Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Tinjauan Kemampuan Mahasiswa Dalam Analisis Problem with Contradiction Information (PWCI) berbasis Living Values Education (LVE) Pada MK PKn SD Hayati, Auliya Aenul
Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/caruban.v6i2.8701

Abstract

Abstrak. Riset ini berupaya menelisik kompetensi mahasiswa dalam menganalisis berbagai permasalahan sosial yang memerlukan penelaahan bijak berdasar pada teori serta realitas pengiring. Urgensitas lainnya adalah keberadaan nilai kehidupan yang sejatinya sebagai faktor X pada setiap kejadian/ peristiwa sosial seringkali tidak tercermati secara gamblang yang berakhir hanya sebagai misteri-misteri tak terpecahkan. Hal-hal tersebutlah yang kemudian menjadi acuan peneliti dalam melaksanakan pembelajaran mengacu pada pola kemampuan analisis PWCI berbasis LVE yang dikemas dalam bentuk tugas video kontradiktif pembelajaran MK PKn SD. Penelitian ini merupakan jenis penelitian riset kualitatif dengan metode deskriptif analisis pada mahasiswa PGSD pengontrak MK PKn SD dengan teknik triangulasi data dilanjut teknik analisis data interaktif Huberman hingga didapatkan hasil penelitian kemampuan analisis PWCI berdasarkan LVE mahasiswa dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu : penelaahan idealitas keilmuan salah satu materi pelajaran PKn SD yang hendak dikaji, analisis kondisi realitas sasaran, penentuan nilai kehidupan yang hendak dimunculkan dalam bentuk video, pengkajian kontradiksi kondisi realitas dengan ideal teoritis serta nilai kehidupan.Kata Kunci:Kemampuan AnalisisPermasalahan dengan Informasi KontradiktifPendidikan Nilai-Nilai KehidupanMK PKn SD
PBL dan Pertanyaan Terbuka sebagai Inovasi Pembelajaran Karakter Rasa Ingin Tahu di Sekolah Dasar Puspitasari, Dewi; Juliandhika, Muhammad Wahyu; Amelia, Lia; Khoerunnisa, Sabina; Nazarudin, Fauzan; Hayati, Auliya Aenul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi model Problem-Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan strategi pertanyaan terbuka sebagai sarana dalam menumbuhkan dan memperkuat karakter rasa ingin tahu peserta didik sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. Subjek penelitian terdiri atas 11 siswa kelas III di SDN Silih Asih 1 Cirebon. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap aktivitas siswa, wawancara dengan guru kelas, penyebaran angket kepada siswa, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keabsahan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada indikator rasa ingin tahu siswa, seperti kemampuan mengajukan pertanyaan yang bermakna, mencari informasi tambahan secara mandiri, serta keberanian dalam mencoba dan bereksperimen terhadap permasalahan yang diberikan. Rata-rata capaian indikator meningkat dari 64% pada siklus pertama menjadi 82% pada siklus kedua, yang termasuk kategori tinggi. Penerapan PBL dengan pertanyaan terbuka terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa, sehingga mendorong kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama. Dengan demikian, kombinasi strategi ini dapat dijadikan pendekatan inovatif pembelajaran karakter yang relevan dengan prinsip Kurikulum Merdeka serta tuntutan pendidikan abad ke-21, yang menekankan pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh
Internalisasi Nilai Integritas melalui Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Menekan Perilaku Mencontek dan Berbohong pada Siswa SD di Era Abad -21 Sulistiyawati, Ica; Aproditha, Aulia Nisvia; Salsabilah, Aulia; Meilani, Tantri; Fratama, Anggara Surya; Hayati, Auliya Aenul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana internalisasi nilai integritas dapat ditingkatkan melalui penerapan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PBL) sebagai upaya menekan perilaku mencontek dan berbohong pada siswa Sekolah Dasar di era abad ke-21. Integritas akademik menjadi tantangan signifikan pada jenjang sekolah dasar akibat tuntutan akademik dan pengaruh lingkungan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi kelas dan angket untuk menggali perkembangan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplilan selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat tanggung jawab moral, serta menumbuhkan kesadaran etis dalam menyelesaikan tugas secara mandiri. Data indikator menunjukkan variasi capaian integritas siswa yang cenderung berada pada kategori cukup hingga baik, menandakan bahwa PBL berkontribusi positif terhadap penurunan perilaku tidak jujur. Faktor pendukung seperti dukungan guru, orang tua, serta fasilitas belajar semakin menguatkan efektivitas PBL. Namun, terdapat hambatan yang muncul, seperti keterbatasan waktu, kurangnya pemahaman guru, serta lingkungan belajar yang kurang kondusif. Penelitian ini menegaskan bahwa PBL merupakan pendekatan strategis dalam menanamkan nilai integritas sejak dini dan relevan diterapkan pada konteks pendidikan dasar di era digital. Dengan demikian, PBL dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan integritas akademik siswa Sekolah Dasar. Penerapan PBL juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Effect of Think Pair Share on Fourth Graders Communication Skills at SDN 1 Panongan Setiawan, Adang; Rahmah, Vina Fitria; Vebrianty, Shahira Wanda; Simbolon, Melati; Hayati, Auliya Aenul
Juwara: Jurnal Wawasan dan Aksara Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/juwara.v5i2.685

Abstract

The low level of students’ communication skills in Civic Education remains a major concern, largely due to the dominance of conventional teaching methods that limit active student participation. This study aimed to examine the effectiveness of the Think Pair Share (TPS) learning model in improving the communication skills of fourth-grade students at SDN 1 Panongan. A quantitative approach with a quasi-experimental nonequivalent control group design was employed. The sample consisted of two fourth-grade classes: class IVA as the experimental group receiving TPS instruction and class IVB as the control group using conventional teaching methods. Data were collected through communication skills tests administered before and after the intervention. The results indicated that the experimental group achieved a higher mean posttest score (80.32) than the control group (67.14). The t-test analysis revealed a significant difference between the two groups (t = 18.020, p < 0.05). In addition, the N-Gain analysis showed a moderate improvement in the experimental group (0.53) and a low improvement in the control group (0.25). These findings demonstrate that the Think Pair Share model is an effective instructional approach for enhancing students’ communication skills in elementary Civic Education.
Program Eco Class dan Green Day sebagai Sarana Penguatan Karakter Abad 21 Siswa Pazria, Alimna Nur; Meilan, Vadya; Dewi, Aryanti Puspita; N.Y, Calista Piscillia Pinkan .; Ridho, Muhammad; Hayati, Auliya Aenul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5551

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program Green Action at School melalui kegiatan Eco Class dan Green Day sebagai sarana penguatan karakter abad ke-21 pada siswa sekolah dasar. Program ini dirancang untuk menumbuhkan kepedulian ekologis sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi melalui pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan wawancara terhadap 19 siswa kelas IV, guru, serta kepala sekolah di SD Negeri Karang Jalak 2, Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator karakter abad ke-21 dan kepedulian lingkungan berada pada kategori baik hingga sangat baik, dengan rata-rata capaian sebesar 61%. Kegiatan Eco Class menekankan pembelajaran berkelanjutan di dalam kelas dengan integrasi materi dan praktik ramah lingkungan dalam rutinitas belajar. Sementara itu, Green Day memfasilitasi aksi nyata siswa melalui kegiatan seperti penghijauan, pengelolaan sampah, dan daur ulang, sehingga pembentukan karakter tidak hanya terjadi pada tataran pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung. Secara keseluruhan, implementasi Eco Class dan Green Day berkontribusi membangun budaya sekolah yang berorientasi pada keberlanjutan dan membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa. Program ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan sebagai model pembelajaran berbasis aksi yang mendukung Profil Pelajar Pancasila dan keterampilan abad ke-21, sekaligus memperkuat kesadaran siswa dalam menjaga lingkungan sejak dini.
Studi Kasus: Pengaruh Kolaborasi dan Kreativitas terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Putri, Kurnia Maisya; Minarsih, Dini; Putri, Salsabila Meilani; Nashir, Raka Abdul; Elpandi, Farel Riza; Timur, Pradipta Fazli; Hayati, Auliya Aenul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5868

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Subjek penelitian terdiri atas 22 siswa kelas V SDN Karang Jalak 2 Cirebon. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert untuk mengukur tingkat kolaborasi dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif untuk melihat gambaran umum kecenderungan skor, serta analisis korelasional untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kolaborasi dan kreativitas siswa berada pada kategori kuat, dengan rata-rata persentase sebesar 74%. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketika pembelajaran dirancang dengan aktivitas yang mendorong kerja sama dan penciptaan ide, siswa menunjukkan keterlibatan yang lebih tinggi. Kegiatan kolaboratif dan kreatif terbukti meningkatkan minat belajar, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta memperkuat kemandirian belajar siswa. Selain itu, integrasi aspek kolaborasi dan kreativitas memberikan pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik dan kepuasan belajar, karena siswa merasa lebih memiliki peran, kesempatan berekspresi, dan dukungan sosial dalam belajar. Temuan penelitian ini sejalan dengan teori Self-Determination yang menekankan pentingnya otonomi, kompetensi, dan keterhubungan (relatedness) dalam membangun motivasi intrinsik. Hasil ini juga relevan dengan konsep Zone of Proximal Development (Vygotsky) yang menegaskan peran interaksi sosial dan kerja sama dalam membantu siswa mencapai kemampuan yang lebih tinggi melalui scaffolding. Dengan demikian, pembelajaran berbasis kolaborasi dan kreativitas perlu diterapkan secara konsisten di sekolah dasar sebagai strategi untuk mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti komunikasi, kerja tim, pemecahan masalah, dan inovasi.
PERAN MEDIA AUDIO VISUAL BERMUATAN MORAL TERHADAP PENGUATAN SIKAP KEJUJURAN SISWA SD Muniifah; Habiibah; Ulhaq, Shella Dhiya; Afra, Zulfa Afifah; Hayati, Auliya Aenul
Satya Widya Vol. 41 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.sw.2025.v41.i2.p160-168

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of morally-themed audio-visual media in strengthening honesty among elementary school students through character-based learning interventions. The research addresses the urgent need to improve the implementation of honest behavior in primary education, considering the ongoing challenges faced by students due to academic and social pressures. Conducted using a descriptive quantitative approach, the study involved 25 fifth-grade students, with data collected through a validated and reliable closed-ended questionnaire. Four types of media interactive presentations, Wordwall, educational songs, and instructional videos were integrated to stimulate students’ cognitive, affective, and psychomotor engagement. The results demonstrate a positive tendency, with the average honesty perception score reaching 97.75, calculated across all questionnaire indicators using percentage analysis on the Likert scale. These findings reinforce the value of audio-visual media as an innovative solution for character development in elementary schools, while highlighting the critical role of teacher competence in media management. The study’s implications provide an empirical basis for advancing character education in Indonesia’s current curriculum and encourage future research on optimizing digital methods to foster honest behavior.
Model Pembelajaran PKN Berbasis Karakter Abad 21 untuk Meningkatkan Sikap Tanggung Jawab Siswa SD Jayusman, Muhammad Idam Cahaya; Ramadhani, Davina Nathania; Rizki, Alifiyah; Wahyuni, Wahyuni; Hayati, Auliya Aenul
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 11 No SpecialIssue(1) (2026): Edisi Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Multikultural
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v11iSpecialIssue(1).13186

Abstract

This study aims to analyze the application of the 21st-century character-based Civic Education (PKN) learning model in fostering a sense of responsibility among elementary school students. A descriptive qualitative approach was used, with in-depth interviews conducted with classroom teachers, subject teachers, and the Principal at Sindang Laut Public Elementary School. The results show that character-based learning that integrates 4C skills (critical thinking, creativity, collaboration, communication) can increase students' moral awareness and social responsibility. Teachers act as facilitators of values through contextual, reflective, and collaborative activities such asocial projects and case-based discussions. Evaluation was conducted authentically by assessing changes in student behavior and engagement. The main obstacles, namely the lack of consistency in applying values outside of school and the influence of the digital environment, were overcome through collaboration with parents and the strengthening of school culture. This study emphasizes the importance of synergy between schools, families, and communities in shaping responsible character and recommends ongoing training for teachers to.
The Reality of Humanitarian Social Values: Tolerance, Empathy, and Peace in Elementary School Fadillah, Anggun Nur; Ferawati, Efa; Novita, Tiara Nissa; Hayati, Auliya Aenul; Permana, Faisal Rahmat; Malonisio, Manuel
Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE) Vol. 8, No. 1, January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ijolae.v8i1.10760

Abstract

This study explores the internalization of humanitarian social values—tolerance, empathy, and peace among elementary school students in Indonesia. While national curricula emphasize character education, there remains a disconnect between policy and classroom practice. Using a mixed-methods approach, this research combined quantitative surveys with qualitative classroom observations and teacher interviews. The instrument’s validity and reliability were confirmed through Pearson’s correlation and Cronbach’s Alpha (α = 0.826), and descriptive statistics revealed high scores in tolerance (M = 32.73), moderate in empathy (M = 29.47), and low in peacefulness (M = 25.63). However, qualitative findings uncovered behavioral gaps. Students frequently showed blame-oriented responses, emotional disengagement, and minimal conflict resolution skills. Thematic analysis, supported by inter-coder agreement and member checking, revealed that moral knowledge was rarely translated into daily behavior. This misalignment indicates that character education is often limited to declarative instruction without experiential or emotional reinforcement. The study concludes that schools must adopt participatory and emotionally grounded pedagogies to bridge this value-practice gap. Recommendations include integrating social-emotional learning (SEL), teacher training in inclusive strategies, and aligning school culture with national moral objectives. The findings underscore the importance of transforming moral education from abstract knowledge into lived, embodied practices that shape students' everyday social interactions.