Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGUJIAN KOMPOSISI CAMPURAN BETON MUTU K-250 BERDASARKAN SNI 7394:2008 DENGAN MENGGUNAKAN MATERIAL ALAMI GORONTALO (QUARRY SUNGAI BONE) Lestari, Windi
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2017): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.269 KB) | DOI: 10.37971/radial.v5i1.145

Abstract

ABSTRAK Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidrolik lainnya, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk masa padat. Beton saat ini banyak digunakan dalam suatu kegiatan proyek konstruksi karena beton lebih mudah dibentuk dalam pengerjaannya, bahan-bahan mudah didapat, mudah perawatannya dan tentunya harga lebih murah dari pada konstruksi baja. Bahan-bahan untuk pembuatan beton diantaranya adalah agregat halus atau di masyarakat umum disebut pasir, Di Kabupaten Bone Bolango banyak terdapat bahan-bahan dasar yang dapat dipergunakan untuk pembuatan beton, dalam hal ini material alam yang berasal dari Quarry Sungai Bone banyak dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat Bone Bolango dan Kota Gorontalo, bahkan sebagian masyarakat yang ada di Kota Gorontalo telah memanfaatkannya untuk pembangunan infrastruktur. Untuk mengetahui apakah pasir tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan konstruksi tentunya harus melalui suatu pengujian laboratorium. Hasil dari laboratorium sangat menentukan bisa tidaknya bahan tersebut digunakan untuk setiap perkerjaan konstruksi dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian dan pengambilan material agregat dilakukan di quarry sungai Bone, Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Kota Gorontalo, selanjutnya dilakukan pengujian Laboratorium yaitu di Laboratorium Sekolah Tinggi Teknik (STITEK) Bina Taruna Gorontalo dan di Laboratorium Bahan Bangunan Dinas PU Provinsi Gorontalo. Berdasarkan hasil uji laboratorium tersebut diantaranya Modulus Kehalusan dari saringan No.4 sampai dengan No.200 adalah 2,12%, dan kadar lumpur agregat halus sebesar 2,24%, dengan hasil pengujian tersebut dilanjutkan pada perancangan kekuatan beton yang akan dikehendaki. Dalam hal ini perancangan beton kekuatan yang diinginkan adalah K-250, proses Mix Desain Beton untuk volume 1m3 untuk beton normal metode SNI 7394:2008 dengan berat total adalah 2474 Kg didapatkan untuk Air 215 liter, semen 384 Kg, agregat halus 770 Kg, dan agregat kasar 1105 Kg. Alhamdulillah hasil dari uji tekan yang dilakukan ternyata memenuhi kekuatan yang dikehendaki yakni K-250. Kata kunci : beton, semen, agregat, pengujian saringan, kadar lumpur, kuat tekan beton
Analisis Pendapatan Usahatani Jagung Hibrida di Desa Peracak, Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Larita, Suci; Lastinawati, Endang; Ogari, Putri Ayu; Lestari, Windi; Pusvita, Ema; Rosmawati, Henny; Swasdiningrum Putri, Trisna Wahyu
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v33i1.2613

Abstract

Jagung hibrida merupakan tanaman pangan penting di samping komoditas pokok lainnya seperti beras, singkong, ubi jalar, talas, dan sagu. Namun, fluktuasi produksi jagung hibrida menyebabkan ketidakstabilan pendapatan petani, yang juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan pendapatan pertanian jagung hibrida dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan di Desa Peracak, Kecamatan Bunga Mayang, menggunakan metode penelitian survei. Sampel responden sebanyak 30 petani jagung hibrida dipilih secara acak. Pendapatan petani dihitung menggunakan analisis pendapatan standar sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya dianalisis menggunakan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata yang diperoleh petani dari pertanian jagung hibrida adalah Rp 10.078.628,04 per musim tanam. Pendapatan pertanian jagung hibrida dipengaruhi secara signifikan oleh biaya produksi, volume produksi, dan harga jual.