Articles
Lingkungan Kerja Psikososial dan Kinerja Pegawai Non-Swasta di Masa Pandemi Covid-19
Ananda Ajeng Anissa;
Christiana Hari Soetjiningsih
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.7896
The psychosocial work environment in an institution is one of the determining factors for employee performance in the institution. The purpose of this study is to determine the relation between the psychosocial work environment and the performance of BKPSDM Salatiga employees. The hypothesis in this study is that there is a positive relation between the psychosocial work environment and performance of BKPSDM Salatiga employees. The subject of the study was the BKPSDM Salatiga employees who when the research was carried out were actively working in the office during the Covid-19 pandemic, namely as many as 38 people. Sampling technique using saturated sampling. Data collection used 2 scales, the COPSOQ III scale for psychosocial work environment variables and the IWPQ 1.0 scale for performance variables. The collected data were analyzed with Pearson Correlation to prove the research hypothesis. The results of this study showed a positive relation between the psychosocial work environment and performance in BKPSDM Salatiga employees and it was seen that the contribution of the psychosocial work environment to performance was 61%. Based on this research, institution needs to provide a good quality psychosocial work environment so that employees feel comfortable and can produce good performance as well. Lingkungan kerja psikososial yang ada di dalam sebuah instansi menjadi salah satu faktor penentu kinerja pegawai pada instansi tersebut. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui adanya hubungan antara lingkungan kerja psikososial dengan kinerja pegawai BKPSDM Kota Salatiga. Hipotesis pada penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara lingkungan kerja psikososial dengan kinerja pada pegawai BKPSDM Kota Salatiga. Subjek penelitian tentunya pegawai BKPSDM Kota Salatiga yang saat penelitian dilakukan sedang aktif bekerja di kantor pada masa pandemi Covid-19 yakni sebanyak 38 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan 2 skala yakni skala COPSOQ III untuk variabel lingkungan kerja psikososial dan skala IWPQ 1.0 untuk variabel kinerja. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan korelasi pearson untuk membuktikan hipotesis penelitian. Hasil pada penelitian ini adalah menunjukkan adanya hubungan positif antara lingkungan kerja psikososial dan kinerja pada pegawai BKPSDM Kota Salatiga serta terlihat sumbangan lingkungan kerja psikososial terhadap kinerja adalah sebesar 61%. Maka berdasarkan penelitian ini, instansi perlu menciptakan lingkungan kerja psikososial yang berkualitas baik agar pegawai merasa nyaman dan dapat menghasilkan kinerja yang baik pula.
The Phenomenon of Social Support: How Does Learning Motivation Relate to Junior High School Students?
Zefanya Amarya Christy;
Christiana Hari Soetjiningsih
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 1 (2023): Volume 11, Issue 1, Maret 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i1.9269
This study aims to determine the relationship between peer social support and learning motivation in junior high school. This research method uses a quantitative approach and the sampling technique used is non-probability sampling with a saturated sample. Data collection in this study involved 153 grade VIII students of SMP Negeri 1 Katingan Hilir. Data collection used the Academic Motivation Scale (AMS) scale developed by Deci and Ryan and the social support scale using the social provisions scale developed by Russell and Cutrona which was distributed through the help of google forms. The data analysis technique used is Spearman rank. The results of the data analysis showed that the correlation coefficient was 0.537 with the sig value. 0.000 (p<0.05). These results show that there is a positive and significant relationship between peer social support and learning motivation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan motivasi belajar pada siswa SMP. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik sampling yang digunakan yaitu, nonprobability sampling dengan sampel jenuh. Pengambilan data pada penelitian ini melibatkan 153 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Katingan Hilir. Pengumpulan data menggunakan skala Academic Motivation Scale (AMS) yang dikembangkan oleh Deci dan Ryan serta skala dukungan sosial menggunakan social provisions scale yang dikembangkan oleh Russell dan Cutrona yang disebarkan melalui bantuan google form. Teknik analisis data yang digunakan adalah rank spearman. Hasil analisis data menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,537 dengan nilai sig. 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan motivasi belajar.
Citra Tubuh dan Kepercayaan Diri pada Mahasiswi yang Mengalami Kegemukan
Laksmita Sekar Widhiasari;
Christiana Hari Soetjiningsih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14268
Kepercayaan diri merupakan suatu sikap atau perasaan yakin yang dimiliki oleh individu. Banyak faktor yang memengaruhi kepercayaan diri, salah satunya yaitu citra tubuh. Ketika individu memiliki kepuasan dengan keadaan fisiknya, maka individu akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan begitu juga sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang positif antara citra tubuh dan kepercayaan diri pada mahasiswi yang mengalami kegemukan. Partisipan pada penelitian ini adalah 212 mahasiswi aktif S1 di beberapa kota Indonesia yang mengalami kegemukan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan convinience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala Multidimensional Body Self Relations Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS) dan Self-Confidence Scale. Analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara citra tubuh dengan kepercayaan diri pada mahasiswi yang mengalami kegemukan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,196 dan signifikansi sebesar 0,002 (p < 0,05), artinya semakin mahasiswi memiliki citra tubuh yang posisif maka semakin tinggi juga kepercayaan diri pada mahasiswi yang mengalami kegemukan dan sebaliknya.
HUBUNGAN HEDONISM LIFESTYLE DAN PERILAKU IMPULSIVE BUYING PRODUK FASHION PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS X
Novita Novita;
Christiana Hari Soetjiningsih
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 11: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jip.v3i11.2556
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup hedonisme dengan perilaku pembelian impulsif berorientasi mode pada mahasiswa jurusan psikologi di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Salatiga. Partisipan pada penelitian ini sebanyak 35 mahasiswa/i jurusan psikologi di UKSW yang mengikuti tren fashion dan melakukan pembelian impulsif produk fashion minimal 1 kali dalam seminggu. Metode pengambilan sampel dari penelitian ini menggunakan teknik sampling dengan pendekatan non-probability yaitu teknik purposive sampling. Uji dari penelitian ini dibantu oleh perangkat lunak SPSS 22.0 for Windows. Menurut hasil analisa data menggunakan uji korelasi Pearson sebesar 0,505 dengan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara gaya hidup hedonisme dan perilaku pembelian impulsif pada mahasiswa psikologi di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Artinya apabila gaya hidup hedonisme tinggi maka perilaku pembelian impulsif akan tinggi pula, dan sebaliknya.
Problem Focused Coping Pada Mahasiswa Yang Sedang Mengerjakan Skripsi: Apakah Terkait dengan Efikasi Diri Akademik?
Belga Grace El Roy;
Christiana Hari Soetjiningsih
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Volume 10, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i4.8773
The purpose of this study was to determine the relationship between academic self-efficacy and coping with stress, which focused on the problem of students working on their thesis. This research is quantitative research with a correlational design. Participants accepted 52 students who are working on a thesis at the SWCU Psychology Faculty. Data analysis using Pearson's product-moment correlation technique shows a value of r = 0.831 and a significance value of 0.000 (p≤0.05), which means that there is a positive relationship between academic self-efficacy and problem-focused coping in students who are working on their thesis. The higher the academic self-efficacy of students who are working on their thesis, the higher/better the problem-focused coping, and vice versa.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara academic self-efficacy dengan coping stress yang berfokus pada masalah (Problem Focused Coping) pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 52. mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Fakultas Psikologi UKSW. Analisis data dengan teknik korelasi product moment dari Pearson menunjukkan nilai r = 0,831 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p≤0,05). Hasil hipotesis menunjukan terdapat hubungan positif antara Academic self-efficacy dengan problem focused coping pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Sehingga makin tinggi self-efficacy akademik mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi maka makin tinggi/baik problem focused coping nya, dan sebaliknya
Hubungan Antara Loneliness Dengan Problematic Internet Use Pada Mahasiswa Selama Masa Pandemi Covid-19
Richard Noya;
Christiana Hari Soetjiningsih
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Volume 10, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i3.8755
The Internet has a positive impact on daily use but if it is misused it can have a negative impact, namely problematic internet use (PIU). One of the causes of PIU is loneliness. The purpose of this study was to determine the relationship between loneliness and PIU for Faculty of Psychology UKSW students during the COVID-19 pandemic. Participants in this research are 122 Faculty of Psychology UKSW students. The measuring instrument used is the GPIUS Version 2 and UCLA Loneliness Scale Version 3. The results show that there is a positive relationship between loneliness and problematic internet use. The product moment results obtained are r = 0.246, and the significance value is 0.003 (p <0.05). That is, the higher the loneliness felt by students, the higher the problematic internet use experienced by students. On the other hand, the lower the loneliness, the lower the problematic internet use experienced. Internet memiliki dampak positif dalam penggunaannya sehari-hari tetapi jika disalahgunakan dapat memberikan dampak negatif yaitu problematic internet use (PIU). Salah satu faktor penyebab problematic internet use adalah loneliness. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara loneliness dan problematic internet use pada mahasiswa Fakultas Psikologi UKSW selama masa pandemi COVID-19. Partisipan penelitian ini adalah 122 orang mahasiswa Fakultas Psikologi UKSW. Alat ukur yang digunakan yaitu Generalized Problematic Internet Use Scale Version 2 dan UCLA Loneliness Scale Version 3. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan positif antara loneliness dengan problematic internet use. Hasil product moment yang diperoleh adalah r = 0,246, dan nilai signifikansi sebesar 0,003 (p<0,05). Artinya, semakin tinggi loneliness yang dirasakan mahasiswa, maka semakin tinggi problematic internet use yang dialami oleh mahasiswa. Sebaliknya, semakin rendah loneliness semakin rendah problematic internet use yang dialami.
SELF-ESTEEM AND NARCISSISM IN GENERATION Z WHO LIKE TO CREATE CONTENT ON THE TIKTOK APPLICATION
Ni Putu Sinta Dewi;
Christiana Hari Soetjiningsih
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 02 (2023): Education, Sosial science and Planning technique, edition March-May 2023
Publisher : Sean Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58471/scientia.v12i02.1330
This study aims to determine the significance of the relationship between self-esteem and narcissism. There were 157 participants in this study using a purposive sampling technique. The data collection method used is the RSES scale (Rosenberg Self Esteem Scale) from Rosenberg which has been tested for construct validity in Indonesia by Maroqi as a self-esteem scale and the Narcissistic Personality Inventory (NPI) scale compiled by Raskin and Terry as the narcissistic scale. The data analysis technique used is the Pearson product-moment correlation technique. From the results of data analysis, a correlation coefficient (r) was obtained -0.621 with a significance value of 0.000 (p<0.01), which means that there is a significant negative relationship between self-esteem and narcissism in Generation Z, who likes to create content on the TikTok application. This means that low self-esteem will be followed by high narcissism and vice versa if high self-esteem is followed by low narcissism.
Dampak Psikologis Remaja yang Hamil diluar Pernikahan
Anggreyna Yohana Tjolly;
Christiana Hari Soetjiningsih
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i2.313
Tujuan penelitian kualitatif ini untuk mendeskripsikan dampak psikologis yang dialami remaja yang hamil diluar pernikahan, serta faktor apa saja yang memengaruhi munculnya dampak psikologis tersebut. Partisipan penelitian ini adalah empat remaja akhir yang tinggal di Kecamatan Sahu Timur, Halmahera Barat, yang mengalami hamil diluar pernikahan dan tidak dinikahi oleh pasangannya. Kehamilan yang terjadi diluar nikah masih dianggap tabu, sehingga keluarga maupun masyarakat cenderung memberi perlakuan negatif terhadap remaja yang hamil. Hasil penelitian menunjukan ada beberapa dampak psikologis dialami oleh remaja sejak masa kehamilan, bersalin, hingga berpisah dengan pasangan, yaitu perasaan cemas, malu, stres, dan ketidakstabilan emosi. Berbagai dampak ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Kondisi seperti ini sulit untuk dihadapi dan diterima, khususnya bagi remaja sebagai pelaku hamil diluar pernikahan. Namun keempat partisipan masih bertahan hingga saat ini karena kemampuan untuk menerima diri dan keadaan, serta perolehan dukungan dari keluarga dan orang terdekatnya.
Hubungan Konsep Diri dengan Kematangan Karier pada Remaja Penyandang Disabilitas Daksa
Siska Andyani;
Christiana Hari Soetjiningsih
Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jurnal_bk.v6i2.724
Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan positif signifikan konsep diri dengan kematangan karier pada remaja penyandang disabilitas daksa. Dalam pemilihan partisipan digunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja penyandang disabilitas daksa yang sedang menduduki bangku SMALB, dan didapatkan sebanyak 49 partisipan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Career Maturity Inventory form C oleh Savickas dan Porfeli dan skala Self Description Questionnaire II-Short oleh Marsh, Ellis, Parada, Richards, dan Heubeck. Hasil dari penelitian menunjukkan konsep diri dengan kematangan karier memiliki hubungan positif signifikan dengan nilai signifikansi 0,029 (p<0,05). Maka dari itu hipotesis dalam penelitian ini diterima, sehingga semakin tinggi konsep diri remaja penyandang disabilitas daksa maka kematangan kariernya juga akan semakin tinggi. Namun sebaliknya bila konsep diri remaja penyandang disabilitas rendah, maka kematangan karier nya semakin rendah.
Stres Kerja dan Produktivitas Kerja pada Karyawan
Ashari Adhi Baskoro;
Christiana Hari Soetjiningsih
Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jurnal_bk.v7i1.1048
This study aims to determine the relationship of work stress with work productivity on employees of PT. X. Participants are employees of PT. X with a total of 40 people. Collecting data using a work stress scale containing 25 items and a work productivity scale containing 20 items and both scales have met the requirements of good reliability. Data analysis using Pearson product moment correlation technique. The results of this study indicate a correlation coefficient of -0.461 with a significance value of 0.001 (p <0.05), meaning that there is a significant negative relationship between work stress and work productivity on employees of PT. X. The higher the work stress, the lower the work productivity, and conversely the lower the work stress, the higher the work productivity. Through this research is expected to help companies in an effort to increase work productivity, one of which is by maintaining and emphasizing stress so that employees at PT. X still has high work productivity. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan produktivitas kerja pada karyawan PT. X. Peserta adalah karyawan PT. X dengan jumlah 40 orang. Pengumpulan data menggunakan skala stres kerja yang berisi 25 item dan skala produktivitas kerja yang berisi 20 item dan kedua skala tersebut telah memenuhi syarat reliabilitas yang baik. Analisis data menggunakan teknik korelasi product moment dari Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,461 dengan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05), artinya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara stres kerja dengan produktivitas kerja pada karyawan PT. X. Semakin tinggi stres kerja, semakin rendah produktivitas kerja, dan sebaliknya semakin rendah stres kerja, semakin tinggi produktivitas kerja. Melalui penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja, salah satunya dengan menjaga dan menekankan stres sehingga karyawan di PT. X masih memiliki produktivitas kerja yang tinggi.