Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Kurios

Menstimulasi Praktik Gereja Rumah di tengah Pandemi Covid-19 Fransiskus Irwan Widjaja; Candra Gunawan Marisi; T. Mangiring Tua Togatorop; Handreas Hartono
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i1.166

Abstract

This paper is an analysis of various collective resources to consider the current practice of churches in Indonesia in connection with the Covid-19 pandemic. Government regulations have restricted social gatherings, including worship in churches, to break the chain of the spread of this deadly plague. Finally, worship was held online by adopting internet-based technology to carry out worship in their respective homes. This paper is qualitative research litera-ture to analyze the Covid-19 phenomenon from the perspective of Christian theology. As a conclusion, the church must see the pandemic outbreak as an opportunity to stimulate the rise of house churches through the government's social restriction policy regarding religious worship. The house church is typical of the church carried out by the early church in the Acts. Abstrak Paper ini adalah analisis berbagai sumber daya kolektif untuk mem-pertimbangkan praktik gereja-gereja di Indonesia saat ini sehubungan dengan pandemi Covid-19. Peraturan pemerintah telah membatasi pertemuan sosial, termasuk ibadah di gereja demi memutus rantai penyebaran wabah yang mematikan ini. Akhirnya, ibadah pun diadakan secara online dengan mengadopsi teknologi berbasis internet untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing. Paper ini merupakan penelitian kualitatif literatur untuk menganalisis fenomena Covid-19 ini dari perspektif teologi Kristen. Sebagai kesimpulannya, gereja harus melihat peristiwa wabah pandemi ini sebagai kesempatan untuk menstimulasi bangkitnya gereja rumah melalui kebijakan pembatasan sosial dari pemerintah terkait ibadah keagamaan. Gereja rumah merupakan tipikal gereja yang dilakukan oleh gereja mula-mula di dalam Kisah Para Rasul.
Dialog lintas kelompok dalam membangun harmoni kehidupan sebagai tindakan misi: Memaknai ulang narasi Yohanes 4:1-42 Zebua, Peringatan; Tarigan, Johannes; Widjaja, Fransiskus Irwan
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 7, No 2: Teologi Menstimulasi Nilai-nilai Kemanusiaan dan Kehidupan Bersama dalam Bingkai Kebang
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v7i2.361

Abstract

The church is in a world that is experiencing various upheavals, including conflicts between groups, both groups based on religion, ethnicity, or class. As part of a social group, the church plays a role in developing dialogue which can have an impact on creating a harmonious life. This study aims to show that developing dialogue which has implications for the harmonization of life is part of Christian mission activities, which makes repentance possible. Through a qualitative approach to literature, using an interpretive descriptive analogy method on the narrative of John 4:1-42, it is concluded, the encounter of Jesus and the Samaritan woman is an analogy of a cross-group dialogic encounter in creating a harmonious life, as an act of Christian mission. AbstrakGereja berada dalam dunia yang sedang mengalami berbagai gejolak, di antaranya konflik antarkelompok, baik kelompok dengan basis agama, suku, atau golongan. Sebagai bagian dari kelompok sosial, gereja berperan untuk mengembangkan dialog yang dapat memberikan dampak pada terciptanya kehidupan yang harmonis. Kajian ini bertujuan untuk menunjukkan, bahwa mengembangkan dialog yang berimplikasi pada harmonisasi kehidupan merupakan bagian dari kegiatan misi Kristen, yang memungkinkan terjadinya pertobatan. Melalui pendekatan kualitatif literatur, dengan menggunakan metode analogi deskriptiif interpretatif atas narasi Yohanes 4:1-42, maka disimpulkan, perjumpaan Yesus dan perempuan Samaria merupakan analogi dari perjumpaan dialogis lintas kelompok dalam menciptakan kehidupan yang harmonis, sebagai tindakan misi Kristen.
Integritas kristiani: Keseimbangan dalam hidup menggereja pada ruang eklesial-sosial Togatorop, Timotius Mangiring Tua; Widjaja, Fransiskus Irwan
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1053

Abstract

Christian integrity faces the challenges of church life in social and ecclesial spaces; both reflect one standard. Presence in social spaces, especially in the digital world, presents a dramaturgical lifestyle or, like, playing a role so that it tends to be manipulative. This article aims to build a theological concept of Christian integrity reflected through church life in ecclesial and social spaces. Using a literature study approach, through published research articles, we find that church life must always display the same face of Christ in all spaces or dimensions of life. This means that Christian integrity is the spirit of church life in the ecclesial-social sphere.   Abstrak Integritas kristiani diperhadapkan pada tantangan hidup menggereja pada ruang sosial dan eklesial; apakah keduanya mereleksikan satu standar. Kehadiran pada ruang sosial, khususnya di dunia digital, menghadirkan gaya hidup yang dramaturgis atau seperti bermain peran sehingga cenderung manipulatif. Artikel ini bertujuan untuk membangun konsep teologis tentang integritas kristiani yang tercermin melalui hidup menggereja pada ruang eklesial dan sosial. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka, melalui artikel hasil riset yang dipublikasi, kami mendapatkan bahwa kehidupan gereja harus selalu menampilkan wajah Kristus yang sama di segala ruang atau dimensi kehidupan. Ini berarti, integritas kristiani selalu menjadi spirit dalam hidup menggereja di ruang eklesial-sosial
Co-Authors Abehud Bawatji Abraham, Rubin Adi Alfian Paskah Wayoi Allo, Bertha Padang Antonius Natan Ardi Lahagu Ardy Lahagu Ardy Lahagu Benteng M. M Purba Benteng MM Purba Boiliu, Fredik Melkias Boiliu, Noh Ibrahim Ceria Ceria Ceria, Ceria Christian Daniel Raharjo Daniel Ginting Daniel Ginting Daniel Ginting Darianti Darianti David Ellyanto Dewi Lidya S Didimus SB Prasetya Evan Dongoran Ferdinandes Petrus Bunthu Frederik Patar Hutahaean Gultom, Joni Manumpak Parulian Handreas Hartono Harefa, Otieli Harls Evan R. Siahaan Harls Evan R. Siahaan Hendrik Bernardus Tetelepta Herman Hutagalung, Sabar Manahan Jamin Tanhidy Jan Lukas Jaya Supan Jaya Supan Jenri Prada Sibarani Johannes Tarigan Johannis Siahaya Julianus Julianus Juntriman Purba Lahagu, Ardianto Lidya Dewi S Manahan Uji Simanjuntak Manurung, Rismag Dalena Monica Br Manurung Marisi, Candra Gunawan Martina Novalina Munatar Kause Nainggolan, Imayanti Natassha, Yohana Noyita, Efvi Octavianus Nathanael Paat, Vicky BGD Phanny Tandy Kakauhe Prananto Prananto Purba, Benteng Martua Mahuraja Rijaltri Sudarman Sihombing Rikson Situmorang Rini Rini Rini Sumanti Sapalakkai Rismag Dalena Monica Br Manurung Manurung Roi Ganda Panggabean Rusgiyati Rusgiyati Ruslim, Samuel Kelvin Sabar Hutagalung Sabar M Hutagalung Samuel Manaransyah Sandi Naftali Sang Putra Immanuel Duha Sanjaya, Yudhy Shintike Maya Sianipar, Ronald Sibarani, Jenri Prada Sihar Lamhot Simatupang Simanjuntak, Fredy Simanjuntak, Haposan Simanjuntak, Irfan Feriando Situmorang, Ester Lina Solideo Bole Sophia, Selvyen Suarman Lase Sylvia Natalia Tafonao, Talizaro TARIGAN, Johannes Togatorop, T. Mangiring Tua Togatorop, Timotius Mangiring Tua Tri Murni Situmeang Vicky BGD Paat Waruwu, Septerianus Winson Simmamora Winson Simmamora Ya’aman Gulo Yesimieli Laiya Yohana Natassha Yovianus Epan Yulius Subari Putra Yunardi Kristian Zega Yupe Usiel Yusnoveri Zebua, Peringatan Zega, Yunardi Kristian