Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengembangan Model Pembelajaran Teaching Factory pada Siswa Tata Busana SMK Negeri 1 Beringin Ulfa Rizky Afriany; Dina Ampera; Halimul Bahri
HomeEC Vol 17, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2685/homeec.v17i2.39035

Abstract

ABSTRAK – Program keahlian Tata Busana yang mempraktikkan sistem pendidikan teaching factory yakni mata pelajaran produktif semacam Busana Industri. Dilihat dari perencanaan serta penerapannya, model pendidikan teaching factory pada mata pelajaran ini belum berjalan dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali efektifitas model Pendidikan teaching factory pada siswa Tata Busana selaku  model  pendidikan  di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Beringin. Tipe penelitian ini merupakan deskriptif dengan tata cara penelitian serta pengembangan (research & development). Riset ini dicoba di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Beringin. Subjek riset ini merupakan guru serta siswa kelas XI Tata Busana. Objek riset ini merupakan aktivitas teaching factory dalam mata pelajaran produktif pembuatan celemek. Riset pengembangan model pendidikan teaching factory lewat 3 sesi ialah: 1) Analisis kebutuhan, 2) Pengembangan produk, serta 3) Validasi Pakar.Hasil studi ini menampilkan  kalau model  pendidikan teaching  factory  telah efisien digunakan pada mata pelajaran produktif semacam busana industri dengan evaluasi ahli modul 98, 6% serta pakar desain 88%. Sehabis melalui sesi validasi oleh ahli modul serta pakar desain, hingga bisa disimpulkan kalau produk model pendidikan teaching factory yang dibesarkan telah efisien digunakan selaku model pendidikan pada mata pelajaran produktif pada siswa Tata Busana Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Beringin Kata Kunci - Model pendidikan, Teaching Factory
Pengembangan Media Video pada Mata Pelajaran Pembuatan Hiasan Busana Kelas XI Tata Busana di SMK Negeri 1 Takengon Nura Fitri; Dina Ampera; Halimul Bahri
HomeEC Vol 17, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2685/homeec.v17i2.39053

Abstract

ABSTRAK – Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan media video pada mata pelajaran pembuatan hiasan busana. Penelitian didesain dengan model penelitian Research and Development (R&D) dan dilaksanakan  di SMK Negeri 1 Takengon. Tahapan awal penelitian yaitu dengan menganalisis potensi dan masalah  yang  dihadapi oleh sekolah dengan menganalisis kebutuhan guru dan analisis kebutuhan siswa. Tahap kedua adalah mengumpulkan data, kemudian tahap ketiga yaitu dengan mendesain produk. Tahap keempat yaitu dengan melakukan validasi produk berupa media kepada para ahli dan tahap kelima adalah melakukan revisi media. Hasil dari validasi yang dilakukan terhadap media video pada mata pelajaran pembuatan hiasan busana menunjukkan bahwa persentase skor untuk keseluruhan aspek media  sebesar 90,35% dengan kategori sangat baik, dan untuk keseluruhan aspek materi mendapat persentase skor sebesar 95,75% dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa media video dikategorikan layak dan dapat digunakan sebagai bantuan belajar untuk siswa. Kata Kunci - Pengembangan Media, Video, Hiasan Busana, Sulaman, Smock
Development of Interactive E-Books for Production Unit Courses by Implementing a Hybrid Learning System Hotmaria Tampubolon; Farihah Farihah; Halida Hanim; Halimul Bahri
International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Vol. 3 No. 6 (2022): December 2022
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to develop an interactive e-book for production unit courses by applying a valid, practical and effective hybrid learning. The product development model used is the IDI (Instructional Development Institute) model.. The subjects of this study were students of Fashion Design Education. The results obtained from this development research are as follows: (1) The availability of interactive e-books for production unit courses, (2) Production unit interactive e-books are declared to be very valid by material experts (0.86) and media experts ( 0.87), (3) interactive e-books for production unit courses based on lecturer responses are very practical (88%) and based on student responses are stated to be very practical (90%), (4) interactive e-book production units are declared effective in improve student learning outcomes (12.69%). Based on the findings of this study, it was concluded that interactive e-books for production unit courses were valid, practical and effective to be used as teaching materials in production unit courses at the university level.
ANALISIS HASIL PEMBUATAN BUSANA PESTA MALAM DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) ERVINA MEDAN Ummu Fadhilah Muthia; Halimul Bahri
HomeEC Vol 18, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2685/homeec.v18i1.45682

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pembuatan busana pesta malam di LKP Ervina Medan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Deskriptif, yaitu suatu Teknik pengumpulan data berupa angka atau nilai. Populasi dalam penelitian adalah peserta  LKP Ervina Medan sebanyak 10 peserta, Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling adalah Teknik pengambilan Sampel dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yaitu 10 orang peserta LKP Ervına Medan. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan yang dilakukan oleh 3 observer yang kisi-kisinya terdiri dari 7 aspek penilaian, penentruan skor dilakukan dengan rentang 4-1. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil pembuatan busana pesta malam diperoleh rata – rata (Mean) 22,86 dan Standart Deviasi (SD) 1,55. Berdasarkan pengamatan dari 3 orang pengamat terdapat 7 aspek penilaian yaitu Teknik jahitan pada bahu(depun ) bahu   diperoleh 6 peserta  (60 %)  memperoleh skor  3 (baik) dengan Jika jahitan kampuh pada bahu rapi dan lebar 2 cm, Teknik jahitan pada sisi (kampuh sisi), diperoleh 6 pesrta  (60 %)  memperoleh skor  3 ( baik ) dengan Jika Kampuh sisi 2,5  cm, dan jahitan lepas, Teknik jahitan pada kupnat (tinggi kupnat), diperoleh 6 pesrta (60 %)  memperoleh skor  3 (baik) dengan Pada hasil jahitan kupnat rapi dan tidak pas pada tanda rader kupnat mengarah ke sisi Penyelesaian leher v (depun), depun diperoleh 4 peserta  (40 %)  memperoleh skor  4 (sangat baik) dengan Bentuk leher benar- benar bentuk v runcing Penyelesaian lingkar lengan (lapisan depun lengan) diperoleh 5 peserta  (50 %)  memperoleh skor 3 (baik) dengan Depun lengan letak dan rapi dan ukuran depun 3 cm, Penyelesaian bawah rok dengan  klim tindas 3mm (kelim), diperoleh 8 peserta  (80 %)  memperoleh skor 2 (cukup) dengan Ukuran kelim tindas 5mm rapi sekeliling rok Jahitan rapi dan tidak ada noda karbon pada gaun diperoleh 5 peserta (50 %)  memperoleh skor  3 (baik) Tidak ada kerutan pada gaun  namun ada sisa benang sedikit dan tidak ada noda karbon. Berdasarkan hasil skor penilaian pengamat  perindikator yang terendah terdapat pada indikator Penyelesaian bawah rok dengan  klim tindas 3mm skor rata – rata 2,53 sedangkan nilai indikator tertinggi terdapat pada indikator Teknik jahitan pada bahu dan pada  kerapian dan kebersihan gaun dengan skor rata – rata 3,4. Kata kunci -  Hasil, Busana dan Pesta Malam
VALIDITAS MODUL BUSANA PRIA Halimul Bahri
HomeEC Vol 18, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2685/homeec.v18i1.45625

Abstract

ABSTRAK – Tujuan penelitian untuk menghasilkan modul pembelajaran Busana Pria yang valid. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yaitu penelitian yang menghasilkan produk modul pembelajaran Busana Pria. Model penelitian yang digunakan adalah model pengembangan IDI (Instruksional Development Institute). Subjek penelitian adalah mahasiswa FPP UNP yang mengambil mata kuliah Busana Pria. Instrumen pengumpul data berbentuk angket. Teknik analisis data adalah data deskriptif yang mendeskripsikan kelayakan modul Busana Pria. Hasil yang diperoleh dari penelitian pengembangan ini sebagai berikut: (1) Tersedianya modul pembelajaran Busana Pria, (2) Modul Busana Pria dinyatakan sangat valid pada aspek materi modul (0,94) dan aspek format modul (0,87). Berdasarkan temuan penelitian ini disimpulkan bahwa modul teori Busana Pria ini layak untuk dimanfaatkan sebagai modul pembelajaran pada mata kuliah Busana Pria ditingkat Perguruan TinggiKata Kunci – Validitas, Modul, Busana Pria
HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU TERHADAP HASIL BELAJAR PEMBUATAN BUSANA INDUSTRI SISWA KELAS XI TATA BUSANA SMK NEGERI 8 MEDAN Widya Afrianti; Erni Erni; Halimul Bahri
Pesona. Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v3i1.45570

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui manajemen waktu hasil belajar pembuatan busana industri siswa kelas XI Tata Busana SMK Negeri 8 Medan. Mengetahui hubungan antara manajemen waktu terhadap hasil belajar pembuatan busana industri. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan random sampling. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif korelasional. Teknik pengumpulan data pada variabel manajemen waktu menggunakan angket dan variabel hasil belajar pembuatan busana industri menggunakan lembar pengamatan. Sebelum dilakukan penelitian dilakukan validasi instrument penelitian dan selanjutnya dilakukan penelitian pada siswa. Hasil penelitian pada siswa kelas XI tata busana SMK Negeri 8 Medan yaitu hasil manajemen waktu diperoleh  = 72,10 Sd = 7,64 identifikasi tingkat kecenderungan sebesar (56,6%) sehingga variabel manajemen waktu (x) cenderung tinggi. Hasil belajar siswa (70%) untuk variabel hasil pembuatan busana industri diperoleh  = 62,5 Sd = 1,25 (y) cenderung tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel x dan variabel y mempunyai koefisien korelasi yang berarti pada taraf signifikan 5%  (ἁ = 1,70). Berdasarkan hasil perhitungan korelasi product moment diperoleh nilai rxy adalah sebesar 1,080 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen waktu terhadap hasil belajar pembuatan busana industri sehingga Hipotesis Alternatif (Ha) diterima yang artinya bahwa hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen waktu untuk mengetahui hubungan antara manajemen waktu terhadap hasil belajar pembuatan busana industri dapat diterima atau teruji kebenarannya.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI PADA SISWA KELAS XII JURUSAN TATA BUSANA DI SMK NEGERI 3 PEMATANG SIANTAR Desi Kristin Hutagalung; Dina Ampera; Halimul Bahri
Pesona. Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v3i1.45566

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: 1) Mengetahui  sejauh mana efikasi diri siswa kelas XII Jurusan tata busana di SMK Negeri 3 Pematang Siantar. 2) Mengetahui sejauh mana siwa untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi siswa kelas XII Jurusan tata busana di SMK Negeri 3 Pematang Siantar. 3) Mengetahui hubungan efikasi diri untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi pada siswa kelas XII Jurusan Tata Busana di SMK Negeri 3 Pematang Siantar. Populasi  penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XII Tata Busana SMK Negeri 3 Pematang Siantar yang berjumlah 133 orang. Penentuan jumlah sampel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5 persen sehingga banyak sampel 95 orang. Teknik analisis data menggunakan deskripsi data, uji tingkat kategori, uji normalitas, uji linieritas, uji hipotesis kolerasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tingkat kategori pada variabel efikasi diri tergolong pada kategori cukup tinggi dengan persentasi 45,27%. 2)Tingkat kategori  pada variabel melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi tergolong pada kategori cukup tinggi dengan persentasi 41,05%. 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan melanjutkan pendidikan ke Pergururan Tinggi dengan hasil perhitungan dengan menggunakan uji product moment harga rhitung> rtabel yaitu 0,316 > 0,202 sehingga koefisien kolerasi variabel tersebut adalah signifikan.
ANALISIS HASIL MEMBUAT MANSET PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI MENJAHIT Halimul Bahri
Pesona. Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v3i1.45568

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil membuat manset siswa kelas X Tata BusanaSMK Negeri 1 Beringin. Penelitian ini menggunakan Metode Deskritif yaitu suatu metode penelitian yang mengungkapakan tentang fakta-fakta yang jelas terhadap gejala yang ada pada subjek penelitian. Hasil interval nilai 75-78 sebanyak 17% (5 siswa), pada interval 79-82 sebanyak 23% (7 siswa), pada interval 83-86 sebanyak 43% (13 siswa), pada interval 87-90 sebanyak (2 siswa) 7%, pada interval 91-94 sebanyak 7% (2 siswa), pada interval 95-98 sebanyak 3% (1siswa). Dengan rata-rata Fhitung = 0,0012435 dengan Ftabel = 0,12 yang menunjukkan bahwa Fhitung < Ftabel. Dapat disimpulkan bahwa tidak adanya perbedaan yang berarti antara hasil pengamatan kelima pengamat dapat diartikan bahwa butir-butir komponen tentang analisis hasil membuat manset bahwa secara keseluruhan hasil membuat manset pada siswa kelas X SMK Negeri I Beringin masuk dalam katagori “Baik”.
DESIGN OF LOCAL WISDOM-INTEGRATED ACEH SONGKET WEAVING-MAKING TEXTBOOKS Erni Erni; Armaini Rambe; Halimul Bahri Halimul Bahri; Muhibbuddin Muhibbuddin; Novita Novita
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v7i3.9423

Abstract

Culture that is inherited hereditary and takes place in certain local areas is an invaluable heritage, one of which is the weaving culture in Aceh Besar District of Aceh Province. The lack of young generation’s interest to sustain weaving activity is concerned with the existence of Aceh Songket weaving, which contains various philosophical meanings in the future. Through education, it should be a relay to maintain the culture of weaving in Aceh Province so that it becomes the identity of the Aceh people. The research in this article aims to design and determine the feasibility of the media, practicality, and effectiveness of the Aceh Songket Weaving-making textbook media Integrated with Local Wisdom. The development of textbook media uses a 4-D development model. The results of the validity testing validated by material experts and media experts indicate a score of 91.5% in which the considered aspects are categorized as very valid, the practicality testing indicates 80% in the Practical category, and the effectiveness testing on students’ performance aspects indicates a score of 80 in the good criteria. Along with the data, it can be concluded that textbooks are feasible to use in learning.
Batik Motifs in Conserving Regional Potentials and Indonesian Local Wisdom Farihah Farihah; Halimul Bahri; Dina Ampera; Nurhayati Tanjung; Yudhistira Anggraini
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v5i1.1036

Abstract

Many Batik motifs in North Sumatra are adopted from the decorative motifs of the Batak tribe. The Malay tribe is a symbol of the city of Medan, which has an attractive variety of decorations. This research aims to produce Malay batik motif designs and carry out batik trials on fabric with motifs that have been developed. This research uses the IDI development model. The result of validating the motif design aspect is 0.83, and the motif appearance aspect is 0.88. The functional aspect assessment resulted in a score of 0.87. The assessment result of the color aspect obtained a score of 0.87, and the balance aspect of batik design motifs obtained a score of 0.79. The validation results conclude that the developed batik motif is declared suitable for use in producing textile products in Malay batik. The results of the development of Malay batik can increase its diversity, potentially advancing local culture in the fashion world.