Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Strategi Guru Akidah Akhlak dalam Menanamkan Karakter pada Peserta Didik Idhar, Idhar
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 3 No. 1 (2022): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v3i1.108

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Strategi Guru Akidah Akhlak dalam Menanamkan Karakter pada Peserta Didik di MTs 1 Woja. Peneltian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini hanya berusaha mengungkapkan atau mendeskripsikan fakta yang ada di MTs 1 Woja. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Sumber data yang digunakan adalah sumber data skunder dan primer. Adapun pendekatan yang digunakan, yakni: a) Pendekatan pedagogik, b) Pendekatan psikologi, dan c) Pendekatan sosial. Adapun hasil yang didapatkan diantaranya: Kondisi obyektif tentang karakter peserta didik di MTs I Woja pada umumnya peserta didik memiliki karakter yang baik. Karakter yang dapat dilihat yang ditunjukkan oleh peserta didik di lingkungan MTs I Woja dapat disimpulkan seperti; peserta didik cenderung patuh, sopan terhadap semua guru dan terhadap sesama pesrta didik, disiplin, tenang sungguh-sungguh serta senantiasa menjaga keharmonisan dan keakraban terhadap sesama. b) Terdapatnya beberapa faktor pendukung dan penghambat guru akidah akhlak dalam menanamkan karakter pada siswa di MTs I Woja, dan c) Guru memberikan pembinaan melalui ceramah (di sekolah dan di rumah), disarankan/diharuskan banyak membaca hal-hal yang berkaitan dengan agama (yang berkaitan dengan pembentukan karakter untuk peserta didik yang bermasalah terus diberikan arahan agar tidak mengulangi lagi kesalahan yang pernah mereka perbuat, peserta didik yang bermasalah diserahkan pada guru BK (guru BP) untuk diberi pembinaan.
Pengembangan Flashcard Edukatif Berbasis Budaya Lokal Bima sebagai Media Belajar Membaca Siswa Sekolah Dasar Hasan, Hasan; Idhar, Idhar; Rayhan, Rayhan; Akram, Akram; Nurhayati, Nurhayati
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 4 No. 3 (2023): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v4i3.256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal dan membedakan huruf “b” dengan “d” “f” dengan “v”, mengeja atau menggabungkan suku kata, serta membaca kata dengan lancar, Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima langkah; analisis, desain, mengembangkan, menerapkan, evaluasi. Media flashcard edukatif berbasis budaya local Bima ini dilaksanakan selama 3 pertemuan. rancangan pengembangan media permainan flashcard edukatif berbasis budaya local Bima pada perserta didik dilakukan seperti pengembangan program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan, rencana pelaksanaan pembelajaran serta format penilaian sehingga dihasilkan pengembangan media permainan Flashcard edukatif berbasis budaya local Bima pada peserta didik klas 1 SDN 13 Woja. Media flashcard edukatif berbasis budaya local sebagai media belajar membaca menunjukkan kriteria efektif. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisi lembar pengamatan aktifitas guru dan perseta didik diperoleh kriteria berkembang sesuai harapan (BSH), serta hasil analisis angket respon guru menunjukkan kriteria sangat baik. Sehingga dalam hal ini pengembangan media flashcard edukatid berbasis budaya local Bima sangat efektif digunakan dalam pembelajaran pada peserta didik kelas 1 SDN 13 Woja.
Analisis Kebutuhan Peserta Didik terhadap Media Flashcard Edukatif Berbasis Budaya Lokal Hasan, Hasan; Rusdin, Rusdin; Idhar, Idhar; Jamaah, Jamaah; Nurhayati, Nurhayati
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 5 No. 2 (2024): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v5i2.435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa terhadap media pembelajaran berbasis budaya lokal Bima pada mata pelajaran membaca. Analisis kebutuhan ini difokuskan pada peserta didik di SDN 13 Woja. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kualitatif deskriptif, dengan responden peserta didik sebagai sampelnya. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian diolah dan dideskripsikan. Teknik analisis data yang digunakan mengikuti model Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis flashcard edukatif berbasis budaya lokal sangat dibutuhkan dan menarik minat peserta didik. Hal ini terlihat dari persentase pernyataan siswa mengenai media pembelajaran flashcard edukatif berbasis budaya lokal Bima pada mata pelajaran membaca. Hasil analisis kebutuhan ini akan digunakan sebagai bahan atau alat untuk pembelajaran membaca pemula di kelas I SDN 13 Woja.
MINIMISING BULLYING AT UTSMAN BIN AFFAN BOARDING SCHOOL THROUGH IT MENTORING. Arifin, Arifin; Supriyaddin, Supriyaddin; Idhar, Idhar; Afrianti, Indah; Amin, M.; Handayani, Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35708

Abstract

PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian para guru terhadap kasus pelecehan yang terjadi di Pondok Pesantren Utsman bin Affan. Kegiatan PKM ini bekerja sama dengan mitra pondok pesantren Utsman Bin Affan yang beralamat di jalan bendungan rahalayu 400 m selatan Desa O`o Kabupaten Dompu Provinsi NTB yang melibatkan guru serta siswa. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM yaitu terdapat tiga tahapan yang meliputi tahapan persiapan program, tahapan pelaksanaan program dan tahapan monitoring dan evaluasi program keberlanjutan. Berdasarkan hasil survei kepuasan terhadap kesesuaian harapan peserta dengan pelaksanaan kegiatan sebesar 30,4%, sedangkan penilaian kemanfaatan kegiatan sebesar 47,8% yang menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan yang dilaksanakan sudah sesuai. Berdasarkan hasil survei tingkat kepuasan terhadap kemanfaatan materi pelatihan cyberbullying dan bentuk-bentuk bullying, angkanya sebesar 47,8%, sedangkan penilaian tingkat pemahaman guru terhadap praktik anti-bullying disediakan poster adalah 43,5% yang menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan sangat bermanfaat bagi guru untuk memahami kasus dan jenis perundungan yang terjadi di pondok pesantren Utsman Bin Affan serta meningkatnya keterampilan peserta dalam membuat poster anti perundungan dan menggunakan layanan pengaduan perundungan. Hasil dari kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan dan menambah pengetahuan dan pemahaman guru tentang pembuatan poster anti perundungan dan penggunaan aplikasi layanan aduan perundungan di Pondok Pesantren Utsman Bin Affan.
The Development of a Local Wisdom–Based Dance Learning Module to Improve Elementary School Students’ Learning Outcomes: Pengembangan Modul Pembelajaran Seni Tari Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Maisarah, Maisarah; Ilyas, Ilyas; Ilham, Ilham; Idhar, idhar; Damayanti, Putri Surya
Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jekas.v3i1.1135

Abstract

This study addresses the limited availability of learning materials that connect elementary dance instruction to students’ own local culture. The research developed a local-wisdom-based dance learning module (Dompu; Bongi Monca) and examined its validity, practicality, and effectiveness within the Merdeka Curriculum. The study used research and development with the ADDIE model (Analyze–Design–Develop–Implement–Evaluate). A limited try-out involved 19 fifth-grade students of SD Negeri 27 Woja in the 2022/2023 academic year. Data were collected using expert validation sheets (content and instructional design), student practicality questionnaires, learning outcome assessments, observations, interviews, and documentation. Descriptive analysis used percentage scores and mean achievement scores (0–100). The module was very valid (average validity score = 93%) and practical (student practicality score = 77%). Effectiveness was reflected in students’ mean achievement scores: 71 (cognitive), 81 (affective), and 79 (psychomotor), categorized as effective. Overall, the module supports contextual dance learning and strengthens students’ appreciation of local culture.
Islamic Education Based on the Aswaja Understanding in Character Building the Young Generation in the Digital Era Idhar, Idhar
Fitrah Vol 16 No 2 (2025): December
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v16i2.1183

Abstract

Islamic education based on the Ahlussunnah Wal Jama'ah paradigm plays a strategic role in shaping the character of the younger generation in the digital age. This study aims to examine the significance of Aswaja-based Islamic education in shaping ethical and resilient character amid rapid technological change. Using a qualitative research design with a library-based approach, data were collected through document analysis and analyzed using content analysis techniques. The findings show that Aswaja-based Islamic education emphasizes the core values of tawassuth (moderation), tawazun (balance), tasamuh (tolerance), and al-'adl (justice), which serve as basic principles in facing digital challenges. These values contribute to the formation of moderate, balanced, tolerant, and just character among the younger generation. In addition, this study reveals that Aswaja functions as a moral and spiritual framework that transforms digital technology from a potential threat into a means of ethical development. The integration of Aswaja values strengthens spiritual resilience and social harmony, enabling young people to face global disruptions without losing their moral compass. This study concludes that Aswaja-based Islamic education offers an adaptive and contextual framework that connects technological advancement with spiritual integrity, serving as a mechanism to prevent radicalism and moral degradation in cyberspace while fostering morally grounded and socially responsible digital citizens.
Refleksi Historis Peradaban Islam menghadapi Tantangan Kontemporer Idhar, Idhar; An-Nur, Mohammad Haiqal
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.2850

Abstract

Islam di Indonesia kini menghadapi tantangan serius berupa radikalisme dan disinformasi yang mengancam harmoni sosial. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menggali koneksi antara pemahaman sejarah dan resiliensi umat terhadap tantangan kontemporer. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan analisis deskriptif-kritis. Temuan utama mengidentifikasi tiga strategi fundamental: penguatan literasi sejarah Islam Nusantara, revitalisasi pendidikan Islam berbasis toleransi, dan internalisasi nilai moderasi. Hasil ini mengimplikasikan bahwa pemahaman sejarah yang komprehensif dan pendidikan karakter moderat adalah kunci untuk merumuskan masa depan Islam Indonesia yang inklusif dan adaptif dalam menghadapi tantangan global.
The Effect of Canva-Based Learning Media on Students’ Learning Motivation in Islamic Religious Education at Junior High School: Pengaruh Media pembelajaran berbasis Canva terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Pertama Idhar, Idhar; Ilyas, Ilyas; Rahman, Arif
Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran Vol 5 No 3 (2025): Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP)
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiepp.v5i3.1119

Abstract

This study aims to analyze the effect of using Canva media on students’ learning motivation in Islamic Religious Education (IRE) at SMP Negeri 2 Dompu. The low level of students’ enthusiasm in IRE learning, which is still dominated by conventional methods, encourages the use of more innovative digital visual media. This study employed a quantitative ex post facto approach. The population consisted of 143 eighth-grade students, with 23 students selected as the sample through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using simple linear regression with SPSS version 25. The results showed that the use of Canva media had a significant effect on students’ learning motivation in IRE (t = 6.372; p < 0.05), with a coefficient of determination (R²) of 0.621. These findings indicate that Canva media is effective in increasing students’ interest, attention, and engagement in IRE learning. Therefore, the use of Canva is recommended as a creative and contextual learning medium in line with the Merdeka Curriculum.
Islam dan Budaya dalam Harmoni Idhar, Idhar
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam in the Archipelago is a form of Islam that developed by prioritizing local values and local culture, thus presenting a peaceful, moderate and inclusive face of Islam. This research aims to reveal and analyze the values of Islamic teachings that developed in the archipelago, as well as its distinctive and effective methods of dissemination. The method used is a qualitative approach with a type of library research, which is analyzed descriptively. The results show that the main values contained in the Nusantara Islamic teachings include tawazun (balance), tasamuh (tolerance), and tawassuth (moderation), all of which are rooted in Islamic teachings but packaged in the context of local culture. The method of spreading Islam is through education, marriage, and cultural acculturation, which makes Islam easily accepted by multicultural communities. Islam Nusantara is a contextual model of Islam, able to answer the challenges of the times, and strengthen the Islamic and national identity of Indonesian society.
INOVASI PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR SISWA DI SDN 2 LABUAN KANANGA Marjan, Marjan; Trimansyah, Trimansyah; Idhar, Idhar
Fitrah Vol 15 No 1 (2024): June
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v15i1.1085

Abstract

This study aims to describe the implementation of instructional innovations carried out by teachers at SDN 2 Labuan Kananga in improving students’ basic skills. As thematic or integrated learning has been applied in almost all schools, the implementation of thematic learning becomes one of the approaches that is relevant to students’ needs in developing skills such as reading, arithmetic, listening, and speaking. This is important because basic skills serve as a foundation that supports students’ success at the next level of education. The common problem that often arises in the classroom is the lack of students’ learning interest, which is influenced by monotonous and less innovative teaching methods. Teachers who do not present variation in teaching tend to make students passive, thus making the learning process less effective. Through thematic learning, teachers have the opportunity to connect learning materials with students’ real-life experiences, making the learning process more contextual, enjoyable, and meaningful.