Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Perbandingan Tingkat Kecemasan Covid-19 pada Mahasiswa D3 Keperawatan di Indonesia dan Timor Leste pada Masa Awal Pandemi Sihombing, Ferdinan; Soares , Deonisia de Fatima; Sakti , Bani; Santoso , Didik Agus; Hertini , Reni; Triyono , Heru Ginanjar
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 11 No 02 (2025): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v11i02.4270

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap kesehatan mental mahasiswa keperawatan yang sedang menempuh pendidikan sebagai calon tenaga kesehatan. Metode: Penelitian kuantitatif komparatif ini melibatkan 131 mahasiswa D3 Keperawatan, terdiri dari 63 mahasiswa STIKes Santo Borromeus Bandung (Indonesia) dan 68 mahasiswa Departamentu Enfermagen Geral, Universidade Dili (Timor Leste), yang dipilih dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa skala kecemasan Covid-19 versi Indonesia (Cronbach’s Alpha = 0,868; 16 item) dan versi Timor Leste (Cronbach’s Alpha = 0,932; 16 item), keduanya valid dan reliabel. Data dikumpulkan secara daring melalui Google Form dan dianalisis dengan uji t-independen. Hasil: Rata-rata skor kecemasan mahasiswa Bandung adalah 4,35 (SD = 2,03), sedangkan mahasiswa Dili 5,96 (SD = 3,08). Uji t menunjukkan perbedaan signifikan (t = 3,492; p = 0,001). Diskusi: Perbedaan tingkat kecemasan kemungkinan dipengaruhi faktor akademik, dukungan institusional, serta kondisi sosial-ekonomi. Kesimpulan: Mahasiswa keperawatan Timor Leste mengalami tingkat kecemasan lebih tinggi dibanding mahasiswa Indonesia
Breakfast Habits of Early Childhood Education Students: A Community-Based Poll Among PAUD Practitioners on WhatsApp Ferdinan Sihombing; Djahra Warda Sopaliu; Linda Sari Barus; Betty Suprapti; Bani Sakti; Didik Agus Santoso
Journal of Gemilang Vol. 2 No. 2 (2025): JULY-JOG
Publisher : Pt. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/9zqxz437

Abstract

Irregular breakfast habits in early childhood may adversely affect physical growth and cognitive development. This study aimed to describe breakfast patterns among early childhood education students (PAUD) based on direct observations by educators. A cross-sectional descriptive design was employed, involving 234 PAUD practitioners in West Java through a WhatsApp-based community. Data were collected using a single closed-ended question distributed to all community members and analyzed using descriptive quantitative methods. A total of 116 valid responses were obtained. Results showed that 68 participants (58.6%) reported that almost all children had breakfast every day, 45 (38.8%) stated that most children had breakfast but not daily, and 3 (2.6%) indicated that many children arrived without breakfast or had only a drink. None of the respondents reported uncertainty or a lack of observation. These findings suggest that although a majority of children maintain regular breakfast habits, a substantial proportion still demonstrate inconsistency. Community-based digital observation allowed for rapid and contextually relevant field data collection. The results may serve as a foundation for promotive and preventive interventions through nutrition literacy and healthy breakfast campaigns in PAUD settings.
Pengembangan Model Hospice Berbasis Perguruan Tinggi Untuk Pasien Paliatif Yuanita Ani Susilowati; Ferdinan Sihombing; Maria Alfa Raniadita; Sih Ami Lestari; Alexander Risdianto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53627

Abstract

Kota Bandung dan sekitarnya menghadapi tantangan serius dalam penyediaan layanan perawatan paliatif bagi pasien dengan penyakit kronis stadium akhir . Secara nasional, laporan Globocan 2020 mencatat 396.914 kasus baru kanker di Indonesia, dengan kanker payudara sebagai jenis terbanyak, mencapai 68.858 kasus (16,6%). Lebih mengkhawatirkan, sekitar 70% pasien kanker di Indonesia terdiagnosis pada stadium lanjut, yang memerlukan perawatan paliatif intensif. Di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung, prevalensi kanker menunjukkan peningkatan signifikan dengan sekitar 15.000 kasus terdiagnosis setiap tahunnya, dan 30% di antaranya berada dalam tahap terminal. Tujuan Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan hospice bagi pasien dengan penyakit terminal. Metode Metode penelitian menggunakan model Reasearch and Development (R & D) dengan sepuluh tahapan, tahap pertama yaitu Research and information collecting. Hasil Responden sebanyak 201 diambil secara purposive sampling, hasil didapatkan terdapat kebutuhan masyarakat akan keberadaan hospice dengan mean 86,14. Kesimpulan Dilakukan analisis pasar didapatkan target utama yaitu keluarga pasien dengan penyakit terminal dan perawatan palliative, khususnya yang sudah tidak fokus pada kesembuhan medis tetapi pada peningkatan kualitas hidup (quality of life) dan keluarga kelas menengah ke atas yang membutuhkan dan menginginkan layanan holistik (perawatan medis, psikologis, spiritual, dan sosial) bagi pasien.
Phubbing Dan Perilaku Marah Pada Remaja Des Inayah Wulandari; Ferdinan Sihombing; Maria Yunita Indriarini
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/jke.v1i2.19

Abstract

Ponsel dengan teknologi canggih telah mengubah budaya dan mengubah interaksi langsung antar manusia. Respons tinggi remaja terhadap teknologi ini dapat menyebabkan perubahan perilaku, termasuk phubbing mengabaikan lawan bicara untuk fokus pada ponsel yang berpotensi memicu konflik personal.Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan phubbing dengan perilaku marah pada remaja. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain deskriptif.  Sampel penelitian 259 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan uji Spearman’s rank. Pengumpulan data menggunakan GSP (Generic Scale of Phubbing) dan Kuesioner Perilaku Marah. Hasil penelitian phubbing menunjukkan bahwa 169 responden (52,2%) berada dalam kategori sedang. Pada perilaku marah terdapat nilai rata-rata responden 4,25 (rentang nilai 0-13) yang artinya responden cenderung tidak marah. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara phubbing dengan perilaku marah pada remaja dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Disarankan kepada salah satu universitas swasta di wilayah Bandung Barat untuk melakukan edukasi mengenai phubbing, dampak negatif dan cara mengatasinya pada remaja.
Peran Perempuan dalam Merawat Lansia Demensia: Analisis Family Burden di Wilayah Pasir Muncang Ferdinan Sihombing; Tuti Rosdiana; Reni Hertini; Bani Sakti; Lesta Livolina Simamora; Emilia Putri Parera
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/8fmnbm27

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia turut meningkatkan prevalensi demensia yang berdampak pada kebutuhan perawatan jangka panjang oleh keluarga. Kondisi ini menimbulkan beban emosional, fisik, sosial, dan ekonomi, khususnya bagi caregiver perempuan di lingkungan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik caregiver perempuan dan tingkat beban keluarga (family burden) dalam merawat lansia dengan demensia di wilayah Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 60 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas caregiver adalah perempuan (86,7%) dan berpendidikan terakhir Sekolah Dasar (65%). Sebanyak 75% responden mengalami beban ringan dan 25% mengalami beban sedang. Tidak ditemukan responden dengan beban berat maupun tanpa beban. Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan dengan latar pendidikan rendah memegang peranan penting dalam perawatan lansia demensia, namun tetap berisiko mengalami tekanan jangka panjang. Diperlukan intervensi berbasis komunitas melalui edukasi, pelatihan keterampilan merawat, dan dukungan sosial untuk meningkatkan kapasitas caregiver serta menurunkan risiko family burden.
Catfish Extract-Based Shredded Meat as a Functional Food: Nutritional Composition, Safety, and Acceptance Among Mothers of Toddlers Ferdinan Sihombing; Ellen Stephanie Rumaseuw; Maria Alfa Raniadita; Carissa Wityadarda
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.13978

