Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KAPASITAS VITAL PARU PADA PENAMBANG EMAS DI DESA TATELU KABUPATEN MINAHASA UATARA Tipa, Ericha Widya; Kawatu, Paul A.; Kalesaran, Angela F. C.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pertambangan di Desa Tatelu, Kabupaten Minahasa Utara diidentifikasi memiliki keterbatasan fasilitas penunjang pertambangan, fasilitas bagi penambang serta keterbatasan tenaga ahli. Hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor terjadinya eksploitasi lingkungan berlebih dan menyebabkan timbuknya risiko terjadinya Kecelakaan Akibat Kerja (KAK) dan Penyakit Akibat Kerja (PAK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok dengan kapasitas vital paru pada penambang emas di Desa Tatelu, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian berjenis kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian yang dilakukan Pangkorung (2018). Variabel independen dalam penelitian ini adalah kebiasaan merokok, sementara variabel dependen dalam penelitian ini adalah kapasitas vital paru. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan p value = 0,0431 < α = 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dan kapasitas vital paru. Paparan asap rokok menyebabkan gangguan pada aliran pernafasan sehingga menyebabkan kapasitas vital paru tidak normal. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pekerja memiliki kapasitas vital paru yang tidak normal atau mengalami gangguan. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam melakukan sosialisasi dan meningkatkan akses fasilitas kesehatan. Kata Kunci:Pertambangan, Kapasitas Vital Paru, Kebiasaan Merokok. ABSTRACT The mining area in Tatelu Village, North Minahasa Regency has been identified as having limited mining supporting facilities, facilities for miners and limited experts. It can be a factor in the overexploitation of the environment and lead to the risk of occupational accidents and occupational diseases. This study aims to analyze the relationship between smoking habits and the vital lung capacity of gold miners in Tatelu Village, North Minahasa Regency. This type of research is quantitative with a cross-sectional design. This study uses secondary data from research conducted by Pangkorung (2018). The independent variable in this study was smoking habits, while the dependent variable in this study was the lungs' vital capacity. Data analysis was performed using SPSS software. The results of this study indicate p-value = 0.0431 <α = 0.05, which indicates that there is a relationship between smoking habits and lung vital capacity. Exposure to cigarette smoke disrupts the flow of breath, causing abnormal lung vital capacity. The results of this study indicate that the majority of workers have abnormal lung vital capacity or experience disorders. This condition needs to be the attention of local governments in conducting socialization and improving access to health facilities. Keywords: Mining, Lung Vital Capacity, Smoking Behavior
HUBUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN KELUHAN NECK PAIN PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI Monding, Faldano F.; Kawatu, Paul A.T; Kalesaran, Angela F.C
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa mengalami neck pain disebabkan karena terlalu sering membuang waktu untuk memainkan game online selama ≥ 12 bulan setiap hari daripada melakukan aktivitas/kegiatan lainnya, apabila kalah dengan lawan bermain akan merasakan frustasi/stress dan bermain lagi untuk membalas kekalahan, merasa tidak puas apabila bermain kurang dari dua jam, bermain game online dengan posisi duduk (statis/diam) dan kepala menunduk ke layar permainan menjadi penyebab responden mengalami neck pain. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kecanduan game online dengan keluhan neck pain pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara kecanduan game online dengan neck pain dengan tingkat kekuatan hubungan sangat kuat (angka koefisien korelasi 0,906**) dan kedua variabel searah (nilai correlation coefficient positif) yang artinya semakin tinggi/berat kecanduan game online responden maka semakin tinggi/berat pula mengalami neck pain.  Kata Kunci : Mahasiswa, Neck Pain, Kecanduan Game Online ABSTRACTStudents experience neck pain because they often waste time playing online games for ≥ 12 months every day instead of doing other activities / activities, if you lose to your opponent you will feel frustrated / stressed and play again to avenge your defeat, feel dissatisfied when playing less From two hours, playing online games in a sitting position (static / still) and the head bowed to the game screen was the reason respondents experienced neck pain. The research objective was to determine whether there was a relationship between online game addiction and complaints of neck pain in students of the Unsrat Public Health Faculty. The results showed that there was a relationship between online game addiction and neck pain with a very strong level of relationship strength (correlation coefficient value 0.906 **) and the two unidirectional variables (positive correlation coefficient value) which means that the higher / heavier the respondent's online game addiction is, the higher / it is also hard to experience neck pain. Keywords: College Students, Neck Pain, Online Game Addiction.
HUBUNGAN ANTARA AKTIFITAS FISIK DAN SOSIO DEMOGRAFI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PEGAWAI DINAS KESEHATAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Maukar, Veigy; Kalesaran, Angela F.C; Mantjoro, Eva M.
KESMAS Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup adalah keadaan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menilai kesejahteraan hidup seseorang baik dalam hal fisik, psikologis, sosial maupun spiritual. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup seseorang yaitu aktifitas fisik. Aktifitas fisik sendiri merupakan gerakan tubuh yang mengeluarkan energi, aktifitas fisik pun terdiri dari aktifitas fisik rendah, sedang dan berat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara aktifitas fisik, umur, jenis kelamin dan pendidikan dengan kualitas hidup pada Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan dengan desain penelitian Croos Sectional dan waktu pelaksaan penelitian dilakukan pada bulan oktober - November 2020. Responden dalam penelitian ini berjumlah 31 orang. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode wawancara dengan instrument penelitian yaitu kuesioner IPAQ, Sosiodemografi dan EQ-5D. Analisis data yang digunakan yaitu uji Chi Square dengan α=0,05. Hasil analisis yang didapat yaitu adanya hubungan antara aktifitas fisik dengan kualitas hidup pada Pegawai Dinas Kesehatan yaitu nilai p = 0,029, namun tidak terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, dan pendidikan dengan kualitas hidup. Kata Kunci : Aktifitas Fisik, Umur, Jenis Kelamin, Pendidikan, Kualitas Hidup ABSTRACT Quality of life is a perceived state in daily life to assess one's well-being both physically, psychologically, socially and spiritually. One of the factors that affect a person's quality of life is physical activity. Physical activity itself is a movement of the body that expends energy, physical activity also consists of low, moderate and heavy physical activity. The purpose of this study is to find out if there is a relationship between physical activity, age, gender and education with quality of life in the South Minahasa District Health Office Employees. This research is quantitative research using Croos Sectional research design and the timing of the implementation of research conducted in October - November 2020. Respondents in this study numbered 31 people. Data collection conducted using interview method with research instruments, namely IPAQ questionnaire, Sociodemography and EQ-5D. The data analysis used is chi square test with α=0.05. The results of the analysis obtained is the relationship between physical activity and quality of life in health service employees, namely the value of p = 0.029, but there is no relationship between age, gender, and education with quality of life. Keywords : Physical Activity, Age, Gender, Education, Quality of Life
HUBUNGAN ANTARA MEROKOK DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PRIA DI KELURAHAN TARATARA KECAMATAN TOMOHON BARAT KOTA TOMOHON Sambow, Triska T.; Ratag, Budi T.; Kalesaran, Angela F. C.
