Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Koagulan Kapur (CaO) dan Ferri Klorida (FeCl3) terhadap Konsentrasi Logam Berat dan COD pada Air Limbah Laboratorium Santoso, Briliani Azmi; Apriani, Isna; Winardi, Winardi
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i2.76845

Abstract

Limbah cair Laboratorium Analisis Kualitas Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan adalah limbah yang bersumber dari sisa-sisa larutan kimia dalam suatu eksperimen yang mengandung COD dan logam berat (Pb dan Cr). Residu logam dihasilkan dari bahan yang digunakan berupa Pb(NO3)2 dan K2CrO4 selama praktikum. Pengolahan air limbah laboratorium dilakukan secara koagulasi-flokulasi menggunakan jartest yang bertujuan menurunkan konsentrasi COD, Pb dan Cr pada air limbah dan melihat pengaruh penggunaan koagulan kapur, FeCl3 dan kombinasi keduanya. Massa yang digunakan masing-masing koagulan yaitu 1gr, 2gr dan 3gr sedangkan pada kombinasi menggunakan 3gr kapur yang dicampurkan dengan FeCl3 sebesar 1gr, 2gr dan 3gr. Hasil uji menunjukkan kadar maksimum penurunan COD, Pb dan Cr diperoleh variasi C3 (kapur 3gr), F3 (FeCl3 3gr) dan CF1 (kapur 3gr + FeCl3 1gr). Efisiensi penurunan terbesar pada COD yaitu CF3 (kapur 3gr + FeCl3 3gr) 34,4% ; timbal pada C3 (kapur 3gr) 83,8% dan krom pada CF1 (kapur 3gr + FeCl3 1gr) 99,6%. Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda diperoleh signifikasi 0,05 sehingga Ho diterima, tidak ada pengaruh variabel massa dan jenis koagulan terhadap COD, Pb dan Cr. Penelitian ini penting dilakukan pada limbah Laboratorium Kualitas Air agar limbah yang dihasilkan tidak memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
Perbandingan Efisiensi Jenis Media Polyurethane Sponge dan Kaldness (K5) Terhadap Pengolahan Limbah Cair Tempe Menggunakan Ecological Floating Bed (EFB) Harissa, Harummitha; Apriani, Isna; Jumiati, Jumiati
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i1.72691

Abstract

Air limbah yang berasal dari kegiatan home industry industri tempe bersumber dari aktivitas perendaman dan perebusan kedelai, air limbah cenderung langsung dibuang ke lingkungan tanpa proses pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Perihal ini akan membahayakan suatu lingkungan karena nilai BOD, COD serta TSS sudah melebihi baku mutu berdasarkan PerMenLHK No. 5 Tahun 2014 terkait Baku Mutu Air Limbah untuk Kegiatan/Usaha Pengolahan Kedelai, dengan nilai yakni 2.748 mg/L, 12.430 mg/L dan 2.944 mg/L. Air limbah industri tempe mencakup pada limbah yang biodegradable yakni limbah ataupun bahan buangan yang bisa dilakukan penghancuran oleh mikroorganisme, sehingga dapat dilakukan pengolahan menggunakan metode EFB (Ecological Floating Bed). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai efisiensi penurunan, dan pengaruh media terhadap hasil penurunan dari pengolahan air limbah industri tempe menggunakan metode EFB (Ecological Floating Bed) dengan media kaldness (K5). Penurunan dengen efisiensi penurunan paling baik pada setiap parameter yaitu BOD, COD, dan TSS berturut-turut 17,6%, 20,6% dan 40,7%. Berdasarkan uji statistik One Way ANOVA memperlihatkan tidak ada perbedaan nyata antara media untuk menurunkan parameter pencemar.
PENURUNAN KONSENTRASI TSS PADA PENGOLAHAN LUMPUR BUANGAN SECARA MEKANIS DI IPA IMAM BONJOL PERUMDA AIR MINUM TIRTA KHATULISTIWA PONTIANAK DENGAN DATA SEKUNDER Aswarni, Putri Wulandari; Winardi, Winardi; Apriani, Isna
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i2.66496

