Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Smart Love, Safe Choices : Edukasi Seksual untuk Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Yuanita Ani Susilowati; Linda Sari Barus; Didik Agus Santoso; Maria Alfa Raniadita; Lidwina Triastuti Listianingsih; Stepanus Prihasto Septiawan; Ferdinan Sihombing
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/xqzcf379

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi pada remaja masih menjadi tantangan serius, terutama akibat rendahnya pengetahuan dan keterbatasan akses informasi yang benar di lingkungan sekolah. Mitra dalam kegiatan ini adalah siswa kelas XI dan XII di salah satu SMA swasta di Bandung yang menunjukkan pemahaman yang masih rendah terkait kesehatan reproduksi serta pengambilan keputusan yang aman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi melalui pendidikan seks berbasis nilai “Smart Love, Safe Choices”. Kegiatan diikuti oleh 44 orang siswa laki-laki. Metode yang digunakan adalah pendekatan pendidikan berbasis komunitas melalui workshop interaktif yang meliputi ceramah, diskusi, dan tanya jawab, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 42,52 menjadi 60,77, serta perubahan distribusi kategori pengetahuan dari dominan rendah menjadi dominan sedang dan tinggi. Kegiatan ini juga menunjukkan peningkatan partisipasi dan kesadaran peserta terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Disimpulkan bahwa pendidikan seks berbasis nilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja, serta berpotensi dikembangkan sebagai program promotif-preventif di lingkungan sekolah.
Hilirisasi Hasil Penelitian Abon E-Lele Sebagai Pangan Tinggi Protein Dalam Upaya Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Kader Posyandu Di Desa Cihampelas Maria Emilia Putri Parera; Ferdinan Sihombing; Yuliati Widiastuti; Ellen Stephanie Rumaseuw; Maria Alfa Raniadita; Carissa Wityadarda
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/32jxpy69

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi prioritas di Indonesia sehingga diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan Abon E-LeLe, produk hasil penelitian berbasis ekstrak ikan lele dengan kandungan protein 43,30%, sebagai pangan lokal tinggi protein untuk mendukung pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu mengenai pemanfaatan Abon E-LeLe melalui edukasi dan demonstrasi. Pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dan Community-Based Education pada 8 Juli 2026 di Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Peserta terdiri atas 76 kader Posyandu dari 89 kader yang diundang (85,4%). Kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi pembuatan Abon E-LeLe, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test berisi 12 pertanyaan disertai observasi partisipatif. Mayoritas peserta berpendidikan SMA/sederajat (46,1%) dan SMP/sederajat (42,1%). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata nilai pengetahuan dari 64,6 pada pre-test menjadi 86,4 pada post-test, atau meningkat sebesar 21,8 poin (33,7%). Peserta juga mampu menjelaskan kembali manfaat, kandungan gizi, dan tahapan utama pembuatan Abon E-LeLe. Edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memanfaatkan pangan lokal tinggi protein sebagai media edukasi pencegahan stunting serta berpotensi menjadi model hilirisasi hasil penelitian berbasis pemberdayaan masyarakat.  
