Claim Missing Document
Check
Articles

Found 53 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS MINANGA Sumampow, Rine Debora Jhona; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu terpadu atau disebut juga Total Quality Management (TQM) dapat didefinisikan dari tiga kata yang dimilikinya yaitu: Total (keseluruhan), Quality (kualitas, derajat/tingkat keunggulan barang atau jasa), Management (tindakan, seni, cara menghendel, pengendalian, pengarahan). Dari ketiga kata yang dimilikinya, definisi TQM adalah: “sistem manajemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dengan kegiatan yang diupayakan benar sekali (right first time), melalui perbaikan berkesinambungan (continous improvement) dan memotivasi karyawan “. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara penerapan total quality management dengan kinerja pegawai di Puskesmas Minanga. metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilakukan di Puskesmas Minanga dan waktu pelaksanaannya pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2020. Responden ialah pegawai yang berada di Puskesmas Minanga. penelitian ini adalah semua pegawai yang berada di Puskesmas Minanga yang berjumlah 40 pegawai. Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat dan analisis bivariat. Pengolahan data yang digunakan uji Chi Square test.  untuk tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian didapatkan kinerja baik 62,5%, pendidikan dan pelatihan dilaksanakan 62,5%, kesatuan tujuan dilaksanakan 75.0%, pelibatan dan pemberdayaan pegawai dilaksanakan 50,0%. sehingga memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pelatihan dengan kinerja pegawai (p-value = 0,023 < 0,05) adanya hubungan antara kesatuan tujuan dengan kinerja pegawai (p-value = 0,024 < 0,05) dan adanya hubungan antara pelibatan dan pemberdayaan pegawai dengan kinerja pegawai (p-value = 0,000 < 0,05). Kata Kunci : Pendidikan dan Pelatihan, Kesatujuan Tujuan, Pelibatan dan Pemberdayaan pegawai, Kinerja Pegawai ABSTRACTIntegrated quality or also called Total Quality Management (TQM) can be defined from the three words it has, namely: Total (overall), Quality (quality, degree / level of excellence of goods or services), Management (action, art, holding, controlling, directing ). Of the three words that it has, the definition of TQM is: "a management system oriented to customer satisfaction with activities that are pursued absolutely right (right first time), through continuous improvement and motivating employees". The research objective is to determine the relationship between the application of total quality management with employee performance at the Minanga Health Center. The research method is descriptive analytic with cross sectional study approach. The study was conducted at the Minanga Health Center and the time of its implementation was in January to February 2020. Respondents were employees who were at the Minanga Health Center. This study is all employees who are in Minanga Health Center, amounting to 40 employees. Analysis of the data usedin the form of univariate analysis and bivariate analysis. Data processing used was Chi Square test. for a significance level of 95% (α = 0.05). The results of the study showed good performance62.5%, education and training carried out 62.5%, unity of objectives carried out 75.0%, involvement and empowerment of employees carried out 50.0%. thus showing a significant relationship between education and training with employee performance (p-value = 0.023< 0.05) there is a relationship between unity of purpose and employee performance (p-value = 0.024 < 0.05) and the relationship between employee engagement and empowerment and employee performance (p-value = 0,000 < 0.05). Keywords: Education and Training, Unity of Purpose, Employee Engagement and Empowerment, Employee Performance
HUBUNGAN ANTARA SUPERVISI DAN KEAMANAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM HERMANA LEMBEAN Warouw, Claudya Nathasya; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K. F
