Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Pemberian Penguatan Guru terhadap Kepercayaan Diri Peserta Didik Kelas V Wiwit Sri Intan; Yulia Palupi; Novy Trisnani
LEARNTECH: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2025): ISSUE JULI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri peserta didik kelas V SDN Serang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perhatian orang tua dan pemberian penguatan guru terhadap kepercayaan diri peserta didik, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex-post facto. Populasi penelitian berjumlah 25 peserta didik kelas V yang juga menjadi sampel. Instrumen berupa kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhatian orang tua dan pemberian penguatan guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan diri peserta didik, baik secara parsial maupun simultan, dengan kontribusi sebesar 70%. Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dan guru dalam membangun karakter percaya diri anak sekolah dasar.
Pemanfaatan Teknologi Web dalam Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Anak di Panti Asuhan Utami, Wulan Tri Puji; Setiani, Ismarini Bekti; Musthofa, Zaenal; Prehadini, Tampi; Trisnani, Novy; Ar-Raafi’, Fahrozi; Buaga, Garib Firman; Farkhan, Muhammad; Muthi’ah, Hana
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 4 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i4.25448

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi permasalahan serius di lingkungan lembaga pengasuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Panti Asuhan Ash-Shidiqqiyah, Kokap, Kulon Progo, dalam pencegahan kekerasan seksual anak melalui pemanfaatan teknologi web. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 31 anak asuh dan 6 pengasuh sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, implementasi, dan refleksi partisipatif. Hasil pretest-posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 50% (dari 42% menjadi 92%), dengan peningkatan tertinggi pada kemampuan mengenali bentuk kekerasan seksual sebesar 57 poin persentase. Keterampilan digital pengasuh meningkat dari 25% menjadi 93%, dan tingkat kepuasan terhadap sistem aduan berbasis web mencapai 92%. Program ini juga menghasilkan e-book dan video edukatif tentang perlindungan anak serta pembentukan Satgas Anti Kekerasan Seksual sebagai tindak lanjut keberlanjutan program. Hasil kegiatan membuktikan bahwa pendekatan partisipatif berbasis teknologi web efektif dalam meningkatkan literasi perlindungan anak dan kesadaran digital di lingkungan panti asuhan.
Tipe Take and Give dan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial di Sekolah Dasar Ilfa Linda Apriliana; Atika Dwi Evitasari; Novy Trisnani
EDUKATIF: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Vol. 1 No. 04 (2026): ISSUE JANUARI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menerapkan model cooperative learning tipe take and give pada pembelajaran IPAS di kelas IV SD Negeri Kokap. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan 3 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV yang berjumlah 14 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar serta lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik. Analisis data dilakukan dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Indikator keberhasilan ditentukan apabila minimal 75% peserta didik mencapai KKTP yang ditentukan yaitu ≥76. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dari pra siklus hingga siklus II. Pada pra siklus, hanya 14,3% peserta didik yang tuntas. Setelah tindakan, pada siklus I meningkat menjadi 57,1% dengan nilai rata-rata 75,7. Pada siklus II, meningkat kembali mencapai 85,7% dengan nilai rata-rata 86,8, sehingga indikator keberhasilan telah tercapai pada siklus II. Hasil observasi aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar peserta didik sejak siklus I berada pada kategori “Baik” dan semakin konsisten pada siklus II. Guru lebih terampil dalam menyampaikan materi, memberikan instruksi dengan jelas, dan mengelola waktu dengan efektif. Sementara peserta didik lebih aktif dalam pertukaran informasi, percaya diri, serta berani menyampaikan pendapat dengan bahasa sendiri. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model cooperative learning tipe take and give terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS.
A PERMA-Based Measure of Student Well-Being in Science Learning: Development and CFA Validation Asih Utami; Mohammad Ghufroni Farid; Kristiani Natalina; Novy Trisnani; Norma Yunaini; Siska Adelia; Zain Nur Ilham
Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 18 No. 1 (2026): Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/dinamika.v18i1.30294

Abstract

Student well-being is essential for effective and sustainable science learning. However, no instrument has specifically assessed it based on this context’s PERMA (Positive Emotion, Engagement, Relationships, Meaning, and Accomplishment) model. This study aims to develop and validate a PERMA-based well-being instrument for secondary school students. The instrument was developed through three phases: item generation and expert validation, pilot testing, and scale evaluation using Confirmatory Factor Analysis (CFA). Data were collected from secondary school students and analysed using the Maximum Likelihood Robust (MLR) estimator. The five-factor model demonstrated good fit (χ²/df = 2.01; RMSEA = 0.055; CFI = 0.964; TLI = 0.957) and met convergent validity, discriminant validity, and construct reliability criteria. The instrument is valid, reliable, and sensitive to the science learning context, supporting and integrating social-emotional learning in STEM education to enhance student well-being.
Dampak Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Matematika dan IPA: Pengembangan Kurikulum yang Responsip terhadap Era Digital Nurmaliati; Rendi Hadian A. Tamagola; Al Ikhlas; Efriana Jon; Novy Trisnani; Ira Wulan Sari
Academy of Education Journal Vol. 17 No. 1 (2026): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v17i1.3374

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has significantly influenced various sectors, including education, particularly in Mathematics and Science learning. The integration of AI into instructional processes presents both opportunities and challenges, especially regarding curriculum readiness in responding to the demands of the digital era. The main problem addressed in this study is how AI impacts the learning of Mathematics and Science and how a responsive curriculum can be developed to accommodate these technological advancements. This study aims to analyze the role of AI in enhancing the effectiveness of Mathematics and Science learning, identify emerging competencies required by students, and formulate principles for curriculum development that align with AI integration. The research employs a systematic literature review method by examining scholarly articles, research reports, and educational policy documents relevant to AI and curriculum development. The results indicate that AI contributes positively to personalized learning, improved understanding of abstract concepts, enhanced problem-solving skills, and increased digital literacy among students. Furthermore, AI encourages a shift in the teacher’s role from information transmitter to learning facilitator and mentor. However, effective implementation requires curriculum adjustments that emphasize critical thinking, digital ethics, and human–technology collaboration. In conclusion, developing a curriculum that is responsive to the digital era necessitates the pedagogical, sustainable, and ethical integration of artificial intelligence, with a strong focus on fostering 21st-century competencies.