Claim Missing Document
Check
Articles

MAKNA INTERAKSI SOSIAL TOKOH UTAMA NOVEL RANTAU 1 MUARA KARYA AHMAD FUADI (PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA) Lisa Ri’pi; Dina Gasong; Herman Kandari’
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2022): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v4i1.1920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwujudan Interaksi Sosial Tokoh Utama Novel Rantau 1 Muara Karya Ahmad Fuadi Kajian Sosiologi Sastra. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini bersumber dari novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi. Pengumpulan data menggunakan dua teknik (1) teknik baca yaitu untuk memperoleh data berupa interaksi sosial yang terdapat dalam novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi untuk dapat digunakan sebagai bahan penelitian, (2) teknik catat yaitu untuk mencatat data hasil temuan setelah proses membaca, Hasil penelitian ini adalah ditemukan bentuk-bentuk interaksi sosial asosiatif dan disosiatif. Asosiatif dibedakan menjadi tiga bagian yaitu, (1) kerja sama merupakan aktivitas antara tokoh utama dengan kelompok demi mencapai tujuan bersama, (2) akomodasi merupakan aktivitas dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi antar tokoh utama dengan kelompok lain, (3) asimilasi merupakan usaha dalam mengurangi perbedaan demi menghindari pertentangan. Sedangkan bentuk interaksi disosiatif dibedakan menjadi tiga bagian yakni, (1) persaingan merupakan keadaan tokoh utama yang mengalami persaingan dengan kelompok lain, (2) kontravensi merupakan keadaan tokoh utama yang memiliki perasaan tidak suka terhadap orang lain, (3) konflik merupakan suatu masalah yang terjadi antara tokoh utama yang bisa menyakiti satu sama lain karena kebencian atau kemarahan.
NILAI PERJUANGAN DALAM NOVEL BARA SURAT TERAKHIR SEORANG PENGELANA KARYA FEBRIALDI R. Stepanus Patandung; Herman Kandari; Dina Gasong
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v5i1.1933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Nilai Perjuangan dalam Novel Bara Surat Terakhir Seorang Pengelana karya Febrialdi R. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini, dari Novel Bara Surat Terakhir Seorang Pengelana. Pengumpulan data menggunakan teknik baca untuk memperoleh data-data berupa nilai perjuangan yang terkandung dalam novel Bara Surat Terakhir Seorang Pengelana karya Febrialdi R. Teknik catat digunakan untuk mencatat data dalam novel Bara Surat Terakhir Seorang Pengelana Karya Febrialdi R. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai perjuangan dalam novel Bara Surat Terakhir Seorang Pengelana ada tujuh nilai perjuangan yaitu nilai rela berkorban, nilai persatuan, nilai harga-menghargai, nilai kerjasama, nilai tanggung jawab, nilai sabar dan pantang menyerah, nilai perjuangan bangkit dari keterpurukan.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN JOYFULL LEARNING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS X SMK KRISTEN HARAPAN Christin Tiku Tanga; Dina Gasong; Berthin Simega
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v5i2.2341

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran joyfull learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia pada kelas X TAB SMK Kristen Harapan. Penelitian dengan judul “Penerapan Strategi Pembelajaran Joyfull Learning Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas X SMK Kristen Harapan”, ini termasuk dalam konsep pendekatan penelitian kombinasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X TAB SMK Kristen Harapan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling sehingga terpilih kelas X TAB E sebagai sampel dengan jumlah 33 orang siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian yaitu: (1) wawancara terhadap guru selaku narasumber yang menerapkan strategi pembelajaran joyfull learning, (2) wawancara terhadap siswa, (3) lembar observasi aktivitas guru dalam menerapkan strategi pembelajaran joyfull learning, (4) lembar observasi aktivitas siswa, dan (5) instrumen angket bagi siswa untuk mengetahui sejauh mana mereka senang dalam belajar bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) strategi pembelajaran joyfull learning efektif diterapkan pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X TAB SMK Kristen Harapan, (2) dari tabel indikator nilai pendidikan bahasa Indonesia kelas X TAB, strategi pembelajaran joyfull learning pada pembelajaran bahasa Indonesia berdampak baik bagi peningkatan prestasi dan nilai siswa, dan (3) ada beberapa kendala yang dialami oleh guru diantaranya yaitu pembelajaran yang dilakukan terlalu lama yaitu selama 4 jam dan itu bisa membuat siswa kelelahan dan jenuh. Konsep pembelajaran yang memacu keaktifan di kelas membuat beberapa siswa yang memang berkarakter introvert mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri walaupun pembelajaran dilakukan tanpa adanya perasaan terpaksa atau tekanan (not under presus).
Pemberdayaan Masyarakat Lembang Rantedada Melalui Pembinaan Sastra Lisan Berbasis Budaya Lokal Milka; Berthin Simega; Dina Gasong; Rita Tanduk; Herman Kandari; Theresyam Kabanga; Perdy Karuru; Elvira Pasila; Sallolo Suluh
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8934