KESMAS Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jepang adalah Negara dengan indeks kualitas hidup tertinggi di Asia. Indeks kualitas hidup Indonesia berada di urutan ke-8 terendah dari 19 Negara di Asia. Di Asia Tenggara indeks kualitas hidup yang paling tinggi yaitu Singapura, Indonesia berada di peringkat ke-3 dari Negara di Asia Tenggara. Berdasarkan survei awal yang di lakukan pada 20 penduduk yang berjenis kelamin laki-laki di Kelurahan Taratara Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon terdapat 11 penduduk yang memiliki kualitas hidup kurang baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara merokok dan dukungan sosial dengan kualitas hidup pria di Kelurahan Taratara Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini di laksanakan secara online dengan menggunakan platform Google Form pada bulan Juli-Oktober 2020. Populasi pada penelitian ini yaitu penduduk berjenis kelamin laki-laki yang berusia ≥ 17 tahun, dan sampel dari penelitian ini yaitu 60 sampel di peroleh dengan teknik simple random sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil dari 60 responden terdapat 34 responden memiliki kualitas hidup baik pada domain fisik, 24 responden memiliki kualitas hidup baik pada domain psikologis, 45 responden memiliki kualitas hidup baik pada domain hubungan sosial, 39 responden memiliki kualitas hidup baik pada domain lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara merokok dengan kualitas hidup domain hubungan sosial (p = 0,02) serta terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup (p = 0,00) pria di Kelurahan Taratara Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon.Kata Kunci: Merokok, Dukungan Sosial, Kualitas HidupABSTRACTJapan is the country with the highest quality of life index in Asia. Indonesia's quality of life index is the 8th lowest out of 19 countries in Asia. In Southeast Asia, the highest quality of life index is Singapore, Indonesia is ranked 3rd from countries in Southeast Asia. Based on an initial survey conducted on 20 male residents in Taratara Village, West Tomohon District, Tomohon City, there are 11 residents who have a poor quality of life. The purpose of the study was to determine the relationship between smoking and social support with the quality of life of men in Taratara Village, West Tomohon District, Tomohon City. This research method uses an analytical survey research method with a cross sectional approach. This research was conducted online using the Google Form platform in July-October 2020. The population in this study was male population aged 17 years, and the sample of this study was 60 samples obtained by simple random sampling technique. Data analysis includes univariate analysis and bivariate analysis using Chi-Square test with 95% confidence level (α = 0.05). The results of 60 respondents were 34 respondents had a good quality of life in the physical domain, 24 respondents had a good quality of life in the psychological domain, 45 respondents had a good quality of life in the social relations domain, 39 respondents had a good quality of life in the environmental domain. The conclusion of this study is that there is a relationship betweensmoking and quality of life in the domain of social relations (p = 0.02) and there is a relationship between social support and quality of life (p = 0.00) for men in Taratara Village, West Tomohon District, Tomohon City.Keywords: Smoking, Social Support, Quality of Life
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PEGAWAI DI KANTOR DINAS KESEHATAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Moningka, Jessica S.Y.; Kalesaran, Angela F. C.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup menjadi indikator yang penting dalam mengukur pelayan kesehatan. Faktor yang dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup ialah dukungan sosial dan tingkat stres. Tujuan penelitian ialah mencari tahu hubungan antara dukungan sosial dan tingkat stres dengan kualitas hidup pada pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini memakai survey analitik dengan desain penelitian cross sectional dan diselenggarakan di bulan Juli-September tahun 2020. Populasi semua pegawai di kantor Dinas Kesehatan. Penelitian menggunakan total sampling, yakni semua pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan yaitu 62 pegawai. Analisis yang dipakai adalah analisis univariat dan analisis bivariat. memakai uji statistik Chi Squre). Hasil penelitian yang didapatkan dari veriabel dukungan sosial angka signifikansi (P Value) < 0,05 atau variabel dukungan sosial berhubungan terhadap kualitas hidup domain fisik dan psikologis. Namun untuk angka signifikansi (P Value) > 0,05 atau dukungan sosial tidak berhubungan terhadap  kualitas hidup domain hubungan sosial dan lingkungn. Pada variabel tingkat stres angka signifikan signifikansi (P Value) > 0,05 atau variabel tingkat stres tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap variabel kualitas hidup domain fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan pada pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan di masa Pandemi Covid-19. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Tingkat Stres, Kualitas Hidup ABSTRACTQuality of life is an important indicator in measuring health services. Factors that can affect the quality of life are social support and stress levels. The purpose of this study was to find out the relationship between social support and stress levels with the quality of life of employees at the South Minahasa District Health Office. This study uses an analytical survey with a cross sectional research design and was held in July-September 2020. The population is all employees at the Health Office office. The study used a total sampling, namely all employees at the South Minahasa District Health Office, namely 62 employees. The analysis used is univariate analysis and bivariate analysis. using the Chi Square statistical test). The results obtained from the social support variable have a significance value (P Value) <0.05 or the social support variable is related to the quality of life in the physical and psychological domains. However, the significance number (P Value) > 0.05 or social support is not related to the quality of life in the domain of social and environmental relations. In the stress level variable, the significance value (P Value) > 0.05 or the stress level variable does not have a significant relationship to the physical, psychological, social and environmental domain quality of life variables for employees at the South Minahasa District Health Office during the Pandemic covid-19. Keywords: Quality of life
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Tingkat Stres Dengan Kualitas Hidup Pada Pegawai Di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan Di Masa Pandemi Covid-19 Moningka, Jessica S.Y.; Kalesaran, Angela F. C.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup menjadi indikator yang penting dalam mengukur pelayan kesehatan. Faktor yang dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup ialah dukungan sosial dan tingkat stres. Tujuan penelitian ialah mencari tahu hubungan antara dukungan sosial dan tingkat stres dengan kualitas hidup pada pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini memakai survey analitik dengan desain penelitian cross sectional dan diselenggarakan di bulan Juli-September tahun 2020. Populasi semua pegawai di kantor Dinas Kesehatan. Penelitian menggunakan total sampling, yakni semua pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan yaitu 62 pegawai. Analisis yang dipakai adalah analisis univariat dan analisis bivariat. memakai uji statistik Chi Squre). Hasil penelitian yang didapatkan dari veriabel dukungan sosial angka signifikansi (P Value) < 0,05 atau variabel dukungan sosial berhubungan terhadap kualitas hidup domain fisik dan psikologis. Namun untuk angka signifikansi (P Value) > 0,05 atau dukungan sosial tidak berhubungan terhadap  kualitas hidup domain hubungan sosial dan lingkungn. Pada variabel tingkat stres angka signifikan signifikansi (P Value) > 0,05 atau variabel tingkat stres tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap variabel kualitas hidup domain fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan pada pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan di masa Pandemi Covid-19. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Tingkat Stres, Kualitas Hidup ABSTRACTQuality of life is an important indicator in measuring health services. Factors that can affect the quality of life are social support and stress levels. The purpose of this study was to find out the relationship between social support and stress levels with the quality of life of employees at the South Minahasa District Health Office. This study uses an analytical survey with a cross sectional research design and was held in July-September 2020. The population is all employees at the Health Office office. The study used a total sampling, namely all employees at the South Minahasa District Health Office, namely 62 employees. The analysis used is univariate analysis and bivariate analysis. using the Chi Square statistical test). The results obtained from the social support variable have a significance value (P Value) <0.05 or the social support variable is related to the quality of life in the physical and psychological domains. However, the significance number (P Value) > 0.05 or social support is not related to the quality of life in the domain of social and environmental relations. In the stress level variable, the significance value (P Value) > 0.05 or the stress level variable does not have a significant relationship to the physical, psychological, social and environmental domain quality of life variables for employees at the South Minahasa District Health Office during the Pandemic covid-19. Keywords : social support and stress levels with the quality of life of employees
Studi Ekologi Obesitas Sentral Dengan Diabetes Melitus Pada Penduduk Usia Di Atas 15 Tahun Di Indonesia Rewasan, Mariana; Langi, F.L. Fredrik G.; Kalesaran, Angela F.C.
