Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Transportation Control Model Of Medan Center Market Herawati Simanjuntak, Sariguna; Tarigan, Johannes; Siagian, Morida
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 3 No. 12 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v3i12.871

Abstract

Millions of Indonesians still supply their daily needs to a traditional market that is synonymous with the lower middle class. The study aimed at the problem of transportation at the center of the terrain city market and how to find solutions to the transport problem. The terrain city market center as a first-class market in the terrain city is one of the largest in the terrain city. One of the problems at the center of the terrain city market is that of transportation, which involves the daily congestion we encounter at a very critical stage. The central market for the city of Medan does seem to be physically, financially and under. In the study, problems are set in place (1) what is the current condition of the urban market and (2) what is the solution to the transportation problems that exist in the municipal market center? Using transportation control model approaches in the center of the city market that will be directly observed and analyzed using Vissim software. Researchers in this regard took a direct look at the problem at the city market center. Studies indicate that economic activity in the central urban market area has significant transportation problems, especially congestion. With the transport conditions and until the moment.
KAJIAN STRUKTUR ISTANA MAIMUN DALAM MERESPON GAYA GEMPA Nusyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan; Muthia Harahap; Hari Adjie Winata; Sheila Hani
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 8 No. 1 (2022): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i1 JUN.36064

Abstract

Kawasan Sumatera Utara terdapat dua lempeng aktif (Eurasia) dan beberapa gunung berapi yang aktif, dan berpotensi menimbulkan gempa yang dapat merusak struktur rumah tinggal. Tingginya aktivitas vulkanik gunung Sinabung beberapa tahun terakhir hingga menimbulkan gempa sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Sumatera Utara. Masyarakat Sumatera Utara memiliki Istana Maimun, sebuah bangunan bersejarah yang didesain tahan terhadap gempa, sebelum adanya aturan dan standarisasi bangunan tahan gempa ada. Penelitian ini dilakukan di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Struktur dimodelkan menjadi frame dan model 3D. Dilakukan analisis ketidakberaturan struktur dan respon spektra dengan SAP 2000. Istana Maimun teratur secara horizontal tetapi tidak beraturan secara vertikal yaitu ketidakberaturan massa, geometri vertikal, diskontinuitas arah penahan gaya horizontal. Dari hasil analisis SAP 2000, diperoleh reaksi struktur dan batasan yaitu periode struktur 0,335 detik (< 0,4676 detik), gaya geser dasar 1455,476 kN (> 80% Vstatis = 1324,7 kN), , simpangan maksimum sebesar 7,301 mm (< 150 mm). Berdasarkan parameter tersebut, disimpulkan Istana Maimun aman terhadap gempa. Kata Kunci: Gaya Geser Dasar, Ketidakteraturan, Periode Struktur, Reaksi Struktur, Simpangan ABSTRACT In North Sumatra, there are two active plates (Eurasia) and several active volcanoes, which have the potential to cause earthquakes that can damage residential structures. The high volcanic activity of Mount Sinabung in recent years to cause an earthquake has greatly affected the lives of the people of North Sumatra. The people of North Sumatra have the Maimun Palace, a historic building designed to withstand earthquakes, before the rules and standards for earthquake-resistant buildings existed. This research was conducted on Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun District, Medan City. Structures are modeled into frames and 3D model. An analysis of structural irregularities and response spectra with SAP 2000 was performed. Maimun Palace is horizontally regular but vertically irregular, namely mass irregularity, vertical geometry, direction discontinuity in resisting horizontal forces. From the results of the SAP 2000 analysis, the structural reaction and boundary obtained are structure period 0.335 seconds (< 0.4676 seconds), basic shear force 1455,476 kN (> 80% Vstatic = 1324.7 kN), maximum deviation of 7.301 mm ( < 150 mm). Based on these parameters, it is concluded that Maimun Palace is safe against earthquakes.Keywords: Basic shear force, irregularity, structural periode, structural reaction, deviation
Analisis Optimalisasi Biaya dan Waktu dalam Perencanaan Bangunan Irigasi Sawah Menggunakan Pendekatan Value Engineering Fikri Damara; Johannes Tarigan; Gina Cynthia Raphita Hasibuan
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v5i3.910

Abstract

Pembangunan infrastruktur irigasi sawah memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Namun, pelaksanaan proyek irigasi sering menghadapi permasalahan berupa pembengkakan biaya, waktu pelaksanaan yang panjang , Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi biaya, waktu tanpa mengurangi mutu pada perencanaan bangunan irigasi sawah menggunakan pendekatan Value Engineering (VE) di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian dilakukan dengan mengevaluasi beberapa alternatif struktur saluran sekunder, yaitu beton bertulang, pasangan batu kali, dan U-Ditch precast. Metode penelitian menggunakan tahapan Value Engineering meliputi tahap informasi, analisis fungsi, kreativitas, evaluasi, dan rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif beton bertulang 60×40 cm menghasilkan penghematan biaya terbesar sebesar 50,09%, sedangkan alternatif U-Ditch precast 60×40 memberikan percepatan waktu pelaksanaan terbaik sebesar 65,52% dibandingkan perencanaan awal. Alternatif U-Ditch precast dipilih sebagai alternatif paling optimal karena mampu memberikan keseimbangan antara efisiensi biaya, percepatan waktu pelaksanaan, dan pemenuhan mutu teknis. Penggunaan sistem pracetak juga dinilai lebih efektif dalam mendukung keberlanjutan distribusi air irigasi sehingga tidak mengganggu masa tanam petani. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan Value Engineering pada tahap perencanaan mampu menghasilkan alternatif desain yang lebih efisien dan mendukung pembangunan infrastruktur pertanian.