Abstract

Bahasa daerah dapat menjadi bukti adanya peradaban dan budaya yang diwariskan kepada generasi muda baik secara lisan maupun tertulis. Salah satu langkah strategis dalam melestarikan Bahasa daerah yaitu melalui pendokumentasian. Cerita rakyat (ulelean Toraya) yang terdapat di Masyarakat Toraja khususnya di Lembang (desa) Rantedada sudah jarang diperdengarkan kepada anak-anak usia sekolah. Guru TK dan guru Sekolah Minggu Gereja Toraja (SMGT) juga belum terampil dalam mendongengkan kisah-kisah dari cerita rakyat Toraja (ulelean Toraya). Permasalahan yang dihadapi mitra dapat diselesaikan melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang berjudul Pemberdayaan Masyarakat Lembang Rantedada melalui Pembinaan Sastra Lisan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini melalui penyuluhan kepada orangtua dan pelatihan bagi siswa dan guru TK serta SMGT. Penyuluhan dan pelatihan sangat penting dilakukan sebagai Langkah awal dalam pelaksanaan PKM ini untuk menyamakan persepsi tentang pentingnya berkontribusi dalam pelestarian Bahasa Toraja
Dampak Penggunaan Disfemisme Para Gamers Pada Media Sosial Youtube ., Rina; Tanduk, Rita; Gasong, Dina
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v3i1.1549

Abstract

The aim of this research is to explain the form and meaning of dysphemism expressions in content created by gamers on YouTube social media channels and to explain the impact of the use of dysphemism on the implications of character education. The type of research used is a qualitative descriptive method. Data collection procedures were carried out using tapping, note-taking and documentation techniques. The data analysis method used in this research uses descriptive analysis techniques with the triangulation method. The research results found in this study concluded that the use of dysphemism by game content creators on their YouTube channels contained five types of dysphemism expressions including; (a) the use of taboo terms, such as words that cannot be said, taboos, or prohibitions; (b) obscene cursing and swearing; (c) comparison of humans with animals; (d) nicknames or greetings related to human physical characteristics; and (e) terms of ridicule and disrespect towards someone. Meanwhile, the impact of dysphemism on character education in this research is in the form of; (1) Violation of religious values; (2) violation of the value of love of peace; (3) violation of the value of responsibility.
Pengaruh Penerapan Pendekatan Etnopedagogi Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Sarira, Faskalia Senniaty; Baan, Anastasia; Gasong, Dina
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v3i1.1550

Abstract

The aim of this research is to describe the influence of applying an ethnopedagogy approach in Indonesian language learning on improving student learning outcomes at SMP Negeri 4 Sesean Satap. The research was carried out using an experimental method. Data collection procedures were carried out using observation, tests, documentation and questionnaires. The data analysis method used in this research is a quantitative data analysis technique using a simple linear regression test. The results of this research indicate that the application of an ethnopedagogical approach in learning Indonesian has a positive effect on improving student learning outcomes at SMP Negeri 4 Sesean Satap. This is proven by the hypothesis test (t test) where the value is 0.00 <0.05 and the t value is 7.623> t table 1.693. These results are in accordance with the respondents' answers to the questionnaire who chose the answers strongly agree and agree.
Pengaruh Sugesti Imajinasi Dengan Teknik Hypnoteaching Terhadap Keterampilan Menulis Cerpen Pasoloran, Resli; Gasong, Dina; Dewi, Resnita
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v3i1.1551

