Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Implementasi Kebijakan Vaksinasi Booster Pasca Pandemi di Sulawesi Utara Mandagi, Chreisye Kardinalia Fransisca; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine; Sondakh, Ricky Constantyn
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.2188

Abstract

Program vaksinasi booster COVID-19 merupakan strategi pemerintah Indonesia untuk memperkuat kekebalan masyarakat pasca pandemi. Meski demikian, capaian target di berbagai daerah, termasuk Provinsi Sulawesi Utara, belum optimal. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas kebijakan vaksinasi booster dengan menelaah data kesehatan masyarakat serta perspektif pemangku kepentingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan delapan informan kunci, terdiri atas pejabat dinas kesehatan, kepala puskesmas, pemegang program, dan masyarakat penerima vaksin. Data diperoleh melalui wawancara mendalam serta observasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan cakupan vaksinasi booster di Kota Manado baru mencapai 46,2%, jauh di bawah target 80% untuk pembentukan herd immunity. Rendahnya capaian dipengaruhi oleh persepsi masyarakat yang menganggap COVID-19 sudah terkendali serta hambatan distribusi vaksin. Namun, sebagian besar informan menilai booster tetap penting sebagai proteksi spesifik untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Temuan ini konsisten dengan studi terdahulu yang menekankan pentingnya komunikasi, distribusi merata, dan dukungan kebijakan berkelanjutan. Kesimpulannya, implementasi vaksinasi booster di Sulawesi Utara berjalan, tetapi belum efektif. Peningkatan edukasi publik, pemerataan akses vaksin, serta penguatan sistem monitoring sangat dibutuhkan.
Improving mother’s knowledge for stunting prevention through customized health promotion during COVID-19 pandemic Kalesaran, Angela Fitriani Clementine; Lotulung, Cindy Celine; Mandagi, Chreisye Kardinalia Francisca
BKM Public Health and Community Medicine PHS8 Accepted Abstracts
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: This study aims to improve the knowledge of mothers of kids with stunting with different types of health promotion depending on the situation and restrictions during the COVID-19 pandemic. Method: This was a quasi-experimental research study with pre and post-test design. Fifty mothers from Wori District in North Sulawesi were included in the study. Twenty-five mothers received conventional health promotions in groups, and twenty-five mothers received health promotions one-on-one by home visits from healthcare workers. A questionnaire about mothers’ knowledge regarding stunting prevention was collected before and after the health promotion. Results: The number of mothers with a low level of knowledge was 36% before the health promotion, but then decreased to only 14% after the health promotion. There was a significant difference (p<.000) between pre and post-test regarding mother’s knowledge. Between groups receiving conventional health promotion and one-on-one health promotion, there were no significant differences regarding the knowledge of mothers after being given health promotion. Conclusion: Health promotion is an effective way to improve the knowledge of mothers with stunting kids. Health promotion one-on-one by the home visit is just as effective as health promotion in groups. Healthcare workers should be flexible and adaptive to the situation during the COVID-19 pandemic, so health promotion can always be delivered.
Population mobility and COVID-19 incidence in Indonesia: a study from North Sulawesi Province Dampi, Denada Jihan; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine; Kandou, Grace Debbie
BKM Public Health and Community Medicine Vol 40 No 06 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v40i06.7802

Abstract

Purpose: The purpose of the study is to determine the relationship between the level of population mobility and the incidence of COVID-19 in 2021 in the North Sulawesi province. Methods: This quantitative research uses an ecological study. This study used secondary data from Google Mobility Reports and COVID-19 incidence data from the North Sulawesi Province Health Department. Univariate analysis describes population mobility variables in various sectors and the incidence of COVID-19, which is presented as a time series graph. In contrast, bivariate analysis is used to test the relationship between the level of mobility in various sectors and the incidence of COVID-19 through non-parametric analysis with the Spearman Rank correlation test. Results: There is a correlation between the incidence of COVID-19 and the level of mobility, with a p-value <0.05, with different levels of correlation amongst each mobility area. The correlation coefficients (r) between the incidence of COVID-19 and various regions of mobility are as follows: retail and recreation (-0.511), wholesale and pharmaceuticals (-0.398), park (-0.454), transportation (-0.570), workplace (-0.332), and housing (0.641). Conclusion: The increase in population mobility has significantly contributed to the high incidence of COVID-19 in North Sulawesi in 2021. To reduce the incidence of COVID-19, strict policies for monitoring and controlling mobility, especially in areas with high mobility, are necessary.
Hubungan antara Jarak Kelahiran, Tinggi Badan Ibu dan Riwayat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan Kejadian Stunting di Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Lotulung, Cindy C.; Kalesaran, Angela F. C.; Kaunang, Wulan J. P.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/n264ec36

