Claim Missing Document
Check
Articles

Found 53 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN PENGHARGAAN DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT NOONGAN Mundung, Cyntia A.; Kolibu, Febi K.; Joseph, Woodford B. S.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja dan penghargaan yang sangat berpengaruh terhadap stress kerja dari perawat. Stres kerja yang dialami oleh perawat keadaan yang menekan diri dan jiwa di luar batas kemampuannya. Sehingga perawat yang mengalami stres akan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien. Hasil observasi awal yang dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Noongan (RSUD) dengan beberapa perawat bahwa perawat menghadapi beban kerja berlebihan karena kurangnya perawat yang bertugas di rawat inap dan penghargaan yang tidak seimbang atau masih belum optimal yang menyebabkan stres kerja. Metode penelitian ini adalah penelitian Survei Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Dilaksanakan pada bulan April-Agustus tahun 2017 di Rumah Sakit Umum Daerah Noongan, dengan responden 50 perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi spearman melalui aplikasi statistik komputer dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95% (∝=0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dari masing-masing variable yaitu beban kerja dan penghargaan dengan stress kerja. Kesimpulan dari penelitianini terdapat hubungan antara beban kerja dan penghargaan dengan stress kerja pada perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Noongan. Saran perlu penambahan jumlah perawat mengingat jumlah perawat yang masih kurang dibandingkan dengan kebutuhan pasien yang semakin meningkat. Diharapkan untuk pemberian penghargaan dapat disesuaikan dengan apa yang telah perawat lakukan bagi rumah sakit, sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja dari perawat dan menurunkan tingkat stres kerja.Kata Kunci: Beban Kerja, Penghargaan, Stres Kerja.ABSTRACTWorkload and rewards are very influential towards the work stress of the nurse. The work stress experienced by the nurse is a suppressing state of oneself and soul beyond the limits of his/ her abilities. Therefore nurses who experience stress will greatly affect the quality of nursing services provided to the patients. The results of initial observations made at the Inpatient Installation of Noongan Regional Public Hospital with several nurses indicated that the nurse encountered excessive workload due to the lack of nurses who served in the in-patient section, unbalanced or unoptimal rewards which then caused work stress. This research method was analytical survey research with the use of cross-sectional approach. This research was implemented in April-August 2017 at Noongan Regional Public Hospital, with 50 nurses as the respondents. The research instrument used was questionnaire. Data analysis was conducted by using spearman correlation test through computer statistic application using 95% confidence level (α = 0,05). The results of this research indicated that there was a significant relationship of each variable, namely workload and rewards towards work stress. Conclusion from this research was that there was a relationship between workload and reward towards work stress in nurse at the Inpatient Installation of Noongan Regional Public Hospital. Suggestions: additional nurses are needed, given the low number of nurses compared to the increasing needs of the patient. It is recommended to provide awards, this can be adjusted to what the nurse has given for the hospital, thus increasing the work motivation of the nurse and lowering the work stress level.Keywords: workload, reward, work stress
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO Toliaso, Cynthia Sisilia; Mandagi, Chreisye K.F.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaminan mutu layanan kesehatan dapat diartikan sebagai keseluruhan upaya yang bertujuan untuk memberikan suatu layanan kesehatan yang terbaik mutunya, yaitu layanan kesehatan yang sesuai dengan standart layanan kesehatan yang disepakati. Layanan kesehatan yang bermutu adalah layanan kesehatan yang selalu berupaya memenuhi harapan pasien, organisasi layanan kesehatan yang bermutu bukan saja menarik bagi pasien, tetapi juga menarik bagi profesi layanan kesehatan sehingga menjadi tempat bekerja profesi layanan kesehatan yang mempunyai kompetensi dan perilaku baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan juli 2018. Lokasi penelitian di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jumlah sampel adalah 258 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi penelitian. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis pada penelitian ini yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara mutu pelayanan kesehatan degan kepuasan pasien di Puskesmas Bahu Kota Manado. Berdasarkan uji statistik didapatkan p value = 0,025 dengan nilai OR = 2,297.Kata Kunci : Mutu Pelayanan Kesehatan, Kepuasan PasienABSTRACTQuality assurance of health services can be interpreted as an overall effort that aims to provide a health service of the best quality, namely health services in accordance with the agreed standard of health services. Quality health services are health services that always strive to meet patient expectations, quality health care organizations are not only attractive to patients, but also attractive to the health care profession so that it becomes a place to work for health care professionals who have good competence and behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between the quality of health services and patient satisfaction at the Puskesmas Bahu Kota Manado. This type of research is quantitative research using a cross sectional approach conducted in July 2018. The location of the research is at the Puskesmas Bahu Kota Manado. The number of samples is 258 respondents who have fulfilled the research inclusion criteria. The research instrument used in this study is a questionnaire. Analysis in this study is univariate analysis and bivariate analysis using chi square test with a 95% confidence level with α = 0.05. The results of the study showed that there was a relationship between the quality of health services and patient satisfaction at the Puskesmas Bahu Kota Manado. Based on statistical tests obtained p value = 0.025 with an OR value = 2,297.Keywords: Health Service Quality, Patient Satisfaction
HUBUNGAN KUALITAS JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN MINAT PEMANFAATAN KEMBALI DI PUSKESMAS TELING ATAS Gobel, Sri Radhawati; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K.F.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan kembali pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh kebutuhan pengguna jasa pelayanan untuk mendapatkan kembali pelayanan kesehatan yang diberikan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sehingga para penggunanya ingin memanfaatkan kembali yaitu ada lima dimensi yang terdiri dari ketanggapan, kehandalan, jaminan, empati dan bukti langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Teling Atas pada bulan Agustus-Oktober 2019. Sampel dalam penelitian ini yaitu 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan hasil analisis yang didapatkan nilai expected count kurang dari 5 sehingga dilanjutkan menggunakan uji fisher exact test dengan CI = 95% dan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara ketanggapan (p=0,000), kehandalan (p=0,023), jaminan (p=0,001), empati (p=0,040) dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas, dan tidak terdapat hubungan bukti langsung (p=0,501) dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara ketanggapan, kehandalan, jaminan, empati dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas dan tidak terdapat hubungan antara bukti langsung dengan minat pemanfaatan kembali di Puskesmas Teling Atas. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan Kesehatan, Minat Pemanfaatan Kembali ABSTRACTReutilization of health services influenced by the needs of service users to regain the health services provided. Factors that can affect the patients for they want to reutilization are five dimensions of health services include, responsiveness, reliability, assurance, empathy and tangible. This research aims to determine the relation between the quality of health services with the interest in reutilization in the Teling Atas Community Health Center. This research is a quantitative research with analytic survey method using cross sectional design. This research was conducting at the Teling Atas Community Health Center in August-October 2019. The sample in this research is 100 respondents. The research instrument used a questionnaire with bivariate analysis using the chi-square test with the results of the analysis obtained an expected count value of less also using the fisher exact test with a CI = 95% and α = 0.05. The results showed that there is a relation between responsiveness (p = 0,000), reliability (p = 0.023), assurance (p = 0.001), empathy (p = 0.040) with interest in reutilization in the Teling Atas community health center, and there is no relation on tangible ( p = 0.501) with interest in reutilization in the Teling Atas Community Health Center. The conclusion is that there is a relation between responsiveness, reliability, assurance, empathy with interest in reutilization in the Teling Atas Community Health Center and there is no relation between tangible and interest in reutilization in the Teling Atas Community Health Center. Keywords: Health Service Quality, Reutilization Interest