Abstract

The aim of this research is to find out whether there is an effect of applying the imagination suggestion method with hypnoteaching techniques to improve students' short story writing skills at SMPN 2 Rantepao and whether the application of this method is effective in stimulating students' creative ideas in writing short stories. The type of research used is quantitative research with a quasi-experimental research design. Data collection procedures were carried out using test, questionnaire, observation and treatment methods. Data analysis techniques using test result data management and statistical analysis. The research results found in this study can be concluded that the two classes as well as the pretest and posttest data are samples that are not normally distributed. Paired Sample Test Results t Test obtained Sig. (2-Tailed) of 0.000<0.005 in the control class and 0.000<0.005 for the experimental class, so it can be concluded that there is a difference in the average pretest and posttest learning outcomes in the two classes. Based on the Independent Sample Test, data was obtained that there was an average or mean value in the experimental class posttest of 83.66 and 76.54 in the control class. This value can be interpreted as the average value in the experimental class being higher than the control class. Thus hypothesis H0 is rejected and hypothesis H1 is accepted.
Kompetensi Profesionalisme Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pawan, Fredy; Gasong, Dina; Tanduk, Rita
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v3i1.1555

Abstract

The aim of this research is to determine whether there are differences in the teaching results of teachers who are committed to their duties and responsibilities based on educational professionalism competencies, in relation to the achievement of the students being taught. The research was conducted using a qualitative approach. Data collection procedures were carried out using observation, interviews, documentation studies and questionnaire methods. The data analysis method used in this research is qualitative and quantitative data analysis. The results of this research show that a number of teachers ± 63% of the teaching staff can be categorized according to educational competence and professionally carry out their duties. There is still a perceived shortage of teachers, so the allocation of additional teachers should be those who have competence and have a teaching certificate and a teaching certificate. Opportunities and challenges in improving the quality of education still require awareness from the government and all related parties, including teachers, to instill awareness of their professionalism and competence as educators whose success greatly influences the quality of the school outcomes they provide.
Kesantunan Komunikasi Pada Media Cetak Elektronik Sebagai Pembentuk Integritas Pembaca Kendek, Martina Asri; Gasong, Dina; Simega, Berthin
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v3i1.1556

Abstract

The aim of this research is to describe positive and negative politeness strategies based on Brown and Levinson's theory of politeness and how polite communication in electronic print media forms reader integrity. The research was conducted as a qualitative type of research. Data collection procedures were carried out using reading techniques, note-taking techniques and documentation techniques. The data analysis method was carried out in four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and verification and conclusions. The results of this research show that communication politeness in electronic print media uses fifteen positive politeness strategies and eight negative politeness strategies. The fifteen positive politeness strategies and eight negative politeness strategies used by the three electronic print media consisting of detiknews.com, kompas.com, and tribunnews.com, namely speakers and readers (listeners/readers) are marked with words, phrases, clauses, and sentences on electronic print media. The politeness of communication in electronic print media used by the three electronic print media consisting of detiknews.com, kompas.com, and tribunnews.com, as forming the integrity of readers, is marked in words, phrases, clauses and sentences, namely being critical, creative, excel, and be responsible for oneself, the environment, family, and apply it in everyday life.
The Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Melalui Gerakan Literasi Sekolah Untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa Labi, Bongga; Tanduk, Rita; Gasong, Dina
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2024): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v3i3.1973

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai strategi kepemimpinan kepala sekolah melalui gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa di SMP Negeri 1 Sesenapadang. Adapun tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan strategi kepemimpinan kepala sekolah melalui pelaksanaan gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa di SMP Negeri 1 Sesenapadang, (2) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa di SMP Negeri 1 Sesenapadang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif-Deskriptif. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian sebagai berikut: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) Strategi kepemimpinan kepala sekolah melalui gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa yaitu menghimbau kepada guru untuk memberikan tugas dan waktu kepada siswa untuk membaca, memberikan motivasi kepada siswa untuk membaca, penambahan koleksi buku dari berbagai sumber dan melakukan literasi keagamaan, (2) Faktor yang menjadi pendukung Kepala Sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa yaitu; sarana dan prasarana, motivasi yang tinggi dan kerja sama yang baik. Sedangkan faktor penghambat dalam meningkatkan minat baca siswa yaitu: komunikasi yang kurang baik, masih kurangnya buku bacaan, masih kurangnya jaringan internet, faktor dari dalam diri siswa, dan faktor lingkungan sekolah.