Debby Budi Susanti Dewi Fajriati Didiek Suharjanto Djoko Prastyo Febri Galang Kurniawan Firda Syam Dwi Arini Fitransah Ibrahim Fitriansyah Fulgensius Opa Gabung Gaguk Sukowiyono Galih Priambodo Gatot Adi Susilo Gayril Aviv Kibas Ghina Luthfiarieska Ghoustanjiwani Adi Putra Gisca Bunga Kasih Guntur Febri Arianto Putra Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka, Hamka Hari Eko Prasetiyo Hery Setyobudiarso Indri Fitriawati Januardo Arung Bakti Jarot Wahyono Jarot Wahyono Joao Paulo C. Gomes Laily Qurrata A’yun Lalu Mulyadi M Nanda Muslimin M. Abdul Kohar M. Farrel Bagus Septian M. Nelza Mulki Iqbal M.J Maulana Aliansyah Moh. Syahru Romadhon Sholeh Mohammad Delvi Saputra Muhammad Hafidh Kafiluddin Muhammad Hendrik Muhammad Nashrulloh Bats Muhammad Nelza Mulki Iqbal Muhammad Putra Nandia Ayu Pramesti Natanael Nelson Pala Nico Firmansyah Nicodimus Wijanarko Nizar Gulam Sofi Pontivex Kurnia Adi Prabawa Pricilia Dilly Rara Septyne Farada Prisky Dwya Putri Putra, Reyhansyah Felo Putri Ayu Mustika Putri Herlia Pramitasari Rahmad Hidayatullah Ramadani Rakha Fawwas Ramadhan Randika Rafsa Chairul Akbar Prasetyo Ratih Puspita Sukmawati Ratna Dhani Setyowati Redi Sigit Febrianto Rifai Rezaena Nur Faizi Rizal Ramadhani Rizky Adibrata Hermawanto Roby Alya Nabila Rocky A Y Tuka Safina Nahla Navida Annur Rosyda Shevira Alfiyah Refianda Zulfi Shirta Istiqma Biyadhie Sovina Azzaria Putri Sri Winarni Sri Winarni Tasya Savira Salsabilla Yohanes Alvian Watu Yohanes Natali Routa Stela Yolanda Alviria Danova Yuan Hendy Putranto Yusuf Ismail Nakhoda