Abstract

Terdapat di dunia bahwa balita dengan lebih dari setengah yang ada terkena stunting yaitu Asia (55%). Negara dengan prevalensi kelima terhadap kejadian stunting di dunia yaitu Indonesia. Sulawesi Utara sendiri, pada tahun 2017 terdapat beberapa lotus stunting. Proporsi stunting di Sulawesi Utara yaitu 25,5%. Kabupaten Minahasa Utara berada pada urutan teratas masalah stunting tahun 2018 yaitu 35,44%. Kecamatan Wori merupakan Kecamatan dengan anak jumlah stunting tertinggi di Minahasa Utara pada tahun 2020. Data balita stunting dari Dinas Kesehatan Minahasa Utara menyatakan bahwa ada dua desa dengan anak stunting tertinggi pada tahun 2019-2020. Tahun 2020, Kecamatan Wori yaitu Desa Minaesa sebanyak 17 anak dan Desa Tiwoho sebanyak 14 anak merupakan desa tertinggi dengan anak stunting pada tahun 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jarak kelahiran, tinggi badan ibu dan riwayat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan kejadian stunting di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.
ANALISIS SPASIO – TEMPORAL KASUS RABIES TAHUN (2018-2022) DI PROVINSI SULAWESI UTARA Mamuko, Keysia M.; Kalesaran, Angela F. C.; Langi, Fima L. F. G.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27808

Abstract

Rabies merupakan penyakit mematikan yang ditularkan dari hewan ke manusia dan menyerang sistem saraf pusat. Tujuan dari peneltian ini untuk mendeskripsikan distribusi kasus rabies dan kasus GHPR secara spasial dan temporal di Provinsi Sulawesi Utara tahun 2018-2022. Desain Penelitian ini adalah studi ekologi, menggunakan populasi wilayah kasus rabies di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi tahun 2018-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan kriteria status daerah tertular ringan sebanyak 10 daerah dan kriteria status daerah tertular bebas terancam sebanyak 5 daerah. Kabupaten Minahasa merupakan wilayah terbanyak kasus GHPR dengan penggolongan >1300 kasus sejak 5 tahun terakhir. Terdapat 1 kabupaten yang memiliki kasus rabies tertinggi pada tahun 2019 dan untuk tahunan tertinggi di tahun 2018-2019. Untuk kasus GHPR terdapat 1 kabupaten tertinggi di tahun 2019 dan untuk tahunan tertinggi di tahun 2019. Daerah dengan kasus rabies tertinggi selama tahun 2018-2022 yaitu Kabupaten Minahasa Selatan dengan total kasus 17 dan kasus rabies tahunan tertinggi di temukan di Kabupaten Kepulauan Sangihe pada tahun 2019. Daerah dengan kasus GHPR tertinggi selama tahun 2018-2022 yaitu Kabupaten Minahasa dengan total kasus 5821 dan kasus GHPR tahunan tertinggi di temukan di Kabupaten Minahasa pada tahun 2019. Dalam kurun waktu 2018-2022 kasus rabies terbanyak di Sulawesi Utara ditemukan pada tahun 2018 dan 2019 dan kasus GHPR terbanyak di Provinsi Sulawesi Utara ditemukan pada tahun 2019.
ANALISIS SPASIO – TEMPORAL KASUS RABIES TAHUN (2018-2022) DI PROVINSI SULAWESI UTARA Mamuko, Keysia M.; Kalesaran, Angela F. C.; Langi , Fima L. F. G.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28566