ANALISIS MANAJEMEN PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS WOLAANG Asnawi, Rawia; Kolibu, Febi K.; Maramis, Franckie R.R.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sasaran dari pada manajemen pengelolaan obat adalah untuk tersedianya obat setiap saat dibutuhkan baik mengenai jenis, jumlah maupun kualitas secara efisien, dengan demikian manajemen pengelolaan obat dapat dipakai sebagai proses penggerakkan dan pemberdayaan semua sumber daya yang potensial untuk dimanfaatkan dalam rangka mewujudkan ketersediaan obat setiap saat dibutuhkan untuk operasional yang efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat di Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang terlibat langsung dalam proses pengelolaan obat di Puskesmas Wolaang instrument penelitian yaitu pedoman wawancara dan alat perekam suara. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen pengelolaan obat di Puskesmas Wolaang belum  sesuai dengan  permenkes no 74 tahun 2016 tentang pelayanan kefarmasian karena ada beberapa faktor seperti penyimpanan obat, penarikan dan pemusnahan obat serta pemantauan dan evaluasi yang tidak sesuai dengan pedoman pengelolaan obat.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen pengelolaan obat di Pusksmas Wolaang belum terlaksana dengan baik. Disarankan kepada puskesmas Wolaang agar dapat memperhatikan dan mengikuti pedoman pengelolaan yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Manajemen, Obat, Puskesmas ABSTRACTThe goal of drug management is to provide drugs at all times about efficient types, quantities and quality, so that drug management can be used as a process of mobilizing and empowering all resources that have the potential to be used in planning for drug improvement at any time needed to effective and efficient operation. The purpose of this study was to study the management of drug management in the Wolaang Health Center, East Langowan District. This type of research is qualitative research. The informants in this study transferred 4 people who were directly involved in the process of drug management in the Wolaang Health Center. The research instruments were interview guidelines and voice recording devices. The results of the study showed that the management of drugs in the Wolaang Community Health Center was not in accordance with Permenkes No. 74 of 2016 regarding pharmaceutical services because there were several factors such as drug storage, discussion and destruction of drugs and discussions that were not in accordance with drug licensing. Wolaang Community Health Center has not been implemented well. Reported to the Wolaang puskesmas in order to pay attention and follow the management guidelines that have been determined Keywords: Management, Medicine, Puskesmas 
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD LIUN KENDAGE TAHUNA KABUPATEN SANGIHE Salawangi, Glady Endayani; Kolibu, Febi K.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai wewenang dan tanggung jawabnya. Kinerja yang baik dapat dicapai dengan meningkatkan motivasi kerja. Semakin tinggi motivasi kerja seseorang maka semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe. Desain penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe pada bulan Juni-Oktober 2018. Penelitian ini mengambil total populasi perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kengahe Tahuna Kabupaten Sangihe. Sampel yang didapat sebanyak 64 perawat yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian yaitu kuesioner Misener Nurse Practitioner Job Satisfaction Scale (MNPJSS) untuk mengukur motivasi kerja dan lembar penilaian kinerja untuk mengukur kinerja perawat. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji statistik Fisher’s Exact antara variabel motivasi kerja dengan kinerja didapatkan nilai p=0,076 sehingga p>α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe. Saran yang dapat diberikan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe, diharapakan dapat terus menjaga dan meningkatkan kinerja dalam lingkungan organisasi dan memberikan perhatian lebih kepada perawat yang ada sehingga perawat lebih termotivasi untuk menampilkan kinerja yang lebih baik. Kata kunci: Motivasi kerja, kinerja perawat ABSTRACTPerformance is the result of work achieved by a person or group in an organization according to their authority and responsibility. Good performance can be achieved by increasing work motivation. The higher the motivation of one’s work, the higher the performance produced. The study aims to determine the correlation between work motivation and the performance of nurses in the Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District.The research design is analytic obseravational with cross-sectional approach. The research was conducted in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District from June until October 2018. The study look the total elderly population in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District. The samples obtained were 64 nurse who met the inclusion criteria and exclusion criteria. The research instrument was the Misener Nurse Practitiner Job Satisfaction Scale (MNPJSS) questionnaire for measure work motivation and performance assessment sheets to measure the performance of nurse. The analysis used is univariate and bivariate analysis using Chi Square test.         The result of this study shows that the Fisher’s Exact Test between variables of work motivation and the nurse performance obtained p value =0,076 (p>0,05). Based on the result of the study, there is no correlation between work motivation and the nurse performance in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District.   Suggestions that can be given to hospitals are expected to continue to maintain and improve performance in the organizational environment an give more attention to existing nurses so that nurses are more motivated to display better performance. Keywords:  Work motivation, nurses performance
