Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN TENTANG PENCEGAHAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT MEDIKA MULYA WONOGIRI Wulandari, Apri; Utomo, Endrat Kartiko
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2862

Abstract

Pendahuluan : Kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk dijaga. Berbagai usaha dilakukan untuk mempertahankan kondisi sehat. Sesuai dengan makna kesehatan pada Undang Undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Metode : Penelitian ini adalah survei analitik yaitu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi, dengan mengetahui hubungan antara faktor resiko dan efek dengan melakukan observasi atau pengukuran terhadap variabel bebas dan terikat. sampel dalam penelitian ini berjumlah 77 responden. Hasil : Sebanyak 57 responden memiliki pengetahuan yg baik tentang upaya pencegahan komplikasi DM. Sebanyak 71 responden memiliki sikap yg positif tentang upaya pencegahan komplikasi DM. Dan Sebanyak 57 responden memiliki upaya yg baik tentang pencegahan komplikasi DM
CAT STRETCH EXERCISE MAMPU MENURUNKAN NYERI DISMINOREA Rahmasari, Ikrima; Purwati, Purwati; Utomo, Endrat Kartiko; Kartikasari, Annisa Yuli; Budiarti, Dhiani
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2967

Abstract

Menstruasi merupakan proses keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena luruhnya dinding rahim bagian dalam yang mengandung banyak pembuluh darah dan sel telur yang tidak di buahi. Selama periode menstruasi, rahim berkontraksi untuk membantu mengeluarkan lapisannya. Kontraksi ini akibat kemunculan hormon prostaglandin yang memicu rasa sakit dan peradangan. Rasa sakit atau nyeri pada bagian bawah perut yang terjadi saat wanita mengalami siklus menstruasi ini disebut dengan dismenorea. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri pada saat menstruasi yaitu dengan cat stretch exercise. Cat Stretch Exercise merupakan bagian dari Abdominal Stretch Exercise, yang bertujuan menambah kekuatan otot, daya tahan dan fleksibiltas otot, kebugaran tubuh, mengurangi ketegangan otot (kram), mengurangi nyeri otot, mengurangi rasa sakit disaat menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh cat stretch exercise terhadap intensitas dismenore pada siswi. Metode yang digunakan yaitu quasy experiment tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian ini adalah 26 reponden, diambil dengan mengunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan mengunakan Kuesioner Numeric Pain Rating Scale. Hasil Penelitian menunjukan bahwa ada penurunan signifikan dalam tingkat nyeri haid pada remaja putri (p value = 0,0001) setelah diberikan cat stretch excercise. Dapat disimpulkan cat stretch exercise berpengaruh secara signifikan dalam mengurangi intensitas nyeri haid pada siswi.
TEKANAN DARAH SEBELUM DAN SESUDAH MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS Utomo, Endrat Kartiko; Rahmasari, Ikrima; Soleman, Sitti Rahma; Kurniawan, Hendra Dwi; Pratiwi, Nuri Okta
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3907

Abstract

Latar Belakang: Fokus perawaran penyakit ginjal kronis diarahkan untuk mencegah terjadi gangguan kardiovaskuler. Tekanan darah tinggi dapat menjadi penyulit bagi karena menyebabkan prognosis yang buruk, termasuk terbentuknya hipertrofi ventrikel kiri yang menyebabkan cepatnya penurunan ginjal. Sedangkan tekanan darah rendah membawa prognosis yang lebih buruk. Tujuan:Menganalisis perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah dilaksanakan terapi hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Kabupaten Sukoharjo. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimen design dengan rancangan One Group Pre-Post Test. Populasi 130 pasien dengan sampel 57 pasien. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan sphygmomanometer yang sudah terkalibrasi. Analisa data dalam penelitian ini mengunakan paired sample t-test. Hasil: Rata-rata pasien berusia 45-64 tahun, berjenis kelamin perempuan dan menjalani hemodialisis lebih dari satu tahun. Tekanan darah sebelum menjalani terapi hemodialisis rata-rata 146,93/93,51 mmHg dan tekanan darah sesudah terapi hemodialisis rata-rata 163,33/100,53 mmHg. Hasil uji paired sample t-test tekanan darah sistolik dan diastolik diperoleh nilai signifikansi (p-value) 0,000. Kesimpulan: Hasil uji analisis didapatkan terdapat perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah terapi hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Kabupaten Sukoharjo, dimana terjadi peningkatan tekanan darah sesudah terapi hemodialisis.
PENGARUH RANGE OF MOTION EKSTERMITAS BAWAH TERHADAP PENCEGAHAN NEUROPATI SENSORIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS Sani, Fakhrudin Nasrul; Utomo, Endrat Kartiko; Arifah, Charulia Nur
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3938