Abstract

Rabies merupakan penyakit mematikan yang ditularkan dari hewan ke manusia dan menyerang sistem saraf pusat. Tujuan dari peneltian ini untuk mendeskripsikan distribusi kasus rabies dan kasus GHPR secara spasial dan temporal di Provinsi Sulawesi Utara tahun 2018-2022. Desain Penelitian ini adalah studi ekologi, menggunakan populasi wilayah kasus rabies di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi tahun 2018-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan kriteria status daerah tertular ringan sebanyak 10 daerah dan kriteria status daerah tertular bebas terancam sebanyak 5 daerah. Kabupaten Minahasa merupakan wilayah terbanyak kasus GHPR dengan penggolongan >1300 kasus sejak 5 tahun terakhir. Terdapat 1 kabupaten yang memiliki kasus rabies tertinggi pada tahun 2019 dan untuk tahunan tertinggi di tahun 2018-2019. Untuk kasus GHPR terdapat 1 kabupaten tertinggi di tahun 2019 dan untuk tahunan tertinggi di tahun 2019. Daerah dengan kasus rabies tertinggi selama tahun 2018-2022 yaitu Kabupaten Minahasa Selatan dengan total kasus 17 dan kasus rabies tahunan tertinggi di temukan di Kabupaten Kepulauan Sangihe pada tahun 2019. Daerah dengan kasus GHPR tertinggi selama tahun 2018-2022 yaitu Kabupaten Minahasa dengan total kasus 5821 dan kasus GHPR tahunan tertinggi di temukan di Kabupaten Minahasa pada tahun 2019. Dalam kurun waktu 2018-2022 kasus rabies terbanyak di Sulawesi Utara ditemukan pada tahun 2018 dan 2019 dan kasus GHPR terbanyak di Provinsi Sulawesi Utara ditemukan pada tahun 2019.
Hubungan antara kebiasaan menyikat gigi dan konsumsi makanan tinggi gula dengan kejadian karies gigi pada anak sekolah dasar Lumintang, Fredlen Christo Sampouw; Asrifuddin, Afnal; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1343