HUBUNGAN ANTARA MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS BENGKOL Liong, Cecilia Meysin; Kolibu, Febi K.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu Pelayanan Kesehatan yaitu keseluruhan pelayanan kesehatan  sesuai standar yang diberikan oleh instansi kesehatan kepada masyrakat atau pasien dengan tetap mengevaluasi pelayanan kesehatan yang diberikan agar dapat memenuhi setiap kebutuhan dan keinginan pasien. Kepuasan pasien adalah perasaan yang dirasakan seseorang setelah melakukan penilaian pelayanan kesehatan yang diterimanya dari petugas kesehatan sesuai dengan harapan atau tidak sesuai dengan harapan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Bengkol, Kecamatan Mapanget. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Oktober 2019. Jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Rumus Slovin. Pengumpulan data diperoleh lewat wawancara menggunakan kuesioner  dan profil Puskesmas Bengkol. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariate dan analisis bivariate menggunakan uji statistic Fisher Exact Test pada tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05).  Hasil Penelitian menunjukkan H1 diterima artinya ada hubungan antara mutu jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Bengkol dengan nilai p= 0,000 (p value <0,05), dimana nilai mutu jasa pelayanan kesehatan yang baik sebesar  91%  dan nilai kepuasan pasien yang menjawab puas sebanyak 89%. Saran bagi Puskesmas Bengkol untuk tetap menjaga mutu pelayanan yang ada dan memperhatikan keluhan pengunjung tentang lahan parkir dan pengarah suara di ruang pendaftaran. Kata Kunci :  Mutu Jasa Pelayanan Kesehatan , Kepuasan pasien ABSTRACTThe quality of healthcare service is the overall health service in accordance with the standards provided by the health institution to the community or patients by still evaluating the health services provided in order to meet every need and Patient Wishes. Patient satisfaction is the feeling of a person after conducting the assessment of the health care services he received from the health care officer in accordance with expectations or not in accordance with expectations. The study used a type of analytical survey research with a cross sectional study approach. The sererach place is done in the village Puskesmas in Mapanget Bengkol. Time of research conducted in June – October 2019. Sample count of 100 respondents. Sampling techniques using formula Slovin. Collection of data obtained through interviews using questionnainers and profiles of Bengkol. The analysis of data in this research is the univariate analysis and bivariate analysis using the Fisher Exact Test statistic at a rate of 95% (a= 0,05). Results show H1 accepted means there is a relationship between the quality of healthcare services with the satisfaction of patients in a Bengkol Puskesmas with a value of p= 0.000  (p value of <0.05), where the quality value of good health services is 91% and the satisfaction value of patients who answered satisfied as much as 89%. Advice for the health center of Bengkol to maintain the quality of existing service and pay attention to visitor complaints about parking area and voice director in the registration room. Keywords : Quality of healthcare Services, Patient satisfaction 
KAJIAN PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP NARAPIDANA DI KLINIK KESEHATAN RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KOTA KOTAMOBAGU Sumenda, Cristi N.; Mandagi, Chreisye K. F.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pelayanan kesehatan merupakan suatu upaya dalam memenuhi hak-hak setiap orang yang dijamin dalam undang-undang 1945 untuk melakukan peningkatan derajat kesehatan baik perseorangan, kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan. Rumah Tahanan Negara (rutan) Klas IIB Kota Kotamobagu menyediakan klinik kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada narapidana. Namun pelaksanaan pelayanan kesehatan yang diberikan belum berjalan sesuai dengan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pelayanan kesehatan terhadap narapidana di klinik kesehatan rutan klas IIB Kota Kotamobagu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Rutan Klas IIB Kota Kotamobagu pada bulan Juni-Agustus 2017. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dokumen. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari Pengelolah Klinik Kesehatan, Kepala Rutan Klas IIB Kota Kotamobagu, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Penanggungjawab Klinik Kesehatan dan narapidana. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang ada di rutan hanya terdiri dari 1 orang bidan yang merupakan pegawai rutan dan 1 orang perawat yang diperbantukan dari dinas kesehatan. Sarana dan prasarana yang ada terdiri dari 1 ruangan pemeriksaan yang juga merangkap ruang kantor dan ruang pengambilan obat dengan 1 buah tempat tidur, obat-obatan, alat kesehatan dan 1 buah tabung oksigen. Pelayanan kesehatan di klinik kesehatan rutan belum memiliki aturan tertulis untuk seluruh proses kegiatan pelayanan kesehatan. Pelaksanaan pelayanan kesehatan di rutan belum berjalan maksimal dilihat dari pelayanan yang diberikan kepada narapidana karena berbagai faktor seperti kurangnya tenaga kesehatan serta keterbatasan alat-alat kesehatan dan obat-obatan.Kata Kunci : Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan, Narapidana, Rumah Tahanan NegaraABSTRACTImplementation of health care is an attempt to fulfill the rights of every person are guaranteed by law in 1945 to improve health status either individuals, groups and society as a whole. State Prison (Prison) Class IIB Kotamobagu provides a health clinic to provide health services to inmates. However, the implementation of the health services provided has not been run in accordance with minimum service standards that have been set. The purpose of this study was to determine how the implementation of health care to inmates at the prison medical clinic class IIB Kotamobagu. This type of research is qualitative research. The research was conducted in State Prison Class IIB Kotamobagu in June-August 2017. The data was collected through interviews and observation documents. Informants in this study amounted to 5 comprising Business’s Health Clinic, Head of the State Prison Class IIB Kotamobagu City, Head of Custody Services, Responsible Health Clinic and prisoners. Data obtained from the primary data and secondary data. The results of this research are health workers in the crease only consists of one midwife who are employees of the crease and 1 nurse seconded from the health department. Existing facilities and infrastructure that consists of one room which also doubles examination office space and space taking the drug with 1 piece of bed, pharmaceuticals, medical devices and 1 tube of oxygen. Health care in prison health clinics do not yet have a written rule for the whole process of health service activities. Implementation of health care in prison not running optimally viewed from services provided to inmates due to various factors such as the lack of health workers as well as the limitations of medical equipment and medicines.Keywords : Implementation of Health Services, Inmates, the State Prison
GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) DI RSUD MARIA WALANDA MARAMIS KABUPATEN MINAHASA UTARA Mongdong, Stinky Renaldo; Kawatu, Paul A. T.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit memiliki potensi bahaya yang disebabkan oleh faktor fisik, kimia, biologi, ergonomi, dan psikososial. Potensi bahaya yang begitu banyak, mengharuskan rumah sakit menerapkan upaya kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit (K3RS). K3RS bertujuan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan rumah sakit melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di rumah sakit. Jenis penelitian adalah kualitatif untuk menggambarkan pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit (K3RS) di RSUD Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan November 2019. Hasil penelitian menunjukan program pelayanan kesehatan kerja yang telah terlaksana namun belum optimal berjumlah 9 program sedangkan yang belum terlaksana berjumlah 1 program. Program pelayanan keselamatan kerja yang terlaksana dengan baik berjumlah 1 program, yang terlaksana namun belum optimal berjumlah 8 program dan 1 program yang belum terlaksana. Kesimpulan yang didapat pelaksanaan program K3RS sudah berjalan namun belum maksimal. Saran yaitu perlu menambah tenaga kerja yang berkompeten di bidang ergonomi dan K3RS, perlu dilakukan sosialisasi tentang K3RS, dan perlu menambah sarana prasarana tanggap darurat. Kata kunci: Pelaksanaan Program K3RS ABSTRACTHospitals have potential hazards caused by physical, chemical, biological, ergonomic, and psychosocial factors. The potential hazards are so numerous, requiring hospitals to implement hospital health and safety efforts (K3RS). K3RS aims to guarantee and protect the safety and health of hospital human resources, patients, patient companions, visitors, and the hospital environment through efforts to prevent occupational accidents and illnesses caused by work in hospitals. This type of research is qualitative to illustrate the implementation of a hospital's occupational health and safety program (K3RS) at Maria Walanda Maramis Regional Hospital in North Minahasa Regency. When the study was conducted in May to November 2019. The results showed that the work health service program that has been implemented but not yet optimal amounted to 9 programs while those that have not been implemented totaled 1 program. Work safety service programs that have been implemented well amount to 1 program, which have been implemented but not yet optimally, amounting to 8 programs and 1 program that has yet to be implemented. The conclusions obtained from the implementation of the K3RS program are already running but not yet maximally. Suggestions are that it is necessary to add competent workforce in the field of ergonomics and K3RS, socialization of K3RS needs to be done, and need to increase the infrastructure of emergency response infrastructure. Keywords: Implementation of Hospital Health and Safety Program
