Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Penerapan Konsep Organisasi Belajar Pada AB Home Education Fachrudin, Farid; Arini, Ira; Japar, Muhammad
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.684

Abstract

Building a learning organization can be done by maximizing five models of learning organization systems that are interrelated, namely learning, organization, people, knowledge, and technology. Each of the learning organization's five components actively supports each other to get maximum results, be sustainable, and achieve organizational goals. A strong leader is a leader who always tries to learn and build a learning culture in his organization. In the current era of globalization, the concept of a learning organization is very important to adapt to the dynamic changes of the times. This study aims to analyze the extent to which AB Home Education as an educational institution has implemented the concept of learning organization and applied it in teaching and learning activities. The research method used is qualitative research by conducting interviews and researchers are directly involved as facilitators at AB Home. AB Home Education has applied the concept of learning organization, namely (1) personal mastery, (2) mental models, (3) shared vision, (4) team learning, (5) system thinking through a curriculum that is structured based on community-based education and talents management in education. The curriculum is designed with a composition of 60% activity and 40% academic.
Analysis of the Use of GPT Chat to Improve Student Performance Jumriah, Jumriah; Susilawati, Eneng Sri; Supriatna, Eka; Smas, Musa Hefer; Arini, Ira
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.725

Abstract

An AI-powered system that enables text-based conversational interactions, the Generative Pre-training Transformer (GPT). GPT has various functions, including language translation, providing recommendations, increasing productivity, and assisting in education. The benefits of using GPT in education include personalized learning, accessibility, interactive learning resources, and assistance with assignments and problem solving. However, there are limitations to using GPT Chat, such as its limited understanding, inability to replace creative work, and its tendency to provide inaccurate answers. Additionally, it cannot differentiate between fact and opinion, and requires a stable internet connection. While Chat GPT can be useful for instant data retrieval, summaries, and other research tasks, it should not be relied upon as a replacement for manual research processes. Continuing ongoing research and development is crucial to maximize the benefits of using Chat GPT while overcoming existing challenges.
Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas III Melalui Metode Pembelajaran SQ3R di SDN 1 Jatimulya Kab. Lebak Purwatiningsih, Sri; Arini, Ira; Mualimah, Eka Nurul; Aryadi, DC; Salim, Agus
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.1364

Abstract

Reading comprehension is a fundamental skill that must be mastered by elementary school students. However, many students still have difficulty in understanding the contents of the reading as a whole. This study aims to analyze the application of the Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) learning model in improving the reading comprehension of grade III students at SDN 1 Jatimulya. The research method used is descriptive qualitative, with grade III teachers and grade III students as research subjects. Data collection techniques include observation, interviews, tests, and documentation. The data obtained were analyzed using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions/verification developed by Miles and Hubberman. The results of the study showed that the application of the SQ3R learning method can improve students' reading comprehension. A total of 8 students obtained an average score of 75, which is classified as good. Meanwhile, 6 students still had difficulty in understanding the reading, with a percentage of 42.8%. This difficulty is caused by minimal motivation and interest in reading, difficulty concentrating, limited reading materials owned by students, and inadequate school facilities and infrastructure.
Teaching Sepaktakraw by Developing a Motion Ball-Based Soccer Training Model Aryadi, Dedi; Arini, Ira
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 15 No. 1 (2023): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v15i1.3932

Abstract

The sepaktakraw game is a team sport played by 3 people. Mastery of sepaktakraw skills cannot be separated from mastery of specific game techniques, namely kickkick/service techniques. Kick-off/service is a unique technique used to start the game in the sepaktakraw game, so many people say kick-off/service is the most important in the sepaktakraw game. This research aims to determine the procedures and feasibility of developing a training model in extracurricular learning for sepaktakraw sports, which is research using the R&D research method (Research and Development type ADDIE. The method stages in this research are (1). Literary research, (2). Role, (3). Making, (4). Comparative test, (5). Observation, (6). Validity test by experts. Game expert validation test 86, 363% > 81.25% (excellent), media expert validation test 88.636% > 81.25% (excellent), small class trials, it was found that 86.75 > 80, namely the strong category, and large class trials, it was found that 83.44 > 80 strong category. Based on the results of game expert validation tests, media expert validation tests, small class trials, and large class trials, it can be concluded that developing a motion ball-based soccer training model is suitable for use as a training model in sepaktakraw learning.
Model Pembelajaran Berbasis Lokomotor dalam Peningkatan Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Fajarwati, Ayu; Arini, Ira
Journal of Education Research Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i1.162

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan motorik kasar pada anak usia lima sampai enam tahun yang memiliki hasil stimulasi rendah. Salah satu yang dapat digunakan dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar yaitu menggunakan model pembelajaran berbasis lokomotor. Kemampuan lokomotor merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan dasar, seperti melompat, berjalan, meluncur, berlari dan lainnya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan motorik anak usia lima sampai enam tahun melalui model pembelajaran berbasis lokomotor. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah sepuluh anak yang terdiri dari enam anak perempuan dan empat anak laki-laki. Kemampuan anak yang dapat ditingkatkan adalah kemampuan berlari, berjalan dan melompat diantaranya pembelajaran walk the pattern, move the ball dan jumping. Hasil penelitian ini yaitu memberikan gambaran anak yang dikategorikan belum berkembang berarti anak yang belum bisa sama sekali melakukan gerakan pada masing-masing indikator gerakan motorik sehingga masih harus dilatih secara intensif oleh guru. Anak dengan kriteria berkembang artinya sudah bisa melakukan gerakan motorik namun masih perlu bimbingan guru dengan metode scafolding. Pada anak dengan kriteria berkembang sesuai harapan artinya sudah bisa melakukan gerakan motorik tanpa instruksi atau bimbingan dari guru.
Peningkatan Literasi Digital melalui Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis AI Arini, Ira; Suwandi, Wandi; Wulansari, Ratu Diah; Chandradhiani, Bona Tyara; Lutfiah, Siti Lulu
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 3 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i3.1063

Abstract

SDN 1 Ciuyah, sebagai salah satu sekolah dasar negeri yang terletak di Kabupaten Lebak, menghadapi berbagai tantangan dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, sebagian besar guru di SDN 1 Ciuyah masih memiliki keterbatasan dalam pemahaman dan penguasaan teknologi digital, terutama dalam konteks pembelajaran. Selain itu, akses terhadap informasi terkini dan jaringan komunitas pembelajar juga masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan literasi digital guru melalui pengenalan dan praktik langsung penggunaan media pembelajaran berbasis AI. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru menggunakan teknologi digital. Guru mampu menghasilkan produk media pembelajaran berbasis AI yang inovatif serta menyatakan kesiapannya untuk menerapkan di kelas. Evaluasi pelatihan juga menunjukkan respon positif, dengan mayoritas peserta menilai materi bermanfaat, metode pelatihan efektif, dan menumbuhkan motivasi untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan literasi digital guru, tetapi juga mendukung transformasi pendidikan di sekolah dasar. Program ini sejalan dengan upaya mewujudkan kualitas manusia Indonesia unggul, pemerataan pembangunan pendidikan, serta mendukung pencapaian Asta Cita dan Sustainable Development Goals (SDGs) bidang pendidikan.