Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PELAJAR KELAS X DI SMA NEGERI 1 KOTAMOBAGU Neu, Cicilia; Engkeng, Sulaemana; Kalesaran, Angela F.C
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan buku (Notoatmodjo, 2010) pengertian dari perilaku hidup bersih dan sehat atau yang biasa disingkat dengan PHBS adalah kumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran untuk hasil pembelajaran, yang dapat menjadikan seseorang/keluarga/kelompok atau masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan serta dapat berperan aktif untuk bisa mewujudkan kesehatan dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui bagaimana pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada pelajar kelas X di SMA Negeri 1 Kotamobagu. Adapun rancangan dalam penelitian ini yaitu menggunakan true eksperimen dengan Pre-test dan Post-test. Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 pelajar yang terbagi dalam 2 kelas yaitu X IPA A sebanyak 30 pelajar dan X IPA C sebanyak 30 pelajar. Hasil uji paired sample t-test pada pengetahuan kelompok eksperimen bernilai p-value 0.000, sedangkan kelompok kontrol bernilai p-value 0.444. Kemudian untuk sikap kelompok eksperimen bernilai  p-value 0.000 dan kelompok kontrol bernilai p-value 0.265. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan yang signifikan terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan nilai p-value < 0.005. Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ABSTRACTBased on the book (Notoatmodjo, 2010) an understanding of clean and healthy or extraordinary behavior with PHBS is a collection of motivations that are practiced on the basis of awareness for learning outcomes, which can help children / family / community or community to be able to help their own families in the health sector can also help to realize health in society. The purpose of this study was to determine how the effect of health education on Clean and Healthy Behavior in class X students at SMA Negeri 1 Kotamobagu. The design in this study is to use true experiments with Pre-test and Post-test. Respondents in this study amounted to 60 students who were divided into 2 classes, namely X science A as many as 30 students and X science C as many as 30 students Paired sample t-test results on the knowledge of the experimental group p-value 0.000, while the control group p-value 0.444. Then for the attitude of the experimental group p-value is 0,000 and the control group is p-value 0.265. Thus it can be concluded that this research has a significant influence on health education on Clean and Healthy Behavior with a p-value <0.005 Keywords : health education, Clean and Healthy Behavior
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN ODHA DALAM MENJALANI TERAPI ANTIRETROVIRAL DI PUSKESMAS TIKALA BARU KOTA MANADO TAHUN 2019 Talumewo, Olrike C.; Mantjoro, Eva M.; Kalesaran, Angela F. C.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah utama kesehatan masyarakat dunia yang menyerang penduduk di berbagai negara, baik negara maju maupun negara berkembang adalah masalah HIV/AIDS. Satu-satunya pengobatan yang dapat dilakukan adalah pengobatan menggunakan kombinasi obat Antiretroviral (ARV) atau dikenal dengan istilah terapi antiretroviral. Orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) yang memulai terapi ARV lebih awal atau segera setelah infeksi HIV akan memiliki harapan hidup yang sama dengan orang HIV-negatif pada usia yang sama dan dapat mencegah infeksi HIV berkembang menjadi penyakit AIDS serta menurunkan risiko kematian akibat gejala AIDS. Pengobatan menggunakan terapi ARV dilakukan seumur hidup, oleh karena itu dibutuhkan tingkat kepatuhan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ODHA dalam menjalani terapi ARV. Jenis penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan studi potong lintang yang dilakukan pada bulan september 2019 di Puskesmas Tikala Baru Kota Manado. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 responden dengan metode accidental sampling. Analisis data pada penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat yang menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan  95% atau α = 0,05.  Hasil penelitian yaitu didapatkan sebanyak 11,1% tidak mematuhi pengobatan antiretroviral sedangkan 88,9% mematuhi pengobatan. Hasil uji statistik yang dilakukan diperoleh adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p = 0,005), persepsi (p = 0,016) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara dukungan sosial (p = 0,708) dengan kepatuhan ODHA dalam menjalani terapi ARV.  