KESMAS Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, serangan jantung, stroke dan amputasi tungkai bawah. Prevalensi Diabetes Melitus pada usia >15 tahun di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 2% dari tahun 2013 sampai tahun 2018. Obesitas adalah faktor risiko Diabetes Melitus yang paling penting untuk diperhatikan. Prevalensi obesitas sentral di Indonesia pada tahun 2007 yaitu 18,8%, kemudian mengalami kenaikan pada tahun 2013 yaitu 26,6%, dan tetap mengalami kenaikan pada tahun 2018 menjadi 31%. Melonjaknya angka kejadian Diabetes tipe 2 sangat terkait dengan obesitas sentral. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan obesitas sentral dengan Diabetes Melitus pada penduduk usia di atas 15 tahun di Indonesia. Desain studi ekologi menggunakan data agregat atau data sekunder dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah proporsi obesitas sentral dan Diabetes Melitus pada penduduk berusia >15 tahun yang datanya dikelompokkan menurut provinsi yang ada di Indonesia yaitu 34 provinsi. Analisis yang digunakan yaitu multivariat dengan menggunakan uji analisis regresi linier berganda. Hasil uji korelasi pearson antara obesitas sentral dan Diabetes Melitus memiliki nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.64 yang menunjukkan derajat hubungan yang positif dengan kekuatan korelasi yang kuat. Hasil uji parsial (T) antara obesitas sentral dengan Diabetes Melitus menunjukkan nilai signifikansi (P Value) <0.05 yaitu 0.001, sehingga berdasarkan perbandingan tersebut maka obesitas sentral mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Diabetes Melitus, sedangkan variabel demografi (umur, jenis kelamin, jenis tempat tinggal) memiliki nilai signifikansi >0.05 sehingga tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan Diabetes Melitus. Hasil uji simultan (Uji F) menunjukkan nilai F hitung sebesar 2.16 dengan nilai signifikansi <0.05 yaitu 0.014 yang berarti bahwa obesitas sentral dan faktor demografi mempunyai pengaruh secara simultan terhadap Diabetes Melitus. Nilai koefisiensi determinan (R square) adalah 0.339 yang berarti bahwa obesitas sentral dan faktor demografi berpengaruh terhadap Diabetes Melitus sebesar 33.9%. Kata kunci: Obesitas Sentral, Diabetes Melitus ABSTRACTDiabetes Mellitus isia leading cause of blindness, kidney failure, heart attacks, strokes and lower limb amputations. The prevalence of Diabetes Mellitus at the age of >15 years in Indonesia has increased by 2% from 2013 to 2018. Obesity is the most important risk factor for Diabetes Mellitus to pay attention. The prevalence of central obesity in Indonesia in 2007 was 18.8%, then increased in 2013 to 26.6%, and continued to increase in 2018 to 31%. The soaring incidenceiofitypei2idiabetesiis strongly associatediwith central obesity. Theipurposeiofithisistudyiwasitoifind outitheirelationshipibetween central obesity with Diabetes Mellitus in population aged over 15 years in Indonesia. The design of the ecological study uses aggregate data or secondary data from Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018. Theipopulationiandisampleiinithisistudyiareithe proportion of central obesity and Diabetes Mellitus in the population aged >15 years whose data are grouped by province in Indonesia with a total 34 provinces. The analysis uses is multivariate using multiple liner regression analysis test. The results of the pearson correlation test between central obesity and Diabetes Mellitus have a correlation coefficient (r) of 0.64 which indicates a positive degree of relationship with a strong correlation strength. The results of the partial test (T test) between central obesity and Diabetes Mellitus showed a significance value (P Value) <0.05, which is 0.001, so that based on this comparison, central obesity had a significant effect on Diabetes Mellitus, while demographic variables (age, gender, type of place living) has a significance value >0.05 so it does not have a significant relationship with Diabetes Mellitus. Simultaneous test results (F test) show the calculated Fivalueiof 2.16 withiaisignificanceivalueiofi<0.05, which is 0.014, which means that central obesity and demographic factors have a simultaneous influence on diabetes mellitus. The value of the determinant coefficient (R square) is 0.339, which means that central obesity and demographic factors affect diabetes mellitus by 33.9%. Keywords: Central Obesity, Diabetes Mellitus 