Abstract

IPA Imam Bonjol merupakan salah satu instalasi pengolahan air yang juga menghasilkan produk sampingan berupa lumpur. Lumpur yang dihasilkan memiliki kadar TSS yang tinggi yaitu 1.011 mg/L. Kadar TSS yang tinggi dapat merusak lingkungan perairan sungai. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui kadar penurunan TSS dalam lumpur buangan IPA Imam Bonjol dengan menggunakan data sekunder serta pengolahan lumpur secara mekanis. Pengolahan mekanis lumpur yang dipilih pada penelitian ini bak pengumpul, gravity thickening, belt filter press serta penampung drycake. Perhitungan penurunan kadar TSS menggunakan neraca massa. Berdasarkan baku mutu PERMEN LH Nomor 5 Tahun 2014 mengenai kriteria air limbah yang belum ditetapkan pada golongan 1 kadar TSS lumpur buangan mlebihi standan baku mutu. Perhitungan neraca massa menunjukkan konsentrasi TSS pada bak Pengumpul turun menjadi 808,8 mg/L, sedangkan pada gravity thickening konsentrasi TSS menjadi 202,2 mg/L dan hasil akhir konsentrasi TSS yaitu 10,11 mg/L.
Pengolahan Limbah Cair Rumah Makan Dengan Constructed Wetlands Skala Rumah Tangga Ananta, Muhammad Andre; Suciana, Indah; Izwara, Yarra; Apriani, Isna
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i1.72752

Abstract

Wastewater from restaurants has a high organic content. Wastewater must be processed until it conforms with the effluent standard before being disposed of in water. Construction of subsurface wetland is one of the treatment options. This study made use of a reactor that Kiambang and Melati Air had planted. Sedimentation basin, wetland basin, and treatment basin are the three reservoirs used in this study. The wastewater was a sedimented effluent from restaurant operations. Seeding, acclimation, and running are the processes used. running for seven days. The variables under test were pH, TSS, and BOD (biological oxygen demand). Before treatment, the concentration is BOD 546,75 mg/l, TSS 340 mg/l, and pH 7,24. After treatment, the concentration is BOD 30,75 mg/l, TSS 95 mg/l, and pH 7,42. As a result, BOD has an efficiency of 94,376% and TSS has an efficiency of 72%. The concentrations of TSS did not meet the set quality criteria, although the levels of BOD and pH did.
Penerapan Metode Gabungan Netralisasi, Koagulasi, Filtrasi dan Adsorpsi dalam Pengelolaan Limbah Cair Laboratorium Sinaga, Ardomoan Sehat; Wulandari, Nurfitri; Gunawan, Ferri Fapra; Apriani, Isna
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i1.73910

Abstract

Limbah laboratorium adalah jenis limbah yang dihasilkan dari kegiatan praktikum mahasiswa dan mengandung banyak zat berbahaya bagi lingkungan. Limbah di Laboratorium Lingkungan dihasilkan dari praktikum yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dan efisiensi penurunan parameter (COD, Fe, Pb dan pH) pada limbah cair Laboratorium Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura menggunakan penerapan teknologi pengolahan dengan kombinasi proses netralisasi, koagulasi, filtrasi dan adsorpsi. Pengolahan limbah Laboratorium ini dengan proses Netralisasi menggunakan NaOH, koagulasi menggunakan PAC, dan Filtasi-Adsorpsi menggunakan pasir silika, batu kerikil, zeolit dan arang aktif. Dosis NaOH yang digunakan pada pengolahan ini adalah 2.325 ml, dan dosis PAC yang digunakan adalah 280 gram. Efisiensi pengolahan limbah Laboratorium dengan metode kombinasi netralisasi, koagulasi, filtrasi dan adsorpsi yaitu COD sebesar 31,19 % dari 3.853 mg/L menjadi 2.654 mg/L, ion Fe sebesar 89,61% dari 53,6 mg/L menjadi 5,57 mg/L dan ion Pb sebesar 80,07% dari 0,56 mg/L menjadi 0,259 mg/L. Diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam merencanakan pengolahan limbah cair di Laboratorium Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah di Pasar Tradisional Sabang Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau Saputra, Edy; Apriani, Isna; Winardi, Winardi
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i3.68028