Kata Kunci: Kepatuhan, ARV, ODHA ABSTRACTOne of the main problems of world public health that attacks people in various countries, both developed and developing countries is HIV/AIDS. The only treatment that can be done is treatment using a combination of antiretroviral drugs (ARVs) or known as antiretroviral therapy. People living with HIV/AIDS (PLWHA) who start ARV therapy earlier or soon after HIV infection will have the same life expectancy as HIV-negative people of the same age and can prevent HIV infection from developing into AIDS and reduce the risk of death from AIDS symptoms. Treatment using antiretroviral therapy is done for a lifetime, therefore a high level of adherence is needed. This study aims to determine the factors associated with PLWHA adherence in undergoing ARV therapy. This type of research uses an analytical survey method with a cross-sectional study approach conducted in September 2019 at the Tikala Baru Health Center in Manado. The number of samples in this study were 64 respondents recruited with accidental sampling method. Data analysis in this research is univariate and bivariate analysis using chi square test with 95% confidence level or α = 0.05. The results obtained was 11.1% respondents did not comply with antiretroviral treatment while 88.9% adhered to treatment. The results of statistical tests carried out obtained a significant relationship between knowledge (p = 0.005), perception (p = 0.016) and there was no significant relationship between social support (p = 0.708) with PLHWA adherence in undergoing ARV therapy. Keywords: Adherence, ARVs, PLHWA
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI ALKOHOL DAN PENDAPATAN DENGAN KUALITAN HIDUP PENDUDUK KELURAHAN KINILOW KECAMATAN TOMOHON UTARA KOTA TOMOHON Londa, Putrisia; Sekeon, Sekplin A. S.; Kalesaran, Angela F. C.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup adalah sebuah konsep multidimensi luas yang biasanya mencakup evaluasi subjektif aspek positif dan negatif dari hidup yang mempengaruhi kesehatan. Tak kurang dari 320.000 orang antara usia 15-29 tahun didunia meninggal setiap tahun karena berbagai penyebab terkait alkohol. Di Sulawesi Utara prevalensi minum alkohol tertinggi di Kota Tomohon (36%) dan terendah di Kabupaten Bolaang Mongondow (5,5%). Suatu penelitian mengatakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup adalah pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi alkohol dan pendapatan dengan kualitas hidup penduduk di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon. Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam peneltian ini adalah penduduk dewasa yang berusia ≥ 17 tahun di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 96 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square dengan p-value=0,05 untuk mengetahui apakah ada hubungan konsumsi alkohol dan pendapatan dengan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi alkohol dengan kualitas hidup menunjukan nilai p=0,007 dan pendapatan dengan kualitas hidup menunjukan nilai p=0,017. Terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dan pendapatan dengan kualitas hidup.Kata Kunci : Kualitas Hidup, Konsumsi Alkohol, PendapatanABSTRACTQuality of life is a broad multidimensional concepts that usually include a subjective evaluation of the positive and negative aspects of life that affecting human health. Not less than 320,000 people between the ages of 15-29 years in the world die every year due to various causes of alcohol consumption. In North Sulawesi, the highest prevalence of alcohol consumption in Tomohon city (36%) and the lowest in Bolaang Mongondow Regency (5.5%). A study found that one of the factors that affect the quality of life is income. This study aims to know the relationship between alcohol consumption with income and quality of life of the residents in Kinilow, North Tomohon, Tomohon city. This was a analytical research study with cross sectional approach. Object in this study was adults above 17 years in Kinilow, North Tomohon, Tomohon city. The number of samples in the study was 96 respondents. Data was collected using questionnaire with bivariat analysis that using chisquare test with p-value 0.05. The results found that p-value of relationship between alcohol consumption and quality of life was 0.007 and the p-value of relationship between income and quality of life was 0,017. The concultion is, that there is a relationship between alcohol consumption with income and quality of life.Keywords: Quality Of Life, Alcohol Consumption, Income
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MASYARAKAT PESISIR KOTA MANADO Nina, Nurhayati; Kalesaran, Angela F.C; Langi, F.L. F.G