Artikel FAKTOR RISIKO GASTRITIS DI PUSKESMAS TOMBATU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA: STUDI KASUS KONTROL Tumbelaka, Oktaviany C. C.; Kalesaran, Angela F. C.; Kandou, Grace D.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36938

Abstract

Gastritis merupakan penyakit yang memiliki jumlah kasus tinggi di Dunia dengan angka insiden mencapai 1,8 - 2,1 juta dari jumlah penduduk setiap tahunnya. Indonesia, gastritis menempati urutan ke-6 dengan total kasus 33.580 pasien rawat inap di Rumah Sakit. Tahun 2022, gastritis menempati posisi ketiga di Kabupaten Minahasa Tenggara (4.731) dan di Puskesmas Tombatu (1.222). Berbagai faktor dapat berkontribusi terhadap munculnya gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko gastritis di Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara pada bulan Oktober sampai November tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Penelitian ini mencakup populasi 186 pasien, dengan total sampel 136 dengan perbandingan 1:1 kelompok kasus dan kontrol yang diambil melalui teknik purposive sampling. Varibael bebas penelitian ini adalah kebiasaan makan, kebiasaan merokok, konsumsi kopi dan stres, dengan variabel terikatnya gastritis. Instrumen utama yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square yang menguji hubungan dan faktor risiko antara berbagai faktor dengan gastritis. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kopi dengan gastritis, yang ditunjukkan dengan nilai p sebesar 0,008 dengan OR sebesar 3,073. Variabel pola makan (p-value: 0.610, OR: 3.092), kebiasaan merokok (p-value: 0.689, OR: 1.272), dan tingkat stres (p-value: 0.062, OR: 7.689) memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan gastritis. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi dengan gastritis di Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. Namun tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara variable lainnya.
Pendampingan Penggunaan Media Sosial Sebagai Upaya Kesehatan Mental Peserta Didik di Wilayah Pesisir Kecamatan Wori Mandagi, Chreisye Kardinalia Fransisca; Sondakh, Ricky C.; Punuh, Maureen I.; Asrifuddin, Afnal; Kalesaran, Angela F. C.
Ilmu Komputer untuk Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/ilkomas.v5i2.2460

Abstract

Media Sosial adalah cara cepat pagi peserta didik dalam mencari informasi di era digitalisasi saat ini. Salah satu masalah adalah banyak yang salah mempergunakan media sosial sehingga  menyebabkan banyak terjadi perundungan yang mempengaruhi kesehatan mental. Hal ini menjadi sangat krusial sehingga membutuhkan pendampingan dalam penggunaan media sosial tersebut. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh pendampingan penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental peserta didik di wilayah pesisir. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang bahaya dan akibat penggunaan media sosial yang tidak tepat, dimana sebelum diberikan materi dilakukan pre tes kemudian setelah penyuluhan dilanjutkan pemberian pos tes sehingga dapat mengetahui tingkat pemahaman pada materi yang diberikan.  Hasilnya  menunjukkan sebagian besar peserta didik dapat menjawab dengan baik. Pendampingan menjadi langkah strategis dan efektif mengelola dampak negatif media sosial serta meningkatkan interaksi positif dan meningkatkan kesehatan mental peserta didik di wilayah pesisir.  
Pengukuran Status Gizi dan Edukasi Anemia pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Wori Kabupaten Minahasa Utara Punuh, Maureen Irinne; Engkeng, Sulaemana; Mandagi, Chreisye; Kalesaran, Angela; Akili, Rahayu; Asrifudin, Afnal
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16461

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok rentan terhadap anemia defisiensi besi. Remaja putri yang menderita anemia berdampak pada kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang sebagai calon ibu, jika tidak dilakukan upaya pencegahan. Pengukuran status gizi merupakan skrining awal terhadap remaja putri yang anemia. Anemia pada remaja putri diakibatkan karena asupan makanan yang kurang mengandung zat besi dan pengetahuan tentang anemia. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan dua kegiatan yaitu menentukan status gizi remaja putri lewat pengukuran Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U), Lingkar Lengan Atas (Lila) dan mengukur tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia dan pencegahannya. Kegiatan dilakukan pada 33 remaja putri siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Wori Kabupaten Minahasa. Hasil menunjukkan persentase status gizi kategori baik sebesar 78,8% dan sebesar 81,8% remaja putri tidak berisiko Kurang Energi Kronik (KEK). Remaja putri memiliki status gizi kategori gizi kurang sebesar 9,1% dan berisiko KEK sebesar 18,2%. Hasil Pengukuran tingkat pengetahuan anemia dan pencegahannya menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi berupa penyuluhan. Perlu adanya pemantauan status gizi secara teratur pada remaja putri yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah.
Co-Authors ., Gabriella Amisi, Marsella D. Asep Rahman Asrifudin, Afnal Astari, Virginia Budi T. Ratag Canon, Fiqhi A. Chintya, Prasuthio Chreisye Mandagi, Chreisye Dampi, Denada Jihan Derek, Chintya Doda, Diana V.D. Febi Kolibu, Febi Ferry Firmansyah Golung, Aimar Daniel Grace Debbie Kandou Grace, Taroreh G Herman, Ulqiyah Nurhusna Ibur, Chikita Amanda Kasi, Olivia Agatha Kaunang, Wulan J. P. Kaunang, Wulan P.J Kawatu, Paul A T Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul A. T Kawatu, Paul A.T Kawatu, Paul Artur Tennov Langi , Fima L. F. G. Londa, Putrisia Lotulung, Cindy C. Lotulung, Cindy Celine Lotulung, Megapresia Indri Lumintang, Fredlen Christo Sampouw Malonda, Nancy S. H Mamonto, Silviani Mamuko, Keysia M. Mandagi, Chreisye K. F. Mandagi, Chreisye Kardinalia Francisca Mandagi, Chreisye Kardinalia Fransisca Manganguwi, Sheryl Mantali, Arief Mantjoro, Eva M. Mantjoro, Eva. M. Manurung, Pebrina Maramis, Frilya I. Maukar, Veigy Maureen I. Punuh, Maureen I. Maya, Anugrah Menggasa, Evanly Relix Mokalu, Reinindo Aries Mokodompit, Pratiwi Monding, Faldano F. Moningka, Jessica S.Y. Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Neu, Cicilia Nina, Nurhayati Pasongli, Anita Paul A.T. Kawatu Pelleng, Debora Pesiwarissa, Disha N. Polan, Tri Vanny Sampe Punuh, Maureen Irinne Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rambolangi, Vincencius Rangga Wisesa Rawis, Gisela Irma Rewasan, Mariana Ricky C. Sondakh Rumagit, Holy C.N Rumambi, Euginia Firsty Ruru, Jessica Saliha, Jovi Sambeka, Rahelea Sambow, Triska T. Sekeon, Sekplin A.S. Sekeon, Sekplin S Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Selaindoong, Sefania J. Senduk, Miranda N.P. Seroy, Meywinsy Siagian, Friska Natasya Romauly Siampa, Jainer Pasca Sondakh, Ricky Constantyn Suhartoyo, Fitri Murnisari Sulaemana Engkeng, Sulaemana Supit, Muhammad Isra Alf L Talumewo, Olrike C. Tangkilisan, Jordi R. Abednego Tiku, Vicharie Tipa, Ericha Widya Tompodung, Vickly D.A. Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tumurang, Marjes Tuwongkesong, Fadillah Walangitan, Rayn Christian Waworuntu, Pramatia Grayni Wenas, Crifianny Wenur, Claudeo Primus Wokas, Claudia Natalia Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Wowor, Prisca Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang