Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA ASUPAN KALORI DENGAN PRODUKTIFITAS KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PEMASANGAN JARINGAN SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH DI PT. MATRACOM Mokalu, Reinindo Aries; Kawatu, Paul A. T; Kalesaran, Angela F. C.
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Asupan kalori bagi pekerja ditunjukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan serta mengupayakan daya kerja yang optimal untuk itu kebutuhankalori haruslah sesuai dengan beban kerjanya.Asupan kalori dan zat gizi yang baik secara kuantitas maupun kualitas dapat menentukan tingkat kesehatan dan produktivitas tenaga kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan kalori dengan produktivitas kerja pada pekerja pemasangan jaringan SUTM di PT. MATRACOM. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional study atau studi potong lintang dan jumlah populasi yang diambil adalah seluruh pekerja yang berjumlah 64 pekerja. Intrumen dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu uji chi square. Hasil Penelitian: Hasil yang didapatkan terdapat hubungan antara asupan kalori dengan produktivitas kerja (p=0.048) (p<0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara asupan kalori dengan produktivitas kerja pada pekerja di PT. MATRACOM  Kata Kunci : Asupan Kalori , Produktivitas Kerja  ABSTRACTBackground: Calorie intake for workers is shown to maintain and improve health status and to strive for optimal optimal working power for calorie needs must be in accordance with the workload. Calorie intake and nutrients both in quantity and quality can determine the level of health and productivity of the workforce. The purpose of this study was to determine the relationship between calorie intake and work productivity in SUTM network installation workers at PT. MATRACOM. Research Methods: This study used an analytic survey with a cross sectional study or cross sectional study and the total population taken was 64 workers. The instruments in this study were questionnaires. The analysis used is the chi square test. Research Results: The results found there is a relationship between calorie intake and work productivity of workers at PT.MATRACOM.  Keywords : Calorie Intake , Work Productivity.
HUBUNGAN ANTARA KELEMBAPAN DAN CURAH HUJAN TERHADAP ANGKA KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KOTA MANADO TAHUN 2014-2018 Canon, Fiqhi A.; Kalesaran, Angela F. C; Malonda, Nancy S. H
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Manado kasus DBD pada tahun 2015 tercatat sebanyak 446 kasus dan 6 kasus diantaranya meninggal dunia, tahun 2016 tercatat 567 kasus dan 6 kasus diantaranya meninggal dunia, tahun 2017 tercatat 139 kasus dan tidak ada yang meninggal dunia dan pada tahun 2018 tercatat 294 kasus (Dinkes Kota Manado, 2019). Metode :Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study.Sampel penelitian ini Kejadian DBD 1.969 kasus kejadian DBD tahun 2014-2018 (Dinas Kesehatan Kota Manado) dan jumlah kelembaban, dan curah hujan yang diambil dari tahun 2014-2018 (BMKG Kota Manado) Hasil :hasil uji korelasi (r) dengan p-value yang diperoleh nilai korelasir= -0.0341 tentang hubungan antara kejadian Demam berdarah dengue dengan kelembaban di kota manado tahun 2014-2018 dan hubungan yang cukup antara kejadian demam berdarah dengue dengan curah hujan di Kota Manado tahun 2014-2018 r= -0.0482. Kesimpulan:Dalam penelitian ini tidak terdapat hubungan antara kejadian Demam berdarah dengue dengan kelembaban di kota manado tahun 2014-2018 dan tidak terdapat hubungan yang cukup antara kejadian demam berdarah dengue dengan curah hujan di Kota Manado tahun 2014-2018.. Saran : Disarankan kepada Dinas Kesehatan baik kota maupun provinsi agar dapat mengontrol wilayah-wilayah yang rentan kejadian DBD yang tinggi dan dapat memantau kesehatan lingkungan pada masyarakat secara berkala serta mengadakan pembinaan kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan penyakit DBD. Kata kunci : DBD, Curah Hujan dan Kelembaban ABSTRACTBackground: Based on Data of the Ministry of Health (Dinkes) Manado City DBD case in 2015 recorded as many as 446 cases and 6 cases were passed away, the year 2016 recorded 567 cases and 6 cases of which died, 2017 recorded in 139 Case and no one died and in 2018 recorded 294 cases (Dinkes Kota Manado, 2019). Method: This study uses analytical survey methods with cross sectional study draft research. Sample of this research event DBD 1,969 cases of DBD year 2014-2018 (Dinas Health Office of Manado) and the amount of humidity, and rainfall taken from the year 2014-2018 (BMKG of Manado City). Result: Correlation test result (R) with P-value obtained the correlation value R =-0.0341 about the relationship between the incidence of dengue fever with the humidity in the city of Manado in 2014-2018 and sufficient relationship between dengue fever incidence with The rainfall in Manado city in 2014-2018 r =-0.0482 Conclusion: In this research there is no connection between the incidence of dengue fever with the humidity in the city of Manado in 2014-2018 and there is no adequate relationship between dengue fever occurrence with rainfall in Manado city in 2014-2018. Advice: It is recommended to the health Department of both cities and provinces in order to control areas vulnerable to high DBD events and can monitor environmental health in the community periodically and to conduct coaching to the community As an effort to prevent DBD disease. Keywords: DBD, rainfall and humidity
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PT. HUTAMA KARYA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL MANADO-BITUNG TAHUN 2018 Saliha, Jovi; Joseph, Woodford B.S.; Kalesaran, Angela F.C.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internasional Labour Organization (ILO), menyatakan tiap tahun terjadi kecelakaan 250 juta kasus lebih ditempat kerja. Karna tingginya resiko kecelakaan pada proyek konstruksi, sehingga penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) penting untuk digunakan. untuk mengurangi kecelakaan yang terjadi ditempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja pembangunan jalan tol Manado-Bitung PT.Hutama Karya. Metode penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Objek dalam penelitian ini diambil secara keseluruhan atau total sampling. Hasil penelitian menunjukan 81,8% pekerja menggunakan APD dan 87,3% pekerja memiliki pengetahuan baik  serta 83,6% pekerja memiliki sikap baik. Hasil uji Fisher Exact tentang pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD terdapat nilai ρ = 0,016 dan untuk sikap dengan kepatuhan penggunaan APD terdapat nilai ρ = 0,006. Berdasarkan data hasil uji menunjukan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja pembangunan jalan tol serta terdapat hubungan antara sikap dengan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja pembangunan jalan tol. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Kepatuhan, Alat Pelindung Diri ABSTRACTThe Internasional Labour Organization (ILO) states that every year 250 million more cases of accidents occur in the workplace. The amount of risk workplace accidents on the project construction then the use of Personal Protective Equipment (PPE) is important to use to minimize work accidents. The purpose of this research is to analyze the correlation between knowledge and attitude with compliance to using personal protective equipment at workers construction toll road of Manado-Bitung PT.Hutama Karya. This research uses observational analytic methods with a cross sectional approach. The object of thid research was taken by total sampling. The result of the study are 81,8% of workers using PPE, 87,3% of workers have good knowledge and 83,6% of workers have a good attitude. Fisher Exact Test result for knowledge and compliance to using personal protective equipment ρ value = 0,016 and for attitude with compliance to use PPE ρ value = 0,006. Based on the result concluded that there is a correlation between knowledge and compliance to use PPE at worker construction of toll road and there is a correlation between attitude with compliance to using the personal protective equipment at worker construction of toll road. Keywords: Knowledge, Attitude, Compliance, Personal Protective Equipment.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN BEBAN KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSLKELETAL PADA BURUH TANI DI DESA PINABETENGAN SELATAN KECAMATAN TOMPASO BARAT Seroy, Meywinsy; Kawatu, Paul A.T.; Kalesaran, Angela F.C.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi baik jasa maupun industri. Oleh karena itu ada beberapa Penyakit Akibat Kerja (PAK) salah satunya adalah Penyakit yang disebabkan oleh sikap dan beban kerja yaitu, musculoskeletal. Keluhan musculoskeletal atau biasa disebut musculoskeletal disorder adalah menerima beban statis secara berulang dan terus menerus dalam jangka waktu yang lama dan dapat menyebabkan keluhan seperti kerusakan pada sendi, ligamen dan tendon. banyak petani yang melakukan gerakan statis atau secara berulang dan memiliki beban kerja berlebih oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang penelitian ini. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap dan beban kerja dengan keluhan musculoskeletal pada petani di Desa Pinabetengan Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Berdasarakan hasil penelitian yang dilakukan dengan penggukuran menggunakan REBA (Rapid Entire Body Assigment), Pengukuran Nadi, dan NBM (Nordic Body Map). Hasil analisis data menggunakan uji spearman di dapatkan bahwa nilai sikap kerja (p= 0,001) dan beban kerja (p= 0,001) berhubungan dengan keluhan Muscloskeletal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara beban kerja dan sikap kerja dengan keluhan musculoskeletal pada buruh tani di Desa Pinabetengan Selatan Kecamatan Tompaso Barat. Seta ada beberapa saran yang terlebih khusus untuk para petani yaitu diharapkan bagi para petani untuk menjadi kondisi fisik, dan perlu memerhatikan posisi kerja yang benar serta perlu adanya pengadaan alat bantu bekerja seperti traktor. Kata kunci: Sikap Kerja, Beban Kerja, Keluhan Musculoskeletal, Desa Pinabetengan Selatan ABSTRACTOccupational Health and Safety cannot be separated from the production process, both service and industry. Therefore there are several Occupational Diseases, one of which is a disease caused by attitude and workload, namely, musculoskeletal. Musculoskeletal complaints or so-called musculoskeletal disorders are receiving static loads repeatedly and continuously for a long time and can cause complaints such as damage to the joints, ligaments and tendons. many farmers who carry out static or repetitive movements and have excessive workloads are therefore interested researchers to examine more deeply about this research. The purpose of this study was to determine the relationship between attitudes and workload with musculoskeletal disorder in farmers in the South Pinabetengan Village. This research is a quantitative study using an observational analytic method with a cross sectional study approach. Based on the results of research conducted by shaving using REBA (Rapid Entire Body Assigment), Pulse Measurements, and NBM (Nordic Body Map). The results of data analysis using the Spearman test found that the value of work attitude (p = 0.001) and work load (p = 0.001) are associated with Muscloskeletal disorders. The conclusion of this study is that there is a relationship between workload and work attitude with musculosceletal complaints on farm laborers in South Pinabetengan Village, West Tompaso District. Then, there are some suggestions especially for farmers, which are expected for farmers to be in physical condition, and need to pay attention to their correct work position and the need for procurement of working aids such as tractors. Keywords: Work Attitude, Workload, Musculoskeletal Disorders, South Pinabetengan Village
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN INFEKSI CACING USUS DI SD NEGERI 58 MANADO Derek, Chintya; Kalesaran, Angela; Kandou, Grace
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi cacing merupakan salah satu penyakit yang paling umum tersebar dan menjangkiti banyak manusia di seluruh dunia. Sampai saat ini penyakit-penyakit cacing masih tetap merupakan suatu masalah karena kondisi sosial dan ekonomi di beberapa bagian dunia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Manado, jumlah kecacingan dari bulan Januari-Desember 2016 sebanyak 51 kasus dan kecacingan di Manado yang tertinggi berada di Tikala yaitu 15 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara faktor sosiodemografi dengan infeksi cacing usus di SD Negeri 58 Manado. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 41 siswa dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 58 Manado dan pemeriksaan tinja dilakukan di laboratorium Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Agustus-September 2017. Uji statistik yang akan digunakan untuk melihat hubungan variabel independent dengan dependent yaitu Fisher’s Exact dengan nilai signifikansi α = 5%, tingkat kepercayaan 95% . Hasil uji bivariat yang diperoleh jenis kelamin (p = 0,629) pendidikan ayah (p= 0,321) pendidikan ibu (p= 1) pekerjaan ayah (p= 1) dan pekerjaan ibu (p= 0, 068). Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, tidak terdapat hubungan antara pendidikan orang tua, dan tidak terdapat hubungan hubungan antara pekerjaan orang tua. Diharapkan kepada pihak Sekolah membuat sarana cuci tangan agar siswa dapat mempraktekkan cara cuci tangan yang baik dan benar.Kata kunci: Infeksi Cacing Usus, Sosiodemografi.ABSTRACTWorm infections are one of the most common diseases which spread and infect a lot of people around the world. Even until now, worm diseases still remain a problem because of social and economic conditions in some parts of the world. Based on the data from Manado Health Office, the total numbers of worm infections from January to December 2016 happen to be as many as 51 cases and the highest number of case happened in Manado, is found to be in Tikala, which is 15 cases. This study aims to determine whether there is a relationship between sociodemographic factors and intestinal worm infections in SD Negeri 58 Manado. This research uses analytic observational method with cross sectional design. The subjects in this study are 41 students while using total sampling technique. The data were collected by interviewing the subjects using questionnaires. This research was conducted in SD Negeri 58 Manado and stool examination was conducted at the laboratory Faculty of Public Health Sam Ratulangi University in August-September 2017. Statistical test that will be used to analyse the relationship of independent variables with dependent, is Fisher's Exact with the significance value of α = 5%, 95% confidence level. The result of bivariate test obtained by gender (p = 0,629) level education of the father (p = 0,321) level education of the mother (p = 1) the job of the father (p = 1) and the job of the mother (p = 0,068). There was no relationship between the genders, there was no relationship between the level educations of the parents, and there was no relationship between the jobs of the parents. It is encouraged that the school will provide handwashing facilities, so that students can practice a proper handwashing.Keywords: Intestinal Worm Infections, Sociodemographic
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK AEDES AEGYPTI DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KELURAHAN MALALAYANG I KECAMATAN MALALAYANG Tompodung, Vickly D.A.; Kandou, Grace D.; Kalesaran, Angela F.C.
KESMAS Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Tahun 2017 penderita DBD di Indonesia dilaporkan sebanyak 100.347 kasus dengan kematian 907 orang. Faktor yang turut berperan penting terhadap peningkatan kasus DBD yaitu perilaku masyarakat. Pencegahan terhadap penularan DBD dilakukan dengan pemutusan rantai penularan DBD berupa pengendalian vektor. Cara yang dilakukan dalam upaya pengendalian DBD yaitu pemberantasan sarang nyamuk dengan cara “3M”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypti dengan kejadian demam berdarah dengue di kelurahan Malalayang I kecamatan Malalayang kota Manado tahun 2019. Dalam penelitian ini digunakan survei analitik dengan rancangan studi potong lintang. Dilakukan pada bulan September- Okktober 2019 dengan jumlah sampel 101 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Uji chi square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel dengan CI=95% dan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan 67 responden (57,25%) termasuk kategori baik, sikap 90 responden (89,10%) termasuk kategori positif, dan tindakan 76 responden (75,24%) termasuk kategori baik. Hasil uji chi square antara pengetahuan, sikap, tindakan dengan keberadaan jentik diperoleh nilai p-value secara berturut-turut yaitu 0,000; 0,030; 0,012. Serta Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan pencegahan DBD dengan kejadian demam berdarah dengue di kelurahan Malalayang I kecamatan Malalayang kota Manado tahun 2019. Diharapakan untuk petugas kesehatan dan masyarakat agar dapat bekerja sama dalam penanganan sarang nyamuk aedes aegypti dengan melakukan penyuluhan maupun tindakan pencegahan yang lebih intensif lagi terutama penyuluhan baik secara langsung maupun melalui media berupa stiker, baliho, dan leaflet. Kata kunci: Nyamuk Aedes aegypti, Pengetahuan, Sikap, Tindakan ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a major public health problem in Indonesia. In 2017 DHF sufferers in Indonesia were reported as many as 100,347 cases with the death of 907 people. Factors that also play an important role in the increase in dengue cases are community behavior. Prevention of dengue transmission is done by breaking the chain of dengue transmission in the form of vector control. The method used in efforts to control DHF is to eradicate mosquito nests by means of "3M". This study aims to analyze the relationship between the eradication behavior of aedes aegypti mosquito nests and the incidence of dengue fever in Malalayang I village of Malalayang sub-district of Manado in 2019. In this study an analytic survey was used with a cross-sectional study