Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Personal Hygiene dengan Kejadian Pediculosis Capitis pada Santriwati di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda Bohari, Zalfa Aqilah; Zubaidah, Mona; Rahma, Khairunnida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.5 No.2 Desember (2023) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v5i2.13761

Abstract

Pediculosis capitis merupakan infestasi oleh Pediculus humanus capitis atau kutu rambut yang bersarang di rambut manusia. Pediculosis capitis dapat menyebabkan gatal pada kulit kepala, insomnia, gangguan konsentrasi, dan komplikasi lainnya yang dapat memengaruhi performa belajar anak di sekolah. Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi kejadian Pediculosis capitis salah satunya pengetahuan dan perilaku personal hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku personal hygiene dengan kejadian Pediculosis capitis pada santriwati di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel berupa total sampling dengan jumlah sampel 99 santriwati yang masuk ke dalam kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan pemeriksaan fisik menggunakan instrumen berupa sisir serit, kaca pembesar, dan alas kain putih.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas tingkat pengetahuan santriwati terkait Pediculosis capitis yang baik sebanyak 69.6%, dan mayoritas santriwati memiliki perilaku personal hygiene yang kurang sebanyak 54.5%. Hasil analisis uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian Pediculosis capitis (p-value 0.623) dan terdapat hubungan antara personal hygiene dengan kejadian Pediculosis capitis (p-value 0.022). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian Pediculosis capitis, namun terdapat hubungan antara perilaku personal hygiene dengan kejadian Pediculosis capitis.Kata Kunci: pediculosis capitis, personal hygiene, pengetahuan, pondok pesantren.
GAMBARAN GEJALA KLINIS DAN HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SKABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH SAMARINDA Qurotu'aini, Jihan Hasna; Zubaidah, Mona; Rahma, Khairunnida
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i3.13512

Abstract

Abstrak: Gambaran Gejala Klinis dan Hubungan Perilaku Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies pada Santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda. Skabies merupakan infestasi parasit yang dapat menimbulkan ruam dan rasa sangat gatal pada kulit. Skabies disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var. Hominis. Tingginya prevalensi skabies disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah praktik hygiene yang tidak benar seperti kurangnya perawatan kebersihan pribadi, kebiasaan tidur bersama, bergantian memakai pakaian dan handuk, seringnya perjalanan ke tempat yang berisiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran gejala klinis dan mengetahui hubungan perilaku Personal Hygiene dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis Analitik Observasional dengan pendekatan cross-sectional, total jumlah santri di pesantren ini adalah 149 santri dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil dari penelitian ini yaitu tingkat Personal Hygiene kurang sebanyak 85 responden (66,9%), dan tingkat Personal Hygiene baik sebanyak 42 responden (33,1%). sebanyak 24 responden (18,9%) terdiagnosis skabies. Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil nilai p-value adalah p = 0,003 (p<0,05), dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku Personal Hygiene dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda.
Pyrethroid Resistance in Aedes Mosquitoes in East Kalimantan, Indonesia: Systematic Review 2005-2025 Purnama, Shalvira; Anggraini, Fitria Dewi Puspita; Zubaidah, Mona; Rahma, Khairunnida
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): The 4th MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Synthetic pyrethroid insecticides remain the primary vector control strategy for Aedes sp. mosquitoes, the principal vectors of dengue, Zika, and chikungunya. Understanding regional resistance patterns is crucial for effective vector management programs in endemic areas. Objective : To systematically review and synthesize evidence on pyrethroid insecticide resistance status in Aedes sp. populations in East Kalimantan Province, Indonesia, from 2005 to 2025. Research Methods/ Implementation Methods : A systematic literature review was conducted following PRISMA 2020 guidelines. Multiple databases including PubMed, Scopus, Web of Science, Google Scholar, Indonesian Publication Index, and grey literature sources were searched from January 2005 to October 2025. Studies reporting pyrethroid resistance in Aedes sp. from East Kalimantan were included. Data extraction followed PICO framework: Population (Aedes aegypti and Ae. albopictus), Intervention (pyrethroid exposure), Comparison (susceptible strains), and Outcome (resistance status, mortality rates, knockdown times, molecular markers). Quality assessment was performed using a modified Newcastle-Ottawa Scale. Results : Eight studies met inclusion criteria, encompassing data from multiple districts in East Kalimantan. Confirmed pyrethroid resistance was documented in Ae. aegypti populations across the province. Permethrin resistance ratios (RR50) ranged from 4.08× to 127×, while deltamethrin resistance ranged from 4.37× to 72.20×. Banjarmasin populations showed mortality rates of 51.67% to permethrin and 68.33% to deltamethrin. High frequencies of kdr mutations (F1534C and V1016G) were detected, along with elevated metabolic enzyme activities. Synergist assays demonstrated significant involvement of cytochrome P450 monooxygenases and esterases in resistance mechanisms. Conclusion/Lesson Learned :High-level pyrethroid resistance is widespread in Aedes aegypti across East Kalimantan, driven by both kdr and metabolic mechanisms, compromising current vector control efforts. Immediate adoption of insecticide resistance management—such as rotation, synergist use, and integrated vector management—is essential to restore control effectiveness and reduce dengue transmission risk.
Design and Evaluation of an Elective Malaria Surveillance Module for Medical Education in East Kalimantan Anggraini, Fitria Dewi Puspita; Zubaidah, Mona; Rahma, Khairunnida; Toruan, Vera Madonna Lumban; Retnaningrum, Yuliana Rahmah; Siagian, Loly Rotua Dharmanita; Pratiningrum, Moriko
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): The 4th MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Malaria remains a significant public health burden in Indonesia, with over 230 million people in transmission risk areas. Strengthening surveillance systems is crucial for elimination, requiring competent health professionals. Objective : This study developed and validated a malaria surveillance elective module for East Kalimantan, Indonesia. Research Methods/ Implementation Methods : This research employed a Research and Development design with a descriptive quantitative approach at the Faculty of Medicine, Mulawarman University, from September 2024 to September 2025. The development process included needs analysis surveys distributed to medical students and lecturers, expert validation of content validity and media quality, and pilot implementation with pre-post knowledge assessments. The sample comprised 113 medical students from the 2024 cohort. Expert validation involved content specialists and media design experts who assessed the module using standardized rubrics. Data were analyzed using descriptive statistics to determine feasibility scores, validity levels, and learning effectiveness Results : Needs analysis revealed high demand for contextualized malaria surveillance materials among students and lecturers. Expert validation yielded content feasibility and linguistic appropriateness scores of 60–80%, categorized as good to very good, while media validation confirmed design quality met educational standards. Pilot implementation with 106 students showed significant knowledge improvement, with scores increasing 46.96% from pretest average of 66 to post-test average of 97. Student attendance reached 84.8%, indicating strong engagement. Conclusion/Lesson Learned : The malaria surveillance module demonstrated strong validity and effectiveness in enhancing medical student competencies. It is contextually appropriate for endemic regions and recommended for integration into medical curricula to strengthen disease surveillance capabilities among future health professionals in Indonesia
Effectiveness Evaluation of Single-Session Socialization on HIV/AIDS Knowledge among Rural Adolescents in East Kalimantan Fitria Dewi Puspita Anggraini; Zubaidah, Mona; Vera Madonna Lumban Toruan; Nur Khoma Fatmawati; Sholichin, Sholichin
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i4.5992