Abstract

Neuropati perifer pada penderita diabetes melitus yang dapat menimbulkan gejala khas yaitu parastesia distal, kaki terasa dingin, nyeri seperti terbakar atau seperti tertusuk-tusuk. Salah satu dampaknya adalah penurunan sensasi sensori dan berpeluang mengalami luka di daerah kaki. Salah satu pengukuran untuk menilai gangguan sirkulasi darah keperifer adalah dilakukannya pengukuran Ankle Brachial Index (ABI). Salah satu latihan yang efektif dan dianjurkan bagi penderita DM adalah latihan range of motion (ROM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ROM terhadap pencegahan neuropati sensorik. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif desain quasi eksperiment pre post test design with control groups. Sampel penelitian adalah pasien Diabetes Melitus yang diambil secara purposive sampling, jumlah sampel yang digunakan adalah 18 responden dalam kelompok intervensi (diberikan ROM) dan 18 responden dalam kelompok kontrol (diberikan booklet tetapi tidak diberikan ROM. Pengukuran ABI dan sensitivitas kaki pemberian intervensi, kemudian diukur kembali setelah intervensi dilakukan 3 kali seminggu selama 2 minggu. Penelitian ini menggunakan uji analisis uji T dan wilcoxon test yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dengan uji shapiro wilk. Rata – rata nilai ABI pada kelompok intervensi sebelum dilakukan intervensi ROM adalah 0,82 dengan standar deviasi 0,11, dan rata – rata nilai ABI setelah dilakukan intervensi ROM adalah 0,915 dengan standar deviasi 0,14. Rata – rata nilai sensitivitas kaki pada kelompok intervensi sebelum dilakukan intervensi ROM adalah 8,00 dengan standar deviasi 2,14, dan rata – rata nilai sensitivitas kaki setelah dilakukan intervensi ROM adalah 10,33 dengan standar deviasi 1,75. Kesimpulan terdapat pengaruh ROM terhadap pencegahan sensitivitas sensorik.
Hubungan Lima Pilar Pengelolaan Diabetes Melitus dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Azzahra, Fatihah Balqis; Sani, Fakhrudin Nasrul; Utomo, Endrat Kartiko
Jurnal Keperawatan Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan September 2025
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v23i2.1517

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah didalam tubuh. Kasus diabetes melitus terus meningkat di semua sektor masyarakat sehingga diperlukan upaya pengendalian agar tidak terjadi peningkatan setiap tahunnya. Pengelolaan diabetes melitus dikelompokkan dalam lima pilar yaitu edukasi, aktifitas fisik, pola makan, kontrol gula darah secara mandiri, dan kepatuhan minum obat antidiabetik. Kelima pilar ini memiliki tujuan agar penderita dapat mengontrol glukosa darah sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lima pilar pengelolaan diabetes melitus dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional sampel sebanyak 72 responden menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data variabel independen diukur menggunakan kuesioner lima pilar pengelolaan diabetes sedangkan variabel dependen diukur menggunakan kuesioner Diabetes Quality Of Life (DQOL). Data dianalisis menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengelolaan lima pilar yang baik dengan kualitas hidup yang baik sebanyak 42 orang (58,3%), hasil uji yang diperoleh p-value = 0,000 dan nilai r = 0,761 yang artinya ada hubungan kuat antara lima pilar pengelolaan dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus.
Relationship Duration of Treatment Between Anxiety in a Child with Cancer During Chemotherapy Wahyudi, Totok; Utomo, Endrat Kartiko; Marhamah, Lin; Kartikasari, Annisa Yuli
Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 3 (2024): Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 3 July 2024
Publisher : PT. Nursing Genius Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65874/ngj/v1.i3.2024.55

Abstract

Cancer is the second-leading cause of death (after accidents) in children between the ages of 5 and 14 years old. Cancer can cause psychosocial anxiety problems that can lead to psychological problems that affect adulthood. The aim of this study is to find out the long-standing relationship between the treatment of anxiety and cancer in a child who will undergo chemotherapy at Dr. Moewardi Surakarta. This research method uses a cross-sectional design. Sampling using a non-probability sampling technique with a consecutive sampling method with a sample number of 30. The measurement tool uses a questionnaire that has been tested for validity and reliability by previous researchers, namely an emergency questionnaire by Aidar (2011) with 10 subjects matching the criteria using a competition application with a cronbach alpha analysis of 0.862. The results of the statistical tests showed that there was no long-term meaningful relationship between treatment and anxiety (p = 0.595).
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND PREVENTIVE BEHAVIOR HIV/AIDS AMONG STUDENTS AT DUTA BANGSA UNIVERSITY SURAKARTA Gusmao, Moises; Utomo, Endrat Kartiko; Firdaus, Insanul
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/9ph8nt97