Abstract

Pasar Tradisional Sabang   merupakan pasar tradisonal   yang ada di Kecamatan Sekayam yang menjadi penyumbang limbah cair dari aktivitas domestik serta belum memiliki IPAL. Tujuan dari perencanaan ini adalah mendesain unit proses serta menghitung rencana anggaran biaya untuk membangun IPAL di Pasar Tradisional Sabang. Perencanaan unit IPAL didasarkan pada studi literatur. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode grab sample pukul 08.00 WIB, selanjutnya sampel air limbah akan diuji di Laboratorium Baristand Kota Pontianak. Debit limbah cair Pasar Tradisional Sabang direncanakan sebesar 0,72 m3 /hari. Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan, karakteristik limbah cair Pasar Tradisional Sabang yaitu BOD sebesar 96,5 mg/l,   TSS sebesar 226 mg/l, minyak dan lemak 1,80 mg/l, dan Total Coliform sebesar 30 koloni/100 ml.   Kadar BOD dan TSS melebihi standar baku mutu yang ditentukan yaitu Permen LHK Nomor     P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 Tentang Kadar Baku Mutu Limbah Cair Domestik. Hasil dari perencanaan dipilih unit pengolahan yang terdiri dari bar screen (1m x 1m x 1m) , bak ekualisasi (0,3m x 0,3m x 1m) , bak sedimentasi awal (0,6m x 0,6m x 0,22m) dan bak biofilter aerob (0,62m x 0,5m x 0,5m) dengan total luas lahan 1,76 m2 . Total biaya yang diperlukan adalah sebesar Rp. 4.280.347,874,-.
Partisipasi Ibu Rumah Tangga Dalam Pengelolaan Sampah di Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak Fadilah, Nurul; Akbar, Aji Ali; Sutrisno, Hendri; Apriani, Isna
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i1.1-14

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan pelaksanaan pengelolaan sampah membutuhkan dukungan dari semua sektor masyarakat, salah satunya ibu rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah serta aspek teknis operasional pengelolaan sampah. Responden dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga dengan sampel berjumlah 100 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian dianalisis dengan uji statistik chi square (X2) menggunakan program SPSS Versi 26. Penelitian menemukan 100% responden berpengetahuan dan 94% responden berpartisipasi. Analisis bivariat menunjukan tidak ada hubungan yang sangat signifikan antara usia ibu rumah tangga dengan pengetahuan dan partisipasi dalam mengelola sampah dan ada hubungan yang sangat signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan dan partisipasi dalam mengelola sampah di Kelurahan Sungai Jawi Luar. Selain itu juga menganalisis laju timbulan sampah dan komposisi sampah dengan metode SNI-19-3964-1994 selama 8 hari. Hasil proyeksi timbulan sampah dan komposisi sampah menjadi dasar dalam menganalisis aspek teknis operasional sistem pengelolaan sampah. Mengacu kepada Permen PU No. 3 Tahun 2013, pewadahan sampah direncanakan menggunakan 3 jenis wadah yang berbeda sesuai komposisi sampah, pengumpulan sampah menggunakan pola individual tidak langsung dan pengangkutan ke TPA Batu Layang oleh DLH Kota Pontianak dengan menggunakan alat angkut armroll truck.Kata kunci: Partisipasi, Ibu Rumah Tangga, Sistem Pengelolaan Sampah. ABSTRACTThe successful implementation of waste management requires support from all sectors of society, one of which is the housewife. This study aims to analyze the level of participation of housewives in waste management and the operational technical aspects of waste management. Respondents in this study were housewives with a sample of 100 respondents. Data was collected using a questionnaire and then analyzed using the chi square statistical test (X2) using the SPSS Version 26 program. The study found that 100% of respondents were knowledgeable and 94% of respondents participated. Bivariate analysis showed that there was no very significant relationship between the age of the housewife and knowledge and participation in managing waste and there was a very significant relationship between education level and knowledge and participation in managing waste in Sungai Jawi Luar Village. In addition, it also analyzes the rate of waste generation and waste composition using the SNI-19-3964-1994 method for 8 days. The projected results of waste generation and waste composition form the basis for analyzing the operational technical aspects of the waste management system. Referring to Permen PU No. 3 of 2013, the waste container is planned to use 3 different types of containers according to the composition of the waste, the collection of waste using an indirect individual pattern and transportation to the Batu Layang TPA by DLH Pontianak City using an armroll truck.Keywords: Participation, Housewife, Waste Management System.
PENERAPAN TEKNOLOGI BERSIH DAN MINIMASI LIMBAH PADA INDUSTRI RUMAHAN AMPLANG KOTA PONTIANAK Herdeasni, Dhea; Rahma, Dinda Aura; Apriani, Isna
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i2.13446

Abstract

Industri amplang merupakan industri rumahan yang menghasilkan amplang dengan menggunakan bahan baku ikan tenggiri yang popular di Kota Samarinda, namun telah banyak industri amplang yang bermunculan di berbagai daerah di Indonesia, tidak terkecuali di Kota Pontianak. Problematika yang sering dijumpai dari industri rumahan ini ialah kurangnya kesadaran serta minimnya pengetahuan dari para pengusaha   Penerapan teknologi bersih dan minimasi limbah merupakan konsep pengelolaan lingkungan yang dapat digunakan pada berbagai jenis industri dalam rangka pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis alternatif penerapan produksi bersih dalam rangka mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan efisiensi produksi. Metode penelitian yang digunakan ialah analisis deskriptif untuk menentukan alternatif produksi besih yang dapat diterapkan pada industri amplang di Jalan Pak Benceng, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak Kalimantan Barat, terhadap data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa ada beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu good housekeeping, penerapan teknologi, reuse, reduce dan recycle limbah yang di hasilkan dari proses produksi. Langkah-langkah ini akan membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan efisiensi produksi industri amplang di Jalan Pak Benceng, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak Kalimantan Barat
Efektivitas Aktivator Mikroorganisme Lokal Limbah Sayur, EM4, dan Kotoran Sapi pada Pembuatan Kompos dari Limbah Sayur di Pasar Flamboyan Dewantari, Ukhfiya; Arifin, Arifin; Sulastri, Aini; Apriani, Isna; Sutrisno, Hendri
Dampak Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.19.2.73-82.2022

Abstract

Flamboyan is a market located in Pontianak City which produces organic waste with a percentage of 89.57%. The high level of organic waste produced at the Flamboyan Market can cause organic waste to decompose and cause unpleasant odors and become a vector of disease so that sanitation and environmental aesthetics decline. Therefore, it is necessary to handle the waste by composting. The purpose of this study was to determine the physical quality and chemical quality of compost based on color, odor, texture, temperature, pH, humidity, C/N ratio, nitrogen content (N), phosphorus content (P), and potassium content (K) against PERMENTAN No. 70 of 2011 and identified the effect of local microorganism activator of vegetable waste, EM4 and cow dung on the quality of compost maturity. This research method is aerobic composting with vegetable waste as the basic ingredients and the addition of local microorganism activator of vegetable waste, EM4 activator and cow dung activator with composting time of 35 days and using the same number of microorganisms, which is 7,850,000 cells. The results obtained, composting using the same number of microorganisms as many as 7,850,000 cells gave the best compost results in cow dung activator which is an effective activator in making compost in this study with parameters that have met quality standards consisting of a temperature of 31oC, pH of 5.8, blackish brown color, smell like soil, fine texture, potassium (K) content of 4.4%, C-Organic content of 32.9% and compost C/N ratio of 23.54 and MOL activator, EM4 and cow dung did not have a different effect on compost maturity. Keywords: Activator, Compost, EM4, Cow Dung, Local Microorganisms, Vegetable WasteA B S T R A K Flamboyan merupakan pasar yang terletak di Kota Pontianak yang menghasilkan sampah organik dengan persentase 89,57%. Tingginya kadar sampah organik yang dihasilkan di Pasar Flamboyan dapat menyebabkan sampah organik terurai dan menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi vektor penyakit sehingga sanitasi dan estetika lingkungan menurun. Oleh karena itu, perlu dilakukan penanganan sampah dengan cara pengomposan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu fisik dan mutu kimia kompos berdasarkan warna, bau, tekstur, suhu, pH, kelembaban, rasio C/N, kandungan nitrogen (N), kandungan fosfor (P), dan kandungan kalium. (K) terhadap PERMENTAN No. 70 Tahun 2011 dan mengidentifikasi pengaruh aktivator mikroorganisme lokal limbah sayuran, EM4 dan kotoran sapi terhadap kualitas kematangan kompos. Metode penelitian ini adalah pengomposan aerobik dengan bahan dasar limbah sayuran dan penambahan aktivator mikroorganisme lokal limbah sayuran, aktivator EM4 dan aktivator kotoran sapi dengan waktu pengomposan 35 hari dan menggunakan jumlah mikroorganisme yang sama yaitu 7.850.000 sel. Hasil yang didapatkan, pengomposan dengan menggunakan jumlah mikroorganisme yang sama sebanyak 7.850.000 sel memberikan hasil kompos terbaik pada aktivator kotoran sapi yang merupakan aktivator yang efektif dalam pembuatan kompos pada penelitian ini dengan parameter yang telah memenuhi baku mutu yang terdiri dari suhu 31oC, pH 5,8, warna coklat kehitaman, berbau seperti tanah, tekstur halus, kandungan Kalium (K) 4,4%, kandungan C-Organik 32,9% dan rasio C/N kompos 23,54 dan aktivator MOL, EM4 dan kotoran sapi tidak memiliki efek yang berbeda pada kematangan kompos. Kata Kunci: Aktivator, Kompos, EM4, Kotoran Sapi, Mikroorganisme Lokal, Limbah Sayur
Pemanfaatan Sampah Organik dan Serbuk Kayu Menjadi Biobriket sebagai Energi Alternatif Retnawati, Eka; Apriani, Isna; Sulastri, Aini
Dampak Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.20.1.43-48.2023

Abstract

The rapid economic and population growth of Pontianak City has triggered an increase in domestic waste. The composition of Pontianak City waste in 2020 is dominated by organic waste (91.8%). The wood processing industry will produce 50% of its waste, as sawdust. One of the efforts to reduce the generation of organic waste and sawdust is to use it as fuel in the form of environmentally friendly bio-briquettes. This paper studies the chemical characteristics of calorific value, moisture content, and ash content as they variations in the composition of the resulting bio-briquettes. The research methods include drying, curing, sieving at 40 mesh, mixing charcoal with 15% starch adhesive, and compaction. The composition variations in this study were sawdust (SG): organic waste (SO) (85%:15%, 75%:25%, and 65%:35%). The results showed that the highest calorific value was found in the composition variation of sawdust (SG) at 85%:15% organic waste (SO) of 49 cal/gr, while the highest water content was 20.52% and the highest ash content was 14.57% in the variation of the composition of sawdust (SG) 65%:35% organic waste (SO). The results of the chemical characteristics of calorific value, moisture content, and ash content of bio-briquettes did not meet the requirements of SNI 01-6235-2000. Keywords: bio-briquettes, alternative energy, organic waste, sawdust  ABSTRAK Pesatnya pertumbuhan ekonomi dan penduduk Kota Pontianak memicu peningkatan sampah domestik. Komposisi sampah Kota Pontianak tahun 2020 didominasi oleh sampah organik (91,8%). Industri pengolahan kayu akan menghasilkan 50% limbahnya berupa serbuk gergaji. Salah satu upaya untuk mengurangi timbulan sampah organik dan serbuk gergaji adalah dengan memanfaatkannya sebagai bahan bakar berupa biobriket ramah lingkungan. Makalah ini mempelajari karakteristik kimia nilai kalor, kadar air, dan kadar abu sebagai variasi komposisi biobriket yang dihasilkan. Metode penelitian meliputi pengeringan, pemeraman, pengayakan pada ukuran 40 mesh, pencampuran arang dengan perekat kanji 15%, dan pemadatan. Variasi komposisi pada penelitian ini adalah serbuk gergaji (SG): sampah organik (SO) (85% : 15%, 75% : 25%, dan 65% : 35%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi terdapat pada variasi komposisi serbuk gergaji (SG) 85% : 15% sampah organik (SO) sebesar 49kal/gr, sedangkan kadar air tertinggi 20,52% dan kadar abu tertinggi 14,57% pada variasi komposisi serbuk gergaji (SG) 65% : 35% sampah organik (SO). Hasil karakteristik kimia nilai kalor, kadar air dan kadar abu biobriket tidak memenuhi persyaratan SNI 01-6235-2000. Kata kunci: biobriket, energi alternatif, sampah organik, serbuk gergaji