Abstract

Indonesia reports approximately 540,000 HIV cases according to UNAIDS data, with rural adolescents experiencing significant knowledge gaps regarding HIV/AIDS transmission and prevention. Educational interventions are crucial for addressing these deficits, particularly in remote areas with limited healthcare information access. This research to evaluate the effectiveness of socialization interventions on HIV/AIDS knowledge among rural adolescents in East Kalimantan, Indonesia. A quasi-experimental pre-post study design was conducted among 47 adolescents aged 10-17 years in Loa Ulung Village, East Kalimantan. The intervention utilized leaflets and interactive two-way discussions covering HIV/AIDS transmission modes and prevention strategies. Data collection employed a validated 10-item questionnaire administered pre- and post-intervention. Statistical analysis included Shapiro-Wilk normality testing and Wilcoxon signed-rank test for non-parametric comparisons. Pre-intervention knowledge scores averaged 7.43 (SD=1.500), increasing to 7.81 (SD=1.715) post-intervention. The Wilcoxon signed-rank test showed no statistically significant difference (p=0.128), with a normalized gain score of 0.14 indicating low effectiveness. Persistent misconceptions included: 63.8% incorrectly believing all HIV-infected individuals develop AIDS, 23.4% thinking HIV transmits through sharing utensils, and 17.0% believing shared toilets cause transmission. Single-session educational interventions demonstrated limited effectiveness in improving HIV/AIDS knowledge among rural adolescents. Future programs should incorporate age-appropriate, interactive methodologies with extended duration and follow-up sessions for optimal outcomes in rural Indonesian settings.
Prevalensi Kecacingan Soil Transmitted Helminths (STH) Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Sungai Meriam Kecamatan Anggana Ditinjau Dari Feses, Kuku dan Tanah Retnaningrum, Yuliana Rahmah; Zubaidah, Mona; Madonna, Vera; Asfirizal , Verry
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.62657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kecacingan Soil Transmitted Helminths (STH) pada siswa sekolah dasar di Desa Sungai Meriam Kecamatan Anggana melalui pemeriksaan feses, kuku, dan tanah sebagai media potensial penularan. Studi ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi prevalensi, sehingga mampu memberikan gambaran nyata mengenai tingkat infeksi dan risiko penularan di lingkungan sekolah dasar. Sampel penelitian meliputi seluruh siswa kelas I SD serta sampel lingkungan berupa tanah di pekarangan sekolah sebagai area yang sering berinteraksi langsung dengan anak. Pemeriksaan feses dilakukan menggunakan metode Kato, pemeriksaan potongan kuku menggunakan metode sedimentasi, sementara pemeriksaan tanah menggunakan metode Suzuki untuk memastikan tingkat akurasi identifikasi telur cacing. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai tingkat kontaminasi STH pada tubuh dan lingkungan anak usia sekolah. Temuan ini menjadi dasar penting bagi upaya pencegahan kecacingan melalui intervensi kesehatan seperti program pengobatan massal, edukasi kesehatan, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), perbaikan higiene personal anak, serta pengendalian sanitasi lingkungan sekolah. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam menurunkan angka kejadian infeksi kecacingan pada anak-anak dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setempat secara berkelanjutan.