Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Upaya Pemerintah Dalam Pemulihan Sektor Pariwisata Pasca Pandemi Covid 19 Di Aceh sarmila, sarmila; Furqan, M. Hafizul
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 8, No 1.1 (2023): Edisi Khusus Jurnal Pendidikan Geosfer Juli 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v8i1.1.32119

Abstract

ABSTRAK Covid 19 mempengaruhi banyak sektor sepanjang tahun 2020 yang merebak secara global di Indonesia, salah satunya sektor pariwisata. Sektor pariwisata mengalami dampak yang besar. Penurunan kunjungan wisatawan pada tahun 2019-2020 yakni menurun sebanyak 1.279.431 wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai upaya yang di lakukan Pemerintah dalam pemulihan pasca Covid 19. Untuk membangkitkan sektor pariwisata di Provinsi Aceh, Penelitian ini di lakukan menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan wawancara dengan informan penelitian kepada kepala seksi analisa pengembangan segmen pasar Dinas budaya dan pariwisata Provinsi Aceh. Di analisis dengan teknik Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, Penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian yang telah di lakukan, Pemerintah Aceh melakukan strategi dan mitigasi yang terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tanggap darurat, pemulihan, dan New normal. Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah, para pelaku usaha dan industri wisata berhasil untuk meningkatkan aktivitas pariwisata. Jumlah wisatawan mulai merangkak naik seiring kepercayaan mereka akan penerapan protokol kesehatan yang berbasis CHSE. Kebijakan dan usaha yang di lakukan oleh pemerintah Aceh telah membuat pariwisata di Aceh kembali bangkit dan sedikit demi sedikit menjadi normal kembali. Semua itu tentu saja berkat dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak yang terlibat.Kata kunci : Pandemi, Pariwisata, Normalisasi, Strategi, CHSE
IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG IKLIM (ProKlim) DI GAMPONG LAMBUNG KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH Furqan, M. Hafizul; Azis, Daska; Wahyuni, Risma
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v5i2.21691

Abstract

MENGINTEGRASIKAN TARL, SEL, DAN PBL MENINGKATKAN LITERASI HISTORIS DAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA Kamza, Muhjam; Furqan, M. Hafizul; Zaki, Ammar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 10, No 4 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v10i4.36098

Abstract

Pendekatan konvensional dalam pendidikan sejarah di perguruan tinggi Indonesia seringkali memprioritaskan hafalan konten dibandingkan keterlibatan kritis dengan narasi historis, menghasilkan lulusan yang kurang memiliki literasi historis dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini mengkaji kerangka konseptual untuk mengintegrasikan Teaching at the Right Level (TaRL), Social-Emotional Learning (SEL), dan Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan literasi historis dan berpikir kritis mahasiswa pendidikan sejarah Universitas Syiah Kuala. Menggunakan metodologi tinjauan pustaka sistematis berdasarkan PRISMA, penelitian ini menganalisis 45 artikel peer-reviewed dari jurnal internasional yang dipublikasikan antara tahun 2021 hingga 2025. Temuan menunjukkan bahwa TaRL mengatasi heterogenitas pembelajaran melalui instruksi terdiferensiasi, SEL mengembangkan kompetensi intrapersonal dan interpersonal yang esensial untuk inkuiri historis kolaboratif, sementara PBL menyediakan konteks autentik untuk mengaplikasikan pengetahuan historis pada masalah kompleks. Integrasi ketiga pendekatan ini menciptakan sinergi pedagogis yang mentransformasi transmisi pengetahuan pasif menjadi konstruksi pengetahuan aktif. Kebaruan penelitian ini terletak pada usulan model integrasi triadik yang secara simultan menangani dimensi kognitif, afektif, dan sosial pembelajaran sejarah, mengisi kesenjangan kritis dalam literatur pendidikan sejarah yang biasanya mengkaji pendekatan-pendekatan ini secara terpisah. Kerangka integratif ini menawarkan implikasi signifikan untuk mendesain ulang program pendidikan guru sejarah di Indonesia.