Claim Missing Document
Check
Articles

Profil dan kondisi stadium klinis pasien HIV/AIDS di RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu Tahun 2024 Novitasari, Mistati; Novita Sari, Lia; Sutrisna, Marlin; Rosyadi, Imron
Jurnal Keperawatan Duta Medika Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Duta Medika
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/dutamedika.v5i1.4747

Abstract

HIV and AIDS are global health problems that require effective treatment to improve the quality and life expectancy of patients. Understanding patient characteristics, such as age, gender, and stage of disease development, is essential in optimal treatment efforts. This study aims to determine the characteristics of HIV patients undergoing treatment at Dr. M. Yunus Hospital, Bengkulu City. This study used a descriptive design with 273 HIV patients undergoing treatment as a total sample. The research method was a retrospective cohort. Data analysis used univariate analysis to obtain a description of the frequency distribution and proportion of the variables studied, namely age, gender, and clinical stage. The results showed the largest percentage in men (66.4%), aged 20-45 years (70%) and in clinical stage 3 (54.3%). Therefore, efforts to prevent and treat HIV/AIDS are more focused on high-risk populations, especially men of productive age. Keyword: AIDS, Age, Clinical stage, Gender, HIV HIV dan AIDS merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan pengobatan efektif untuk meningkatkan kualitas dan harapan hidup pasien. Pemahaman terhadap karakteristik pasien, seperti usia, jenis kelamin, dan tahap perkembangan penyakit, sangat penting dalam upaya pengobatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik dari pasien HIV yang sedang menjalani pengobatan di RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan jumlah pasien HIV yang menjalani pengobatan sebanyak 273 orang secara total sampling. Metode penelitian adalah cohort retrospektif. Analisa data menggunakan analisis univariat untuk memperoleh gambaran distribusi frekuensi serta proporsi dari variabel yang diteliti yaitu usia, jenis kelamin, dan stadium klinis. Hasil penelitian menunjukkan presentase terbesar pada laki-laki (66,4%), berusia 20-45 tahun (70%) dan sedang berada dalam stadium klinis 3 (54,3%). Oleh karena itu upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS lebih difokuskan pada populasi berisiko tinggi, khususnya laki-laki usia produktif. Kata Kunci: AIDS, Jenis kelamin, HIV, Stadium Klinis, Usia
PENGARUH MAKE A MATCH METHOD TERHADAP PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN BANJIR PADA SISWA SDN 89 Hanifah, Hanifah; Maydinar, Dian Dwiana; Sutrisna, Marlin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.19232

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Nilai kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan dari bencana banjir tidaklah sedikit, namun memberikan dampak yang besar. Banjir dirasakan oleh semua usia baik anak-anak, dewasa, ataupun lansia. Beberapa masalah yang dapat timbul akibat banjir diantaranya muncul masalah kesehatan fisik, mental, korban jiwa,  kerusakan fasilitas umum, dan kerugian harta benda. Untuk mengurangi hal tersebut beberapa upaya dapat dilakukan dengan melakukan manajemen bencana. Manajemen bencana yang baik akan tercapai apabila didukung oleh pengetahuan kesiapsiagaan yang cukup. Pengetahuan yang diberikan sejak dini sangat penting karena anak-anak merupakan salah satu kelompok rentan yang paling berisiko terkena dampak bencana yang dipicu oleh faktor keterbatasan pemahaman tentang risiko bencana disekeliling mereka. Salah satu metode edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan adalah make a match. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode make a match terhadap pengetahuan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana banjir. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest and ostest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SDN 89 Kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel menggunakab purposive sampling dengan jumlah sampel 51 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji analisis data menggunakan uji wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian diperoleh nilai nilai Z -5,320 dengan p-value 0,000 dapat disimpulkan ada pengaruh sebelum dan setelah dilakukan perlakuan dengan metode make a match terhadap pengetahuan kesiapsiagaan banjir. Di harapkan metode make a match dapat dgunakan pada anak sekolah dasar dalam peningkatan pengetahuan.
PENGARUH TERAPI AROMA LEMON TERHADAP TINGKAT NYERI PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI sutrisna, marlin; Hasymi, Yusran; Utami, Mutia Sefta
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2482

Abstract

Apendiktomi merupakan tindakan pembedahan untuk mencegah terjadi perforasi pada pasien apendisitis. Dampak dari pembedahan dapat menyebabkan nyeri pada klien. Terapi farmakologi (obat analgetik) dapat menurunkan skala nyeri, namun membutuhkan terapi alternatif untuk meningkatkan kenyamanan pasien setelah 4 jam pemberian analgetik. Terapi lemon menjadi solusi untuk membantu menurunkan nyeri post apendiktomi. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pre-postest one group design without control, artinya hanya menggunakan satu kelompok intervensi tanpa kelompok kontrol. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2024. Tempat penelitian  ini di Rumah Sakit Harapan Dan Doa Kota Bengkulu. Responden dalam penelitian ini pasien post apendisitis yang berjunlah 15 responden.  Terapi lemon diberikan setelah 4 jam post operasi apendiktomi. Sebelum diberikan terapi lemon dilakukan pengukuran skala nyeri.. Pemberian aromaterapi lemon setelah 4 jam dari pemberian obat analgetik sehingga membantu menurunkan nyeri pasien. Evaluasi  pemberian terapi lemon dilakukan setelah  3 hari. Data diolah dengan menggunakan uji wilcoxon test. Hasil penelitian ada pengaruh terapi lemon terhadap skala nyeri pasien post apendiktomi. Diharapkan terapi lemon digunakan sebagai terapi adjuvan untuk menurunkan nyeri pasien di rumah sakit maupun dirumah
Hubungan Kepatuhan Diet Rendah Garam Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Novitasari, Mistati; Sutrisna, Marlin; Sari, Lia Novita
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27268

Abstract

Hypertension is one of the most common chronic diseases in the community and serves as a major risk factor for heart disease and stroke. One effective non-pharmacological approach to controlling blood pressure is the adoption of a low-salt diet. However, patient adherence to dietary recommendations often remains low. This study aimed to examine the relationship between compliance with a low-salt diet and blood pressure among hypertensive patients. A quantitative research design with a cross-sectional approach was employed. The sample consisted of hypertensive patients selected using purposive sampling. Data were collected through the Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) questionnaire and blood pressure measurements, and analyzed using the Chi-square test. The results showed that the majority (76.8%) of respondents were compliant with a low-salt diet, and most were categorized as having grade 1 hypertension (62.2%). Statistical analysis revealed a significant relationship between compliance with a low-salt diet and blood pressure levels (p < 0.05). In conclusion, higher compliance with a low-salt diet is associated with a greater likelihood of achieving normal or controlled blood pressure. It is recommended that healthcare providers enhance education and monitoring efforts regarding dietary adherence as part of comprehensive hypertension management.
HUBUNGAN OLAHRAGA DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Marlin Sutrisna; Hanifah Hanifah; Neni Triana; Fatimah Nuraini Sasmita
KOLONI Vol. 1 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i1.439

Abstract

The number of diabetes mellitus patients in 2045 is predicted to reach 629 million cases. This study aims to determine the relationship between exercise and blood sugar levels in patients with Type II diabetes mellitus. The method used is a descriptive research design with a cross sectional approach. The population in this study were all patients with diabetes mellitus (Type II) in the Work Area of the Betungan Health Center. The number of samples in this study were 32 respondents. Sampling technique with accidental sampling. This study uses the chi-square test. The results of the univariate test analysis found that most of the respondents (59.4%) with irregular exercise in Type II diabetes mellitus patients, most of the respondents (53.1%) and most of the respondents (59.4%) with blood sugar levels abnormal. While the bivariate analysis test found that there was a relationship between exercise and blood sugar levels in Type II diabetes mellitus patients with p-value = 0.011 and 0.010 (p-value ≤ 0.05). Keywords: Diabetes Mellitus Type II, Blood Sugar Levels, Exercise
RELATIONSHIP BETWEEN PAIN INTENSITY WITH SLEEP QUALITY OF PATIENT POST CAESAREAN SECTION IN RS TK. II DUSTIRA CIMAHI YEAR 2017 Hevy Amelia Noviyanti; Eny Kusmiran; Marlin Sutrisna
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v4i2.63

Abstract

ABSTRACT Background. Cesarean section is an artificial birth, in which the fetus is born through an incision in the abdominal wall and uterine wall and the weight of the fetus is above 500 grams. Impacts that occur after caesarean section are pain and sleep disorders. Aim. To know the relation of pain intensity with sleep quality of mothers post cesarean section. Research methods. Using cross sectional approach. The sample of the study were 42 post-cesarean mothers taken by accidental sampling technique. The data was collected at RS TK. II Dustira Cimahi using Maternal Pain Questionnaire (MPQ) questionnaire for pain intensity measurement and The Sleep Sleep Quality Index (PSQI) for sleep quality measurement, in May 2017. Data analysis using Chi-Square test . Results. The highest intensity of pain occurred in the client after cesarean section with severe pain intensity with 22 respondents (52,4%) and uncomfortable there were 20 respondents (47,6%) and more than most client experience poor sleep quality that is 28 respondents ( 66.7%) but there are still clients who experienced good sleep quality 14 respondents (33.3%). The statistical test results obtained p significance number p = 0,000 thus p <α (0.000 <0.05), then H0 is rejected. Conclusion. There was a significant relationship between the intensity of pain and sleep quality in post-caesarean section patients. Keywords: Cesarean Section, Pain, Sleep Quality  
Hubungan Intensitas Nyeri dengan Kualitas Tidur pada Pasien Pasca Bedah Sesar Hevy Amalia Noviyanti; Marlin Sutrisna; Eny Kusmiran
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.51 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i2.179

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Bedah Sesar adalah suatu persalinan buatan, dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding perut dan dinding rahim serta berat janin di atas 500 gram. Dampak yang terjadi setelah bedah sesar adalah nyeri dan gangguan tidur. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada ibu pasca bedah sesar. Metode: Menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 ibu pasca bedah sesar yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengambilan data dilakukan di RS TK II Dustira Cimahi, menggunakan lembar kuesioner Maternal Pain Questionnaire (MPQ) untuk pengukuran intensitas nyeri dan The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk pengukuran kualitas tidur. Data dikumpulkan pada bulan Mei 2017. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Intensitas nyeri yang tertinggi terjadi pada klien pasca bedah sesar yaitu intensitas nyeri hebat dengan 22 responden (52,4%) dan tidak nyaman terdapat 20 responden (47,6%). Lebih dari setengah responden mengalami kualitas tidur yang buruk yaitu 28 responden (66,7%). Ada hubungan antara intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada pasien pasca bedah sesar. Diskusi: Faktor yang memengaruhi kualitas tidur pasien adalah sakit yang disebabkan oleh nyeri. Nyeri pasien setelah seksio sesaria karena terputusnya kontinuitas jaringan (trauma pembedahan) sehingga terjadi gangguan kualitas tidur. Semakin berat nyeri, maka semakin terganggu kualitas tidur pasien. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada pasien pasca bedah sesar. Pelayanan kesehatan diharapkan melibatkan peran aktif keluarga untuk mengatasi penanganan nyeri pasien pasca bedah sesar, sehingga pasien memiliki kualitas tidur baik.Kata Kunci: Bedah sesar, nyeri, kualitas tidurRelationship Between Pain Intensity With Sleep Quality of Patient Post Caesarean SectionABSTRACTBackground: Cesarean section is an artificial birth, in which the fetus is born through an incision in the abdominal wall and uterine wall and the weight of the fetus is above 500 grams. Impacts that occur after caesarean section are pain and sleep disorders. Aim: To know the relation of pain intensity with sleep quality of mothers post cesarean section. Method: Using cross sectional approach. The sample of the study were 42 post-cesarean mothers taken by accidental sampling technique. The data was collected at RS TK. II Dustira Cimahi using Maternal Pain Questionnaire (MPQ) questionnaire for pain intensity measurement and The Sleep Sleep Quality Index (PSQI) for sleep quality measurement, in May 2017. The MPQ and PSQI questionnaires in this study were not tested for validity and reliability because this questionnaire was standard. Data analysis using Chi-Square test. Results: The highest intensity of pain occurred in the client after cesarean section with severe pain intensity with 22 respondents (52,4%) and uncomfortable there were 20 respondents (47,6%) and more than most client experience poor sleep quality that is 28 respondents ( 66.7%) but there are still clients who experienced good sleep quality 14 respondents (33.3%). The result of the study is that there is a correlation between pain intensity and sleep quality in post cesarean patients. Discussion: The factor that influences the patient’s sleep quality is pain caused by pain. Post sectio caesaria pain due to tissue continuity (trauma from surgery) is interrupted resulting in sleep quality disruption. The more severe the pain, the more disturbed the patient’s sleep quality. Conclusion: There was a significant relationship between the intensity of pain and sleep quality in post-caesarean section patients. Health services are expected to involve the active role of the family to overcome the pain management of post-cesarean patients, so that patients have good quality sleep.Keywords: Cesarean section, pain, sleep quality
Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Diare di Daerah Rawan Banjir Kota Bengkulu Gita Maya Sari; Marlin Sutrisna; Daniz Fikhri
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 1 No. 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.825

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada saat bencana banjir, dan tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama. Sehingga perlunya dilakukan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan diare pada daerah rawan banjir di kota Bengkulu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatan pengetahuan masyarakat di daerah rawan banjir tentang pencegahan diare. Metode yang digunakan yaitu pendidikan kesehatan kepada 20 kepala keluarga sebagai peserta pendidikan kesehatan yang memang terkena dampak dari banjir. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran menggunakan kuesioner pre-test dan post test. Hasil skor maksimal pada pre-test 50 dan minimal 25 sedangkan skor maksimal pada post-test 85 dan minimal 70, artinya terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Sehingga, disarankan pemerintah daerah dan puskesmas untuk melakukan pendidikan kesehatan secara rutin kepada masyarakat dalam mencegah diare, penyakit menular lainnya dan meningkatkan pola hidup sehat.
GAMBARAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK DI DAERAH ENDEMIS KOTA BENGKULU MARLIN SUTRISNA; WULANDARI WULANDARI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i2.7443

Abstract

Pendahuluan: Dengue merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui nyamuk dan menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Penyakit Dengue masih belum terkendali dengan baik, terbukti dengan peningkatan angka kejadian Dengue secara bermakna di seluruh dunia serta wabah yang terjadi setiap tahun di Indonesia. Penyebab penyakit in adalah nyamuk aedes aegypti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keberadaan jentik nyamuk di daerah endemis Kota Bengkulu. Metode: Desain dalam penellitian ini dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Tempat penelitian ini dilakukan di Kelurahan Rawa Makmur Kota Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini diambil di RT 12 dengan jumlah sampel sebanyak 70 kepala keluarga. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan accedental sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Data di analisis dengan menggunakan uji deskriptif statistik. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini didapatkan dari 70 responden, terdapat 20 responden (28,6%) keluarga yang tidak ada jentik nyamuk diluar maupun didalam rumah, sedangkan 50 responden (71.4%) keluarga yang terdapat jentik nyamuk diluar maupun didalam rumah. Kesimpulan: Keberadaan jnetik nyamuk dapat meningkatkan resiko penyakit infeksi salah satunya peyakit demam berdarah dengue.
Hubungan Frekuensi Hemodialisis dengan Kadar Hemoglobin pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Marlin Sutrisna; Mistati Novitasari; Lia Novita Sari; Yusran Hasymi
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.92-97

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronis masih menjadi permasalahan kesehatan baik di dunia mapun di Indonesia. Salah satu terapi yang diberikan pada pasien gagal ginjal kronis adalah hemodialisis. Permasalahan pada gagal ginjal kronis terganggunya proses eritropoesis sehingga terjadi penurunan hemoglobin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi hemodialisis dengan kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Metode penelitian ini  menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini adalah di Ruang Hemodialisa RSUD dr. Yunus Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Teknik sampel dalam penelitian ini adalah accedental sampling yang berjumlah 30 responden. Jenis data dalam peelitian ini adalah data sekunder. Data di analisis dengan Chi-Square. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar responden menjalani hemodialisis 2 kali dalam seminggu dan sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin ≤7 g/dL. Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi hemodialisis dengan kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah gagal ginjal kronis dan proses hemodialisis mempengaruhi kondisi kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronis. Diharapkan responden untuk memeriksa hemoglobin secara berkala untuk mencegah terjadinya penurunan Hb yang berat.Kata Kunci: gagal ginjal, hemodialisis, hemoglobin