p-Index From 2021 - 2026
10.803
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan dan Sikap Ibu Menyusui Tentang Asi Eksklusif Pada Masa Pandemi Covid-19 Kambera, Loli; Pratiwi, Bintang Agustina; Yanuarti, Riska; Oktarianita, Oktarianita; Wati, Nopia
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 3 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i3.493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang ASI Eksklusif di masa pandemi Covid-19 Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu. Jenis penelitian quassy experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Lingkar Timur. Populasi penelitian yaitu semua Ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0 – 6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu berjumlah sebanyak 59 orang, selanjutnya sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis, univariat dan bivariat (paired sample t test). Hasil analisis univariat menunjukan bahwa rata-rata skor pengetahuan sebelum edukasi sebesar 11,76 dan sesudah edukasi sebesar 15,69, sedangkan rata-rata skor sikap sebelum edukasi sebesar 78,93 dan sesudah edukasi sebesar 98,80. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan pengetahuan (P value = 0.000) dan sikap (P Value = 0.000) sebelum diberikan edukasi dan sesudah diberikan edukasi ASI Eksklusif. Edukasi sebaiknya terus dilakukan terutama selama masa pandemic, sehingga ibu tetap semangat terus memberikan ASI eksklusif
PERBANDINGAN DEKOMPOSER NASI DAN DEKOMPOSER BONGGOL TERHADAP LAMA PEMBUSUKAN SAMPAH ORGANIK Ramon, Agus; Wati, Nopia; Husin, Hasan; Wulandari, Wiwik
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 01 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i01.229

Abstract

Menumpuknya sampah organik yang dapat berakibat bagi kesehatan manusia. Sampah organic juga dapat di uraikan denga dekomposer bonggol pisang dan nasi.   Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan dekomposer nasi dan dekomposer bonggol pisang terhadap lama waktu pembusukan sampah organik.               Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian dilakukan di Kelurahan Pagar Dewa kota Bengkulu. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat (one way anova).               Hasil penelitian menggambarkan bahwa rata-rata lama pengomposan dengan menggunakan dekomposer bonggol pisang adalah 14 hari (95% CI:13,95-14,64). Pengomposan paling cepat 14 hari dan pengomposan paling lama 15 hari. Dekomposer nasi adalah 11 hari (95% CI:11,49-12,10). Pengomposan paling cepat 11 hari dan pengomposan paling lama 12 hari.Kontrol adalah 17 hari (17,12-17,87). Pengomposan paling cepat 17 hari dan pengomposan paling lama 18 hari.  Ada perbedaan yang signifikan rata-rata lama pembusukan dengan menggunakan dekomposer bonggol pisang dan dekomposer nasi dengan nilai p=0,000. Kata Kunci                            : Dekomposer, nasi. bongggol pisang, pembusukan sampah 
PERSEPSI PESERTA POSBINDU PTM TENTANG PELAKSANAAN KEGIATAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BERINGIN RAYA KOTA BENGKULU Oktarianita, Oktarianita; Wati, Nopia; Febriawati, Henni
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v15i2.988