Abstract

Background: Dental caries is a condition of tooth tissue damage caused by bacterial activity triggered by poor oral hygiene and consumption of high-sugar foods. Dental caries in school-age children can disrupt learning activities by causing pain and reducing self-confidence. In Indonesia, the incidence of dental caries remains high, including in North Sulawesi. Irregular tooth brushing habits and consumption of sweet foods are the main factors causing caries in elementary school students. Purpose: To determine the relationship between tooth brushing habits and consumption of high-sugar foods with the incidence of dental caries in elementary school children. Method: An analytical survey study with a cross-sectional design was conducted to analyze the relationship between risk factors and the incidence of dental caries in elementary school children. Results: The bivariate analysis yielded a p-value of 0.000 (p<0.05), meaning H0 was rejected and the hypothesis was accepted. This indicates a relationship between tooth brushing habits and consumption of high-sugar foods with the incidence of dental caries in elementary school children. Conclusion: There is a significant relationship between poor tooth brushing habits and consumption of high-sugar foods with an increased risk of dental caries. Suggestion: For future researchers, these results can be used as a reference, but by adding other methods or variables that are not yet in this study.   Keywords: Consumption of High-Sugar Foods; Dental Caries; Toothbrushing Habits.   Pendahuluan: Karies gigi adalah kondisi rusaknya jaringan gigi akibat aktivitas bakteri yang dipicu oleh kebersihan mulut yang buruk dan konsumsi makanan tinggi gula. Karies gigi yang terjadi pada anak usia sekolah dapat mengganggu aktivitas belajar karena menimbulkan rasa sakit dan menurunkan kepercayaan diri. Di Indonesia, angka kejadian karies gigi masih tinggi, termasuk di Sulawesi Utara. Kebiasaan menyikat gigi yang tidak teratur dan konsumsi makanan manis menjadi faktor utama penyebab karies pada siswa sekolah dasar. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan menyikat gigi dengan konsumsi makanan tinggi gula terhadap kejadian karies gigi pada anak sekolah dasar. Metode: Penelitian survei analitik dengan desain potong lintang untuk menganalisis hubungan faktor risiko dengan kejadian karies gigi pada anak sekolah dasar. Hasil: Analisis bivariat diperoleh p value sebesar 0.000 (p<0.05), artinya H0 ditolak maka hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan kebiasaan menyikat gigi dan konsumsi makanan tinggi gula terhadap kejadian karies gigi pada anak sekolah dasar. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan menyikat gigi yang buruk dan konsumsi makanan tinggi gula dengan peningkatan risiko karies gigi. Saran: Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan hasil ini sebagai referensi, namun dengan menambah metode lain atau dengan menambahkan variabel yang belum ada pada penelitian ini.   Kata Kunci: Karies Gigi; Kebiasaan Menyikat Gigi; Konsumsi Makanan Tinggi Gula.
Co-Authors ., Gabriella Amisi, Marsella D. Asep Rahman Asrifudin, Afnal Astari, Virginia Budi T. Ratag Canon, Fiqhi A. Chintya, Prasuthio Chreisye Mandagi, Chreisye Dampi, Denada Jihan Derek, Chintya Doda, Diana V.D. Febi Kolibu, Febi Ferry Firmansyah Golung, Aimar Daniel Grace Debbie Kandou Grace, Taroreh G Herman, Ulqiyah Nurhusna Ibur, Chikita Amanda Kasi, Olivia Agatha Kaunang, Wulan J. P. Kaunang, Wulan P.J Kawatu, Paul A T Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul A. T Kawatu, Paul A.T Kawatu, Paul Artur Tennov Langi , Fima L. F. G. Londa, Putrisia Lotulung, Cindy C. Lotulung, Cindy Celine Lotulung, Megapresia Indri Lumintang, Fredlen Christo Sampouw Malonda, Nancy S. H Mamonto, Silviani Mamuko, Keysia M. Mandagi, Chreisye K. F. Mandagi, Chreisye Kardinalia Francisca Mandagi, Chreisye Kardinalia Fransisca Manganguwi, Sheryl Mantali, Arief Mantjoro, Eva M. Mantjoro, Eva. M. Manurung, Pebrina Maramis, Frilya I. Maukar, Veigy Maureen I. Punuh, Maureen I. Maya, Anugrah Menggasa, Evanly Relix Mokalu, Reinindo Aries Mokodompit, Pratiwi Monding, Faldano F. Moningka, Jessica S.Y. Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Neu, Cicilia Nina, Nurhayati Pasongli, Anita Paul A.T. Kawatu Pelleng, Debora Pesiwarissa, Disha N. Polan, Tri Vanny Sampe Punuh, Maureen Irinne Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rambolangi, Vincencius Rangga Wisesa Rawis, Gisela Irma Rewasan, Mariana Ricky C. Sondakh Rumagit, Holy C.N Rumambi, Euginia Firsty Ruru, Jessica Saliha, Jovi Sambeka, Rahelea Sambow, Triska T. Sekeon, Sekplin A.S. Sekeon, Sekplin S Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Selaindoong, Sefania J. Senduk, Miranda N.P. Seroy, Meywinsy Siagian, Friska Natasya Romauly Siampa, Jainer Pasca Sondakh, Ricky Constantyn Suhartoyo, Fitri Murnisari Sulaemana Engkeng, Sulaemana Supit, Muhammad Isra Alf L Talumewo, Olrike C. Tangkilisan, Jordi R. Abednego Tiku, Vicharie Tipa, Ericha Widya Tompodung, Vickly D.A. Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tumurang, Marjes Tuwongkesong, Fadillah Walangitan, Rayn Christian Waworuntu, Pramatia Grayni Wenas, Crifianny Wenur, Claudeo Primus Wokas, Claudia Natalia Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Wowor, Prisca Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang