Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Sosialisasi Pemanfaatan Pangan Lokal dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Way Galih Kecamatan Lampung Selatan Adyani, Made Ninta; Andrea, Nabila; Taqiyyah Tsamarah, Dinda; Putri, Suci Ananda; Ramdhani, Adean Naufal; Rahmawati, Winda; Khasanah, Zahrotun; Hindyana, Daffa Aqilla; Faridah, Adinda Fitri Nur; Safitri, Regif Desty; Sifana, Afiqa Najla; Dzafitri, Rizka; Sinaga, Intan Kusuma Wardani; Sinaga, Sinaga; Hidayaturahmah, Rizky
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JPMI - April 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2180

Abstract

Stunting merupakan keadaan gagal tumbuh pada balita akibat defisiensi gizi kronik yang berkepanjangan dan paparan infeksi yang berulang terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Berdasarkan data Riskesdas 2022, angka stunting di Indonesia yaitu sebesar 21,6%. Angka tersebut lebih tinggi dari target angka stunting yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar 14%. Salah satu upaya yang memegang peran dalam penurunan angka stunting yaitu melalui swasembada gizi yaitu usaha pemenuhan gizi secara mandiri. Komoditas bahan pangan lokal seperti sayur-sayuran ataupun kacang-kacangan bermanfaat dalam pemenuhan gizi masa pertumbuhan sebagai wujud swasembada gizi di rumah. Untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan stunting dengan memanfaatkan pangan lokal kaya gizi, maka dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dalam bentuk kegiatan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan di Desa Way Galih, Kecamatan Lampung Selatan, terdiri atas tiga tahap meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu PKK dengan melibatkan beberapa kader posyandu, perangkat desa, dan kecamatan. Adapun hasil evaluasi pemahaman peserta sosialisasi diperoleh melalui presentase nilai benar pretest dan posttest yang kemudian dibandingkan menggunakan analisis uji beda paired t-test. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi ini memberikan dampak peningkatan pemahaman masyarakat Desa Way Galih tentang stunting dan pencegahannya serta pemahaman mereka dalam pemanfaatan pangan lokal yang kaya gizi, murah, dan mudah ditemukan.
Synthesis and Characterization of Ethanolic Extract of Red Betel Leaf as an Antiseptic Gel Harimurti, Sabtanti; Hidayaturahmah, Rizky; Arsito, Puguh Novi; Febriansah, Rifki; Widada, Hari
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Vol 21, No 1 (2024)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jpsc.006555

Abstract

Hand hygiene is one way to maintain health. There are several ways to clean hands, namely by washing hands and applying a hand sanitizer. The use of hand sanitizer is increasing due to its practical nature. Utilizing natural materials for preparing hand sanitizer widely available around us will be beneficial, one of which is red betel leaf which some people of Indonesia empirically use for antiseptic. This study aims to develop antiseptic gel preparations with ethanolic extracts from red betel leaves. The extraction was done using maceration with 70% ethanol solvent. The formula for choosing a carbomer as a gelling agent with the red betel leaf extract concentration was 0%, 2.5%, 5%, 10%, and 15%. The assessments of the gel were physical and antiseptic evaluations. The physical evaluations included an organoleptic, pH, viscosity, adhesion, and dispersion tests. The antiseptic activity was determined by a replica method. The physical evaluation results of red betel gel revealed that the higher the red betel leaf extract levels are, the darker the green color will be, and the lower the pH and viscosity will be. Furthermore, the antiseptic activity showed that red betel extract gel effectively reduced the number of bacterial colonies. 
PEMBERDAYAAN USAHA EKONOMI KREATIF MELALUI PENDEKATAN PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN USAHA PEMBUATAN PRODUK JAMU KEKINIAN SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN SDGS DI KELURAHAN YOSOREJO, KOTA METRO Yulianti Suprahman, Nisa; Hidayaturahmah, Rizky; Hermadi Saputro, Anjar; Irna Windari, Nurul; Sarmoko, Sarmoko
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4924-4929

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur memiliki pekarangan rumah atau kebun yang sebagian ditanami tanaman obat keluarga (TOGA) seperti kunyit, temulawak, temugiring, jahe kencur, sirih, kecombrang, sambiloto, binahong dan lain-lain. Kendala utama yang dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), rendahnya pengetahuan dan teknologi untuk membuat jamu kekinian yang berkualitas, jumlah diproduksi masih terbatas, jenis dan variasi produk juga masih sedikit dan market share masih rendah. Selain produk jamu, tanaman TOGA belum dilakukan pengembangan teknologi menjadi produk herbal yang bernilai ekonomi tinggi seperti sabun.  Faktor tersebut yang membuat industri jamu tradisional tidak bisa berkembang. Maksud Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah mengembangkan usaha jamu kekinian pada Ibu-ibu PKK kelurahan Yosorejo agar dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Tujuannya Mengembangkan dan memperbaiki usaha jamu tradisional menjadi jamu kekinian yang modern yang bisa mengangkat salah satu produk warisan leluhur turun temurun. Dengan cara memproses tahap-tahapan pembuatan produk secara benar, mengedukasi Ibu-Ibu PKK untuk giat mengembangkan usaha yang menguntungkan dan memiliki peluang yang sangat terbuka. Kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan secara langsung serta pembagian produk jamu kekinian dan sabun organik ke masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat memahami dan mampu membuat jamu dan sabun organik berbahan dasar tanaman TOGA.
PELATIHAN INOVASI OLAHAN COKLAT MENJADI SELAI DAN MASKER COKLAT UNTUK MASYARAKAT DESA TARAHAN Nabila, Novrilia Atika; Tantri Liris Nareswari; Auli, Winni Nur; Rahayyu, Annisa Maulidia; Rooswita, Putri Amelia; Hidayaturahmah, Rizky
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 2 (2024): JUNI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i2.22

Abstract

South Lampung Regency is the second largest cocoa bean producer in Lampung Province. This natural resource is very abundant, one of which is in Tarahan Village, South Lampung, but until now it has not been optimally processed and is only sold in the form of dry brown beans which have low selling value. This is because the villagers does not know how to process cocoa beans into cocoa products. Therefore, this service program aims to assist the target community in processing cocoa beans into ready-to-sell products (jam and mask) to improve people welfare. This activity consisted of providing material and training in making jam and chocolate masks for 1 day. After the training, the villagers were able to understand and practice making the chocolate jam and mask. This program is expected to increase chocholate selling value as local regional commodities.
Implementasi Program HEBAT (Hidup Edukatif Bebas ISPA) sebagai Media Edukasi Interaktif dalam Pencegahan ISPA di SDN 1 Way Huwi Arini, Riska; Larasati, Nadhila; Tambun, Christina Agitha Febrina Tarigan; Alvita, Anindya Rarti; Jasmine, Kaylla Rasikha; Sinaga, Vera Magdalena; Nugraha, Rifa Akila; Armando, Kusuma Afra Aditya; Lestari, Kaerani Tri; Rhazaqna, Desrima Taqwatul; Naulian, Ni Putu Laura Gloria; Hidayaturahmah, Rizky; Hasanah, Uswatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3527

Abstract

Program HEBAT (Hidup Edukatif Bebas ISPA) dilaksanakan sebagai upaya pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kalangan siswa sekolah dasar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan ISPA melalui edukasi interaktif. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dengan video edukasi, pemasangan poster, pembagian leaflet dan minuman herbal jahe, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil analisis Paired Sample T-Test menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik dengan nilai rata-rata pre-test 79.00 ± 22.919 dan post-test 97.00 ± 9.787 (p-value = 0.000). Korelasi antara pre-test dan post-test sebesar 0.643 (p = 0.002) menunjukkan hubungan yang positif. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa Program HEBAT efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan ISPA serta dapat dijadikan sebagai media edukasi yang interaktif dan aplikatif di lingkungan sekolah.
Pencegahan Penyakit Tidak Menular melalui Penyuluhan dan Skrining Kesehatan bagi Kader Posyandu dan Ibu PKK di Desa Gedung Harapan Oktariza, Yasinda; Dirga, Dirga; Hidayaturahmah, Rizky; Janu, Juwana; Mardhiyani, Dini; Mayefis, Delladari
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i1.1469

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ke-7 Program Studi Farmasi ITERA dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM). Kegiatan berfokus pada penyuluhan kesehatan serta pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, dan kadar asam urat pada ibu-ibu PKK dan kader Posyandu di Desa Gedung Harapan, Lampung Selatan. Metode yang dilakukan meliputi penyuluhan interaktif, pemeriksaan kesehatan, serta konseling personal berdasarkan hasil individu. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil skrining menunjukkan prevalensi risiko PTM yang cukup tinggi, yaitu 56,7% peserta memiliki tekanan darah pada kategori hipertensi, 46,7% memiliki kadar gula darah di atas normal, dan 53,3% mengalami hiperurisemia. Nilai tertinggi yang tercatat yaitu tekanan darah 173/93 mmHg, gula darah 200 mg/dL, dan kadar asam urat 11,7 mg/dL. Mayoritas peserta dengan hasil abnormal merupakan kelompok usia di atas 40 tahun, dan beberapa menunjukkan komorbid antara tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi. Temuan ini menegaskan masih rendahnya kesadaran masyarakat terkait pemeriksaan kesehatan rutin serta perlunya edukasi berkelanjutan mengenai pencegahan PTM. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai kondisi kesehatannya dan mendorong tindakan preventif melalui perubahan pola hidup sehat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya pencegahan PTM di tingkat desa.
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN, DAN BUANG (DAGUSIBU) OBAT DI DUSUN 006 WAY HUI LAMPUNG SELATAN Nadiah, Syaadatun; Mayefis, Delladari; Oktariza, Yasinda; Hidayaturahmah, Rizky; Hasanah, Uswatun; Dalili Akhmad, Atika; Mukaromah Khoirunnisa, Sudewi; Yulianti Suprahman, Nisa; Dirga, Dirga; Sarmoko, Sarmoko
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

DAGUSIBU merupakan konsep fundamental untuk meningkatkan literasi obat di masyarakat.Rendahnya literasi kesehatan dan kepatuhan terhadap terapi obat merupakan tantangan utama dalam pengelolaan penyakit tidak menular, terutama pada masyarakat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Dusun 006 Way Hui, Lampung Selatan mengenai penggunaan obat yang benar, kepatuhan minum obat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin melalui pendekatan edukasi partisipatif. Kegiatan mencakup penyuluhan interaktif, praktik penyusunan jadwal obat, dan pemeriksaan kesehatan dasar meliputi gula darah, kolesterol, dan asam urat. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi praktik peserta. Sebanyak 28 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan dan 20 peserta menyelesaikan kedua tes evaluatif. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebesar 52,22% dengan perbedaan signifikan (p 0,001). Pemeriksaan kesehatan juga mengungkapkan beberapa peserta memiliki parameter di atas batas normal, sehingga diberi konseling individual mengenai pengelolaan gaya hidup sehat. Respons peserta sangat positif, ditunjukkan oleh tingginya keterlibatan dalam diskusi dan praktik. Secara keseluruhan, pendekatan integratif yang menggabungkan edukasi, praktik, dan pemeriksaan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi obat, kesadaran kesehatan, serta motivasi peserta untuk menjaga kesehatan secara preventif. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat pedesaan