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir merupakan wilayah yang perlu diberikan perhatian khusus dalam upaya pembangunan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat (Kemenkes RI, 2018). Kualitas tidur yang baik berperan penting untuk kesehatan dan kesejahteraan seseorang. Aktivitas fisik dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Aktivitas fisik akan menyebabkan kelelahan yang kemudian menghasilkan protein DIPS (delta inducing peptide sleep) dan membuat kualitas tidur menjadi lebih baik (Potter & Perry, 2006). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada masyarakat pesisir kota manado. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional pada masyarakat yang berusia >17 tahun di lingkungan 3 kelurahan tumumpa dua kecamatan tuminting kota manado dan dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2018. Sampel penelitian ini berjumlah 84 responden, diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian kuesioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur dan IPAQ untuk mengukur Aktivitas Fisik dengan analisis bivariat menggunakan uji chi square Cl=95% dan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan 42,9% kurang beraktivitas fisik dan 57,1% responden beraktivitas fisik dengan aktif. Sebanyak 39,3% responden memiliki kualitas tidur yang buruk dan 60,7% responden memiliki kualitas tidur yang baik. Hasil analisis chi square diperoleh nilai p=0,008 (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Kualitas Tidur pada Masyarakat Pesisir Kota ManadoKata kunci: Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur, Masyarakat Pesisir.ABSTRACTThe coastal area is the region that needs to be given special attention in health develoment efforts in the development and improvement of public health degrees (Kemenkes RI, 2018). The good quality of sleep is important for health and well-being.physical activity can affect a person’s quality of sleep. Physical activity will cause fatigue which then produce Protein DIPS (delta inducing peptide sleep) and create a better quality of sleep (Potter & Perry, 2006). This research aims to know the relationship between physical activity with sleep quality in coastal communities manado. This research used analytic survey with design with cross sectional study on the community which is above seventeen years in the three-quarters Tumumpa Dua, District of Tuminting Manado city in July-October 2018. The sample size in the study was 84 respondents, drawn by simple random sampling technique. The research instrument was the questionnaire PSQI to measure sleep quality and IPAQ to measure Physical activity with bivariate analysis using Chi-square test with Cl = 95% and α = 0,05. The results showed 42.9% lacked physical activity and 57.1% respondents actively engaged in physical activity. A total of 39.3% respondents had poor sleep quality and 60.7% respondents had good sleep quality. Chi square analysis results obtained p value = 0.008 (p <0.05).Keywords: Physical Activity, Sleep Quality, Coastal Communities.
HUBUNGAN KONSUMSI ALKOHOL DAN PENDAPATAN DENGAN KUALITAS HIDUP PADA NELAYAN DI DESA APENGSALA KECAMATAN TAGULANDANG, KABUPATEN SIAU TAGULANDANG BIARO Senduk, Miranda N.P.; Kalesaran, Angela F. C.; Sekeon, Sekplin A. S.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup adalah konsep dari berbagai aspek yang luas, yang umumnya meliputi penilaian secara khusus baik dari segi positif maupun negatif terhadap kehidupan. Kabupaten Siau Tagulandang Biaro berada diurutan kesebelas kualitas hidup di Provinsi Sulawesi Utara dengan skor 74,56 dari lima belas Provinsi di Sulawesi Utara. Kualitas hidup masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor beresiko, salah satunya adalah konsumsi alkohol. Selain konsumsi alkohol, pendapatan masyarakat juga dapat mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dan pendapatan  dengan kualitas hidup pada nelayan di Desa Apengsala Kecamatan Tagulandang Kabupaten Siau Tagulandang Biaro. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan yang ada di Desa Apengsala. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 89 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2019.  Analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan p value=0,05. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dengan kualitas hidup dengan p = 0,000 dan terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan kualitas hidup dengan nilai p = 0,000. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Konsumsi Alkohol, Pendapatan Nelayan ABSTRACTQuality of life is a concept of a broad range of aspects, which generally include a special judgment both positively and negatively on life. Regency of Siau Tagulandang Biaro ranks in the eleventh quality of life in North Sulawesi province with a score of 74.56 from fifteen provinces in North Sulawesi. The quality of life of society is influenced by several factors at risk, one of which is alcohol consumption. In addition to alcohol consumption, public income can also affect quality of life. The general purpose of this study is to find out if there is a link between alcohol consumption and income with quality of life in fishermen in the village of Apengsala Tagulandang subdistrict Siau Tagulandang Biaro District. This type of research is a research analytical survey with cross sectional design. The population in this study is all fishermen in the village of Apengsala. The samples in this study were the total population of 89 people. The research was conducted in June to August 2019.  The Bivariate analysis uses the Chi Square test with P value = 0.05. The results showed that there was a link between the consumption of alcohol and the quality of life with P = 0.000 and there was a relationship between family income with quality of life with the value P = 0.000. Keywords: Quality of Life, Alcohol Consumption, Fishermen's Income
