Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Implementation Evaluation of Clinical Pathway in Aceh Mental Hospital with Poac Method Saputra, Irwan; Rafsanjani, T.M.; Humaira, Humaira
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 9, No 2 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/j-kesmas.v9i2.5607

Abstract

Rumah Sakit Jiwa Aceh (RSJ) is the only referral psychiatric hospital in Aceh Province. The most diagnosed disease in RSJ is Schizophrenia with an average length of stay in 2018 is 59.76 days. Schizophrenia is classified into severe mental illness due to its chronicity. The length of hospital stay is one indicator of the quality of mental health services. Other indicators are the effectiveness of services and the compliance of services with clinical pathways. Clinical pathway functions as a means of both cost and quality control of patient services. The purpose of this study is to evaluate the implementation of clinical pathway schizophrenia in Aceh Mental Hospital. This research uses qualitative methods. Primary data is collected by in-depth interviews. The study population was RSJ Management and Professional Care Providers (PPA) using a purposive sampling method. the implementation of clinical pathway schizophrenia was not optimal, this was due to the absence of a trial process, limited socialization, lack of PPA and management commitment, and the evaluation results not followed-up. The implementation of clinical pathway that is not optimal has an impact on the differences in services obtained between patients, increasing the length of stay (LOS) of schizophrenic patients and hospital losses. Therefore, Aceh's mental hospital needs to revise the clinical pathway of schizophrenia.
HUBUNGAN MASA KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS TENAGA PENYULUH KELUARGA BERENCANA DALAM PROGRAM PELAYANAN KB DI KABUPATEN ACEH BESAR Burhanuddin Syam; Tri Wahyuni; Evi Dewi Yani; T.M. Rafsanjani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5048

Abstract

Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengembangkan dan melancarkan berbagai kegiatan kependudukan yang telah dirancang oleh BKKBN. Di Kabupaten Aceh Besar terdapat 23 Kecamatan dengan 604 desa, dengan 73 tenaga PKB. Kuatnya pengaruh sosial budaya di wilayah Aceh Besar sehingga masyarakat tidak mau untuk menggikuti program KB dan produktivitas kerja PKB menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan masa kerja dan lingkungan kerja dengan produktivitas Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana dalam Program Pelayanan KB di Kabupaten Aceh Besar tahun 2024. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga PKB yang ada di 9 Kecamatan di Wilayah Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 35 orang sekaligus menjadi sampel penelitian. Penelitian dilakukan pada tanggal 11-14 Juni 2024. Data diolah secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan masa kerja (p = 0,026), ada hubungan lingkungan kerja (p = 0,001) dengan produktivitas Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana dalam Program Pelayanan KB di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Berdasarkan hasil penelitian dapatdismpulkan bawah faktor masa kerja dan lingkungan kerja memiliki hubungan yang signifikan produktivitas tenaga penyuluh keluarga berencana dalam program pelayanan KB di Kabupaten Aceh Besar.  
HUBUNGAN MASA KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS TENAGA PENYULUH KELUARGA BERENCANA DALAM PROGRAM PELAYANAN KB DI KABUPATEN ACEH BESAR Burhanuddin Syam; Tri Wahyuni; Evi Dewi Yani; T.M. Rafsanjani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5048

Abstract

Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengembangkan dan melancarkan berbagai kegiatan kependudukan yang telah dirancang oleh BKKBN. Di Kabupaten Aceh Besar terdapat 23 Kecamatan dengan 604 desa, dengan 73 tenaga PKB. Kuatnya pengaruh sosial budaya di wilayah Aceh Besar sehingga masyarakat tidak mau untuk menggikuti program KB dan produktivitas kerja PKB menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan masa kerja dan lingkungan kerja dengan produktivitas Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana dalam Program Pelayanan KB di Kabupaten Aceh Besar tahun 2024. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga PKB yang ada di 9 Kecamatan di Wilayah Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 35 orang sekaligus menjadi sampel penelitian. Penelitian dilakukan pada tanggal 11-14 Juni 2024. Data diolah secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan masa kerja (p = 0,026), ada hubungan lingkungan kerja (p = 0,001) dengan produktivitas Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana dalam Program Pelayanan KB di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Berdasarkan hasil penelitian dapatdismpulkan bawah faktor masa kerja dan lingkungan kerja memiliki hubungan yang signifikan produktivitas tenaga penyuluh keluarga berencana dalam program pelayanan KB di Kabupaten Aceh Besar.  
Implementasi Sanitasi Tempat-Tempat Umum di Terminal X Kota Banda Aceh Muhammad, Riski; Nur Solikha, Siti Ikhwan; Yani, Evi Dewi; RAFSANJANI, T M; Akbar, Hairil
Jumantik Vol 11 No 1 (2024): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v11i1.6720

Abstract

Buruknya akses terhadap fasilitas sanitasi berkaitan erat dengan penularan berbagai macam penyakit menular seperti kolera, diare, disentri, hepatitis A, tifus dan polio. Sanitasi yang tidak  memadai diperkirakan dapat menyebabkan kematian. Terminal X merupakan salah satu tempat umum yang perlu diperhatikan kondisi sanitasinya karena belum adanya bilik merokok, masih ditemukan sampah yang berserakan dan kondisi jamban yang cukup memprihatinkan. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mengevaluasi implementasi sanitasi tempat-tempat umum di Terminal X Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini ialah observasi yang bersifat deskriptif dengan pendekatan evaluasi dengan pemberian rating. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh sarana sanitasi di terminal X Kota Banda Aceh. Penelitian dilakukan pada 04 s.d 09 Januari 2024. Hasil penelitian menunjukkan pada variabel kondisi penyehatan ruang dan bangunan serta  kondisi penyehatan lingkungan luar sudah memenuhi syarat terminal sehat dengan skor ≥ 70%. Disimpulkan bahwa sanitasi tempat-tempat umum di Terminal X sudah memenuhi syarat terminal sehat, namun masih perlu perbaikan pada indikator ruang keberangkatan, tempat sampah dan lingkungan luar bangunan. Disarankan agar pengelola terminal dapat menyediakan bilik merokok, penerangan yang cukup dan tempat sampah yang sesuai dengan kriteria terminal sehat. Kemudian, Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh diharapkan dapat menyediakan alat CTPS serta melakukan sosialisasi terkait PHBS (terkait rokok, buang sampah, jamban, dan sebagainya) guna menciptakan terminal sehat.