Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Analisis Home-Based Palliative Care di Kawasan Asia Tenggara: Scoping Review Sutrisna, Marlin; Utama, Tuti Anggriani; Hasymi, Yusran; Husni, Husni; Novitasari, Lia; Asmariyah, Asmariyah; Auranissa, Dhea
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.197-207

Abstract

Layanan paliatif merupakan pendekatan holistik dalam peningkatan kualitas hidup pasien dan keluarga. Pemahaman yang baik dari tenaga kesehatan sangat penting dalam implementasi layanan paliatif pada pasien yang dirawat dirumah sakit maupun dirumah. Meskipun layanan paliatif berdampak positif bagi kualitas hidup pasien, namun situasi saat ini layanan paliatif belum dapat dirasakan oleh pasien yang membutuhkan layanan paliatif. Akibatnya sebagian besar pasien menjalani hidup tanpa layanan paliatif dirumah.. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan konsep analysis perawatan paliatif dirumah. Tinjauan Pustaka, menetapkan peneliti. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu, artikel ilmiah berbahasa Inggris yang dipublikasikan pada basis data terpilih dalam rentang waktu publikasi 2015 hingga 2024, dapat diakses secara penuh, dengan populasi target adalah pasien Palliative Care. Kriteria eksklusinya adalah artikel ilmiah dalam bentuk buku, hasil seminar, tesis, maupun abstrak konferensi. Pencarian artikel dilakukan pada Januari 2024 menggunakan enam basis data elektronik yaitu BioMed Central, Clinical Key, EBSCOhost, Google Scholar, PubMed, dan Sage Journals dengan memasukkan kata kunci (Palliative Patient OR Outpatient) AND (Home-Based AND Palliative Care OR Palliative Treatment OR Palliative Therapy OR Hospice Care) AND (Concept OR Concept Analysis) AND (Nursing) AND (Asia OR Asian). Hasil penelusuran pada basis data tahun 2015-2024, didapatkan sebanyak sebanyak 3.215 artikel dan hasil akhir skrining isi didapatkan 7 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian.  Selain itu peneliti mendeskripsikan anteseden, atribut, konsekuensi dalam layanan perawatan paliatif dirumah. Konsep Home-Based Palliative Care (HBPC) dikaitkan dengan kriteria pasien yang menerima pelayanan, tim pemberi pelayanan, dan layanan-layanan yang diberikan.Kata Kunci: Asia, analisis konseptual, perawatan di rumah, perawatan paliatif  
GAMBARAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK DI DAERAH ENDEMIS KOTA BENGKULU SUTRISNA, MARLIN; WULANDARI, WULANDARI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Dengue merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui nyamuk dan menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Penyakit Dengue masih belum terkendali dengan baik, terbukti dengan peningkatan angka kejadian Dengue secara bermakna di seluruh dunia serta wabah yang terjadi setiap tahun di Indonesia. Penyebab penyakit in adalah nyamuk aedes aegypti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keberadaan jentik nyamuk di daerah endemis Kota Bengkulu. Metode: Desain dalam penellitian ini dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Tempat penelitian ini dilakukan di Kelurahan Rawa Makmur Kota Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini diambil di RT 12 dengan jumlah sampel sebanyak 70 kepala keluarga. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan accedental sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Data di analisis dengan menggunakan uji deskriptif statistik. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini didapatkan dari 70 responden, terdapat 20 responden (28,6%) keluarga yang tidak ada jentik nyamuk diluar maupun didalam rumah, sedangkan 50 responden (71.4%) keluarga yang terdapat jentik nyamuk diluar maupun didalam rumah. Kesimpulan: Keberadaan jnetik nyamuk dapat meningkatkan resiko penyakit infeksi salah satunya peyakit demam berdarah dengue.
HUBUNGAN OLAHRAGA DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Sutrisna, Marlin; Hanifah, Hanifah; Triana, Neni; Sasmita, Fatimah Nuraini
KOLONI Vol. 1 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i1.439

Abstract

The number of diabetes mellitus patients in 2045 is predicted to reach 629 million cases. This study aims to determine the relationship between exercise and blood sugar levels in patients with Type II diabetes mellitus. The method used is a descriptive research design with a cross sectional approach. The population in this study were all patients with diabetes mellitus (Type II) in the Work Area of the Betungan Health Center. The number of samples in this study were 32 respondents. Sampling technique with accidental sampling. This study uses the chi-square test. The results of the univariate test analysis found that most of the respondents (59.4%) with irregular exercise in Type II diabetes mellitus patients, most of the respondents (53.1%) and most of the respondents (59.4%) with blood sugar levels abnormal. While the bivariate analysis test found that there was a relationship between exercise and blood sugar levels in Type II diabetes mellitus patients with p-value = 0.011 and 0.010 (p-value ≤ 0.05). Keywords: Diabetes Mellitus Type II, Blood Sugar Levels, Exercise
Buerger Allen Exercise (BAE) terhadap peningkatan sirkulasi ekstremitas bawah pada pasien diabetes melitus: Buerger Allen Exercise (BAE) on increasing lower extremity circulation in Diabetes mellitus patients Sari, Lia Novita; Sutrisna, Marlin; Novitasari, Mistati
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 3 (2025): JiKep | Oktober 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i3.2676

Abstract

Kondisi Hiperglikemia pada pasien Diabetes Melitus menyebabkan perubahan mikrovaskular dan makrovaskular yang berakibat pada gangguan sirkulasi darah sehingga diperlukan latihan kaki untuk meningkatkan perfusi jaringan perifer. Salah satu latihan kaki yaitu Buerger Allen Exercise (BAE). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektifitas Buerger Allen Exercise (BAE) terhadap peningkatan sirkulasi ekstremitas bawah pada pasien Diabetes Melitus. Metode penelitian yang digunakan yaitu systematic review melalui pencarian jurnal penelitian pada database yaitu Embase, Scopus,  PubMed dan Proquest dengan tahun terbit artikel dimulai tahun 2019-2024. Analisa data dilakukan dengan mengambil artikel yang relevan pada penelitian ini yang berjumlah 6 artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buerger Allen Exercise (BAE) yang dilakukan secara rutin 1-3 kali sehari dapat meningkatkan nilai Ankle Brachial Index (ABI) kadar HbO2 pada pasien Diabetes Melitus. Terapi komplementer Buerger Allen Exercise (BAE) dapat berpengaruh pada peningkatan sirkulasi ekstremitas bawah dengan adanya peningkatan perfusi jaringan perifer pada pasien Diabetes Melitus dengan indikator meningkatnya nilai Ankle Brachial Index (ABI) kadar HbO2.
Profil dan kondisi stadium klinis pasien HIV/AIDS di RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu Tahun 2024 Novitasari, Mistati; Novita Sari, Lia; Sutrisna, Marlin; Rosyadi, Imron
Jurnal Keperawatan Duta Medika Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Duta Medika
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/dutamedika.v5i1.4747

Abstract

HIV and AIDS are global health problems that require effective treatment to improve the quality and life expectancy of patients. Understanding patient characteristics, such as age, gender, and stage of disease development, is essential in optimal treatment efforts. This study aims to determine the characteristics of HIV patients undergoing treatment at Dr. M. Yunus Hospital, Bengkulu City. This study used a descriptive design with 273 HIV patients undergoing treatment as a total sample. The research method was a retrospective cohort. Data analysis used univariate analysis to obtain a description of the frequency distribution and proportion of the variables studied, namely age, gender, and clinical stage. The results showed the largest percentage in men (66.4%), aged 20-45 years (70%) and in clinical stage 3 (54.3%). Therefore, efforts to prevent and treat HIV/AIDS are more focused on high-risk populations, especially men of productive age. Keyword: AIDS, Age, Clinical stage, Gender, HIV HIV dan AIDS merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan pengobatan efektif untuk meningkatkan kualitas dan harapan hidup pasien. Pemahaman terhadap karakteristik pasien, seperti usia, jenis kelamin, dan tahap perkembangan penyakit, sangat penting dalam upaya pengobatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik dari pasien HIV yang sedang menjalani pengobatan di RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan jumlah pasien HIV yang menjalani pengobatan sebanyak 273 orang secara total sampling. Metode penelitian adalah cohort retrospektif. Analisa data menggunakan analisis univariat untuk memperoleh gambaran distribusi frekuensi serta proporsi dari variabel yang diteliti yaitu usia, jenis kelamin, dan stadium klinis. Hasil penelitian menunjukkan presentase terbesar pada laki-laki (66,4%), berusia 20-45 tahun (70%) dan sedang berada dalam stadium klinis 3 (54,3%). Oleh karena itu upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS lebih difokuskan pada populasi berisiko tinggi, khususnya laki-laki usia produktif. Kata Kunci: AIDS, Jenis kelamin, HIV, Stadium Klinis, Usia
PENGARUH MAKE A MATCH METHOD TERHADAP PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN BANJIR PADA SISWA SDN 89 Hanifah, Hanifah; Maydinar, Dian Dwiana; Sutrisna, Marlin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.19232

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Nilai kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan dari bencana banjir tidaklah sedikit, namun memberikan dampak yang besar. Banjir dirasakan oleh semua usia baik anak-anak, dewasa, ataupun lansia. Beberapa masalah yang dapat timbul akibat banjir diantaranya muncul masalah kesehatan fisik, mental, korban jiwa,  kerusakan fasilitas umum, dan kerugian harta benda. Untuk mengurangi hal tersebut beberapa upaya dapat dilakukan dengan melakukan manajemen bencana. Manajemen bencana yang baik akan tercapai apabila didukung oleh pengetahuan kesiapsiagaan yang cukup. Pengetahuan yang diberikan sejak dini sangat penting karena anak-anak merupakan salah satu kelompok rentan yang paling berisiko terkena dampak bencana yang dipicu oleh faktor keterbatasan pemahaman tentang risiko bencana disekeliling mereka. Salah satu metode edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan adalah make a match. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode make a match terhadap pengetahuan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana banjir. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest and ostest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SDN 89 Kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel menggunakab purposive sampling dengan jumlah sampel 51 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji analisis data menggunakan uji wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian diperoleh nilai nilai Z -5,320 dengan p-value 0,000 dapat disimpulkan ada pengaruh sebelum dan setelah dilakukan perlakuan dengan metode make a match terhadap pengetahuan kesiapsiagaan banjir. Di harapkan metode make a match dapat dgunakan pada anak sekolah dasar dalam peningkatan pengetahuan.
KONDISI LINGKUNGAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK DI DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE Maydinar, Dian Dwiana; Sutrisna, Marlin; Noptriana, Dian
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2834

Abstract

Dengue hemorrhagic fever is a disease that can cause death caused by the Dengue virus, where the Aedes Aegypri mosquito is the main vector and the Aedes Abbopictus mosquito is the potential vector. This study aims to determine the relationship between environmental conditions and community behavior with the presence of mosquito larvae in Dengue Hemorrhagic Fever endemic areas. This research is a type of analytic survey research using a cross sectional research design. The population in this study were all households in RT 12, Rawa Makmur sub-district, Bengkulu city, totaling 80 families. Sampling in this study using a total sampling method totaling 80 families. Data collection techniques using primary data and secondary data. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with Chi-Square Test. The results of this study showed that out of 80 respondents, 64 (80.0%) respondents had unhealthy environmental conditions, 55 (68.8%) respondents had negative community behavior, 58 (72.5%) respondents found the existence of mosquito larvae outside or inside the house. There is a significant relationship between environmental conditions and the presence of mosquito larvae; There is a significant relationship between people's behavior and the presence of mosquito larvae. It was concluded in the study that the existence of mosquito larvae inside and outside the home was influenced by an unhealthy environment and negative community behavior. It is hoped that the community will have a healthy lifestyle and maintain a healthy environment.Keywords: Mosquito Larvae, Environmental Conditions, Community Behavior.
PENGARUH TERAPI AROMA LEMON TERHADAP TINGKAT NYERI PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI sutrisna, marlin; Hasymi, Yusran; Utami, Mutia Sefta
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2482

Abstract

Apendiktomi merupakan tindakan pembedahan untuk mencegah terjadi perforasi pada pasien apendisitis. Dampak dari pembedahan dapat menyebabkan nyeri pada klien. Terapi farmakologi (obat analgetik) dapat menurunkan skala nyeri, namun membutuhkan terapi alternatif untuk meningkatkan kenyamanan pasien setelah 4 jam pemberian analgetik. Terapi lemon menjadi solusi untuk membantu menurunkan nyeri post apendiktomi. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pre-postest one group design without control, artinya hanya menggunakan satu kelompok intervensi tanpa kelompok kontrol. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2024. Tempat penelitian  ini di Rumah Sakit Harapan Dan Doa Kota Bengkulu. Responden dalam penelitian ini pasien post apendisitis yang berjunlah 15 responden.  Terapi lemon diberikan setelah 4 jam post operasi apendiktomi. Sebelum diberikan terapi lemon dilakukan pengukuran skala nyeri.. Pemberian aromaterapi lemon setelah 4 jam dari pemberian obat analgetik sehingga membantu menurunkan nyeri pasien. Evaluasi  pemberian terapi lemon dilakukan setelah  3 hari. Data diolah dengan menggunakan uji wilcoxon test. Hasil penelitian ada pengaruh terapi lemon terhadap skala nyeri pasien post apendiktomi. Diharapkan terapi lemon digunakan sebagai terapi adjuvan untuk menurunkan nyeri pasien di rumah sakit maupun dirumah
Analisis Lama Waktu Tunggu Pelayanan Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit TK IV 02.07.01 Zainul Arifin Tahun 2020 Sutrisna, Marlin
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 5 No. 2 (2020): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v5i2.143

Abstract

Waktu tunggu adalah waktu yang dipergunakan oleh pasien untuk mendapatkan pelayananrawat jalan dari tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Tujuanpenelitian ini adalah Untuk mengetahui waktu tunggu pasien di poliklinik penyakit dalamterhadap pelayanan rekam medis di rumah sakit TK IV 02.07.01 Zainul Arifin Bengkulu.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah 140 berkasrekam medis di rumah sakit TK IV 02.07.01 Zainul Arifin Bengkulu, dengan tehnikpengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi langsung.Analisis secara univariat. Hasil analisis univariat menunjukkan tentang lama waktu tunggudikategorikan lama yaitu 18 menit dari 42 berkas pasien (71,5%), dikategorikan cepat 7menit (28,5%). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, lama waktu tunggu pelayanan pasiendikategorikan lama . untuk mengurangi lama waktu tunggu, seharusnya pihak rumah sakitlebih memperhatikan tentang lama waktu tunggu pelayanan, sebaiknya di pendaftaran rawatjalan menggunakan sistim komputerisasi maka akan memperlancar pelaksanaan kegiatansehingga berakibat pada waktu tunggu pasien menjadi lebih cepat.
Hubungan Kepatuhan Diet Rendah Garam Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Novitasari, Mistati; Sutrisna, Marlin; Sari, Lia Novita
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27268

Abstract

Hypertension is one of the most common chronic diseases in the community and serves as a major risk factor for heart disease and stroke. One effective non-pharmacological approach to controlling blood pressure is the adoption of a low-salt diet. However, patient adherence to dietary recommendations often remains low. This study aimed to examine the relationship between compliance with a low-salt diet and blood pressure among hypertensive patients. A quantitative research design with a cross-sectional approach was employed. The sample consisted of hypertensive patients selected using purposive sampling. Data were collected through the Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) questionnaire and blood pressure measurements, and analyzed using the Chi-square test. The results showed that the majority (76.8%) of respondents were compliant with a low-salt diet, and most were categorized as having grade 1 hypertension (62.2%). Statistical analysis revealed a significant relationship between compliance with a low-salt diet and blood pressure levels (p < 0.05). In conclusion, higher compliance with a low-salt diet is associated with a greater likelihood of achieving normal or controlled blood pressure. It is recommended that healthcare providers enhance education and monitoring efforts regarding dietary adherence as part of comprehensive hypertension management.