ANALISIS PEMENUHAN INDIKATOR DALAM SISTEM KAPITASI BERBASIS KOMITMEN (KBK) TERHADAP PEMBAYARAN DAN PEMANFAATAN DANA KAPITASI DI PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Unso, Melkifo Rafles; Kolibu, Febi K.; Maramis, Franckie R. R.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan besaran kapitasi yang diterima oleh setiap FKTP disebabkan oleh perbedaan pada jumlah peserta yang terdaftar maupun hasil kredensialing dan rekredensialing yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan. Kapitasi Berbasis Komitmen (KBK) mengharuskan FKTP memenuhi target indikator Angka Kontak (AK) ≥ 150 per mil, Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS) < 5%, Rasio Peserta Prolanis Berkunjung (RPPB) ≥ 50% dan indikator tambahan khusus untuk Puskesmas yakni Rasio Kunjungan Rumah (RKR) 8,33%. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif menggunakan teknik non-probabilitas dengan prinsip kesesuaian dimana informan penelitian berjumlah 8 orang. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, alat perekam suara, kamera digital dan alat tulis menulis. Data dikumpulkan melalui proses wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan target indikator dalam sistem KBK memengaruhi besaran pembayaran kapitasi. Pemanfaatan dana kapitasi di Puskesmas Tuminting telah sesuai dengan Permenkes Nomor 21 Tahun 2016, dimana 60% dialokasikan untuk jasa pelayanan dan 40% untuk biaya operasional sedangkan pemanfaatan dana sisa dapat digunakan sesuai dengan porsi pengalokasiannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah indikator AK tidak terpenuhi pada bulan Desember 2018 sebesar 148,62 permil yang disebabkan oleh karena penambahan jumlah peserta PBI dan banyaknya hari libur, indikator RRNS dan RPPB berada pada zona aman selama periode tahun 2018 sedangkan indikator tambahan RKR tidak diperhitungkan dan tidak dimasukkan dalam pelaporan bulanan ke BPJS Kesehatan. Pembayaran kapitasi tidak sesuai dengan Permenkes Nomor 52 Tahun 2016 sedangkan pemanfaatan dana kapitasi telah sesuai dengan Permenkes Nomor 21 Tahun 2016. Kata Kunci: Kapitasi Berbasis Komitmen, Pembayaran Kapitasi, Pemanfaatan KapitasiABSTRACTThe difference in the amount of capitation received by each FKTP is due to the difference in the number of registered participants as well as the results of the credentials and recreditation conducted by BPJS Health. Commitment-based capitation (CBC) requires FKTP to meet the target Contact Number indicator (CN) ≥ 150 per mile, Non-Specialty Referral Ratio (NSRR) <5%, Prolanis Participant Ratio (PPR) ≥ 50% and additional indicators specifically for Health Center namely Ratio Home Visits (RHV) 8.33%. This research type is qualitative research using non-probability techniques with the principle of conformity in which there are 8 research informants. The research instruments in the form of interview guidelines, voice recording devices, digital cameras and writing instruments. The data was collected through a process of in-depth interviews and document review. The result showed that meeting the target indicators in the CBC system affected the capitation payment amount. Utilization of capitation funds at the Tuminting Health Center is in accordance with Minister of Health Regulation Number 21 year 2016, where 60% is allocated for services and 40% for operational costs while utilization of the remaining funds can be used in accordance with the portion of the allocation. The conclusion of this research is the CN indicator was not fulfilled in December 2018 at 148.62 per million due to the addition of PBI participants and the number of holidays, NSRR and PPR indicators were in the safe zone during the 2018 period while the additional RHV indicators were not taken into account and not included in monthly reporting to BPJS Health. The capitation payment is not in accordance with Minster of Health Regulation Number 52 Year 2016 while the utilization of capitation funds has been in accordance with Minster of Health Regulation Number 21 Year 2016. Keywords: Commitment Based Capitation, Capitation Payments, Utilization of Capitation
