Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Determinan Epidemiologis Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-12 Bulan di Kota Kotamobagu: Epidemiological Determinants of Stunting Incidence in Children Aged 6-12 Months in Kotamobagu Municipality Sarman; Darmin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3: SEPTEMBER 2021 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.587 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1616

Abstract

Stunting masih merupakan satu masalah gizi di Indonesia yang belum terselesaikan. Stunting akan menyebabkan dampak jangka panjang yaitu terganggunya perkembangan fisik, mental, intelektual, serta kognitif. Prevalensi kejadian stunting di Kota Kotamobagu pada tahun 2018 sebanyak 29,03%, tahun 2019 sebanyak 5,6%, dan tahun 2020 sebanyak 5,3%. Tujuan penelitian menganalisis determinan epidemiologis kejadian stunting pada anak usia 6-12 bulan di Kota Kotamobagu. Jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancang bangun case control study. Populasi seluruh ibu yang memiliki anak usia 6-12 bulan yang stunting dengan total anak sebanyak 219. Sedangkan populasi kontrol adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 6-12 bulan yang tidak stunting sebanyak 3583. Besar sampel untuk masing-masing kelompok kasus adalah 49 orang dan kelompok kontrol adalah 98 orang. Sehingga besar sampel secara keseluruhan adalah 147 anak. Teknik pengambilan sampel yaitu Simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan ibu (p=0,048;OR=2,148), riwayat anemia saat hamil (p=0,036;OR=2,251), dan berat badan lahir (p=0,006;OR=2,885). Variabel yang tidak berhubungan adalah status imunisasi, riwayat penyakit diare, dan riwayat penyakit ISPA. Variabel dominan berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-12 bulan adalah berat badan lahir (p=0,001, OR=3,629; 95% CI:1,671-7,881). Diharapkan kepada seluruh Puskesmas di Kota Kotamobagu untuk menjalin kerja sama lintas sektor untuk mengatasi permasalahan stunting dan upaya peningkatan pengetahuan ibu mengenai asupan gizi saat hamil.
Persepsi Teamwork terhadap Kinerja Perawat dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan Darmin Darmin; Suci Rahayu Ningsih; Henny Kaseger; Sarman Sarman; Sudirman Sudirman
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v9i1.777

Abstract

Teamwork merupakan kompetensi atau soft skill setiap individu dalam bekerja. Teamwork dipandang perlu untuk dikuasai oleh profesional kesehatan untuk memenuhi tuntutan kualitas perawatan. Teamwork pada suatu rumah sakit akan sangat bermanfaat bagi setiap karyawan dan pasien. Hasil studi pendahuluan Di RSUD Kota Kotamobagu mengindikasikan bahwa masih terdapat problem dalam teamwork perawat di RSUD Kota Kotamobagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi teamwork terhadap kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Merupakan penelitian deskriptif-kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional terhadap 41 sampel yang diambil secara total (total sampling) di RSUD Kotamobagu pada Februari 2022 melalui observasi. Instrument yang digunakan adalah kuesioner semi kontruktif dan analisis data menggunakan uji fisher’s exact, yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan persepsi teamwork terhadap kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan di RSUD Kota Kotamobagu, bahwa persepsi teamwork berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja yang di tunjukkan oleh perawat dalam melakukan asuhan keperawatan, secara statistik diperoleh nilai P=0.004. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa persepsi teamwork berpengaruh besar terhadap kinerja perawat yang merupakan aspek penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Kota Kotamobagu. Tim petugas keperawatan perlu mendiskusikan terkait gagasan-gagasan dan ide-ide untuk menyelesaikan masalah, dengan menggunakan Metode Situation-Background-Assessment-Recommendation (SBAR) akan lebih baik.
PENGARUH INFORMASI AKUNTANSI DALAM KEBIJAKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEUANGAN PT. INCIPNA INDONESIA MAKASSAR Faidul Adziem; Idra Wahyuni; Sarman Sarman
Jurnal Riset Perpajakan: Amnesty Vol 1, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrp.v1i1.2523

Abstract

Research aims to determine the influence of accounting information in the financial decision making policy of PT. Incipna Indonesia Makassar. The object of the study's financial management income, the instrument in the study was through kuesiner to the parties concerned. The research also collects the relevant documents and supports the discussion of the research. The testing techniques used are simple linear regression. The results found that the accounting information was influential in the financial decision making policy of PT. Incipna Indonesia Makassar. In formulating financial policies, consider the vision, mission, objectives, and objectives so that each policy is made.
SEJARAH OBJEK WISATA PANTAI MEMBUKU DI DESA KADACUA KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA: 1994-2016 Harsina Harsina; Sarman Sarman
Journal Idea of History Vol 1 No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari - Juni 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/history.v1i1.421

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana sejarah objek wisata Pantai Membuku di Desa Kadacua Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara:1994-2016? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Kuntowijoyo yang dibagi atas lima tahapan yaitu: (1) pemilihan topik yang ada kaitannya dengan objek wisata; (2) heuristik; (3) kritik sumber; (4) interpretasi, dan (5) penulisan sejarah. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Objek wisata Pantai Membuku dibuka pada tahun 1994. Sebelum dijadikan sebagai objek wisata, Pantai Membuku masih berupa hutan belukar yang sering didatangi oleh para pelaut dan para pencari ikan, lama kelamaan pantai tersebut mulai didatangi masyarakat sekitar sebagai tempat bersantai kerena mempunyai panorama indah; (2) Perkembangan objek wisata Pantai Membuku terhadap kehidupan sosial budaya di antaranya dapat membuka kesempatan kerja dan menambah penghasilan keuangan desa, (3) Objek wisata Pantai Membuku mengalami perkembangan berkat peran pemerintah dan masyarakat. Peran pemerintah dapat dilihat dari kebijakan pemerintah melalui pengembangan sarana dan prasarana dalam menunjang keberadaan Pantai Membuku sebagai objek wisata alam. Kata Kunci : objek wisata, Pantai Membuku, kehidupan sosial budaya.
Efektifitas Edukasi Tentang Jajanan Sehat Terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa Overweight di SMKN 1 Kotamobagu Muzayyana; Sitti Nurul Hikma Saleh; Agustin; Sarman; Moh. Rizki Fauzan; Fachry Rumaf; Hairil Akbar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.764 KB) | DOI: 10.55338/jpkmn.v3i1.321

Abstract

Anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa sebagai sumber dayamanusia pada masa yang akan datang. Kualitas bangsa di masa depan ditentukanoleh kualitas anak-anak saat ini. Anak usia sekolah sering disebut sebagaiperiode peralihan antara masa pra sekolah dengan masa remaja. Oleh karena itu sangat penting untuk memperhatikan pola hidup sehat terutama jajanan disekolah. Jajanan yang dijual pedagang keliling sering berada di depan lingkungan sekolah. Badan Pengawasan Makanan dan Minuman menyatakan terdapat 40% jajanan tidak layak dimakan. Kandungan boraks, serta formalin masih mendominasi kandungan zat-zat berbahaya pada jajanan anak-anak di sekolah-sekolah. Jajanan di sekolah memang beranekaragam dan lebih menarik minat daripada bekal yang dibawa dari rumah. Namun jajanan yang menarik tersebut justru miskin gizi dan jauh dari kata sehat. Berkaitan dengan fenomena tersebut, maka perlu adanya sosialisasi mengenai macam-macam, pengolahan, dan kelayakan konsumsi jajanan yang banyak dijual agar anak-anak dapat mengerti sehingga dapat memilih dan membedakan antar jajanan yang sehat dan tidak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan kepedulian pada siswa untuk lebih memperhatikan berbagai macam jajanan yang dijual bebas demi menjaga status gizi pada masa anak-anak. Manfaat dari kegiatan ini adalah diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kepedulian seluruh siswa dalam memilih makanan atau jajanan yang sehat dan bergizi guna pendukung perkembangan generasi muda penerus bangsa yang dapat memajukan bangsa. Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta sosialisasi jajanan sehat di SMKN 1 Kotamobagu dengan jumlah keseluruhan adalah 21. Sebagian besar merupakan anak yang berusia 17 tahun (71,43%), sebagian besar berjenis kelamin perempuan (76,19%). Peserta paling banyak adalah peserta dengan tinggi badan 160-170 cm (71,43%), dan berat badan 50-70 kg (66,67%). Hasil evaluasi menurut penilaian pre test dan post test diketahui sebagian besar memiliki pengetahuan meningkat (72,67%) setelah dilakukan edukasi.
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENCEGAH PENYAKIT DEGENERATIF PADA SISWA DI SMK NEGERI 1 KOTAMOBAGU Sarman; Moh. Rizki Fauzan; Fachry Rumaf; Hairil Akbar; Darmin; Muzayyana; Agustin; Sitti Nurul Hikma Saleh
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.267 KB) | DOI: 10.55338/jpkmn.v3i1.322

Abstract

Penyakit degenerative merupakan penyakit kronik yang mempengaruhi kualitas hidup seseorang. ada bayak penyakit degheneratif yang sedini mungkin segera diprhatikan seperti diabetes melitus,darah tinggi ,stroke jantun dan penyakit degenerative lainnya.Indonesia menanggung beban ganda penyakit di bidang kesehatan, yaitu penyakit infeksi masih merajalela dan ditambah lagi dengan penyakitpenyakit kronik degenerative.upaya promosi kesehtan menjadi sangat penting dalam upoaya pencegahan penyaki degenerative di usia remaja. promosi kesehatan ini dilakukan pada remaja karena pola hidup remaja yang tidak sehat, hal ini dapat dilihat dari kebiasaan merokok para remaja dan kebiasaan makan makanan yang tidak sehat atau jajan sembarangan, kurangnya mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, serta minimnya aktivitas fisik seperti olahraga dalam upaya pencegahan penyakit degeneratif pada remaja. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penyakit degfeneratif dikalangan remaja serta sebagai upaya untuk mengatasi masalah timbulnya penyakit degenerative pada usia remaja (siswa/i).Hasil kegiatan pengabdian menunjukan ada peningkatan rata rata pengetahuan dari 6,61 menjadi 13,80 dan peningkatan sikap dari 9,61 menjadi 14,47. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik hal ini ditinjau dari kelancaran acara dan partisipasi siswa dan guru.Peningkatan kualitas Kesehatan perlu dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran dan peningkatan Pendidikan kepada siswa dan siswi tentang pencegahan penyakit degeneratif.
Pelatihan Payudara Massage Bagi Ibu Post Partum Sitti Nurul Hikma Saleh; Muzayyana; Agustin; Siti Rahmawati Hamzah; Alhidayah; Sarman
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.255 KB)

Abstract

Asupan Air Susu Ibu (ASI) menjadi aspek yang semakin penting untuk di berikan kepada anak-anak, mengingat manfaat ASI untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. data Riset Kesehatan Dasar di Indonesia, menunjukkan bahwa dari 2,3 juta bayi dengan usia < 6 bulan, hanya 52,5% diantaranya yang mendapatkan ASI eksklusif. Menyusui adalah proses pemberian air susu kepada bayi. Tujuan kegiatan ini untuk menambah keterampilan ibu untuk meningkatkan produksi ASI nya. Kegiatan  merupakan edukasi kepada ibu post partum dengan bentuk training atau pelatihan, terkait bagaimana cara perawatan payudara menggunakan teknik payudara Massage. Telah dilaksanakan selama 3 hari, dengan peserta sebanyak 37 orang ibu post partum. Menunjukkan hasil bahwa kegiatan pelatihan payudara Massage memberikan pengetahuan yang lebih kepada ibu post partum, terlihat persentase yang memahami, sebelum di berikan pelatihan sebesar 8,1% dan sesudah di berikan pelatihan sebesar 91,9%.  Sementara yang tidak memahami berkurang hingga 13,5% dari sebelumnya sebesar 86,5%. disimpulkan bahwa, kegiatan pelatihan payudara massege sangat di perlukan oleh ibu post partum. Dengan teknik terapi pijat.
PROMOSI KESEHATAN TENTANG BAHAYA PERILAKU MEROKOK BAGI KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA LOBONG Sarman Sarman; Darmin Darmin; Moh. Rizki Fauzan; Fachry Rumaf; Jikrun Jaata
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.12848

Abstract

Perilaku Merokok merupakan hal sangat merugikan terhadap kesehatan, akan tetapi terdapat peningkatan perilaku merokok di Indonesia.Tren peningkatan usia mulai merokok tertinggi dan terbanyak berada pada usia 15-19 tahun. Hal ini menunjukkan tren merokok di Indonesia didominasi oleh remaja, namun perilaku merokok di daerah pedesaan di dominasi oleh semua usia seperti remaja, dewasa dan usia tua. Survey awal dilakukan oleh dosen dan mahasiwa di desa lobong didapatkan data 72,9 persen atau 43 dari 59 responden merupakan perokok, dari jumlah perokok tersebut rata rata masih minim pengetahuan tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Kegiatan promosi ini menggunakan metode ceramah dan pembagian leaflet tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Dari kegiatan ini di evaluasi dengan mengunakan quisioner pre dan post test untuk mengetahui peningkatan pegetahuan masyarakat sebelum dan sesudah promosi dilakukan. Hasil pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat yaitu terlihat ada perbedaan persentase nilai minimum dan maximum pengetahuan sebelum di berikan promosi kesehatan sebesar 3.00-9.00 dan sesudah di berikan promosi menjadi 9.00–14.00 Sementara untuk nilai minimum dan maximum sikap sebelum promosi sebesar 3.00-6.00, dan sikap nilai minimum dan maksimum sesudah sebesar 6.00-9.00. Pengetahuan dan sikap akan berdampak pada perubahan perilaku untuk mengurangi konsumtif rokok bahkan berhenti merokok. Promosi kesehataan tentang perilaku merokok dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap untuk perubahan perilaku merokok.
HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DENGAN STATUS GIZI BALITA 1 TAHUN DI UPTD PUSKESMAS PINOLOSIAN Sitti Nurul Hikma Saleh; Muzayyana M; Sarman S; Hafsia Khairunisa Mokodompit; St.Rahmawati Hamzah
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 1 (2022): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.154 KB)

Abstract

Pentingnya pemberian MP-ASI > 6 bulan karena kematangan saluran pencernaan bayi terjadi pada usia 6 bulan ke atas karena sistem pencernaanya sudah relatif sempurna dan siap menerima MP-ASI. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pemberian MP-ASI dini dengan status Gizi bayi 6-12 bulan di UPTD Puskesmas Pinolosian. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif menggunakan desain cross sectional . Populasi penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai anak usia 1 tahun, ibu yang bersedia menjadi responden, bisa berkomunikasi dengan baik, dan ibu yang aktif mengikuti posyandu dengan sampel sebanyak 66 responden. Pada penelitian ini, dipilih menggunakan metode accidental sampling. pengumpulan data menggunakan kuesioner, juga analisis data univariat serta bivariat dan juga menggunakan uji chi square dan program komputer. Populasi dalam penelitian ini berjumlah189 bayi dan sampel diambil secara purposive sampling dengan jumlah sampel 66. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi Anak Usia 1 Tahun di UPTD Puskesmas Pinolosian. (P Value =0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi anak usia 1 tahun.
PENYULUHAN KESEHATAN DESA RATATOTOK SATU, KECAMATAN RATATOTOK KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Ns. Suci Rahayu Ningsih; Darmin D; Alkhair A; Sarman S; Moh. Rizki Fauzan
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 2 (2023): Maret-April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the results of interviews with stakeholders, it was found that there were high problems from several identified problems in Ratatotok Satu Village, Ratatotok District, Southeast Minahasa Regency, hypertension, diabetes mellitus (DM), waste problems, mining waste, dust and safety problems. The U-S-G (Urgency, Seriousness, Growth) method is a tool for compiling priority issues to be resolved. This is done by determining the level of urgency, seriousness and development of the issue by determining a value scale of 1-5. The issue that has the highest total score is a priority issue is Hypertension. The selected alternative solutions to hypertension are counseling about hypertension, making herbal medicines (non-pharmacological) using chayote to reduce hypertension, making leaflets/posters for health promotion and increasing physical activity through healthy gymnastics and sports. The presentation of the results of the interventions that have been carried out after MMD I went smoothly so that the selected alternative solutions to problems can be realized properly in accordance with the planned program.