Pendahuluan: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit infeksi, terutama di negara berpenghasilan rendah. Polusi udara, termasuk PM2.5, berkontribusi signifikan terhadap kasus ISPA, dengan anak-anak sebagai kelompok rentan. Pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait kesehatan memainkan peran penting dalam menekan prevalensi ISPA. Penyuluhan kesehatan berbasis Islam dapat menjadi solusi efektif, mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan nilai-nilai agama. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tetapi juga memperkuat akidah, membentuk individu berilmu dan berakhlak mulia. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan yang menggunakan pendekatan one group pre test dan post test. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Global Islamic School, Jakarta Timur dengan menggunakan data primer berupa kuesioner. Sampel pada penelitian ini berjumlah 125 responden. Penetapan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pada tingkat pengetahuan baik dari 94 siswa (75.2%) menjadi 122 siswa (97.6%). Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, nilai Z diperoleh sebesar -6,794 dengan nilai signifikansi 0.001 (sig < 0.05). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan yang positif antara penyuluhan dengan tingkat pengetahuan siswa tentang polusi udara penyebab ISPA pada siswa SMP Global Islamic School. Penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan tentang polusi udara penyebab ISPA dalam perspektif Islam. Hal ini sejalan dengan Maqasid Syariah, yang menekankan pentingnya menjaga jiwa (Muhafazah al-Nafs) dan akal (Muhafazah al-Aql) melalui edukasi kesehatan untuk mencegah penyakit dan mendukung kesejahteraan umat. Introduction: Acute Respiratory Infections (ARI) are a major cause of morbidity and mortality, particularly in low-income countries. Air pollution, including PM2.5, significantly contributes to ARI cases, with children as a vulnerable group. Public knowledge and behavior play crucial roles in reducing ARI prevalence. Islamic-based health counseling integrates health education with religious values, enhancing public awareness while reinforcing faith and nurturing noble individuals. Method: This quasi-experimental study employed a one-group pre-test and post-test design, conducted at Global Islamic School Junior High School, East Jakarta. Primary data were collected using a questionnaire from 125 respondents selected through total sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Result: After counseling, the proportion of students with good knowledge increased from 75.2% (94 students) to 97.6% (122 students). The Wilcoxon test yielded a Z value of -6.794 with a significance level of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant improvement in knowledge after the intervention. Conclusion: There is a significant positive relationship between health counseling and students' knowledge about air pollution as a cause of ARI. Counseling is effective in improving knowledge within an Islamic perspective, aligning with Maqasid Sharia, which emphasizes protecting the soul (Muhafazah al-Nafs) and intellect (Muhafazah al-Aql) through health education. This approach not only prevents disease but also supports the welfare of the community, demonstrating the potential of integrating religious and health education to address public health challenges.