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT TINGKAT IV LANUD SAM RATULANGI Sondakh, Yunissia Jibriel; Wowor, Ribka E.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi mendapat keluhan dari pasien berkaitan dengan dimensi mutu yaitu bukti fisik dan kehandalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi. Jenis Penelitian menggunakan penelitian survey bersifat analitik dengan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang bersifat cross sectional study. Penelitian di lakukan pada bulan Agustus-November 2019 di Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi. Sampel dalam penelitian ini yaitu pasien rawat inap Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi sebanyak 73 rsponden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data dilakukan uji univariat dan bivariat, kemudian dilakukan uji statistik Chi-sqaure dilanjutkan dengan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji statistik maka diperoleh nilai p value untuk hubungan dimensi bukti fisik dengan kepuasan pasien adalah 0,001,  p value kehandalan dengan kepuasan pasien  0,192, nilai p value untuk hubungan dimensi daya tanggap dengan kepuasan pasien 0,002, nilai p value untuk hubungan dimensi jaminan dengan kepuasan pasien adalah 0,731, dan nilai p value untuk hubungan dimensi empati dengan kepuasan pasien adalah 0,004. Maka dapat disimpulkan ada hubungan antara antara dimensi mutu pelayanan bukti fisik, daya tanggap dan perhatian dan tidak ada hubungan antara dimensi pelayanan kehandalan dan jaminan pada pasien rawat inap Rumah Sakit Tingkat IV Lanud Sam Ratulangi. Kata Kunci : Mutu Pelayanan, Kepuasan, Pasien ABSTRACT Quality of health service in the Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV received complaints by patients relating to the quality dimension of physical evidence and reliability. The purpose of this research is to  know whether  there is a link between the quality of health services and the satisfaction of Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV. The type of research using research survey is analytic with quantitative research method with cross sectional study design. Research was done in August-November 2019 at the Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV. The sample in this study was the inpatient Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV, a total of 73 respondents. The instruments used are questionnaires and data analysis with univariate and bivariate tests, and then using the Chi-sqaure statistical test followed by the Fisher Exact test. The results showed based on statistical test then obtained the value of P value for the relationship dimension of tangible with patient satisfaction is 0.001, p value reliability with patient satisfaction 0.192, value P value for relationship dimension responsiveness with Patient satisfaction 0.002, the value of P value for the relationship of the assurance dimension with the satisfaction of the patient is 0.731, and the value of P value for the relationship dimension of empathy with patient satisfaction is 0.004. So, there is a relationship between the quality dimension of tangible, responsiveness and empaty and no link between the dimensions of reliability services and assurance in inpatient Lanud Sam Ratulangi Hospital Level IV. Keywords : Service Quality, Satisfaction, Patient
Co-Authors Adam, Hilman Adisti A. Rumayar, Adisti A. Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asep Rahman Asnawi, Rawia B H. R. Kairupan Bagania, Wiwin A. Budi T. Ratag Chreisye K.F Mandagi, Chreisye K.F Demar, Angellina I. Doda, Diana V.D. Entjaurau, Reviyanti Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Frencelia, Derek Y Gabriel, Rantung Natalia Gobel, Sri Radhawati Goni, David D. Grace Debbie Kandou Grace Korompis Kadi, Nurhaliza Kairupan, Sharon Serina Kairupan, Yehezkiel Karen Kaseger, Meylita S. M. Kawatu, Paul A.T Khoirurrizza, Mohammad Kountul, Yoga P. D. Lahiwu, Renaldy J.C. Lalintia, Friskyla S. Lasarus, Loritma Liong, Cecilia Meysin Lohige, Windy Makaenas, Veronica Julia Makatempuge, Jennifer Filipi Mamahit, Filia Sisilia Mamonto, Sutria Mandagi, Chreisye K. F Mandagi, Chreisye K. F. Mandagi, Chreisye K.F. Manoppo, Jeanette Irene C H Maramis, F .R.Raymond Maramis, Franckie R.R. Maureen I. Punuh, Maureen I. Mentang, Jelly Juliany Misah, Jesicca Cestly Herity Mokalu, Jounetha A.W Mongdong, Stinky Renaldo Mundung, Cyntia A. Muntiaha, Christania R. Najoan, Gabriella Windy Nandar, Stenly T. Nibong, Clara Rosalia Pantow, Dewi Christie Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Prastowo, Prully Diana Puasa, Djunita D.A Pusungunaung, Sriwahyuni W. Rana, Stephany Rattu, A. J.M. Rianna J Sumampouw Rio, Ivana Bella Putri Rorimpandey, Aldio Jum Agung Rosang, Merkuri C. D. Rumayar, Adisty A. Rumpa, Finy J. A. Runtuwene, Kurviasni S. Sahae, Etlinda Sahala, Indra Salawangi, Glady Endayani Salensehe, Zardvita Octavia Seguh, Finsensius Solihin, Janny Septian Sondakh, Yunissia Jibriel Sorongan, Meytha J. Suak, Meilindah C.C Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumampow, Rine Debora Jhona Sumenda, Cristi N. Suoth, Lery F. Takaendengan, Nolita S. Tinamonga, Zein Toliaso, Cynthia Sisilia Tumurang, Marjes N. Unso, Melkifo Rafles Warouw, Claudya Nathasya Wibisono, Gloria N. Woodford B. S. Joseph Wowor, Ribka Wowor, Ribka E. Wurangian, Prisilia K. Yacob, Desriana M.L Yewen, Maria Rosita