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that has serious implications for the quality of human resources in Indonesia. One potential solution is the development of affordable local food innovations based on animal protein sources, such as catfish (Clarias batrachus), which has high nutritional value and can be processed into functional food products, including extracts and shredded fish (abon). This study aimed to analyze the nutritional composition, antioxidant activity, microbiological and heavy metal safety, as well as the organoleptic acceptance of shredded catfish products based on catfish extract among mothers of under-five children. The study was conducted at the Central Laboratory of Universitas Padjadjaran and the “Bina Harapan X” Integrated Health Post (Posyandu) in Cipeundeuy Village, West Bandung. Proximate analysis was performed on both catfish extract and shredded catfish products. Antioxidant activity was assessed using the DPPH method, while safety evaluations included Escherichia coli (CFU/mL) analysis and determination of lead (Pb) and cadmium (Cd) levels using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Organoleptic testing was carried out with 31 mother panelists who had under-five children, using a 5-point hedonic scale. The catfish extract contained 4.97% moisture, 8.91% ash, 29.87% fat, 48.85% protein, and 7.40% carbohydrates, with a total polyphenol content of 0.12% and an IC₅₀ value of 4.9724%. The shredded catfish product contained 3.32% moisture, 6.55% ash, 30.45% fat, 38.33% protein, and 21.36% carbohydrates. Safety analysis showed E. coli levels of 0 CFU/mL (safe for consumption), Pb levels of 0.3999 mg/kg, and Cd levels of 0.0312 mg/kg. Organoleptic scores for color (3.87), texture (3.97), and aroma (4.00) indicated an overall acceptance level of “liked”. Shredded catfish products based on catfish extract have high nutritional value, are safe for consumption, and are well accepted by mothers of under-five children. This product has strong potential as a local fish-based functional food to support stunting prevention efforts in the community
Comparison of Knowledge and Attitudes Regarding Free Sexual Behavior Among Male and Female University Students Yuanita Ani Susilowati; Emanuel Ade Nugraha; Ferdinan Sihombing; Yosi Maria Wijaya; Stepanus Prihasto Septiawan; Dian Putrawangsa
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v5i1.862

Abstract

Free sexual behavior among adolescents encompasses activities such as hugging, kissing, and intercourse, which are influenced by knowledge and attitudes. This issue is particularly concerning among university students, who are at a developmental stage characterized by heightened sexual drive. This study aimed to analyze differences in knowledge and attitudes toward free sexual behavior between male and female university students. A comparative quantitative study was conducted using a convenience sampling technique involving 398 students aged 18–25 from a private university in Bandung. Data were collected through a validated and reliable questionnaire consisting of 15 knowledge questions and 15 attitude questions. The Mann–Whitney test was used to assess the differences in average scores between the groups. The results showed that female students had higher average scores in both knowledge (Mean = 9.77 vs. 9.18; p = 0.009) and attitudes (Mean = 49.12 vs. 44.02; p < 0.000) compared to male students. Only a small proportion of students had good knowledge, and most male students exhibited negative attitudes, indicating approval or willingness to engage in such behavior. These findings suggest that knowledge and attitudes play a critical role in shaping sexual behavior among university students.  These findings underscore the urgency of developing gender-responsive sexual health education interventions in higher education settings.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN STASE KEPERAWATAN KOMUNITAS SECARA KONVENSIONAL SEBELUM PANDEMI COVID-19 DAN SECARA DARING SAAT PANDEMI COVID-19: COMPARISON OF THE EFFECTIVENESS OF CONVENTIONAL COMMUNITY NURSING STAGE LEARNING BEFORE COVID-19 PANDEMIC AND ONLINE DURING COVID-19 PANDEMIC Ferdinan Sihombing; Linda Sari Barus
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v5i2.311

Abstract

Pandemi Covid-19 yang mengharuskan bekerja dari rumah dan belajar dari rumah telah menyebabkan perubahan total metode pembelajaran keperawatan dari konvensional tatap muka menjadi 100% daring, termasuk pendidikan profesi keperawatan, termasuk stasiun keperawatan komunitas. Berbagai metode pembelajaran daring digunakan untuk memenuhi hasil belajar sesuai kurikulum yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi efektivitas proses pengajaran profesi ners stase keperawatan komunitas secara konvensional sebelum pandemi Covid-19 dan daring selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan rancangan non-equivalent control group posttest only design. Peneliti menggunakan kelompok kontrol dengan proses pembelajaran konvensional dan kelompok eksperimen dengan pembelajaran daring. Penelitian ini dilakukan di STIKes Santo Borromeus 24 - 31 Juli 2022 dengan melibatkan 143 mahasiswa profesi keperawatan STIKes Santo Borromeus yang terbagi dalam dua kelas yaitu kelas A (n= 67) sebagai kelompok kontrol dan kelas B (n= 76 orang) sebagai kelompok eksperimen. Setiap kelompok menjalani pembelajaran praktik keperawatan komunitas selama 3 minggu, 1 kelompok sebelum pandemi dan 1 kelompok pada masa pandemi COVID-19. Pengumpulan data dengan kuesioner daring menggunakan google form. Analisis data menggunakan metode TOPSIS (Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solution) pada kriteria prioritas untuk mengevaluasi keefektifan metode pembelajaran. Pembelajaran konvensional luring sebelum pandemi lebih efektif dari pada daring, didukung oleh 74,5% responden dengan keunggulan kemudahan dalam memahami materi dan fleksibilitas waktu pembelajaran. Institusi pendidikan ners yang menyelenggarakan pembelajaran daring untuk stase keperawatan komunitas dapat segera beralih kembali ke luring, jika telah memungkinkan.
Edukasi Pengurus Pondok Lansia Tulus Kasih tentang Abon Ekstrak Ikan Lele untuk Nutrisi Paliatif Ferdinan Sihombing; Maria Alfa Raniadita; Carissa Wityadarda; Ellen Stephanie Rumaseuw
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/7h923872

Abstract

Pemenuhan kebutuhan protein merupakan salah satu komponen penting dalam perawatan paliatif lansia karena berperan dalam mempertahankan massa otot, fungsi tubuh, dan kualitas hidup. Namun, keterbatasan pengetahuan pengurus pondok lansia mengenai nutrisi paliatif serta minimnya pemanfaatan pangan tinggi protein berbasis sumber daya lokal menjadi tantangan dalam penyelenggaraan makanan bagi lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pengurus Pondok Lansia Tulus Kasih Sarijadi mengenai pemanfaatan abon ekstrak ikan lele untuk memenuhi kebutuhan nutrisi paliatif pada lansia. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Juni 2026 dengan melibatkan 13 peserta yang terdiri atas pengasuh, pengelola, dan Ketua Yayasan. Metode yang digunakan meliputi edukasi, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan abon ekstrak ikan lele, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi disampaikan oleh tim multidisiplin yang mencakup aspek nutrisi paliatif lansia, pengolahan ekstrak ikan lele, dan pembuatan abon ekstrak ikan lele. Selain itu, dilakukan pengukuran lingkar lengan atas, lingkar betis, dan lemak kaki pada 18 lansia penghuni pondok sebagai skrining awal status gizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai pengetahuan peserta dari rata-rata 66,67 menjadi 82,05. Lansia yang mencicipi produk juga memberikan respons positif terhadap rasa dan tekstur abon. Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan pengurus serta memperkenalkan abon ekstrak ikan lele sebagai alternatif pangan tinggi protein untuk mendukung nutrisi paliatif lansia.
Analisis Kebutuhan Edukasi untuk Mendukung Pengembangan Program Pencegahan Jatuh Berbasis Komunitas pada Lansia RW 018 Kelurahan Sadang Serang Ferdinan Sihombing; Jajat S Adiwinata; Asep Saepudin; Viena Rusmiati; Benedicta Videlia Kusuma Ayu Gulo; Bani Sakti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i8.26709

Abstract

ABSTRACT Population ageing has increased the prevalence of chronic diseases, functional decline, and fall-related injuries among older adults. Falls contribute to disability, hospitalization, dependency, and reduced quality of life. However, educational interventions for fall prevention are often developed without adequately considering the characteristics and learning needs of older adults. Educational needs assessment offers an evidence-based approach to designing more relevant and effective educational programs. This study aimed to analyze the educational needs of community-dwelling older adults to support the development of community-based fall prevention programs. A descriptive quantitative study was conducted among 152 older adults residing in RW 018 in February 2026. Data on demographic characteristics, educational attainment, chronic disease history, fall history, and walking aid use were collected using structured questionnaires and analyzed descriptively using frequencies and percentages. Findings were interpreted to identify educational priorities. Most respondents were aged 60–69 years (53.2%) and female (63.8%). Low educational attainment was common (42.1%), 70.4% had chronic diseases, 11.8% reported falls within the previous six months, and only 2.6% used walking aids. These findings emphasize the need for educational programs focusing on early prevention, chronic disease management, safe mobility, environmental safety, family involvement, and literacy-appropriate learning strategies. Educational needs assessment provides an important basis for developing targeted, accessible, and sustainable community-based fall prevention programs for older adults. Keywords: Educational Needs Assessment, Fall Prevention, Older Adults, Community-Based Education.  ABSTRAK Peningkatan jumlah lansia diikuti oleh meningkatnya prevalensi penyakit kronis, penurunan fungsi, dan risiko jatuh. Jatuh merupakan masalah kesehatan yang dapat menyebabkan cedera, disabilitas, ketergantungan, serta penurunan kualitas hidup. Namun, program edukasi pencegahan jatuh sering kali belum disusun berdasarkan karakteristik dan kebutuhan belajar lansia. Analisis kebutuhan edukasi diperlukan untuk menghasilkan program yang lebih tepat sasaran. Menganalisis kebutuhan edukasi lansia sebagai dasar pengembangan program pencegahan jatuh berbasis komunitas. Penelitian kuantitatif deskriptif dilakukan pada 152 lansia di RW 018 pada Februari 2026. Data mengenai karakteristik demografi, tingkat pendidikan, riwayat penyakit, riwayat jatuh, dan penggunaan alat bantu jalan dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase, kemudian diinterpretasikan untuk mengidentifikasi prioritas kebutuhan edukasi. Sebagian besar responden berusia 60–69 tahun (53,2%) dan perempuan (63,8%). Sebanyak 42,1% berpendidikan dasar atau lebih rendah, 70,4% memiliki riwayat penyakit kronis, 11,8% pernah mengalami jatuh dalam enam bulan terakhir, dan hanya 2,6% menggunakan alat bantu jalan. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi yang menekankan pencegahan dini, pengelolaan penyakit kronis, mobilitas aman, keamanan lingkungan, pelibatan keluarga, serta metode pembelajaran yang sesuai dengan tingkat literasi lansia. Analisis kebutuhan edukasi memberikan dasar dalam pengembangan program pencegahan jatuh berbasis komunitas yang lebih tepat sasaran, mudah diterapkan, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Analisis Kebutuhan Edukasi, Pencegahan Jatuh, Lansia, Edukasi Berbasis Komunitas.
Co-Authors Alexander Risdianto Asep Saepudin Bani Sakti Bani Sakti Bani Sakti Benedicta Videlia Kusuma Ayu Gulo Betty Suprapti Carissa Wityadarda Carrisa Wityadarda Deonisia de Fatima Soares Des Inayah Wulandari Dewi, Liza Puspa Dian Putrawangsa Didik Agus Santoso Didik Agus Santoso Dionisia Soares Djahra Warda Sopaliu Eki Pratidina Ellen Stephanie Rumaseuw Emanuel Ade Nugraha Emilia Putri Parera Hanggoro Putro, Dimas Utomo Hardjanti, Therese Maura Heni Lestari Hertini , Reni Hertini, Reni Hidayat, Faried Rahman Jajat S Adiwinata Laurensius Aditya Yoga Pratama Lesta Livolina Simamora Lia Meilianingsih Lidwina Triastuti Listianingsih Linda Sari Barus Linda Sari Barus Linda Sari Barus Lorenz, Fransiska Quaesita Qory Mamat Lukman Maria Alfa Raniadita Maria Alfa Raniadita Maria Emilia Putri Parera Maria Yunita Indriarini Martini, Flora Maria Monika Melvin Omnia Murtiningsih Murtiningsih Mustofa Kamil, Mustofa Ola, Fransiska Keron Parulian, Tina Shinta Reni Hertini Reni Hertini Rosalia Rumaseuw, Ellen Stephanie Sakti , Bani Sandriani, Veronika Ayu Santoso , Didik Agus Santoso, Didik Agus Sardin Setyarini, Elizabeth Ari Sih Ami Lestari Soares , Deonisia de Fatima Sondang Ratnauli Sianturi Stepanus Prihasto Septiawan Stepanus Prihasto Septiawan Suntoro, Henri Susanti Niman Susilowati, Yuanita Ani Tanti Lestari Mulyaningtyas Triyono , Heru Ginanjar Tuti Rosdiana Veronika Ayu Sandriani Viena Rusmiati Wahyudin, Dedi Widiantoro, Fransiskus Xaverius Widyadari Prasetyaningrum Wityadarda, Carissa Yanti Shantini, Yanti Yosi Maria Wijaya Yosi Maria Wijaya Yuanita Ani Susilowati Yuliati Widiastuti Zulkarnain Zulkarnain