PENGETAHUAN DAN TINGKAT KECEMASAN COVID-19 MAHASISWA KEPERAWATAN: STUDI KOMPARATIF BANDUNG DAN DILI AWAL PANDEMI Ferdinan Sihombing; Bani Sakti; Reni Hertini; Didik Agus Santoso; Linda Sari Barus; Deonisia de Fatima Soares
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 12 No 01 (2026): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/wg225q86

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah memengaruhi kehidupan global, termasuk mahasiswa keperawatan yang berperan penting sebagai edukator kesehatan. Penelitian ini mengkaji hubungan antara pengetahuan dan kecemasan terkait COVID-19 pada mahasiswa di Bandung dan Dili, serta perbedaan antar lokasi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif dilakukan pada mahasiswa keperawatan di STIKes Santo Borromeus, Bandung, dan Universidade Dili, Dili. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring, meliputi 16 item pengetahuan COVID-19 dan 10 item kecemasan berbasis Fear of COVID-19 Scale. Analisis mencakup uji t untuk membandingkan tingkat pengetahuan dan kecemasan, serta korelasi Pearson untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil: Tidak terdapat perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan COVID-19 antara mahasiswa di Bandung (M=14,75, SD=0,99) dan Dili (M=14,40, SD=1,64; p=0,148). Namun, tingkat kecemasan di Dili (M=5,96, SD=3,08) signifikan lebih tinggi dibanding Bandung (M=4,35, SD=2,03; p=0,001). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif lemah hingga sedang antara pengetahuan dan kecemasan, tetapi tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Simpulan: Mahasiswa di kedua lokasi memiliki tingkat pengetahuan yang serupa, namun kecemasan lebih tinggi di Dili, diduga akibat keterbatasan akses informasi dan sumber daya. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya strategi komunikasi kesehatan yang adaptif untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mengurangi kecemasan.
ABON EKSTRAK IKAN LELE SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL: KOMPOSISI DAN PENERIMAAN IBU BALITA: Catfish Extract-Based Shredded Meat as a Functional Food: Nutritional Composition and Acceptance Among Mothers of Toddlers FERDINAN SIHOMBING; Ellen Stephanie Rumaseuw; Maria Alfa Raniadita; Carrisa Wityadarda
Media Gizi Mikro Indonesia Vol. 18 No. 1 (2026): Media Gizi Mikro Indonesia (MGMI)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting remains a major nutritional challenge in Indonesia, affecting child growth and long-term human resource quality. One promising approach to address this issue is the development of affordable, protein-rich local foods such as catfish (Clarias gariepinus var.), which can be processed into functional food products like extracts and shredded meat (abon). This study analyzed the nutritional composition, antioxidant activity, safety, and sensory acceptance of catfish extract-based shredded meat among mothers of toddlers.Research was conducted at the Central Laboratory of Padjadjaran University and the “Bina Harapan X” Posyandu, Cipeundeuy Village, West Bandung. Proximate analysis measured moisture, ash, fat, protein, and carbohydrates. Antioxidant activity was evaluated using the DPPH method, while microbiological safety and heavy metals (Pb and Cd) were tested using standard procedures. Sensory evaluation was performed among 31 mothers using a five-point hedonic scale.Results showed strong antioxidant correlations in both catfish extract (r = 0.995; R² = 0.990) and shredded meat (r = 0.994; R² = 0.988), with IC₅₀ values of 4.97 ppm and 0.75%, respectively, both indicating high antioxidant capacity. Nutritional composition of the extract included 48.85% protein and 29.87% fat, while shredded meat contained 38.33% protein and 30.45% fat. Safety assessments showed 0 CFU/mL E. coli, Pb 0.3999 mg/kg, and Cd 0.0312 mg/kg, all within safe limits. Sensory scores indicated good acceptance for color (3.87), texture (3.97), and aroma (4.00).In conclusion, catfish extract-based shredded meat exhibits high nutritional value, strong antioxidant properties, and proven microbiological safety, with good consumer acceptance. These findings highlight its potential as a locally sourced, fish-based functional food to support stunting prevention efforts at the community level. ABSTRAK Stunting masih menjadi tantangan gizi kronis di Indonesia yang berdampak serius terhadap pertumbuhan anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu pendekatan yang menjanjikan untuk mengatasi masalah ini adalah pengembangan pangan lokal bergizi tinggi, terjangkau, dan kaya protein, seperti ikan lele (Clarias gariepinus var.) yang dapat diolah menjadi produk pangan fungsional berupa ekstrak dan abon. Penelitian ini bertujuan menganalisis komposisi gizi, aktivitas antioksidan, keamanan, serta tingkat penerimaan abon berbahan ekstrak ikan lele di kalangan ibu yang memiliki balita. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pusat Universitas Padjadjaran dan Posyandu “Bina Harapan X” Desa Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat. Analisis proksimat dilakukan untuk menentukan kadar air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH, sedangkan keamanan mikrobiologi serta kandungan logam berat (Pb dan Cd) diuji menggunakan prosedur standar. Uji penerimaan dilakukan terhadap 31 ibu balita menggunakan skala hedonik lima poin. Hasil penelitian menunjukkan korelasi kuat antara konsentrasi dan aktivitas antioksidan pada ekstrak ikan lele (r = 0,995; R² = 0,990) maupun abon (r = 0,994; R² = 0,988), dengan nilai IC₅₀ masing-masing 4,97 ppm dan 0,75%, yang menandakan kapasitas antioksidan tinggi. Komposisi gizi ekstrak terdiri atas 48,85% protein dan 29,87% lemak, sedangkan abon mengandung 38,33% protein dan 30,45% lemak. Uji keamanan menunjukkan E. coli 0 CFU/mL, Pb 0,3999 mg/kg, dan Cd 0,0312 mg/kg yang artinya seluruhnya masih dalam batas aman. Penilaian sensori menunjukkan penerimaan baik terhadap warna (3,87), tekstur (3,97), dan aroma (4,00). Kesimpulannya, abon berbahan ekstrak ikan lele memiliki nilai gizi tinggi, aktivitas antioksidan kuat, serta terbukti aman dan disukai konsumen. Produk ini berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional berbasis ikan lokal untuk mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas.
Co-Authors Alexander Risdianto Asep Saepudin Bani Sakti Bani Sakti Bani Sakti Benedicta Videlia Kusuma Ayu Gulo Betty Suprapti Carissa Wityadarda Carrisa Wityadarda Deonisia de Fatima Soares Des Inayah Wulandari Dewi, Liza Puspa Dian Putrawangsa Didik Agus Santoso Didik Agus Santoso Dionisia Soares Djahra Warda Sopaliu Eki Pratidina Ellen Stephanie Rumaseuw Emanuel Ade Nugraha Emilia Putri Parera Hanggoro Putro, Dimas Utomo Hardjanti, Therese Maura Heni Lestari Hertini , Reni Hertini, Reni Hidayat, Faried Rahman Jajat S Adiwinata Laurensius Aditya Yoga Pratama Lesta Livolina Simamora Lia Meilianingsih Lidwina Triastuti Listianingsih Linda Sari Barus Linda Sari Barus Linda Sari Barus Lorenz, Fransiska Quaesita Qory Mamat Lukman Maria Alfa Raniadita Maria Alfa Raniadita Maria Emilia Putri Parera Maria Yunita Indriarini Martini, Flora Maria Monika Melvin Omnia Murtiningsih Murtiningsih Mustofa Kamil, Mustofa Ola, Fransiska Keron Parulian, Tina Shinta Reni Hertini Reni Hertini Rosalia Rumaseuw, Ellen Stephanie Sakti , Bani Sandriani, Veronika Ayu Santoso , Didik Agus Santoso, Didik Agus Sardin Setyarini, Elizabeth Ari Sih Ami Lestari Soares , Deonisia de Fatima Sondang Ratnauli Sianturi Stepanus Prihasto Septiawan Stepanus Prihasto Septiawan Suntoro, Henri Susanti Niman Susilowati, Yuanita Ani Tanti Lestari Mulyaningtyas Triyono , Heru Ginanjar Tuti Rosdiana Veronika Ayu Sandriani Viena Rusmiati Wahyudin, Dedi Widiantoro, Fransiskus Xaverius Widyadari Prasetyaningrum Wityadarda, Carissa Yanti Shantini, Yanti Yosi Maria Wijaya Yosi Maria Wijaya Yuanita Ani Susilowati Yuliati Widiastuti Zulkarnain Zulkarnain