Abstract

Background: HIV is an acronym for Human Immunodeficiency Virus, a virus that can potentially cause AIDS. The human immune system is vulnerable to infection because this virus specifically attacks white blood cells (CD4), making the body less effective at fighting disease. AIDS, which stands for Acquired Immune Deficiency Syndrome, is a series of symptoms caused by the HIV virus,which weakens the immune system. As a result, HIV/AIDS is a fatal disease for which there is no cure and has become a serious public health problem throughout the world, including in Indonesia. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and HIV/AIDS prevention behavior among students at Duta Bangsa University in Surakarta.Method: This study used a cross-sectional design to analyze the correlation. A total of 96 students were selected as samples using proportional random sampling. After ensuring its validity and reliability, a closed questionnaire was used to collect data. The Chi-Square test was used for data analysis.Results: A statistically significant correlation between the level of knowledge and HIV/AIDS prevention behavior was found in this study (p-value ? 0.05). Prevention behavior was better among students who had more information. Conclusion: There is a significant correlation between understanding and HIV/AIDS prevention behavior among university students. More extensive health education and awareness campaigns are needed to improve students' understanding and reduce the risk of HIV/AIDS transmission on campus.
Application of Knee Pain Exercise to Pain Intensity in Osteoarthritis Patients Widiastuti, Agung; Utomo, Endrat Kartiko; Kartikasari, Annisa Yuli; Wulandari, Septiyana Indri
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.1096

Abstract

Knee osteoarthritis in the elderly can cause pain due to joint capsules and cartilage damage in the bone joints. Osteoarthritis cases increase the risk of mobility disorders and have an effect on disability. Improving the quality of life in patients with joint disease is very necessary, namely by providing pain management through knee pain exercise. Knee pain exercise can maintain muscle strength so that it can reduce pain, increase functional activity in patients with knee osteoarthritis. This study aims to determine the effect of knee pain exercise in reducing pain intensity in osteoarthritis patients. The research design used Quasy Experiment One Group Pretest - Posttest Control Group Design. The population in this study were all knee osteoarthritis patients who experienced joint pain. The sampling technique used the purposive sampling method. Knee pain exercise was given 3 times a week and was carried out for 2 weeks, pain scale measurements using the Numeric Rating Scale (NRS) were carried out before and after knee pain exercise was given. The average pre-test results showed that the level of pain intensity in the intervention group was 5.05 and the average post-test value was 1.09, while in the control group the average pre-test results were 5.05 and the post-test value was still within the average range of 5.00. The Wilcoxon test results in the intervention group showed a p value of 0.0001 while in the control group a p value of 0.36 was obtained. The conclusion of this study is that there is a change in the level of pain before and after knee pain exercise in the intervention group, so there is an effect of knee pain exercise in reducing pain intensity in osteoarthritis sufferers.
The Effect of Brisk Walking on Blood Pressure of Hypertensive Patients Utomo, Endrat Kartiko; Soleman, Sitti Rahma; AM, Ady Irawan
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 1 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i1.6370

Abstract

Hypertension is one of the non-communicable diseases characterised by clinical symptoms of high blood pressure above ≥140/90 mmHg. one of the non-pharmacological implementations is physical activity or exercise, brisk walking physical activity is one way to control blood pressure in hypertensive patients. Objective to determine the effect of fast walking exercise on blood pressure of hypertensive patients. Quasy Experiment research method with Pre and Post Test with Control design, sampling technique with consecutive sampling with 48 respondents. fast walking exercise intervention for 20-30 minutes at a walking speed of 4-6 km / hour in the morning for 2 weeks. Blood pressure measurements were taken using a sphygmomanometer and analysed using Independent T - Test and paired T-Test. the average age was between 54 to 56 years old, female gender, the last education was high school, and the profession was labourer. There was a significant difference in systolic blood pressure with a P-value = 0.020*. While based on the results of the analysis of diastolic blood pressure between groups there was no significant difference in change with a P-value = 0.189 *. Fast exercise training for 20-30 minutes at a walking speed of 4-6 km / h in the morning for 2 weeks is able to reduce blood pressure in hypertensive patients, this shows that there is a great opportunity for hypertensive patients to improve their health and avoid complications.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender terhadap Nyeri Kanulasi (AV-SHUNT) pada Pasien Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Putri, Annastya Kusmantara; Utomo, Endrat Kartiko; Firdaus, Insanul
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3793

Abstract

Nyeri pada pemasangan (av-shunt atau femoral) merupakan keluhan utama pasien hemodialisis. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri adalah teknik aromaterapi lavender. Aromaterapi lavender merupakan teknik non farmakologis yang membantu memberikan efek relaksasi dan mengurangi nyeri selama proses penusukan kanulasi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap nyeri saat kanulasi (av-shunt) pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi exsperiment dengan pendekatan pretest-posttest design with control grup. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi, pengukuran skala nyeri menggunakan NRS (Numeric Rating Scale). Intervensi: Aromaterapi dilakukan seminggu 2 kali selama 3 minggu. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t Test dan uji Independent Sample t Test. Hasil penelitian uji statistik Paired Sample t Test diperoleh nilai signifikan pada kelompok intervensi P=0.000 (P<0,05) dan pada kelompok kontrol dengan P=0.000 (P<0,05). Hasil Uji Independent Sample t Test didapatkan nilai P=0,044 (P<0,05), hasil tersebut nenunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap nyeri kanulasi pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.