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi merupakan bagian penting dari manajemen keperawatan, karena dapat mengatasi masalah dalam organisasi dengan cepat, perawat juga menginginkan lingkungan kerja yang nyaman untuk memudahkan dalam mengerjakan tugasnya agar kinerja menjadi baik. Supervisi dan Keamanan kerja memang sangat berpengaruh terhadap kinerja dari perawat. Untuk menganalisis hubungan antara supervisi dan keamanan kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Hermana Lembean. Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional study (studi potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah 80 perawat.Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan dari masing-masing variable yaitu supervisi dan keamanan kerja dengan kinerja perawat. Kesimpulan terdapat hubungan antara supervisi dan keamanan kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSU Hermana Lembean. Disarankan kepada pihak rumah sakit dapat meningkatkan supervisi dan keamanan kerja supaya menjadi lebih baik lagi agar tercipta kinerja yang baik dan dapat mencapai tujuan maupun visi misi rumah sakit. Kata Kunci: Supervisi, Keamanan Kerja, Kinerja Perawat ABSTRACTSupervision is an important part of nursing management, because it can solve problems in an organization quickly, nurses also want a comfortable work environment to make it easier to do their jobs so that performance is good. Work supervision and safety are very influential on the performance of nurses. To analyze the relationship between supervision and job security and the performance of nurses in the inpatient room of Hermana Lembean General Hospital. This research method is an analytical survey with a cross sectional study design. The population in this study was 80 nurses. The measuring instrument used was a questionnaire. The results of this study indicate there is a relationship between each variable, namely supervision and job security with nurse performance. Conclusion there is a relationship between supervision and job security with the performance of nurses in the inpatient room at Hermana Lembean General Hospital. It is recommended to the hospital to improve supervision and job security in order to be even better in order to create good performance and be able to achieve the goals and vision and mission of the hospital. Keywords: Supervision, Job Security, Nurse Performance
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA DI KELURAHAN KOLONGAN MITUNG KABUPATEN SANGIHE Sahala, Indra; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Narkoba  merupakan zat/obat  yang didaptkan melalui tanamn atau bukan tanaman  baik itu secara sintesis atau  semi  sintetisi, narkotika sintetis adalah narkotika palsu yang dibuat dari bahan kimia sedangkan narkotika semi sintetis adalah narkotika alami yang diambil zat aktifnya (intisarinya) yang  dapat menyebabkan  penurunan  atau  perubahan kesadaran,  hilangnya  rasa,  mengurangi  atau menghilangkan  rasa  nyeri  dan  dapat menimbulkan  ketergantungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja di kelurahan kolongan mitung kabupaten sangihe dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan di kelurahan kolongan mitung kabupaten sangihe dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden. Karakteristik responden dalam penelitian ini terdiri dari umur, jenis kelamin, tempat tinggal dan sumber informasi tentang narkoba. Hasil penelitian menunjukan umur paling banyak yaitu 19 tahun ( 25,7%) , jenis kelamin responden laki-laki (51,4%) lebih banyak dari perempuan, tempat tinggal responden bersama orang tua (98,6%) lebih banyak daripada bersama keluarga, sumber informasi tentang narkoba dari responden melalui internet (84,3%) lebih banyak daripada melalui orang tua. Pengetahuan remaja baik sebanyak (84,3%), sikap remaja positif sebanyak (97,1%), sedangkan untuk tindakan baik sebanyak (74,3%). Dan hasil dari uji chi square untuk variabel pengetahuan dengan tindakan pencegahan penyalahgunaan narkoba menunjukan adanya hubungan yang bermakna ( p = 0,027), sedangkan untuk  variabel sikap dengan tindakan pencegahan penyalahgunaan narkoba menunjukan tidak adanya hubungan yang bermakna ( p = 0,063). Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan pencegahan, Narkoba ABSTRACTNarcotics are substances / drugs that are obtained through planting or non-plants either synthetically or semi-synthetically, synthetic narcotics are fake narcotics made from chemicals while semi-synthetic narcotics are natural narcotics whose active substance is taken (in essence) which can cause decline or change. awareness, loss of taste, reduce or eliminate pain and can lead to dependence..This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes with drug abuse prevention measures in adolescents in the sub-district of Kolongan Mitung, Sangihe district by using a quantitative approach with a cross sectional method. This research was conducted in the sub-district Kolongan Mitung, Sangihe district with a total sample of 70 respondents. The characteristics of the respondents in this study consisted of age, gender, place of residence and sources of information about drugs. The results showed that the age at most was 19 years (25.7%), the sex of male respondents (51.4%) was more than female, where the respondents lived with their parents (98.6%) was more than with their family. , the source of information about drugs from respondents through the internet (84.3%) is more than through parents. Good adolescent knowledge (84.3%), positive adolescent attitudes (97.1%), while for good action as much as (74.3%). And the results of the chi square test for the knowledge variable with drug abuse prevention measures showed a significant relationship (p = 0.027), while the attitude variable with drug abuse prevention measures showed no significant relationship (p = 0.063). Keywords: Knowledge, Attitude, Preventive action, Drugs
HUBUNGAN KEBIASAAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN STATUS MENTAL KECERDASAN EMOSIONAL PADA ANAK SEKOLAH di SD NEGERI 1 TAHUNA KABUPATEN SANGIHE Lahiwu, Renaldy J.C.; Maramis, F .R.Raymond; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digitalisasi usia anak untuk bersentuhan dengan gadget sudah semakin mudah, dikarenakan gadget menanpilkan fitur-fitur aplikasi, game, dan multimedia yang mebuat anak tertarik untuk memainkanya. Namun penggunaan Gadget secara berlebihan menibulkan dampak bagi kesehatan mental anak khususnya dalam pengembangan kecerdasan emosional anak yang dapat membuat anak sulit mengekspresi emosinya dengan tepat, kemampuan dalam berempati, mengolah emosi, Memotivasi diri sendiri, dan Mengenali emosi orang lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis Hubungan Kebiasaan Penggunaan Gedget dengan Status Mental Kecerdasan Emosional pada Anak Usia Sekolah di SD Negeri 1 Tahuna. Metode penelitian kuantitatif yang  bersifat korelasional dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan di SD Negeri 1 Tahuna Kabupaten Sangihe pada bulan September 2020 dengan jumlah reposnden 90 Siswa. Variabel penelitian kebiasaan penggunana Gadget dan Kecerdasan Emosional. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner. Hasil penelitian Durasi penggunan gadget didapatkan 39 siswa atau 43,3% menggunakan gadget <2 jam dalam kategori baik, untuk kecerdasan emosional anak didapatkan kategori baik dengan 48 siswa atau 53,3%. untuk Uji statistik Somers’D dengan α 0,05 hasil penelitian di dapatkan bahwa ρ value = 0,025 kurang dari 0,05 artinya terdapat hubungan. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan kebiasan penggunan gadget dengan satus mental kecerdasan emosinal pada anak sekolah. Saran diharapkan bagi orang tua siswa agar lebih berhati-hati dalam meberikan keluasaan pada anak untuk bermain gadget jika anak sudah melebih batas maksimal yaitu lebih dari 3 jam dalam sehari  dan utamakan untuk sering bermain dengan anak tanpa menggunakan gadget agar meperkuat hubungan orang tua dan anak. Kata Kunci : Gadget, Kecrdasan Emosional   ABSTRACT The era of digitizing the age of children to come into contact with gadgets is getting easier, because gadgets display application, game, and multimedia features that make children interested in playing them. However, excessive use of gadgets has an impact on children's mental health, especially in the development of children's emotional intelligence, which can make it difficult for children to express their emotions appropriately, the ability to empathize, process emotions, motivate themselves, and recognize the emotions of others. The purpose of this study is to analyze the relationship between the habit of using gedget and the mental status of emotional intelligence in school-age children at 1 year public elementary school. A correlational quantitative research method with a cross sectional approach was carried out at SD Negeri 1 Tahuna Sangihe Regency in September 2020 with a total number of reposnden of 90 students. Research variables of Gadget usage habits and Emotional Intelligence. The research instrument used a questionnaire. The results showed that 39 students or 43.3% of the time using gadgets used gadgets <2 hours was in the good category, for children's emotional intelligence it was found that the good category was 48 students or 53.3%. For the Somers'D statistical test with α 0.05, the results showed that ρ value = 0.025 was less than 0.05, meaning that there was a relationship. The conclusion of the study is that there is a relationship between the habits of using gadgets and the mental status of emotional intelligence in school children. Suggestions are expected for parents of students to be more careful in giving flexibility to children to play gadgets if the child has exceeded the maximum limit, which is more than 3 hours a day and prioritize playing with children often without using gadgets to strengthen the relationship between parents and children. Keywords: Gadgets, Emotional Intelligence
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG BAHAYA MEROKOK DENGAN TINDAKAN MEROKOK PADA KEPALA KELUARGA DI DESA PINAESAAN KECAMATAN TOMPASO BARAT KABUPATEN MINAHASA Rorimpandey, Aldio Jum Agung; Kolibu, Febi K.; Tumurang, Marjes N.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok adalah suatu masalah yang belum bisa terselesaikan sampai saat ini. Merokok sudah melanda kalangan masyarakat di Indonesia, baik dari anak-anak, orang tua, laki-laki sampai pada perempuan. perilaku merokok seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dan tindakan. Desain dalam penelitian ini yaitu cross sectional study. Penelitian dilakukan di desa Pianesaan Tompaso Barat Kabupaten Minahasa pada bulan Agustus - Oktober 2020. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 116 kepala keluarga. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini di dapatkan terdapat hubungan antara pengetahuan dan tindakan merokok pada kepala keluarga di desa Pinaesaan Tompaso Barat Kabupaten Minahasa dengan P value 0,000. Terdapat hubungan antara Sikap dan tindakan merokok pada kepala keluarga di desa Pinaesaan Tompaso Barat Kabupaten Minahasa dengan P value 0,000. Kata kunci : merokok , pengetahuan, sikap dan tindakan ABSTRACTSmoking is a problem that has not been resolved until now. Smoking has hit the community in Indonesia, both from children, the elderly, men to women. a person's smoking behavior is influenced by knowledge, attitudes, and actions. The design in this study is a cross sectional study. The research was conducted in the village of Pian Desa Tompaso Barat, Minahasa Regency in August - October 2020. The sample in this study amounted to 116 families. The research instrument used a questionnaire. The results of this study found that there was a relationship between the knowledge and the act of smoking on the head of the family in the village of Pina Desa Tompaso Barat, Minahasa Regency with a P value of 0,000. There is a relationship between smoking attitudes and actions in the head of the family in Pina Desa Tompaso Barat, Minahasa Regency with a P value of 0,000. Keywords: Smoking, knowledge, attitude and action
HUBUNGAN KOMITMEN ORGANISASI DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS PANIKI BAWAH KOTA MANADO Rana, Stephany; Kolibu, Febi K.; Korompis, Grace E.C.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja merupakan kualitas dan kuantitas pekerjaan individu atau kelompok yang dipengaruhi oleh tingkat loyalitas dan kuantitas pekerjaan. Komitmen organisasi  yang kuat dari karyawan dan beban kerja yang diberikan akan mempengaruhi kinerja karyawan. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado yaitu 55 orang menggunakan analisis Chi square dengan a=0,05. Hasil penelitian menunjukkan komitmen organisasi terhadap kinerja tenaga kesehatan memiliki nilai p=0,007 dan beban kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan memiliki nilai p=0,739. Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan antara komitmen organisasi terhadap kinerja tenaga kesehatan dan tidak terdapat hubungan antara beban kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado. Kata kunci: Komitmen Organisasi, Beban Kerja, Kinerja ABSTRACTPerformance is the quality and quantity of individual or group work that is influenced by the level of loyalty and quantity of work. Strong organizational commitment from employees and the workload provided will affect employee performance. This type of quantitative research uses an analytical survey with cross sectional approach. The research sample was all health workers at the Paniki Bawah Health Center of Manado City is 55 people using Chi square analysis with a=0,05. The results showed that organizational commitment to the performance of health workers has a value of p=0,007 and workload on the performance of health workers has a value of p=0,739. The conclusion is that there is a relationship between organizational commitment to the performance of health workers and there is no relationship between workload and performance of health workers at the Paniki Bawah Health Center of Manado City. Keywords: Organizational Commitment, Workload, Performance
SISTEM MANAJEMEN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS TERAKREDITASI MADYA DAN TERAKREDITASI DASAR KOTA MANADO Rumpa, Finy J. A.; Korompis, Grace E. C.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis menjadi salah satu penilaian dalam akreditasi puskesmas dimana terdapat dalam BAB VIII pada standar 8.4 informasi rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem manajemen rekam medis di puskesmas terakreditasi madya dan terakreditasi dasar Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam kepada informan yang berjumlah 6 orang dan masing-masing puskesmas yaitu Puskesmas Wawonasa dengan akreditasi madya dan Puskesmas Bailang dengan akreditasi dasar dan terdiri dari 3 orang yaitu kepala pukesmas, penanggung jawab rekam medis dan dokter. Pemeriksaan atau pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian berdasarkan wawancara, diperoleh pembakuan kode klasifikasi diagnosis dan pembakuan singkatan baik dikedua puskesmas menggunakan ICD-10 namun dalam pelaksanaannya Puskesmas Bailang belum sesuai dengan SOP. Akses informasi rekam medis baik dikedua puskesmas sudah sesuai dengan SOP. Sistem penyimpanan dan pengkodean rekam medis dikedua puskesmas sudah sesuai dengan SOP dan untuk retensi di Puskesmas Wawonasa yaitu 5 tahun sedangkan Puskesmas Bailang rekam medis yang masih aktif dan inaktif masih disimpan dalam rak yang sama. Isi rekam medis dikedua puskesmas sudah sesuai dengan Permenkes. Kesimpulan dari penelitian ini kedua puskesmas sudah baik dalam sistem manajemen rekam medis namun harus disesuaikan dengan SOP yang ada. Saran sebaiknya ada evaluasi dimasing-masing puskesmas terkait sistem manajemen rekam medis. Kata kunci: rekam medis, akreditasi madya, akreditas dasar. ABSTRACTMedical record is a file that contains records and documents about the patient's identity, examination, treatment, actions and services that have been provided to patients. The medical record is one of the assessments in the accreditation of PHC which is contained in Chapter VIII of the standard 8.4 medical record information. This study used a qualitative method with in-depth interviews with informants totaling 6 people and each PHC namely Puskesmas Wawonasa with middle accreditation and Puskesmas Bailang with basic accreditation and consisting of 3 people namely the head of the public health center, the person in charge of the medical record and the doctor. Checking or checking the validity of the data using the method triangulation. The results of the study based on interviews, obtained standardization of diagnosis codes and standardization of both abbreviations in both PHC using ICD-10, but in its implementation Puskesmas Bailang was not in accordance with the SOP. Access to information on medical records in both PHC is only accessed by medical records officers, doctors and nurses. The medical record storage and processing system in both PHC is distinguished based on the color of the village map and is stored according to the family folder and for retention in the Puskesmas Wawonasa which is 5 years while the Puskesmas Bailang which is still active and inactive is still stored in the same rack. The contents of the medical records in both PHC are in accordance with Permenkes. The conclusions from this study are that both PHC care well established in the medical record management system but must be adapted to the existing SOP. Suggestions should be evaluated in each PHC related to the medical record management system. Keywords: medical record, middle accreditation, basic accreditation.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI SMK NEGERI 1 TAGULANDANG UTARAKABUPATEN SITARO Sahae, Etlinda; Tucunan, Ardiansa A.T.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja atau masa adolesens adalah suatu fase tumbuh kembang yang dinamis dalam kehidupanseorang individu.Masa ini merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMK Negeri 1 Tagulandang Utara Kabupaten Sitaro.Metode penelitian adalah survei analitik dengan desain penelitian yang bersifat cross sectional study(potong lintang).Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Tagulandang Utara, waktu pelaksanaanya bulan juni sampai bulan Oktober tahun 2020. Responden ialah siswa kelas X dan XI. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 97 responden didapatkan melalui kuesioner.Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat dan analisis bivariate. Pengolahan data yang digunakan uji Chi Squaretest.untuk tingkat signifikasi 95%(α = 0,05).Hasil penelitian didapatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduski 78.4%, perilku seksual pranikah berisiko yang mempengaruhi 20.6%,  sehingga memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduski dengan perilaku seksual pranikah pada remaja (p=value = 0,000 < 0,05). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwaterdapat hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan perilau seksual pranikah pada remaja di SMK Negeri 1 Tagulandang Utara.Saran yang diberikan bagi pihak pemerintah agar lebih memperhatikan setiap kebijakan yang diterapkan supaya dapat terlaksanan, terkontrol, terarah serta dapat dievaluasi jalanya kebijakan. Kata Kunci :Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, Perilaku Seksual, Remaja ABSTRACTAdolescence or adolescence is a dynamic growth phase in an individual's life. This period is a period of transition from childhood to adulthood marked by accelerated physical, mental, emotional and social development. The research objective was to determine the relationship between knowledge about reproductive health and premarital sexual behavior among adolescents at SMK Negeri 1 Tagulandang Utara, Sitaro Regency. The research method is an analytic survey with a cross sectional study design (cross-sectional). This research was conducted at SMK Negeri 1 Tagulandang Utara, the implementation time is from June to October 2020. Respondents are students of class X and XI. The sampling technique used simple random sampling with a sample size of 97 respondents obtained through a questionnaire. The data analysis used was in the form of univariate analysis and bivariate analysis. Data processing used Chi Squaretest test for a significance level of 95% (α = 0.05). The results obtained knowledge about reproductive health 78.4%, risky premarital sexual behavior that affects 20.6%, thus showing a significant relationship between knowledge about health. reproducibility with premarital sexual behavior in adolescents (p = value = 0.000 <0.05). In this study, it can be concluded that there is a relationship between knowledge about reproductive health and premarital sexual behavior among adolescents at SMK Negeri 1 Tagulandang Utara. Suggestions are given to the government to pay more attention to every policy that is implemented so that it can be implemented, controlled, directed and can be evaluated in terms of policies. Keywords :reproductionhealth knowledge , sexual behavior, adolescence
HUBUNGAN IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA DENGAN PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN HIDUP PESERTA DIDIK DI SMP LENTERA HARAPAN TOMOHON TAHUN 2020 Demar, Angellina I.; Kolibu, Febi K.; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Adiwiyata merupakan wujud nyata program di sekolah untuk meningkatkan perilaku peduli lingkungan hidup pada peserta didik. Salah satu sekolah di Tomohon yang telah mengimplementasikan program adiwiyata ini adalah SMP Lentera Harapan Tomohon sejak tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi adanya Hubungan Program Adiwiyata dengan Perilaku Peduli Lingkungan Hidup peserta didik di SMP Lentera Harapan Tomohon. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan Metode penelitian Korelasional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2020 di SMP Lentera Harapan Tomohon, dengan jumlah sampel 70 peserta didik dengan mengunakan metode pengisian  Angket. Berdasarkan hasil uji Chi-Square terhadap program adiwiyata dengan perilaku peduli lingkungan dengan didapatkan  nilai p value 0.000 dan nilai OR 7,738 yang artinya adanya hubungan antara program adiwiyata dengan perilaku peduli lingkungan. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara implementasi program adiwiyata dengan perilaku peduli lingkungan peserta didik. Kata Kunci: Adiwiyata, Perilaku Peduli Lingkungan, Peserta didik. ABSTRACT Adiwiyata implementation is a tangible form of programs in schools to improve environmental care behavior in students. One of the schools in Tomohon that has implemented the Adiwiyata program is SMP Lentera Harapan Tomohon since 2019. This study aims to identify the relationship between the Adiwiyata Program and the Environmental Care Behavior of students at SMP Lentera Harapan Tomohon. This type of research is a quantitative study using correlational research methods. The research was conducted in July-September 2020, with a sample size of 70 students using the questionnaire filling method. Based on the results of the Chi-Square test of the Adiwiyata program with environmental care behavior, the p value was 0.000 and the OR value was 7.738, which means that there was a relationship between Adiwiyata program and environmental care behavior. So it can be concluded that there is a relationship between the implementation of the Adiwiyata program with the environmental care behavior of students. Keywords: Adiwiyata, Environmental Care Behavior, Students.
HUBUNGAN PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 LIRUNG KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Bagania, Wiwin A.; Maramis, Franckie R.R.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini dengan adanya smartphone kita bisa terhubung dengan teman serta sanak-saudara yang jaraknya jauh. Kehadiran smartphone dapat memberikan berbagai manfaat dan kemudahan untuk penggunanya terlebih khusus bagi peserta didik, smarphone tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk telepon dan sms saja melaiankan dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran dimana mereka dapat mempelajari hal-hal baru melalui fasilitas yang tersedia di dalam smartphone.  Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara penggunaan smartphone dengan motivasi belajar pada peserta didik di SMA Negeri 1 Lirung Kabupaten Kepulauan Talaud. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan desain penelitian yang bersifat cross sectional study (potong lintang). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Lirung dan waktu pelaksanaanya bulan November 2020 sampai bulan April tahun 2021. Responden ialah peserta didik kelas X, XI, dan XII. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling dengan jumlah sampel 162 peserta didik yang didapatkan melalui kuesioner. Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat dan analisis bivariate. Pengolahan data yang digunakan uji Chi Squaretest.untuk tingkat signifikasi 95%(α=0,05). Hasil dari penelitian didapatkan penggunaan smartphone sering dan memiliki motivasi belajar tinggi sebanyak 75,90% , dengan asil uji chi-square yang menunjukan nilai p=0,000 (p-value < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan smartphone dengan motivasi belajar pada peserta didik di SMA Negeri 1 Lirung. Kata kunci: Smartphone, Motivasi Belajar, Peserta Didik ABSTRACTNowadays with smartphones we can connect with friends and relatives who are far away. The presence of smartphones can provide various benefits and conveniences for its users, especially for students, smartphones not only function as a tool for calling and sms but can be used as a learning tool where they can learn new things through the facilities available in the smartphone. The purpose of the study was to determine the relationship between smartphone use and learning motivation in students at SMA Negeri 1 Lirung, Talaud Islands Regency. The research method used an analytic survey with a cross-sectional study design. This research was conducted at SMA Negeri 1 Lirung and the implementation time was from November 2020 to April 2021. The respondents were students of class X, XI, and XII. The sampling technique used the Accidental Sampling method with a sample of 162 students obtained through a questionnaire. Analysis of the data used in the form of univariate analysis and bivariate analysis. Data processing used Chi Squaretest test for 95% significance level (α = 0.05). The results of the study showed that the use of smartphones was frequent and had high learning motivation as much as 75.90%, with the results of the chi-square test which showed p value = 0.000 (p-value <0.05). Based on these results, it can be concluded that there is a relationship between smartphone use and learning motivation in students at SMA Negeri 1 Lirung.Keywords: Smartphone,Motivation to learn, students
Co-Authors Adam, Hilman Adisti A. Rumayar, Adisti A. Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asep Rahman Asnawi, Rawia B H. R. Kairupan Bagania, Wiwin A. Budi T. Ratag Chreisye K.F Mandagi, Chreisye K.F Demar, Angellina I. Doda, Diana V.D. Entjaurau, Reviyanti Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Frencelia, Derek Y Gabriel, Rantung Natalia Gobel, Sri Radhawati Goni, David D. Grace Debbie Kandou Grace Korompis Kadi, Nurhaliza Kairupan, Sharon Serina Kairupan, Yehezkiel Karen Kaseger, Meylita S. M. Kawatu, Paul A.T Khoirurrizza, Mohammad Kountul, Yoga P. D. Lahiwu, Renaldy J.C. Lalintia, Friskyla S. Lasarus, Loritma Liong, Cecilia Meysin Lohige, Windy Makaenas, Veronica Julia Makatempuge, Jennifer Filipi Mamahit, Filia Sisilia Mamonto, Sutria Mandagi, Chreisye K. F Mandagi, Chreisye K. F. Mandagi, Chreisye K.F. Manoppo, Jeanette Irene C H Maramis, F .R.Raymond Maramis, Franckie R.R. Maureen I. Punuh, Maureen I. Mentang, Jelly Juliany Misah, Jesicca Cestly Herity Mokalu, Jounetha A.W Mongdong, Stinky Renaldo Mundung, Cyntia A. Muntiaha, Christania R. Najoan, Gabriella Windy Nandar, Stenly T. Nibong, Clara Rosalia Pantow, Dewi Christie Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Prastowo, Prully Diana Puasa, Djunita D.A Pusungunaung, Sriwahyuni W. Rana, Stephany Rattu, A. J.M. Rianna J Sumampouw Rio, Ivana Bella Putri Rorimpandey, Aldio Jum Agung Rosang, Merkuri C. D. Rumayar, Adisty A. Rumpa, Finy J. A. Runtuwene, Kurviasni S. Sahae, Etlinda Sahala, Indra Salawangi, Glady Endayani Salensehe, Zardvita Octavia Seguh, Finsensius Solihin, Janny Septian Sondakh, Yunissia Jibriel Sorongan, Meytha J. Suak, Meilindah C.C Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumampow, Rine Debora Jhona Sumenda, Cristi N. Suoth, Lery F. Takaendengan, Nolita S. Tinamonga, Zein Toliaso, Cynthia Sisilia Tumurang, Marjes N. Unso, Melkifo Rafles Warouw, Claudya Nathasya Wibisono, Gloria N. Woodford B. S. Joseph Wowor, Ribka Wowor, Ribka E. Wurangian, Prisilia K. Yacob, Desriana M.L Yewen, Maria Rosita