Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Penanganan Pasca Imunisasi Bayi Di Puskesmas Basuki Rahmat Bengkulu Elsi Rahmadani; Marlin Sutrisna; Vellyza Colin
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.965 KB) | DOI: 10.59025/js.v1i3.42

Abstract

Imunisasi sekarang ini diperkirakan mencegah 2 hingga 3 juta kematian setiap tahunnya. Tambahan 1,5 juta kematian dapat dicegah apabila cakupan imunisasi global meningkat. Pemberian  informasi pada ibu dapat meningkatkan pengetahuan penanganan pasca imunisasi bayi. Metode  pelaksanaan  adalah  dengan penyuluhan  tentang  penanganan pasca imunisasi bayi yaitu penanganan demam dirumah. Kegiatan  ini  melibatkan tenaga kesehatan di Puskemas Basuki Rahmat Bengkulu. Pengabdian  kepada  Masyarakat  ini dilakukan di  wilayah puskesmas Basuki Rahmat Bengkulu.  Waktu  pelaksanaan  pada  bulan Juli tahun  2022.  Peserta kegiatan  Pengabdian  kepada  masyarakat ini  adalah ibu yang memiliki anak usia 1-12 bulan di wilayah puskesmas Basuki Rahmat Bengkulu dengan  jumlah  20  orang.  Kegiatan dilakukan dengan  tahapan    (1)  memberikan  penjelasan tentang  tujuan  kegiatan;  (2)  memberikan  pengetahuan tentang pentingnya  imunisasi(3) memberika pengetahuan tentang cara penanganan dampak pasca imunisasi. Hasil  kegiatan menunjukkan  ada  peningkatan  pengetahuan  ibu tentang penangannan pasca imunisasi bayi.  Setelah  mengikuti  kegiatan ini,  ibu dapat menerapkan pengetahuan tersebut dengan semaksimal mungkin pada bayi dalam penanganan pasca imunisasi bayi
PENYULUHAN TENTANG JENIS TERAPI DAN KONTROL ASMA BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN ASMA BRONKIAL Marlin Sutrisna; Hanifah Hanifah; Neni Triana; Fatimah Nuraini Sasmita; Elsi Rahmadani
COVIT (Community Service of Health) Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v2i2.13520

Abstract

The quality of life of asthma patients is influenced by many factors, including the type of therapy and asthma control. The purpose of this community service is to provide insight and knowledge for the community/hospital visitors about the quality of life of asthma patients. The method used is a question-and-answer lecture/discussion and the provision of leaflets. The results obtained by the respondents' knowledge increased from before being given counseling to after being given counseling. The conclusion is that giving counseling increases the respondents' knowledge about types of therapy, asthma control, and the quality of life of bronchial asthma patients. It is hoped that by doing this community service, the community will share information with others about improving the quality of life Keywords: Type of Therapy, Asthma Control, Quality of Life, Counseling
THE RELATIONSHIP BETWEEN SMOKING AND QUALITY OF LIFE IN BRONCHIAL ASTHMA PATIENTS Marlin Sutrisna; Siska Lestari; Elsi Rahmadani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i1.1800

Abstract

ABSTRACT  Bronchial asthma represents 1.8% of the total global disease. It is estimated that 346,000 deaths worldwide each year are due to bronchial asthma. The purpose of this study was to determine the relationship between smoking and the quality of life of bronchial asthma patients. The method used is descriptive with a cross sectional approach. The population in this study were all bronchial asthma patients at the Puller Health Center in Mukomuko Regency in 2020. The sampling technique used a purposive sampling technique, a total sample of 46 people. This study uses the chi-square test. The results of the univariate test analysis showed that most of the respondents (58.6%) with bronchial asthma smoked and most of the respondents (58.7%) with bronchial asthma had a poor quality of life. While the bivariate analysis test found that there was a relationship between smoking and quality of life in bronchial asthma patients. It is suggested to the puskesmas to be able to improve education in bronchial asthma patients to provide counseling to patients regarding several factors that cause a decrease in the patient's quality of life. Keywords : Bronchial Asthma ; Quality of Life ; Smoke
HUBUNGAN AKTIVITAS TERHADAP DERAJAT ASMA BRONKIAL Marlin Sutrisna; Hanifah Hanifah; Neni Triana
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 3, No 1 (2020): November 2020
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v3i1.1869

Abstract

Penyakit asma masuk dalam sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia dengan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit asma diperkirakan akan meningkat sebesar 20% pada 10 tahun mendatang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan aktifitas terhadap derajat asma. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan tehnik accidental sampling dengan pengambilan sampel sebanyak 88 pasien yang menderita asama. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dan lembar observasi. Analisis penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian sebagian besar dari responden 59,1% mengalami derajat asma persisten ringan, hampir sebagian dari responden 47,7% memiliki aktivitas, sebagian dari responden 47,7% memiliki aktivitas sedang. Ada hubungan antara aktivitas (p value=0,000) dengan derajat asma.Kata Kunci : Aktivitas ; Derajat Asma
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEKAMBUHAN ASMA BRONKIAL Marlin Sutrisna; Hanifah Hanifah; Neni Triana; Dian Dwiana Meydinar
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 2 (2021): November 2021
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i2.1841

Abstract

Penyakit asma dapat dicegah kekambuhannya dengan cara menghindari faktor penyebab terjadinyakekambuhan asma seperti (debu, serbuk, infeksi saluran napas, stress emosi, olahraga berlebihan). Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan kekambuhan asmabronkial. Metode penelitian yang digunakan dengan desain cross-sectional. Sampel yang diambil dalampenelitian ini adalah 51 orang yaitu penderita asma. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian inimenggunakan total sampling. Hasil analisa univariat didapatkan bahwa dari 51 responden hampirsebagian (31,4%) responden memiliki pengetahuan kurang, hampir sebagian (51,0%) responden memilikiperilaku baik. Hasil analisa bivariate ada hubungan pengetahuan tentang asma terhadap perilakupencegahan kekambuhan asma bronkial dengan asymp.sig (p) 0,004. Kesimpulan ada hubunganpengetahuan dengan perilaku pencegahan kekambuhan asma bronkial. Peneliti menyarankan kepada pihakRumah Sakit, agar hasil penelitian ini menjadi landasan pelaksanaan program kegiatan bimbingan,pembinaan, dan konseling dalam upaya peningkatan pengetahuan tentang asma terhadap perilakupencegahan kekambuhan asma.Kata Kunci : Asma Bronkial ; Pengetahuan ; Perilaku Pencegahan
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN ASMA BRONKIAL Marlin Sutrisna; Hanifah Hanifah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.15194

Abstract

Asma merupakan penyakit tidak menular yang mempengaruhi anak-anak dan orang dewasa dengan jumlah sekitar 262 juta orang pada tahun 2019 dan menyebabkan kematian sebanyak 455.000 orang. Asma dapat mempengaruhi kualitas hidup yang berdampak buruk pada aktivitas sehari-hari. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengatasi masalah kualitas hidup yang terjadi pada pasien asma. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan penyuluhan/pendidikan masyarakat. Hasil dari pengabdian masyarakat terjadi peningkatan pengetahuan responden tentang kualitas hidup setelah diberikan pendidikan kesehatan.
Pendidikan Kesehatan Tentang Dampak Rokok Terhadap Kualitas Hidup Pasien Asma Bronkial Marlin Sutrisna; Ariyus Popsi Gito
COVIT (Community Service of Health) Vol. 1 No. 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v1i2.15332

Abstract

Asthma recurrence can affect quality of life, but smoking can exacerbate the patient's condition so that it has an impact on quality of life. The purpose of this community service is to increase knowledge for puskesmas visitors about the impact of smoking on the quality of life of asthma patients. The method used is a question and answer discussion/discussion and the provision of booklets. The results obtained by the respondent's knowledge increased from before being given counseling to after being given counseling. The conclusion is that the counseling provided increases the respondents' knowledge about the impact of smoking on the quality of life of bronchial asthma patients. It is hoped that by doing this community service, asthma patients can stop smoking and stay away from cigarette smoke. Keywords: Quality of Life, Quality of Life, Counseling
PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP KONTROL ASMA BRONKIAL Marlin Sutrisna
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v2i1.18

Abstract

Asma bronchial merupakan masalah kesehatan yang serius dengan tingkat kekambuhan yang tinggi.Terapi farmakologi jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping seperti peningkatan enzimhati, sakit kepala, mual, supresi adrenal, osteopenia, dan kematian. Di sisi lain teknik pernapasanbuteyko dapat memperbaiki fungsi paru, meningkatkan oksida nitrat, melembabkan danmenghangatkan udara yang berpotensi menurunkan gejala asma dan konsumsi obat-obatan. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pernapasan buteyko terhadap kontrol asma.Penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan pretest and post test one group design inimelibatkan 14 pasien asma yang dipilih dari Poli Paru RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung denganconsecutive sampling. Kontrol asma dikumpulkan dengan menggunakan Asthma Control Test (ACT)secara time series dan pemeriksaan spirometri (nilai FEV1) pada pretest dan post test minggu keempat. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan skala signifikansip<0,05. Uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,00) antara nilai FEV1setelah diberikan teknik pernapasan buteyko (69,57±6,836) dengan nilai FEV1 sebelum diberikanteknik pernapasan buteyko (37,43±6,513). Uji Repeated ANOVA menunjukkan adanya perbedaanyang signifikan (p=0,00) antara skor ACT setelah diberikan teknik pernapasan buteyko (19,79±1,47)dengan skor ACT pada minggu III (17,50±1,78), minggu II (12,64±1,82), minggu I (9,57±1,95), danpretest (7,64±1,82). Post hoc analisis menemukan skor post test minggu ke empat (19,79±1,47)signifikan lebih tinggi daripada posttest minggu III (17,50±1,78), minggu II (12,64±1,82), minggu I(9,57±1,95), dan pretest (7,64±1,82). Disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif teknikpernapasan buteyko terhadap kontrol asma. Dengan demikian, penting menjadikan hasil penelitian inisebagai bahan telaah bagi petugas kesehatan di Rumah Sakit dalam upaya peningkatan kontrol asma.
Pendidikan kesehatan untuk Keluarga : Stimulasi Auditory Dan Tactil Dapat Meningkatkan Kesadaran Pasien Intensif gita maya sari; Marlin Sutrisna; Hanifah; Ariyus Pupsi Gito
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ceria (JPKMC) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ceria (JPKMC)
Publisher : PT. Gelora Cipta Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61674/jpkmc.v1i1.10

Abstract

Penurunan tingkat kesadaran merupakan salah satu tanda bahwa status neurologis seseorang mengalami gangguan. Penurunan kesadaran pada seseorang dapat diakibatkan oleh kelainan pada ARAS dan kedua korteks serebri. Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pasien. Selain tindakan farmakologi tindakan nonfarmakologi dapat digunakan sebagai terapi adjuvant atau terapi suportif salah satunya yaitu stimulasi sensori.stimulasi menggunakan rekaman suara keluarga dan foot massage dapat meningkatkan kesadaran pasien ICU. Sehingga penulis tertarik untuk melakukan Pendidikan kesehatan untuk Keluarga mengenai Stimulasi Auditory Dan Tactil Dapat Meningkatkan Kesadaran Pasien Intensif. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan kesehatan kepada keluarga pasien yang dirawat diruang ICU berjumlah 15 orang. Evaluasi hasil penyuluhan dilakukan secara langsung menggunakan lembar pretest dan posttes. Skor maximal pada pretest 60 dan minimal 20 sedangkan skor maximal pada posttes 90 dan minimal 60, artinya terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Disarankan untuk keterlibatan keluarga dalam ikut serta merawat pasien, walau dengan banyak keterbatasan termasuk waktu kunjungan namun bisa menggunakan rekaman suara keluarga berupa kata semangat dan motivasi.
PENGARUH STIMULASI SENSORI AUDITORY DAN TACTILE TERHADAP TINGKAT KESADARAN PASIEN CEDERA KEPALA Gita Maya Sari; Marlin Sutrisna; Hanifah Hanifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15423

Abstract

Cedera  kepala merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian biasanya, pasien diawali dengan penurunan kesadaran. Tindakan yang dapat meningkatkan kesadaran pasien yaitu farmakologi dan nonfarmakologi. Pemberian stimulasi lebih awal sangatlah penting dalam mendukung terapi farmakologi untuk meningkatkan kesadaran pasien. Stimulasi yang paling efektif dalam meningkatkan kesadaran yaitu stimulasi auditory dan stimulasi tactile, sehingga peneliti ingin meneliti pengaruh stimulasi sensori auditory dan tactile terhadap peningkatan kesadara pasien cedera kepala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh stimulasi auditory dan stimulasi tactile dalam meningkatkan kesadaran pada pasien. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Ekperimental  dengan design one group Pretest-posttest. Popoulasi dalam penelitian ini adalah pasien cedera kepala yang mengalami penurunan kesadaran. Jumlah sampel 20. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode consecutive sampling, sebelum diberikan terapi peneliti melakukan pre-test, terapi stimulasi sensori auditory dan stimulasi tactile diberikan selama 5 hari dan pada hari kelima dilakukan post-tes. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian yaitu uji paired sampel T-Test. Hasil uji statistik menunjukan adanya pengaruh stimulasi auditory dan tactile dalam meningkatkan kesadaran pasien (p= 0.00) Dapat disimpulkan bahwa stimulasi sensori auditory dan tactile merupakan terapi adjuvant dari terapi  farmakologi dan memiliki pengaruh dalam meningkatkan kesadaran pasien, keluarga dan orang yang dekat dengan pasien dapat membantu mempercepat peningkatan kesadaran pasien. Sehingga disarankan untuk melibatkan keluarga dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami penurunan kesadaran.