Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP FREKUENSI SERANGAN ASMA BRONKIAL Marlin Sutrisna; Gita Maya Sari; Hanifah Hanifah; Ariyus Popsi Gito
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15519

Abstract

Penyakit asma tidak dapat disembuhkan namun dapat dimanajemen kekambuhannya. Prevalensi asma di dunia masih cukup tinggi dengan angka kematian mencapai 455.000. Frekuensi serangan yang tidak terkontrol dapat membawa dampak buruk pada pasien asma bronkial. Salah satu penatalaksanaan untuk mengurangi frekuensi serangan asma dengan progressive muscle relaxation (PRM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh progressive muscle relaxation (PRM) terhadap frekuensi serangan asma bronkial. Tempat penelitian ini dilakukan di RSUD Harapan Dan Doa Kota Bengkulu. Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperimen dengan pendekatan pre-postest one group desain. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien asma bronkial yang berkunjung ke RSUD Harapan Dan Doa Kota Bengkulu berjumlah 15 responden. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Frekuensi serangan asma di ukur dengan menggunakan kuisioner Global Inisiatives For Asthma (GINA). Rata-rata frekuensi serangan asma sebelum diberikan progressive muscle relaxation (PMR) sebanyak 5,27 serangan dan setelah diberikan progressive muscle relaxation (PMR) menurun menjadi 2,40 serangan. Sebelum dilakukan analisis data, dilakukan uji normalitas data  terlebih dahulu dengan menggunkan shapiro wilk dengan hasil data berdistribusi normal. Data di analisis dengan menggunakan Uji Paired T Test., didapatkan nilai p value 0,000 <0,05 artinya ada pengaruh Progressive Muscle Relaxation Terhadap Frekuensi Serangan Asma Bronkial. Diharapkan PMR dapat digunakan sebagai terapi adjuvant pada pasien asma untuk mengurangi kekambuhan asma bronkial.
Pendidikan Kesehatan Tentang Manfaat Progressive Motoric Relaxation (PMR) Pada Pasien Asma Bronkial Marlin Sutrisna; Gita Maya Sari; Hanifah; Ariyus Popsi Gito
VIDHEAS: Jurnal Nasional Abdimas Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : VINICHO MEDIA PUBLISINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61946/vidheas.v1i1.21

Abstract

Jumlah pasien asma di seluruh dunia mencapai 339 juta orang. Di Indonesia, penyakit asma bronkial sebanyak 4,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 12 juta kasus lebih. Kekambuhan asma bronkial dapat dicegah dengan progressive muscle relaxation (PMR). Manfaat PMR sangat baik untuk asma bronkial. Hal ini diketahui melalui penelitian langsung kepada pasien asma bronkial. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi kepada responden asma bronkial dengan memperkenalkan dan mengajarkan Progressive Muscle Relaxation (PMR) dan dapat mencegah kekambuhan asma bronkial. Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan ceramah dan tanya jawab. Subjek dari pengabdian ini adalah pasien asma bronkial yang dirawat di Rumah Sakit Harapan Dan Doa Kota Bengkulu. Pendidikan kesehatan dilakukan selama 30 menit. Sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan di lakukan pengukuran pengetahuan responden tentang manfaat Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap asma bronkial. Hasil dari pengabdian masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan dan responden mampu mengaplikasikan Progressive Muscle Relaxation (PMR). Kesimpulan dalam pengabdian masyarakat ini pendidikan kesehatan dapat membantu responden dalam mengatasi permasalahannya terutama masalah kekanbuhan asma bronkial. Pencegahan kekambuhan asma tidak harus dengan menggunakan obat-obatan namun dapat dilakukan intervensi keperawatan mandiri sebagai pencegahan kekambuhan. Diharapkan kepada pasien asma bronkial untuk melakukan latihan PMR secara rutin sehingga meningkatkan oksigenasi dan mencegah kekambuhan asma.
PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP KUALITAS HIDUP ASMA BRONKIAL : SISTEMATIC REVIEW Marlin Sutrisna; Yusran Hasymi; Esti Sorena; Sardaniah Sardaniah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19891

Abstract

Asma Bronkial merupakan penyakit pernapasan yang paling sering ditemukan pada semua kelompok usia baik terjadi di Negara Maju dan Berkembang. Angka kematian asma bronkial dapat mencapai 455.000. Berbagai macam komplikasi asma yang terjadi akibat pasien tidak mendapatkan terapi pengobatan yang tepat, salah satunya adalah kualitas hidup yang buruk. Terapi adjuvan yang dapat mengefektifkan fungsi obat asma bronkial dan meningkatkan kualitas hidup adalah terapi pernapasan buteyko. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian literature tentang pengaruh teknik pernapasan buteyko terhadap kualitas hidup pasien asma bronkial : sistematice review. Telaah literatur ini menggunakan sumber e-database ; Ebscohost, Proquest, Pubmed, dan Science Direct,  dengan kriteria menerapkan desain RCTs & Quasy Eksperimen. Hasil penelitian terdapat pengaruh teknik pernapasan buteyko terhadap kualitas hidup asma bronkial. Teknik pernapasan buteyko dapat digunakan pada pasien asma bronkial baik anak-anak maupu dewasa karena teknik pernapasan buteyko dapat memperbaiki kualitas hidup. Diharapkan kepada pelayanan kesehatan untuk memberikan edukasi kepada seluruh pasien asma bronkial untuk melakukan latihan pernapasan buteyko dengan benar dan melakukannya setiap hari supaya meningkatkan kualitas hidup.
EFEKTIVITAS STIMULASI SENSORI TACTILE DALAM MENINGKATKAN KESADARAN PASIEN CEDERA KEPALA: LITERATURE REVIEW Gita Maya Sari; Marlin Sutrisna; Elsi Rahmadani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21412

Abstract

Cedera kepala merupakan salah satu penyebab kematian dan menjadi ancaman serius di negara berkembang tidak hanya itu cedera kepala juga dapat menyebabkan kelumpuhan serta penurunan kesadaran. Cedera kepala dapat merubah kesadaran pasien dan menimbulkan kerusakan kognitif, untuk meminimalkan risiko tersebut diperlukan tindakan yang tepat dan lebih awal sehingga dapat meningkatkan kesadaran pasien. Salah satu tindakan yang dapat digunakan yaitu stimulasi sensori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas stimulasi sensosri yang dapat digunakan oleh keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review penulis melakukan pencarian sistematis melalui database elektronik yaitu Pubmed, CINAHL ebsco, ScienceDirect, Google Scolar. Penelitian dilakukan dalam rentang waktu antara 2009 dan 2019. Desain penelitian yang digunakan dalam review adalah randomised controlled trial dan quasi ekperiment. Kombinasi kata kunci yang digunakan yaitu “Haed Injury’ AND ‘Tactile Stimulation’ NOT ‘Literature Review’ OR ‘review of the literature’ OR ‘overview’ OR ‘Systematic Review’ OR  ‘meta analysis”.  Sebanyak 6 arikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Berdasarkarkan 6 artikel tersebut di didapatkan hasil bahwa terapi stimulasi tactile dapat meningkatkan kesadaran pasien cedera kepala, dengan melakukan kunjungan keluarga yang teratur serta memberikan stimulus tactile dengan setuhan pada wajah dan tangan dapat meningkatkan kesadaran pasien. Sehingga Dapat disimpulkan bahwa stimulus tactile efektif dalam meningkatkan kesadaran pasien dengan melibatkan keluarga dalam proses perawatan pasien.
PENGARUH LATIHAN PERNAPASAN DIAFRAGMA TERHADAP FREKUENSI SERANGAN ASMA BRONKIAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMERINDU KOTA BENGKULU TAHUN 2020 Marlin Sutrisna
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v4i2.19727

Abstract

Berdasarkan data dari World Health Organization (2017) kematian akibat asma di Indonesia mencapai 14.624 jiwa. Angka ini berarti asma menyebabkan kurang lebih 1% keseluruhan kematian di Indonesia. Kira-kira 1.1% komunitas Indonesia menderita asma. Data WHO, prevalensi asma bronchial di seluruh dunia adalah sebesar 8-10% pada orang dewasa dan dalam 10 tahun terakhir ini meningkat sebesar 50%. Setiap tahun mortalitas asma bronchial meningkat di seluruh dunia dari 0,8% per 100.000 pada tahun 2016, menjadi 1,2% per 100.000 pada tahun 2017 dan meningkat lagi menjadi 2,1% per 100.000 pada tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperiment design dengan pendekatan pre test-post test one group design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 25 responden, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan accedental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata frekuensi serangan asma sebelum diberikan latihan pernapasan diafragma adalah (5.20), standar deviasi (1.190) dan median (5.00), sedangkan rerata frekuensi serangan asma setelah dilakukan intervensi latihan pernafasan diafragma adalah (2.52), standar deviasi (1.229) dan median (2.00), dan ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian latihan pernafasan diafragma terhadap frekuensi serangan asma bronkial pada pasien asma dengan nilai (p-value = 0,000). Peneliti menyarankan kepada pihak Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu untuk dapat membuat program latihan pernafasan diafragma pada pasien asma bronkial sehingga pasien asma mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik.
Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Dalam Mengatasi Nyeri Kepala Dengan Pijat Akupresure Sardaniah; Delfina, Rina; Sorena, Esti; Sutrisna, Marlin
BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2024): BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | January 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/berbakti.v1i3.2709

Abstract

Nyeri kepala atau headache adalah suatu rasa nyeri atau rasa yang tidak enak pada daerah kepala, termasuk meliputi daerah wajah dan tengkuk leher. Pijatan/akupresure di bagian kepala akan efektif untuk mengurangi rasa sakit, meningkatkan stamina, menunda penuaan dan menurunkan stress, serta menjadi salah satu alternative usaha sebagai mata pencaharian. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja Putri tentang nyeri kepala dan dapat melakukan pijatan akupresure untuk mengatasi nyeri Kepala. Metode Pengabdian adalah memberikan Pendidikan yang meliputi Konsep Teori nyeri kepala, tanda dan gejala, cara pencegahan nyeri kepala, defenisi akupresure, dan mengetahui titik titik akupresure, Remaja putri praktik untuk menentukan titik titik akupunktur dan melakukan pijatan akupresure dibawah bimbingan tutor. Hasil Pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri tentang defenisi nyeri kepala, definisi akupresure, mengenali tanda dan gejala nyeri kepala hal ini dapat dilihat dari hasil pretest dan post test dimana hasil pre test: 46 dan post test menjadi 96 ada peningkatan sebesar 60 persen dan dapat juga dilihat dari prilaku remaja putri dimana remaja putri antusias melakukan praktik pijat akupresure baik untuk diri sendiri maupun orang lain, harapan kedepannya dengan skill mampu melakukan pijat akupresure dapat menjadi bekal sebagai alternatif mata pencaharian bila nanti remaja putri sudah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren. Kata Kunci : Akupresure, Nyeri Kepala, Pengetahuan
Pengaruh Teknik Pernapasan Buteyko terhadap ACT (ASTHMA CONTROL TEST) Marlin Sutrisna; Emmy H Pranggono; Titis Kurniawan
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.058 KB) | DOI: 10.31539/jks.v1i2.22

Abstract

This study aims to determine the effect of buteyko breathing technique on asthma control test (ACT).The quasi experimental study with the pretest and post test one group design approach involved 14 patients with asthma selected from the Lung Polyclinic of Dr. Hasan Sadikin Bandung with consecutive sampling. Asthma control was collected using time series ACT. The collected data were analyzed descriptively and inferentially with the scale of significance p <0.05.The results showed a significantly higher mean difference between ACT scores after buteyko breathing technique (19.79 ± 1.47) with ACT score at week III (17.50 ± 1.78), week II (12.64 ± 1.82), week I (9.57 ± 1.95), and pretest (7.64 ± 1.82). Post hoc analysis found the fourth week post test score (19.79 ± 1.47) significantly better than post test week III (17.50 ± 1.78), week II (12.64 ± 1.82), week I (9.57 ± 1.95), and pretest (7.64 ± 1.82) in improving asthma control. Conclusion, there was an effect of buteyko breathing technique on asthma control test (ACT). Keywords: ACT, Breathing Technique, Bronchial Asthma, Buteyko
Penyuluhan Tentang Peningkatan Pengetahuan Pasien Dalam Mencegah Kekambuhan Asma Marlin Sutrisna; Neni Triana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah pasien asma yang mengalami kematian lebih dari 1000 orang per hari. Asma tidak dapat disembuhkan namun bisa dikelola kekambuhannya. Faktor pencetus yang dapat menyebabkan asma kambuh seperti debu-debu, serbuk bunga, alergi dan faktor stress lainnya. Agar pasien dapat mencegah terjadinya kekambuhan maka dibutuhkan pengetahuan yang cukup atau baik tentang pencegahan kekambuhan asma bronkial. Metode dalam penelitian ini dengan penyuluhan. Output dalam pengabdian masyarakat ini adalah booklet. Hasil pengbadian masyarakat bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan responden dalam mencegah kekambuhan asma
Konsep Analisis Home-Based Palliative Care di Kawasan Asia Tenggara: Scoping Review Sutrisna, Marlin; Utama, Tuti Anggriani; Hasymi, Yusran; Husni, Husni; Novitasari, Lia; Asmariyah, Asmariyah; Auranissa, Dhea
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.197-207

Abstract

Layanan paliatif merupakan pendekatan holistik dalam peningkatan kualitas hidup pasien dan keluarga. Pemahaman yang baik dari tenaga kesehatan sangat penting dalam implementasi layanan paliatif pada pasien yang dirawat dirumah sakit maupun dirumah. Meskipun layanan paliatif berdampak positif bagi kualitas hidup pasien, namun situasi saat ini layanan paliatif belum dapat dirasakan oleh pasien yang membutuhkan layanan paliatif. Akibatnya sebagian besar pasien menjalani hidup tanpa layanan paliatif dirumah.. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan konsep analysis perawatan paliatif dirumah. Tinjauan Pustaka, menetapkan peneliti. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu, artikel ilmiah berbahasa Inggris yang dipublikasikan pada basis data terpilih dalam rentang waktu publikasi 2015 hingga 2024, dapat diakses secara penuh, dengan populasi target adalah pasien Palliative Care. Kriteria eksklusinya adalah artikel ilmiah dalam bentuk buku, hasil seminar, tesis, maupun abstrak konferensi. Pencarian artikel dilakukan pada Januari 2024 menggunakan enam basis data elektronik yaitu BioMed Central, Clinical Key, EBSCOhost, Google Scholar, PubMed, dan Sage Journals dengan memasukkan kata kunci (Palliative Patient OR Outpatient) AND (Home-Based AND Palliative Care OR Palliative Treatment OR Palliative Therapy OR Hospice Care) AND (Concept OR Concept Analysis) AND (Nursing) AND (Asia OR Asian). Hasil penelusuran pada basis data tahun 2015-2024, didapatkan sebanyak sebanyak 3.215 artikel dan hasil akhir skrining isi didapatkan 7 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian.  Selain itu peneliti mendeskripsikan anteseden, atribut, konsekuensi dalam layanan perawatan paliatif dirumah. Konsep Home-Based Palliative Care (HBPC) dikaitkan dengan kriteria pasien yang menerima pelayanan, tim pemberi pelayanan, dan layanan-layanan yang diberikan.Kata Kunci: Asia, analisis konseptual, perawatan di rumah, perawatan paliatif  
Buerger Allen Exercise (BAE) terhadap peningkatan sirkulasi ekstremitas bawah pada pasien diabetes melitus: Buerger Allen Exercise (BAE) on increasing lower extremity circulation in Diabetes mellitus patients Sari, Lia Novita; Sutrisna, Marlin; Novitasari, Mistati
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 3 (2025): JiKep | Oktober 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i3.2676

Abstract

Kondisi Hiperglikemia pada pasien Diabetes Melitus menyebabkan perubahan mikrovaskular dan makrovaskular yang berakibat pada gangguan sirkulasi darah sehingga diperlukan latihan kaki untuk meningkatkan perfusi jaringan perifer. Salah satu latihan kaki yaitu Buerger Allen Exercise (BAE). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektifitas Buerger Allen Exercise (BAE) terhadap peningkatan sirkulasi ekstremitas bawah pada pasien Diabetes Melitus. Metode penelitian yang digunakan yaitu systematic review melalui pencarian jurnal penelitian pada database yaitu Embase, Scopus,  PubMed dan Proquest dengan tahun terbit artikel dimulai tahun 2019-2024. Analisa data dilakukan dengan mengambil artikel yang relevan pada penelitian ini yang berjumlah 6 artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buerger Allen Exercise (BAE) yang dilakukan secara rutin 1-3 kali sehari dapat meningkatkan nilai Ankle Brachial Index (ABI) kadar HbO2 pada pasien Diabetes Melitus. Terapi komplementer Buerger Allen Exercise (BAE) dapat berpengaruh pada peningkatan sirkulasi ekstremitas bawah dengan adanya peningkatan perfusi jaringan perifer pada pasien Diabetes Melitus dengan indikator meningkatnya nilai Ankle Brachial Index (ABI) kadar HbO2.