HUBUNGAN ANTARA TIPE PERILAKU DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO Rumambi, Euginia Firsty; Nelwan, Jeini Ester; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan global. Salah satu jenis PTM yaitu Penyakit Jantung Koroner (PJK). Terdapat dua kelompok faktor risiko yang bisa menyebabkan PJK yaitu faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi (umur, jenis kelamin dan riwayat keluarga) dan faktor risiko yang bisa dimodifikasi (hipertensi, obesitas, diabetes melitus (DM), dislipidemia, kurang aktifitas fisik, diet tidak sehat, stress dan tipe perilaku). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara tipe perilaku dengan kejadian PJK di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dengan desain studi kasus kontrol tidak berpadanan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2018. Popoulasi penelitian yaitu seluruh pasien rawat jalan yang berkunjung di instalasi Cardio Vascular and Brain Center (CVBC) dan klinik penyakit dalam RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 114 sampel (57 responden kasus dan 57 responden kontrol). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian ini yaitu kuesioner dan analisis dilakukan dengan menggunakan uji Khi Kuadrat (α = 0.05). Hasil dari penelitian ini mununjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tipe perilaku A (78,9% pada kelompok kasus dan 56,1% pada kelompok kontrol).  Berdasarkan uji Khi kuadrat diperoleh nilai p =0.016 dan Odds Ratio (OR) = 2,93. Nilai ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Tipe Perilaku dengan Kejadian PJK dimana responden yang memiliki Tipe Perilaku A berisiko 2,93 kali lebih besar untuk terkena PJK. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dibutuhkan perubahan perilaku masyarakat. Kata Kunci : Tipe Perilaku, Penyakit Jantung Koroner, Kasus Kontrol ABSTRACTNon-communicable diseases (NCD) are a global health problem. One type of NCDs is Coronary Heart Disease (CHD). There are two groups of risk factors that can cause CHD, which are unmodifiable risk factors age, gender and family history) and modifiable risk factors (hypertension, obesity, diabetes mellitus (DM), dyslipidemia, lack of physical activity, unhealthy diet, stress and types of behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between the type of behavior and the incidence of CHD in RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado with unmatched case control study. This research was conducted in July-October 2018. The research population, namely all outpatients who visited the Cardio Vascular and Brain Center (CVBC) and internal medicine clinics at RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. The number of research samples was 114 (57 case respondents and 57 control respondents). Sampling was done by purposive sampling method. The research instrument was a questionnaire and used the Chi Square analysis (α = 0.05). The results of this study indicated that most respondents have type A behavior (78.9% in the case group and 56.1% in the control group). Based on the Chi square test obtained the p-value = 0.016 and Odds Ratio = 2.93. This value indicates that there is a relationship between the Type of Behavior with CHD Events where respondents with A Type of Behavior risk 2.93 times greater for CHD. Based on the results of this study, changes in community behavior are needed. Keywords : Type of Behavior, Coronary Heart Disease, Case Control
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI DESA TONDEGESAN KECAMATAN KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA Rawis, Gisela Irma; Ratag, Budi T.; Kalesaran, Angela F. C.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang terjadi pada lanjut usia yaitu gangguan fungsi pada otak atau gangguan fungsi kognitif. Gangguan pada fungsi kognitif dapat dilihat dengan adanya gejala gangguan memori, perubahan persepsi, masalah dalam berkomunikasi, penurunan fokus dan atensi, hambatan dalam melaksanakan tugas harian. Kurangnya aktivitas fisik berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif karena aktivitas fisik dapat menstimulasi otak dan meningkatkan protein dalam otak yang berperan penting menjaga sel saraf tetap sehat dan bugar. Merokok juga merupakan faktor yang mempengaruhi fungsi kognitif karena merokok memiliki pengaruh negatif terhadap kesehatan karena kandungan kimia yang terkandung didalamnya. Tujuan umum dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan kebiasaan merokok dengan gangguan fungsi kognitif pada Lansia di Desa Tondegesan Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah responden yang memenuhi kriteria sebanyak 83 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan uji yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji Chi Square dengan p value = 0,05. Penelitian ini dilakasankan pada bulan Agustus – November 2019. Hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan kebiasaan merokok dengan gangguan fungsi kognitif pada Lansia di Desa Tondegesan Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Kebiasaan Merokok, Fungsi Kognitif ABSTRACTOne of the problem which happen in elderly people is impaired brain function or impaired cognitive function. Impaired Cognitive Function can be seen with memory breakdown, change of perception, problem in communicating, declining focus and attention, and hindrance in doing daily activities. Lack of physical activity is connected with the decline of cognitive function because physical activity can stimulate the brain and increase the protein inside the brain which has a role to keep the neuron healthy. Smoking is also one of the fact which impact the cognitive function because smoking has a negative effect for the health because of the chemical content in it. The goal of this research is to find out the relationship beween the physical activity and the smoking habit with the Impaired Cognitive Function for the elderly at Tondegesan Village, Kawangkoan District, Minahasa Regency. This research is using the analytic survey method with the cross sectional study approach. The amount of respondents that meet the criteria are 83 respondents by using the total sampling technique, and the test used in this research is Chi Square Terst with p value = 0.05. This research was done on August until November 2019. The result of this research is that there is a connection between physical activity and the smoking habit with the Impaired Cognitive Function for the elderly at Tondegesan Village, Kawangkoan District, Minahasa Regency. Keywords: Physical Activity, Smoking Habit, Cognitive Function
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP PENDUDUK DI KELURAHAN TUMUMPA DUA KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Wenas, Crifianny; Kalesaran, Angela F.C.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup masyarakat dan pembangunan kesehatan memiliki hubungan, dimana bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap individu. Kualitas hidup dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya aktivitas fisik dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Melakukan aktivitas fisik yang cukup serta menjaga gaya hidup sehat, dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Masyarakat pesisir masih terbelit dalam beberapa persoalan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus dalam upaya pembangunan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup penduduk di Kelurahan Tumumpa Dua Kecamatan Tuminting Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian studi potong lintang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-September 2018. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat di Lingkungan III yang berusia 18-69 tahun. Besar sampel berjumlah 85 responden, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner EQ-5D-5L, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) serta timbangan digital dan microtois. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square dengan CI=95% dan = 0,05. Hasil yang didapatkan yaitu sebanyak 52,5% responden dengan aktivitas fisik kurang memiliki kualitas hidup yang kurang baik dengan nilai p=0,004, selain itu 82% dari responden dengan status gizi normal memiliki kualitas hidup baik, nilai p= 0,001. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup pada penduduk di Kelurahan Tumumpa Dua Kecamatan Tuminting Kota Manado.Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Status Gizi, Kualitas HidupABSTRACTQuality of life and health development have a relationship, which aims to increase awareness and ability to live a healthy life. Quality of life can be affected by several factors, including physical activity and body mass index (BMI). Doing enough physical activity and maintaining a healthy lifestyle, can improve a person’s quality of life. Coastal communities are still entangled in a number of issues that can affect the quality of life so that it needs special attention in health development efforts in Indonesia. This research is is aimed to know the relation between nutritional status and physical activity with quality of life of population in Tumumpa Dua Sub-district, Tuminting District, Manado City. This research is quantitative research with cross-sectional study design. This research was conducted in July-September 2018, the population are those who are 18-69 years old. Total sample are 85 respondent, the instruments used are the EQ-5D-5L questionnaire, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) also digital scales and microtois. Data analysis using univariate and bivariate with chi square test, CI=95% and α=0,05. The results obtained is that 52,5% out of the respondents with less physical activity have less good quality of life with p value=0,004, 82% of the respondents with normal nutritional status has good quality of life, p value=0,001. The conclusion from this study is that there is a relationship between nutritional status and physical activity with quality of life of the residents in Tumumpa Dua Sub-District, Tuminting Districtm Manado City.Keywords: Physical Activity, Nutritional Status, Quality of Life
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DESA TEMPOK SELATAN KECAMATAN TOMPASO KABUPATEN MINAHASA Kolibu, Febi; Kalesaran, Angela
KESMAS Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang terjadi akibat meningkatnya tekanan darah dan dikenal juga dengan penyakit silent killer dikarenakan dapat menyebabkan kematian mendadak. Hipertensi merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan dapat meningkatkan risiko penyakit yang lain seperti stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Data menunjukkan 10% dari total populasi dunia merupakan penderita hipertensi dan data di Indonesia menunjukkan 15% penduduk Indonesia menderita Hipertensi. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi seperti umur, jenis kelamin, ras, riwayat keluarga, obesitas, aktifitas fisik, merokok dan stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya hipertensi pada masyarakat desa Tempok Selatan Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Cross sectional Study. Populasi adalah masyarakat desa Tempok Selatan Kecamatan Tompaso kabupaten Minahasa. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 orang. Data umur, jenis kelamin, pekerjaan, aktifitas fisik dan stress didapatkan lewat kuesioner, data obesitas diperoleh lewat pengukuran indeks massa tubuh (IMT dan data asupan kalori dan asupan natrium diperoleh lewat formulir food recall. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara umur dengan terjadinya hipertensi dengan p value 0.014, terdapat hubungan antara riwayat hipertensi dalam keluarga dengan terjadinya hipertensi dengan p value 0.001, terdapan hubungan antara asupan natrium dengan p value 0.019 dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, pekerjaan, obesitas, aktifitas fisik, stress, asupan kalori dengan terjadinya hipertensi pada masyarakat Desa Tempok Selatan Kecamatan Tompaso.Kata kunci: Faktor-Faktor, HipertensiABSTRACTHypertension is a disease that occurs due to increased blood pressure and also known as silent killer disease because it can cause sudden death. Hypertension is one of the leading causes of death in Indonesia and can increase the risk of other diseases such as stroke, aneurysm, heart failure, heart attack and kidney damage. Data shows 10% of the world's total population is hypertensive and data in Indonesia shows 15% of Indonesia's population suffers from hypertension. There are several factors that can cause hypertension such as age, sex, race, family history, obesity, physical activity, smoking and stress. This study aims to determine the factors associated with the occurrence of hypertension in the community of South Tempok village Tompaso District Minahasa regency. This research is a quantitative research using Cross sectional Study method. The population is the people of the village of Tempok Selatan Tompaso sub-district of Minahasa district. The number of samples in this study amounted to 64 people. Data on age, sex, occupation, physical activity and stress were obtained through questionnaires, obesity data obtained through body mass index measurements (BMI) and caloric intake data and sodium intake were obtained through a food recall form. The result of this research is there is correlation between age with the happening of hypertension with p value 0.014, there is correlation between family history of hypertension with hypertension with p value 0.001, the relationship between sodium intake with p value 0.019 and there is no relationship between sex, , obesity, physical activity, stress, caloric intake with the occurrence of hypertension in the community of South Tempok Village Tompaso District.Keywords: Factors, Hypertension
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN PENYAKIT HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI DESA TONDEGESAN KECAMATAN KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA Waworuntu, Pramatia Grayni; Asrifuddin, Afnal; Kalesaran, Angela F. C.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi penduduk lansia diprediksi akan terus mengalami peningkatan. ditinjau dari aspek kesehatan kelompok lansia akan mengalami penurunan derajat kesehatan baik secara alamiah maupun akibat penyakit. Kualitas hidup merupakan suatu presepsi seseorang terhadap kesehatan fisik, sosial dan emosinya. Hal tersebut berkaitan dengan keadaan fisik dan emosi seseorang dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari yang ditunjang dengan adanya pemenuhan kebutuhan setiap hari. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan penyakit hipertensi dengan kualitas hidup lansia di Desa Tondgesan Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa Tahun 2019. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli ? November 2019. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh lansia yang berumur ? 60 tahun di Desa Tondegesan, dengan total populasi sebanyak 120 responden dan yang memenuhi kriteria sebanyak 83 responden. Instrumen yang digunakan yaitu WHOQOL, IPAQ dan kuesioner hipertensi dengan uji bivariat menggunakan uji Chi Square yang dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Terdapat 33 responden yang memiliki kualitas hidup baik pada domain fisik, 42 responden yang memiliki kualitas hidup baik pada domain psikologis, 48 responden yang memiliki kualitas hidup baik pada domain hubungan sosial, dan 44 responden yang memiliki kualitas hidup baik pada domain lingkungan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup, serta terdapat hubungan antara penyakit hipertensi dengan kualitas hidup lansia di Desa Tondegesan Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa Tahun 2019 dengan nilai p<0,05. Kata Kunci : Hipertensi, Kualitas Hidup Lansia ABSTRACT The population of the elderly is predicted to continue to increase. In terms of the health aspects of the elderly group will have a decrease in the degree of health naturally and due to disease. Quality of life is a person's perception of physical, social and emotional health. This is related to the physical and emotional state of a person in carrying out daily activities which are supported by the presence of facilities and infrastructure in the surrounding environment. The purpose of this study was to determine the relationship between physical activity and hypertension with the quality of life of the elderly in Tondgesan Village, Kawangkoan District, Minahasa Regency in 2019. The research was conducted in July - November 2019. The population in this study were all elderly people aged ? 60 years. in Tondegesan Village, with a total population of 120 respondents and fulfilling the criteria of 83 respondents. The instruments used were WHOQOL, IPAQ and hypertension questionnaire with bivariate analysis using Chi Square test with a confidence level of 95% (? = 0.05). There are 33 respondents who have a good quality of life in the physical domain, 42 respondents who have a good quality of life in the psychological domain, 48 respondents who have a good quality of life in the social relations domain, and 44 respondents who have a good quality of life in the environmental domain. The conclusion of this study is that there is a relationship between physical activity and quality of life and there is a relationship between hypertension and the quality of life of the elderly in Tondegesan Village, Kawangkoan District, Minahasa Regency in 2019 with a p value <0.05. Keywords: Hypertension, Quality of life for the elderly
Co-Authors ., Gabriella Amisi, Marsella D. Asep Rahman Asrifudin, Afnal Astari, Virginia Budi T. Ratag Canon, Fiqhi A. Chintya, Prasuthio Chreisye Mandagi, Chreisye Dampi, Denada Jihan Derek, Chintya Doda, Diana V.D. Febi Kolibu, Febi Ferry Firmansyah Golung, Aimar Daniel Grace Debbie Kandou Grace, Taroreh G Herman, Ulqiyah Nurhusna Ibur, Chikita Amanda Kasi, Olivia Agatha Kaunang, Wulan J. P. Kaunang, Wulan P.J Kawatu, Paul A T Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul A. T Kawatu, Paul A.T Kawatu, Paul Artur Tennov Langi , Fima L. F. G. Londa, Putrisia Lotulung, Cindy C. Lotulung, Cindy Celine Lotulung, Megapresia Indri Lumintang, Fredlen Christo Sampouw Malonda, Nancy S. H Mamonto, Silviani Mamuko, Keysia M. Mandagi, Chreisye K. F. Mandagi, Chreisye Kardinalia Francisca Mandagi, Chreisye Kardinalia Fransisca Manganguwi, Sheryl Mantali, Arief Mantjoro, Eva M. Mantjoro, Eva. M. Manurung, Pebrina Maramis, Frilya I. Maukar, Veigy Maureen I. Punuh, Maureen I. Maya, Anugrah Menggasa, Evanly Relix Mokalu, Reinindo Aries Mokodompit, Pratiwi Monding, Faldano F. Moningka, Jessica S.Y. Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Neu, Cicilia Nina, Nurhayati Pasongli, Anita Paul A.T. Kawatu Pelleng, Debora Pesiwarissa, Disha N. Polan, Tri Vanny Sampe Punuh, Maureen Irinne Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rambolangi, Vincencius Rangga Wisesa Rawis, Gisela Irma Rewasan, Mariana Ricky C. Sondakh Rumagit, Holy C.N Rumambi, Euginia Firsty Ruru, Jessica Saliha, Jovi Sambeka, Rahelea Sambow, Triska T. Sekeon, Sekplin A.S. Sekeon, Sekplin S Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Selaindoong, Sefania J. Senduk, Miranda N.P. Seroy, Meywinsy Siagian, Friska Natasya Romauly Siampa, Jainer Pasca Sondakh, Ricky Constantyn Suhartoyo, Fitri Murnisari Sulaemana Engkeng, Sulaemana Supit, Muhammad Isra Alf L Talumewo, Olrike C. Tangkilisan, Jordi R. Abednego Tiku, Vicharie Tipa, Ericha Widya Tompodung, Vickly D.A. Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tumurang, Marjes Tuwongkesong, Fadillah Walangitan, Rayn Christian Waworuntu, Pramatia Grayni Wenas, Crifianny Wenur, Claudeo Primus Wokas, Claudia Natalia Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Wowor, Prisca Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang