Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

PERILAKU PETANI BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) TERHADAP KEMUNCULAN PENYAKIT DI DESA KASANO KECAMATAN BARAS KABUPATEN PASANGKAYU Lukman Daris; Andi Masriah; Kasmiati Kasmiati
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku petani udang vanname terhadap kemunculan penyakit. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sampel pada penelitian sebanyak 21 pelaku budidaya di Desa Kasano, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner, selanjutnya teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Deskriptif yaitu metode untuk mengetahui dan memberikan gambaran mengenai data primer yang telah dikumpulkan. Hasil dari penelitian ini, memprlihatkan bahwa secara keseluruhan udang vanname yang dipelihara oleh petani pembudidaya di Desa Kasano, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu mengalami kematian dini yang belum diketahui penyakitnya. Udang vanname yang dipelihara oleh petani pembudidaya dengan menerapkan pencegahan penyakit menggunakan antibiotik mengalami penyakit berak putih  (white feces disease). Dapat disimpulkan bahwa perilaku petani dalam pencegahan penyakit berpengaruh terhadap kemunculan penyakit.
EFEKTIVITAS DOSIS BIOSLURRY CAIR TERHADAP KADAR PROTEIN TERLARUT DALAM PAKAN IKAN Andi Masriah; Anny Hary Ayu Suardi; Alpiani Alpiani; St Zaenab; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.641

Abstract

Sumber probiotik yang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah bioslurry. Bioslurry atau ampas biogas merupakan produk dari hasil pengolahan biogas berbahan kotoran ternak dan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobik). Manfaat Bioslurry diantaranya adalah sebagai bioaktivator mikroba probiotik dan sebagai sumber pakan ikan. Mikroorganisme efektif yang terkandung dalam bioaktivator antara lain bakteri asam laktat (lactobacillus) dan bakteri penghancur (decomposer). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis limbah bioslurry cair sebagai sumber probiotik yang lebih efektif dalam peningkatan kadar protein terlarut dalam pakan ikan. Penelitian ini didesain dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan (12 satuan percobaan). Perlakuan yang diuji tersebut adalah: (A) 20 mL bioslurry/100 gram pakan; (B) 30 mL bioslurry/100 gram pakan; (C) 40 mL bioslurry/100 gram pakan; (D) 50 mL bioslurry/100 gram pakan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah kadar protein terlarut dalam pakan ikan sebelum dan setelah diinkubasi dengan limbah bioslurry cair sebagai sumber probiotik yang akan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (anova) dan jika terdapat perbedaan yang nyata (sig.<0,05) akan dilanjutkan dengan uji W-Tuckey. Berdasarkan hasil analisis ragam (anova) terlihat bahwa pemberian berbagai konsentrasi bioslurry berpengaruh nyata (sig.<0,05) terhadap kadar protein terlarut pakan ikan. Semakin tinggi konsentrasi bioslurry dalam pakan ikan semakin tinggi pula kadar protein terlarut yang dihasilkan. Nilai protein terlarut terendah terdapat pada perlakuan 20 mL bioslurry/100 g pakan yakni sebesar 23,506 mg/10 mL dan nilai protein terlarut tertinggi terdapat pada perlakuan 50 mL bioslurry/100 g pakan yakni sebesar 65,349 mg/10 mL.  
RESPONSE OF STOCKING DENSITY DIFFERENCES TO KIDNEY HISTOLOGY ANALYSIS OF RED TILAPIA (Oreochromis sp.) IN THE BUDIKDAMBER SYSTEM Nadiro, Vina Nur; Andayani, Sri; Widodo, Maheno Sri; Masriah, Andi
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 2 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i2.1415

Abstract

Optimalisasi budidaya ikan dengan kepadatan tinggi bersamaan dengan peningkatan pemberian pakan akan menyebabkan penumpukan bahan organik. Penumpukan bahan organik ini seperti sisa pakan dan feses akan memperburuk kondisi pemeliharaan, yang pada akhirnya memengaruhi kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan. Kondisi fisiologis ikan akibat lingkungan yang tidak sesuai akan menyebabkan terjadinya perubahan kondisi histologis pada jaringan dan organ yang berperan dalam metabolisme ikan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis respon perbedaan padat tebar terhadap analisis histologis ginjal ikan nila merah (Oreochromis sp) yang dipelihara menggunakan sistem budikdamber. Penelitian dilakukan selama 28 hari di laboratorium reproduksi dan hidrobiologi Universitas Brawijaya. Pada penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan perlakuan kepadatan (A (2 ekor/10L), B (4 ekor/10L), C (6 ekor/10L), D (8 ekor/10L) dan sistem (budikdamber dengan kangkung (a) dan tanpa kangkung (b)). Beberapa kerusakan organ ginjal yaitu kongesti, edema dan nekrosis. Perlakuan terbaik adalah Ab (2 ekor/10L tanpa kangkung) yaitu dengan nilai kerusakan paling sedikit.