Abstract

One of the strategies for early detection and monitoring of risk factors for Non-Infection Diseases (PTM) is the implementation of Posbindu PTM. Still included in the low category regarding the achievement of the total number of patients checking the basic and primary posbindu for non infection diseases (covering all posbindu activities) which is below the 50% target of 20.2%. This study aims to determine the perceptions of posbindu participants about the implementation of Posbindu for non infection diseases. This research is a descriptive study with a qualitative approach in March-August 2020 through in-depth interviews with 5 informants and 3 triangulations using interview, observation and documentation guidelines. The research focuses on the perspectives of the Posbindu participants about the implementation of Posbindu for non infection diseases at public health center of in the Beringin Raya Bengkulu City.The results showed that the implementation of Posbindu used a 5-table system (registration, height measurement, weighing, recording by cadres then to the medical team for blood pressure, blood sugar, cholesterol and uric acid checks, consultation by Posbindu officers and cadres was carried out once a month at residents' homes. The implementation has been running according to the public health center SOP. Service quality is generally good, but the community's enthusiasm is still low in participating in Posbindu, there are participants who are still afraid to have their health checked at Posbindu, there are things that are felt to be less than optimal in service where people feel less satisfied because only examination but no medicine, insufficient examination tools and the implementation of Posbindu held during working hours A referral system has been implemented if a participant is at risk of being asked to go to the puskesmas for treatment.Salah satu strategi untuk deteksi dini dan pemantauan faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) yaitu pelaksanaan Posbindu PTM. Masih termasuk katagori rendah mengenai capaian jumlah keseluruhan pasien melakukan pengecekan pada posbindu PTM dasar dan utama (meliputi semua kegiatan posbindu) yakni dibawah target 50% sebesar 20,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peserta posbindu tentang pelaksanaan kegiatan Posbindu PTM di wilayah Kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif pada Maret-Agustus 2020 melalui wawancara mendalam terhadap 7 informan dan 3 triangulasi dengan menggunakan pedoman wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Penelitian berfokus pada perspsi peserta posbindu tentang pelaksanaan kegiatan Posbindu PTM di Wilayah Kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu.Hasil Penelitian menunjukan Pelaksanaan Posbindu menggunakan sistem 5 meja (Pendaftaran, Tinggi badan, berat badan, pencatatan oleh kader selanjutnya pemeriksaan tekanan darah, gula darah, cek kolesterol, dan asam urat, konsultasi oleh petugas dan kader posbindu dilaksanakan satu bulan sekali di rumah warga. Pelaksanaan telah berjalan sesuai SOP Puskesmas. Kualitas pelayanan pada umumnya sudah baik, namun masih rendahnya antusias masyarakat mengikuti posbindu, ada peserta yang masih merasa takut memeriksakan kesehatannya ke posbindu, ada hal yang dirasakan masih kurang maksimal dalam pelayanan dimana masyarakat merasa kurang puas karena hanya pemeriksaan tapi tidak ada obat, alat pemeriksaan tidak cukup serta pelaksanaan posbindu diadakan pada jam kerja. Sistem rujukan telah dilakukan jika ada peserta yang berisiko akan disuruh pengobatan ke puskesmas. Diharapkan melakukan pendekatan langsung ke masyarakat dan kader sehingga mampu memberikan kesadaraan bahwa Posbindu ini adalah bagian dari pemantauan kesehatan masyarakat.
GAMBARAN PERILAKU PETANI SAYURAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NUSA INDAH DI TINJAU DARI ASPEK KESEHATAN Apriliani, Eka Anis; Oktavidiati, Eva; Ramon, Agus; Wati, Nopia
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v16i1.1567

Abstract

Perilaku petani di wilayah kerja Puskesmas Nusa Indah dalam pemberantasan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menggunakan pestisida. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui gambaran perilaku petani di wilayah kerja Puskesmas Nusa Indah di tinjau dari aspek kesehatan. Jenis penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang di Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Indah. Teknik Pengumpulan Data dengan observasi dan wawancara.  Hasil penelitian didapatkan Petani dalam pengusiran organisme pengganggu tanaman (OPT) yaitu serangga dan jamur menggunakan pestisida, sedangkan pengetahuan petani belum baik akan pengenalan pestisida yang mereka pakai. Sikap petani dalam penggunaan pestisida belum baik, karena dalam penyimpanan dan penggunaan APD tidak sesuai dengan aturan yang ada. Tindakan petani dalam penggunaan pestisida mengambarkan masih banyak tindakan tidak bijaksana dari petani yang dapat membahayakan kesehatan, baik dalam pemilihan, penyimpanan, pencampuran, penyemprotan, penggunaan APD, keluhan kesehatan. PHBS petani sudah baik mulai dari pembersihan alat, kebersihan badan, dan kebersihan pakaian. Keluhan kesehatan yang dirasakan petani berupa pusing dan mual-mual setelah mereka menggunakan pestisida. Maka dari itu pengetahuan yang baik dan sikap positif dapat menyebabkan tindakan yang tidak benar saat penggunaan pestisida hal ini dapat mempengaruhi kesehatan petani, karena kurangnya pengetahuan dan sikap positif terhadap penggunaan pestisida yang mereka gunakan dapat mempengaruhi produktifitas bagi dari segi waktu kerja maupun kemampuan kerja.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELAM TENGAH KABUPATEN KAUR Ramon, Agus; Wati, Nopia; Oktavidiati, Eva; Wulandari, Nadia
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v16i1.1515

Abstract

Diare termasuk penyakit yang dapat menyebabkan penderitanya sering buang air besar, umumnya dengan tinja yang encer. Kajadian diare di Kabupaten Kaur dalam tiga tahun terakhir masih menjadi permasalahan kesehatan yang dihadapi Puskesmas Kelam Tengah, hal tersebut diduga berhubungan dengan kurangnya pengetahuan dan perilaku negatif masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kelam Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku ibu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja puskesmas Kelam Tengah Kabupaten Kaur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2020 di wilayah kerja Puskesmas Kelam Tengah. Populasi penelitian terdiri dari ibu rumah tangga yang memiliki balita sebanyak 368 orang. Jumlah sampel penelitian sebanyak 92 ibu yang memiliki balita dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (P value = 0.000) dan perilaku ibu (P value= 0.000) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kelam Tengah.  Diharapkan petugas kesehatan yang berada di wilayah kerja puskesmas Kelam Tengah untuk dapat melakukan penyuluhan dan promosi kesehatan terkait dengan pencegahan penyakit Diare pada anak.
PENATALAKSANAAN NON FARMAKOLOGI UNTUK PENGONTROLAN SKALA NYERI ARTRITIS RHEUMATOID PADA USIA LANJUT Wijaya, Andri Kusuma; Oktavidiati, Eva; Wati, Nopia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jpmbr.v4i3.1638

Abstract

ABSTRAKRheumatoid artritis merupakan penyakit degeneratif yang menyerang sendi, terutama terjadi pada orang tua lanjut usia, yang mempunyai ciri–ciri erosi pada kartilago artikuler, pembentukan osteofit, sklerosis subkondral, dan berbagai perubahan biokimia dan morfologi dari membrane sinofial dan kapsula sendi. Penyakit rheumatoid artritis  terjadi di daerah persendian yang paling sering terkena adalah sendi tangan, pergelangan tangan, sendi lutut, sendi siku, pergelangan kaki, sendi bahu serta sendi panggul dan biasanya bersifat bilateral/simetris. Gejala klinik penyakit sendi/ rheumatoid artritis berupa gangguan nyeri pada persendian yang disertai kekakuan, merah, dan pembengkakan yang bukan disebabkan karena benturan atau kecelakaan dan berlangsung kronis. Selain itu reumatoid artritis juga memiliki karakteristik berupa kerusakan dan proliferasi pada bagian membran sinovial, sehingga berdampak pada kerusakan tulang, sendi dan deformitas yang terjadi pada lansia. Lansia merupakan keadaan dimana adanya penambahan usia seiring dengan  terjadi penurunan fungsi fisiologis, sehingga lansia sering kali memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami nyeri hal ini juga disebabkan oleh beberapa hal yang bersifat patologis seperti penurunan fungsi sistem muskuloskeletal karena adanya perubahan komposisi larutan cairan didalam tulang rawan yang akan membebani  sendi untuk bekerja lebih berat lagi yang dapat memicu terjadinya nyeri. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri arthritis rheumatoid diantaranya melakukan kegiatan pengkajian terkait riwayat penyakit lansia atau pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan tentang penyakit Arthritis Rheumatoid, pemberian penatalaksanaan nonfarmakologi untuk menurunkan nyeri arthritis rheumatoid seperti kompres dengan jahe merah hangat dan senam rematik pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu.Kata Kunci :Arthritis Rheumatoid, Nyeri
Determinants of the Incident of Pneumonia in Toddlers in Bengkulu City in 2020 Wati, Nopia; Oktarianita, Oktarianita; Ramon, Agus; Husin, Hasan; J, Harsismanto
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v17i2.25845

Abstract

The number of pneumonia cases in toddlers in Bengkulu City in 2018 reached 3,411. In 2017 there were 3,437 cases. In 2016 there were 31 people. The increase in pneumonia cases will affect the health status of infants and children in the future. This study aims to analyze the determinants of the incidence of pneumonia in children under five in Bengkulu City. The research method was cross-sectional, located in 4 health centers (Sukamerindu, Betungan, Telaga Dewa, and Kuala Lemembu). The sample in this study was 90 people. Data collection using a questionnaire. Data analysis by univariate and bivariate. Results, There is a relationship between immunization status (P-Value 0.000), exclusive breastfeeding (P-Value 0.004), history of ARI (P-Value 0.000), and residential density (p-value 0.004) with the incidence of pneumonia in children under five in Bengkulu City. The study concluded the significant relation between immunization status, exclusive breastfeeding, history of ARI, and residential density with the incidence of pneumonia in children under five in Bengkulu City. The most influential variable was exclusive breastfeeding. 
Comparison the Effectiveness between Defective Cough and Yoga Breathing Exercises in Reducing Breathlessness on Tuberculosis Patients at Matahari Room, Dr. M. Yunus Hospital, Bengkulu Weti Dadang; Nopiawati; Haifa Wahyu; Liza fitrilina; Ledyawati
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 15 No. 2 (2021): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v15i2.14922

Abstract

Introduction: The decrease of vital lung capacity on pulmonary tuberculosis (PTB) patients can reduceoxygen supply to the lungs. Lung capacity is very crucial within breathing process; decreased its capacitycan cause the distruption functions in the body’s cells, which leads to the breathlessness on tuberculosispatients. This research presents the study to examine the Effective Coughing (EC) and Yoga breathingExercises (YBE) as a technique to reduce the breathlessness for patients who suffer from tuberculosis atRegional Public Hospital, DR.M.Yunus, Bengkulu.Methods: This study was quantitative research with a quasy experiments design. The population was allpatients (men and women) with pulmonary tuberculosis (PTB) at RSUD DR.M.Yunus, Bengkulu. Thesamples were 74 patients, which selected toward patients who have complaints of breathlessness; 34 patientsused for intervention group, and 34 patients for control group. This, according to the research’ aim, comparedthe treatment effect by using effective coughing intervention and Yoga Breathing Exercise as well.Findings: The results showed a significant change after given effective cough (EC) (value=2.30), but therewas a small change after given with Yoga Breathing Exercises (YBE) (value=2.84).Conclusions: In short, our research finding there was a significant effect of using EC and YBE for reducingthe breathlessness. The impications of this research can be implemented as respiratory managementintervention on patients who suffer with pulmonary tuberculosis (PTB).
MORAL ANALYSIS IN THE ANIMATED FILMS OF NUSA RARA AND UPIN IPIN AS EDUCATIONAL SHOWS Wiga Rahmayanti; Ahmad Hariandi; Nopia Wati
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2020): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7585.525 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v12i2.220

Abstract

This study aims to analyze and describe the moral values contained in the Nusa and Rara animations as well as the Upin and Ipin cartoons. This research is a qualitative descriptive research using a sample entitled from the animation film Nussa and Rara and the cartoon Upin Ipin with content analysis techniques. The data in this study contain religious and moral values contained in the animation of Nusa and Rara and Upin and Ipin cartoon. From this research, the results are religious and moral values in form of “adab” before going to bed, eating manners, saying “basmallah”, alms, keeping doing, doing good deeds, tolerance and help, not being arrogant, keeping words, praying on time, brotherhood, honesty, loving animals, respect, responsibility, justice, tolerance, self-discipline, caring for others, courage and democratization. The animation of Nussa Rara as well as the cartoon of Upin and Ipin are highly requested to be watched by children because it contains many religious and moral values in accordance with the national culture and Islam  
An Analysis on the Implementation of Posbindu PTM Program at Beringin Raya Community Health Center Bengkulu Oktarianita Oktarianita; Nopia Wati; Henni Febriawati; Afriyanto Afriyanto
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 15 No. 1 (2021): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v15i1.2841

Abstract

Background: The implementation of Integrated Health Post or Pos Binaan Terpadu (Posbindu) Program for Non-Communicable Diseases is an effective and efficient strategy to control risk factor. The low interest in visiting Posbindu was shown from the number of visits that decreased in 2017 (75.4%) and 2018 (64.4%). This study aims to analyze the Integrated Health Post for Non-Communicable Diseases or Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) program at Beringin Raya Community Health Center in Bengkulu. Method: This study used qualitative and descriptive approach, and was conducted in March-August 2020 using in-depth interview techniques. Results: The implementation of the Posbindu program was in accordance with the Standard Operating Procedures (SOP). Funding for this program came from the Health Operational Assistance. However, it was not sufficient. Posbindu activities were held once a month and used 5 steps system (registration, health interviews, health checks, referrals, and health education). The examination results was only recorded on the visiting book, and they did not have specific monitoring tools. The supervision of the implementation and the evaluation were discussed in the monthly mini workshop. In addition, the facilities and infrastructure were still inadequate. There was a shortage medicine supplies, and the community participation in Posbindu PTM was still low. Conclusion: Posbindu PTM has been implemented according to the SOP, but the overall implementation such as funding, drug procurement, infrastructure, and the number of Posbindu visits is still insufficient.
Co-Authors ., Oktarianita Achmad Allfaress, Reffky Adi Sismanto Afriyanto Afriyanto A Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Agung Suhadi Agus Ramon Agus Ramon Agus Ramon Agus Ramon Agus Ramon, Agus Agus, Agus Ramon Ahmad Bagas Pradani Ahmad Hariandi Al. Asyary Upe Alfajri, Oktomi Allfaress, Reffky Achmad Andri Kusuma Wijaya Andry Sartika Apriliani, Eka Anis Arlina, Sintia Betrianita, Betrianita Bintang Agustina Pratiwi Bintang Agustina Pratiwi Bunga Tiara Kasih Chandra Widiatni Pramita Depan Ramadi Egi Alifia putri Eka Anis Apriliani Elviza Qurata Ayun Emi kosvianti1, 2 , Emy Susanti3 , Windhu Purnomo4, Agung Suhadi5 Emi Kosviyanti Emma Rachmawati ESSY TUWI SUSANTI eva oktavidiati EVA OKTAVIDIATI, EVA Faisal Rizal, Achmad Fajri Jawanda, Fahrit Fatsiwi Nunik Andari Fatsiwi, Fatsiwi Nunik Andari Fauzia Farah Az Zahra Febriani, Cantika Alya Dwy Ferasinta Ferasinta Ferasinta Fiana Pondesta Frensi Triastuti Haifa Wahyu Hasan Husin Heni Helvia Henni Febriawati Henni Febriawati henni febriawati HENNI FEBRIAWATI Henni Febriawati, Henni Hersanti, Fitri Hestika Nurhayati Husin , Hasan Husin, Hasan J, Harsismanto Jafrizal, Jafrizal Kambera, Loli Kartika, Aulia Ledyawati Lina, Liza Fitri Liza fitrilina Loli Kambera Lusi Okavianti M Amin M. Amin Maghfiroh, Arina Amalia Meilanda, Vella Mira Pitaloka Mirando Juney Prayogo Monika Wulandari, Tia Mufqi, Iguh Al Mugia Bayu Raharja Mugia Bayu Raharja Muhammad Amin Muhammad Amin Muhammad Evan Nasrullah Muhammad Randika Alifiyandi Nadia Wulandari Nadia Wulandari Nova Hariansyah Nova Kartini Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Hestika Nurul Izzah Okavianti, Lusi Oktarianita, Oktarianita Oktavia, Desi Padila Padila PEKI HARIZON Pradani, Ahmad Bagas PRATIWI, ANDRIANI Pratiwi, Diyan Puteri, Febyona Jolest Putra Anugrah, Putra Putri, Dea Sabrina rahmida nadia Raju Sungsang Amir Regita Maheswari Rezatul Putri Riska Yanuarti RISKA YANUARTI Rizal, Achmad Faisal Sandos Yedilau Sari Putri sari putri Sarkawi, Sarkawi Selvia Novitasari Selvia, Selvia Novitasari Sintia Arlina Siral Siral Sri Dwi Nengsih SURYANI, IIS Susilawati Tiwi Agustin Valentine, Zulva Suwatr Zara Weti Weti Dadang Weti Weti Wiga Rahmayanti Wiritanaya, Sella Wiwik Wulandari Wiwik Wulandari, Wiwik Wulan Angraini Wulan Angraini Wulan Angraini Yandrizal Yandrizal Yanuarti, Riska Yesa Putri Pratama Yoga Sarwenda Yusmaniarti