design. Conducted in September-October 2019 with a sample of 101 respondents and simple random sampling. Data collected through observation and interviews using a questionnaire. Chi square test  was used to analyze the relationship between variables with CI = 95% and α = 0.05. The results showed that the knowledge of 67 respondents (57.25%) included in the good category, the attitude of 90 respondents (89.10%) was in the positive category, and the actions of 76 respondents (75.24%) were in the good category. Chi square test results between knowledge, attitudes, practices with the existence of larvae obtained p-value values in a row that is 0,000; 0.030; 0.012. And There is a relationship between knowledge, attitudes and action measures of dengue with dengue fever in Malalayang I Malalayang sub-district of Manado city in 2019. It is expected that health workers and the community can work together in handling aedes aegypti mosquito nests by conducting counseling and preventive actions that are more intensive especially counseling both directly and through the media in the form of stickers, billboards, and leaflets. Keywords: Aedes aegypti Mosquito, Knowledge, Attitude, Practices
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PETUGAS LLAJ DINAS PERHUBUNGAN KOTA MANADO Supit, Muhammad Isra Alf L; Kawatu, Paul A T; Kalesaran, Angela F C
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja merupakan suatu masalah yang sering di temui di kalangan tenaga kerja. Stres kerja adalah salah satu faktor yang menyebabkan kelelahan kerja. Stres kerja disebabkan oleh beberapa faktor dorongan yaitu Perubahan pola kerja yang dialami dapat berupa peraturan kerja, deskripsi pekerjaan yang tidak jelas dan kemajuan teknologi yang digunakan dalam pekerjaan. Kondisi kerja yang berulang-ulang, membosankan, ketidakpastian tugas serta keterbatasan komunikasi dan umpan balik dapat menyebabkan kebingungan, putus asa dan stres bagi individu. LLAJ merupakan Dinas Perhubungan memiliki tugas dan fungsi untuk penetapan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan, manajemen rekayasa lalu lintas, perizinan angkutan umum, pembinaan sumber daya manusia penyelenggara sarana dan prasarana lalu lintas angkutan umum serta penyelidikan terhadap pelanggaran perizinan angkutan umum. Berdasarkan hasil observasi awal Ada beberapa petugas yang mengalami keluhan dalam bekerja seperti mudah emosi, nyeri punggung, panasnya terik matahari, kendaraan yang ramai, mengantuk, kurang berkonsentrasi, dan merasa nyeri pada bagian punggung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara Stres kerja dengan Kelelahan Kerja pada Petugas LLAJ Dinas Perhubungan Kota Manado. Jenis Penelitian menggunakan penelitian Observasional Analitik dengan pendekatan studi potong lintang yang dilakukan pada bulan Juli - September 2020, dengan populasi dan sampel yaitu Petugas LLAJ berjumlah 45 Petugas. Instrumen penelitian yaitu menggunakan kuesioner yakni Alat ukur Perasaan Kelelahan Kerja (KAUPK2) dan Kuesioner Stres Kerja yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi fischer exact. Hasil penelitian Stres kerja dengan Kelelahan Kerja nilai rata-rata 11.11 dan nilai ρ= 0.049 (<0.05). Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut terdapat Stres kerja berpengaruh terhadap Kelelahan Kerja pada pekerja, dan terdapat hubungan yang signifikan antara Stres Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Petugas LLAJ Dinas Perhubungan Kota Manado Kata Kunci : Stres Kerja, Kelelahan kerja, Petugas LLAJ ABSTRACKFatigue from work is a problem that is often encountered in the workforce. Job stress is one of the factors that cause work fatigue. Job stress is caused by several encouraging factors, namely changes in work patterns experienced in the form of work regulations, unclear job descriptions and advances in technology used in work. Repetitive, tedious working conditions, uncertainty of tasks and limited communication and feedback can cause confusion, hopelessness and stress for individuals. LLAJ is the Department of Transportation which has the task and function of establishing a general plan for road traffic and transportation, traffic engineering management, licensing for public transport, fostering human resources for administering public transport traffic facilities and infrastructure as well as investigating violations of public transport licensing. Based on the results of preliminary observations, there are several officers who experience complaints at work such as emotional irritability, back pain, hot sun, busy vehicles, drowsiness, lack of concentration, and feeling pain in the back. This research was conducted to determine the relationship between work stress and work fatigue on road traffic officers at the Manado City Transportation Agency. This type of research used Analytical Observational research with a cross-sectional study approach which was carried out in July - September 2020, with a population and sample of 45 LLAJ officers. The research instrument used a questionnaire, namely the Work Fatigue Feeling Measurement Tool (KAUPK2) and the Job Stress Questionnaire which had been tested for validity and reliability. Data analysis used fischer exact correlation test. The results of the research work stress with Work Fatigue an average value of 11.11 and the value of ρ = 0.049 (<0.05). The conclusion from the results of this study is that work stress has an effect on Work Fatigue in workers, and there is a significant relationship between Job Stress and Work Fatigue in City Transportation Service Officers of the City Transportation Service. Keywords: Job Stress, Work Fatigue, LLAJ Offices
GAMBARAN PENGETAHUAN GIZI MAHASISWA SEMESTER IV FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Selaindoong, Sefania J.; Amisi, Marsella D.; Kalesaran, Angela F. C.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi berperan penting dalam indikator kesehatan pada manusia. Keadaan gizi yang baik salah satunya dipengaruhi oleh pengetahuan gizi. Terlebih khusus selama masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), pengetahuan gizi yang dimiliki dan penerapannya yang benar akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang baik sehingga dapat terlindung dari penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan gizi mahasiswa semester IV Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi (FKM UNSRAT) saat pembatasan sosial masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei deskriptif, yang dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Mei – September 2020. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester IV Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, dengan jumlah sampel sebanyak 135 mahasiswa. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan gizi secara online pada google form. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan gizi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Semester IV saat pembatasan sosial pandemi COVID-19, terbanyak memiliki tingkat pengetahuan baik dengan persentase 40%, sedangkan tingkat pengetahuan gizi cukup sebanyak 38,5%, dan tingkat pengetahuan gizi kurang sebanyak 21,5%.. Kata Kunci: Pengetahuan Gizi, Mahasiswa, COVID-19 ABSTRACTNutrition plays an important role in human's health indicator. Good nutrition condition is affected by several factors, one of which is nutrition knowledge. Especially, during the Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pandemic, nutrition knowledge and it's appropriate use will boost the body's immune system to protect individual from COVID-19 infection. The purpose of this study was to describe the nutrition knowledge of fourth semester students from Faculty of Public Health Sam Ratulangi University (FKM UNSRAT) during the COVID-19 social restrictions. This research was a quantitative research with descriptive survey design and was done at Faculty of Public Health Sam Ratulangi University in May – September 2020. The research subjects are fourth semester students of Faculty of Public Health Sam Ratulangi University, with sample size of 135 students. As a tool of measurement, a nutrition knowledge questionnaire was administrated online using google form. Data was analyzed using univariate analysis. The result shows that among fourth semester students of Faculty of Public Health Sam Ratulangi University, most had a good level of knowledge with a percentage of 40%, 38,5% have a fair level of nutrition knowledge, and 21,5% have a poor level of nutrition knowledge. Keywords: Nutrition Knowledge, Students, COVID-19
ANGKA PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS PARU DI INDONESIA TAHUN 2015-2018 Tangkilisan, Jordi R. Abednego; Langi, Fima L.F.G; Kalesaran, Angela F.C
KESMAS Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis yang menyerang dari balita hingga usia lanjut. Penyakit ini sebagian besar menyerang usia produktif antara usia 15 dan 50 tahun sehingga selain meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas, penyakit ini juga menurunkan produktivitas masyarakat. Oleh karena itu, penyakit TB merupakan tantangan terbesar. Tujuan dari penelitian ini untuk untuk mengetahui seberapa besar angka penemuan kasus Tuberkulosis Paru di Indonesia tahun 2015-2018. Desain penelitian ini adalah desain studi ekologi atau studi korelasional. Penelitian ini akan dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia yang dilaksanakan pada Tahun 2015-2018. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari Kemenkes RI tahun 2015-2018 yaitu angka penemuan kasus Tuberkulosis paru yang ada di 34 provinsi di Indonesia. Dengan menggunakan analisa bivariat dan analisa statistik yang meliputi statistik deskriptif dan Funnel Plot, dengan variabel penelitian yaitu jumlah perkiraan kasus, umur, jenis kelamin, Case Detection Rate (CDR%), Case Notification Rate (CNR) per 100.000 penduduk dan Success Rate/Angka keberhasilan pengobatan 34 provinsi di Indonesia. Dari hasil penelitian ditemukan responden terbanyak adalah kelompok umur 45-54 tahun sebanyak  197.642 responden atau 18.2% dan lebih sedikit pada kelompok umur 0-14 tahun sebanyak 76.277 responden atau 7.4%. Hasil penelitian jenis kelamin ditemukan responden terbanyak adalah responden yang memiliki jenis kelamin laki-laki sebanyak 607.210 responden atau 59.21% dan lebih sedikit jenis kelamin perempuan sebanyak  416.703 atau 40.79%. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan dari tahun 2015-2018 ditemukan bahwa Case Detection Rate (CDR) dan Case Notification Rate (CNR) setiap tahunnya berubah-ubah, jumlah CDR tertinggi yaitu tahun 2015 dengan persentase 73,75%, sedangkan CDR paling rendah yaitu tahun 2017 dengan persentase 46,68%. Dapat diketahui juga bahwa Jumlah CNR tertinggi yaitu tahun 2018 sebanyak 193, sedangkan CNR paling rendah yaitu tahun 2016 sebanyak 115. Kata Kunci : Funnel Plot, Case Detection Rate (CDR), Case Notification Rate (CNR), Success Rate. ABSTRACTPulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by mycobacterium tuberculosis which attacks infants from infancy to old age. This disease mostly attacks the productive age between the ages of 15 and 50 years so that in addition to increasing morbidity and mortality rates, this disease also decreases community productivity. Therefore, TB is the biggest challenge. This disease mostly attacks the productive age between the ages of 15 and 50 years so that in addition to increasing morbidity and mortality rates, this disease also decreases community productivity. Therefore, TB is the biggest challenge (MOH, 2008). The purpose of this study is to find out how much the number of cases of pulmonary tuberculosis in Indonesia in 2015-2018. The design of this study is the design of ecological studies or correlational studies. This research will be conducted in all provinces in Indonesia conducted in 2015-2018. This study use all population. The research instrument used in this study was secondary data from the Republic of Indonesia Ministry of Health in 2015-2018, namely the number of pulmonary tuberculosis cases found in 34 provinces in Indonesia. Data analysis in this research is bivariate analysis and statistical analysis which includes descriptive statistics and Funnel Plots, with research variables namely the estimated number of cases, age, sex, Case Detection Rate (CDR%), Case Notification Rate (CNR) per 100,000 population and Success rate / treatment success rate in 34 provinces in Indonesia. From the results of the study found the most respondents are the age group 45-54 years as many as 197,642 respondents or 18.2% and fewer in the age group 0-14 years as many as 76,277 respondents or 7.4%. The results of the sex research found that most respondents were respondents who had male sex as many as 607,210 respondents or 59.21% and fewer female sex as many as 416,703 or 40.79%. Based on data from the Ministry of Health from 2015-2018 it was found that the Case Detection Rate (CDR) and Case Notification Rate (CNR) changed each year, the highest number of CDRs was 2015 with a percentage of 73.75%, while the lowest CDR was in 2017 with a percentage of 46.68%. It can also be seen that the highest CNR number is 2018 as many as 193, while the lowest CNR is 2016 as many as 115. Keywords : Funnel Plot, Case Detection Rate (CDR), Case Notification Rate (CNR),                   Success Rate.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI Pasongli, Anita; Ratag, Budi T.; Kalesaran, Angela F.C
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nomophobia (No mobile phone phobia) merupakan gangguan abad ke-21 yang dihasilkan dari teknologi, dimana nomophobia menunjukkan rasa kecemasan atau tidak nyaman ketika tidak terhubung dengan smartphone. Mahasiswa adalah yang terbanyak mengalami nomophobia karena mahasiswa dikatakan sebagai awal menggunakan/memakai smartphone. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, usia, status tinggal, kepemilikan smartphone dan intensitas penggunaan smartphone dengan nomophobia. Penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan desain studi potong lintang (cross sectional  study) dengan populasi sebanyak 798 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi angkatan 2016-2019. Besar sampel penelitian sebanyak 210 mahasiswa, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Penelitian dilakukan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi dan pada bulan Juni sampai Oktober tahun 2020. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Uji statistik yang digunakan uji chi square test dan independent samples test dengan CI=95% (α=5%).  Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara jenis kelamin, usia, status tinggal, kepemilikan smatphone dan intensitas penggunaan smartphone dengan nomophobia, dengan p-value < 0,001.  Kata Kunci: faktor-faktor, nomophobia, mahasisw ABSTRACTNomophobia (No mobile phone phobia) is a 21st century disorder resulted from technology, with a sense of anxiety or discomfort when not connected to a smartphone. Students are the most experiencing nomophobia because students are said to be the first to use / use smartphones. The purpose of this study was to determine the relationship between gender, age, residence status, smartphone ownership and the intensity of smartphone use with nomophobia. This was an analytical survey research with a cross sectional study design, and the population was 798 students from Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, class 2016 to 2019. The sample size was 210 students, collected by simple random sampling technique. The research was conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University and from June to October 2020. The data was analyzed by univariate analysis and bivariate analysis. The statistical test used was the chi square test and independent samples test, with CI = 95% (α = 5%). The results showed that there was a relationship between gender, age, residence status, smartphone ownership and the intensity of smartphone use with nomophobia, with p-value <0.001. Keywords: factors, nomophobia, students
Co-Authors ., Gabriella Amisi, Marsella D. Asep Rahman Asrifudin, Afnal Astari, Virginia Budi T. Ratag Canon, Fiqhi A. Chintya, Prasuthio Chreisye Mandagi, Chreisye Dampi, Denada Jihan Derek, Chintya Doda, Diana V.D. Febi Kolibu, Febi Ferry Firmansyah Golung, Aimar Daniel Grace Debbie Kandou Grace, Taroreh G Herman, Ulqiyah Nurhusna Ibur, Chikita Amanda Kasi, Olivia Agatha Kaunang, Wulan J. P. Kaunang, Wulan P.J Kawatu, Paul A T Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul A. T Kawatu, Paul A.T Kawatu, Paul Artur Tennov Langi , Fima L. F. G. Londa, Putrisia Lotulung, Cindy C. Lotulung, Cindy Celine Lotulung, Megapresia Indri Lumintang, Fredlen Christo Sampouw Malonda, Nancy S. H Mamonto, Silviani Mamuko, Keysia M. Mandagi, Chreisye K. F. Mandagi, Chreisye Kardinalia Francisca Mandagi, Chreisye Kardinalia Fransisca Manganguwi, Sheryl Mantali, Arief Mantjoro, Eva M. Mantjoro, Eva. M. Manurung, Pebrina Maramis, Frilya I. Maukar, Veigy Maureen I. Punuh, Maureen I. Maya, Anugrah Menggasa, Evanly Relix Mokalu, Reinindo Aries Mokodompit, Pratiwi Monding, Faldano F. Moningka, Jessica S.Y. Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Neu, Cicilia Nina, Nurhayati Pasongli, Anita Paul A.T. Kawatu Pelleng, Debora Pesiwarissa, Disha N. Polan, Tri Vanny Sampe Punuh, Maureen Irinne Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rambolangi, Vincencius Rangga Wisesa Rawis, Gisela Irma Rewasan, Mariana Ricky C. Sondakh Rumagit, Holy C.N Rumambi, Euginia Firsty Ruru, Jessica Saliha, Jovi Sambeka, Rahelea Sambow, Triska T. Sekeon, Sekplin A.S. Sekeon, Sekplin S Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Selaindoong, Sefania J. Senduk, Miranda N.P. Seroy, Meywinsy Siagian, Friska Natasya Romauly Siampa, Jainer Pasca Sondakh, Ricky Constantyn Suhartoyo, Fitri Murnisari Sulaemana Engkeng, Sulaemana Supit, Muhammad Isra Alf L Talumewo, Olrike C. Tangkilisan, Jordi R. Abednego Tiku, Vicharie Tipa, Ericha Widya Tompodung, Vickly D.A. Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tumurang, Marjes Tuwongkesong, Fadillah Walangitan, Rayn Christian Waworuntu, Pramatia Grayni Wenas, Crifianny Wenur, Claudeo Primus Wokas, Claudia Natalia Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Wowor, Prisca Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang