Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penguatan Literasi Kesehatan Melalui Informasi Cerdas Menggunakan Tanaman Obat Sebagai Pengobatan Mandiri Di LPKA Kelas II Karangasem Megawati, Fitria; Dewi, Ni Luh Kade Arman Anita; Agustini, Ni Putu Dewi; Sari, Gusti Ayu Putu Laksmi Puspa; Wiryani, Luh Santhi Utami
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.959

Abstract

Pokok permasalahan dalam kegiatan pengabdian ini adalah bagaimana meningkatkan produktivitas sumber daya manusia, khususnya warga binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Karangasem. Warga binaan membutuhkan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian mereka setelah menyelesaikan masa binaan. Upaya nyata peningkatan kapasitas dilakukan melalui promosi kesehatan yang berfokus pada literasi pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan mandiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan serta pelatihan pembuatan buku saku cerdas yang berisi informasi tentang tanaman obat, sehingga dapat menjadi panduan praktis bagi warga binaan. Solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan berupa edukasi mengenai jenis tanaman obat, manfaatnya, serta cara pemanfaatannya, disertai pelatihan pembuatan buku saku. Hal ini diyakini lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus produktivitas warga binaan, terutama dalam bidang kesehatan mandiri berbasis tanaman obat. Metode pengabdian dilaksanakan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pelatihan praktik. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga binaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi kesehatan, baik dalam aspek pengetahuan tentang jenis tanaman obat, manfaat, maupun cara pengolahannya. Selain itu, warga binaan memperoleh keterampilan praktis melalui kegiatan mengenali, memilih, dan mengolah tanaman obat secara langsung. Program ini juga menghasilkan promosi kesehatan berbasis komunitas yang dapat disebarkan kembali oleh warga binaan di lingkungan masing-masing. Kesimpulannya, pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas warga binaan melalui literasi cerdas pemanfaatan tanaman obat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh menjadi bekal penting pasca binaan untuk mendukung kemandirian serta produktivitas mereka di masyarakat.
ETHNOBOTANICAL STUDY OF MEDICINAL PLANT USAGE DURING COVID-19 PANDEMIC: A COMMUNITY-BASED SURVEY IN INDONESIA Nayaka, Ni Made Dwi Mara Widyani; Yuda, Putu Era Sandhi Kusuma; Sanjaya, Dwi Arymbhi; Ernawati, Desak Ketut; Cahyaningsih, Erna; Dewi, Ni Luh Kade Arman Anita; Sasadara, Maria Malida Vernandes
BIOTROPIA Vol. 30 No. 2 (2023): BIOTROPIA Vol. 30 No. 2 August 2023
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2023.30.2.1784

Abstract

Before the availability of a vaccine, Indonesian population relied on traditional medicines to prevent COVID-19. Any species used by indigenous people could lead to further investigations in modern pharmacology, to preserve ancient knowledge, and to plan for plants’ conservation. The study aimed to discover and record species, methods of preparation, route of administration, and motivation in using medicinal plants by the Indonesian population during the COVID-19 pandemic. Participants of survey were selected from the people who live in Java and Bali for responding to an online structured questionnaire. Relative Frequency of Citation (RFC) was employed in the quantitative analysis of the collected data. The pharmacological relevance of the five plants with the highest RFC was further reviewed. The results showed that respondents used 59 plants from 28 families. Five species with the highest RFC were Curcuma longa (0.707), Zingiber officinale (0.674), Cymbopogon citratus (0.269), Kaempferia galanga (0.174), and Curcuma zanthorrhiza (0.165). Most plants were prepared by boiling (77.97%) and administered orally as a single ingredient or mixed with other herbals. Respondents believed that the plants were beneficial as immune-booster (71.26%), maintain good health (24.85%) and stamina (12.28%), and prevent viral infection, including COVID-19 (5.39%). The most commonly used plants might be scientifically based to boost immunity. However, their usage against COVID-19 and the medicinal value of herbal mixtures should be further investigated.