Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

GERAKAN SENAM ASMA BERSAMA MASYARAKAT DAN KONSULTASI KESEHATAN PARU DI KOTA BANDAR LAMPUNG wibowo, adityo; Saputra, Tetra Arya; Soeprihatini, Retno Ariza S.; Ekawati, Diyan; Morfi, Chicy Widya; Azka, Laisa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3517

Abstract

Asma merupakan penyakit heterogen akibat inflamasi kronik pada saluran napas, ditandai oleh gejala yang bervariasi seperti mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk yang bersifat fluktuatif. Hiperreaktivitas saluran napas pada asma disebabkan oleh kombinasi inflamasi kronik dan perubahan struktural akibat peradangan jangka panjang. Penatalaksanaan asma bertujuan mengendalikan gejala, mencegah kekambuhan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien melalui terapi farmakologis (obat pengontrol dan pelega) dan non-farmakologis (edukasi, penghindaran pencetus, konseling, serta olahraga). Senam asma, yang dikembangkan oleh Yayasan Asma Indonesia, terdiri dari tahapan pemanasan, gerakan inti, dan pendinginan, bertujuan untuk meningkatkan fungsi pernapasan dan kebugaran pasien asma. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mensosialisasikan senam asma kepada masyarakat Bandar Lampung disertai dengan pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah senam. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya pemahaman bahwa pasien asma dapat berolahraga secara aman dan terarah, serta senam asma dapat menjadi alternatif aktivitas fisik yang bermanfaat.
EDUKASI KESEHATAN TUBERKULOSIS KEPADA MASYARAKAT DI KABUPATEN PRINGSEWU DALAM UPAYA ELIMINASI TUBERKULOSIS sirait, felicya rosari hasianna; Ariza, Retno; Ekawati, Diyan; Didiek, Junus; Rosari, Felycia
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3636

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang umumnya menyerang paru. Bakteri TB bertransmisi melalui droplet yang dihasilkan manusia. Tuberkulosis hingga saat ini masih menjadi ancaman kesehatan besar di dunia maupun di Indonesia. Berbagai upaya harus terus dilakukan untuk pencegahan tuberkulosis, agar dapat memutus rantai penularan melalui menegakkan diagnosis cepat, mengendalikan infeksi dengan baik, mengetahui cara penularan dan pengobatan yang efektif merupakan hal yang sangat penting dalam memberantas TB di masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk peningkatan pengetahuan dan perilaku masyarakat akan tuberkulosis. Pemecahan masalah yang diterapkan pada kegiatan ini mencakup penyuluhan menggunakan metode ceramah, leaflet, tanya jawab disertai pemberia pretes dan postes. Pengukuran status pengetahuan akan tuberkulosis pada masyarakat dibagi menjadi 4 kategori diantaranya tidak paham, cukup paham, paham, dan sangat paham. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2024 di Kabupaten Pringswu. Kegiatan penyuluhan mengenai pengertian tuberkulosis, gejala dan tanda pasien tuberkulosis, pengobatan tuberkulosis dan pencegahan tuberkulosis. diikuti oleh 23. Setelah mendapatkan penyuluhan, maka pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan signifikan. Penyuluhan berkelanjutan, mencari dan menemukan gejala di masyarakat, mengobati TB dengan tepat, hingga memantau pengobatan TB sampai sembuh dalam upaya eliminasi tuberkulosis.
Comparative Diagnostic Accuracy of LF-LAM TB Antigen and Xpert MTB/RIF in Pulmonary Tuberculosis among Underweight Patients Eksa, Dwi Robbiardy; Hendarto, Gatot Sudiro; Sinaga, Fransisca TY; Dilangga, Pad; Herdato, M. Junus Didiek; Infianto, Andreas; Ekawati, Diyan; Gozali, Achmad; Ajipurnomo, Adhari
Jurnal Respirologi Indonesia Vol 45 No 4 (2025)
Publisher : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)/The Indonesian Society of Respirology (ISR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36497/7brxv447

Abstract

Background: In 2023, the global incidence of tuberculosis (TB) reached 8.2 million cases. It is the highest on record due to delayed diagnoses and a rising number of TB patients. Tuberculosis is more prevalent among patients with compromised immune systems, including those with HIV and malnutrition (BMI <18.5 kg/m2), who exhibit increased vulnerability to infection. The challenge of sputum expulsion impedes diagnosis, requiring a rapid, cost-effective early-detection technique. The lateral flow lipoarabinomannan TB antigen (LF-LAM TB-Ag) assay provides an alternate method for identifying lipoarabinomannan in urine, a constituent of the Mycobacterium tuberculosis cell wall. This study assessed the effectiveness of the LF-LAM TB-Ag assay compared with the Xpert MTB/RIF assay for TB diagnosis. Methods: A comparative cross-sectional study was conducted at Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province, from January 2023 to June 2024. A total of 52 suspected pulmonary TB patients with HIV-negative status and underweight BMI were evaluated using both the LF-LAM TB-Ag and Xpert MTB/RIF assays. Results: Chi-square tests were used to compare the performance of LF-LAM TB-Ag with Xpert MTB/RIF. The LF-LAM TB-Ag test had a sensitivity of 79.59% and a specificity of 100% (P=0.002). Conclusion: This study underscores the necessity for early detection of pulmonary TB in underweight individuals. The integration of LF-LAM TB-Ag with Xpert MTB/RIF improves detection, especially in high-risk populations, enabling prompt treatment and enhanced disease management.
Edukasi dan Skrining Dini PPOK di Komunitas Perokok Dewasa untuk Menurunkan Risiko Eksaserbasi dan Keterlambatan Diagnosis Wibowo, Adityo; Soemarwoto, Retno Ariza; Ekawati, Diyan; Setiawan, Gigih; Harjanto, Lucky Togihon; Morfi, Chicy Widya
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3752

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyebab kematian ketiga di dunia dan sekitar separuhpenderitanya belum terdiagnosis, meskipun gejala batuk kronik dan sesak sering muncul pada kelompok perokokdewasa. Keterlambatan deteksi dan penanganan menyebabkan progresivitas obstruksi jalan napas, eksaserbasiberulang, penurunan kualitas hidup, serta peningkatan kunjungan gawat darurat dan rawat inap. Kegiatan pengabdianini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat berisiko tinggi mengenai faktor risiko, gejala awal, eksaserbasiPPOK, serta tata laksana dan pencegahan progresivitas, sekaligus melakukan skrining sederhana dengan kuesioner,pemeriksaan fisik, dan spirometri dasarMetode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif menggunakan materi berbasis pedoman GOLD 2025tentang definisi, faktor risiko (khususnya merokok dan pajanan polusi), deteksi dini, serta prinsip pencegahaneksaserbasi (berhenti merokok, vaksinasi, kepatuhan obat inhalasi, dan kontrol infeksi saluran napas). Peserta yangmemiliki gejala respirasi kronik disertai riwayat merokok dilakukan penilaian risiko eksaserbasi, edukasi pengenalantanda bahaya, dan konseling tempat rujukan layanan PPOK, termasuk cara penggunaan inhaler genggam yang benardan target saturasi oksigen 88–92% pada PPOK eksaserbasi.Kegiatan diharapkan menghasilkan peningkatan skor pengetahuan peserta, penemuan kasus suspek PPOKuntuk rujukan lebih lanjut, serta perubahan perilaku awal menuju berhenti merokok dan pemanfaatan layanankesehatan primer untuk kontrol rutin. Program ini dapat menjadi model intervensi komunitas berkelanjutan gunamenekan beban PPOK yang selama ini banyak tidak terdiagnosis dan sering datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisieksaserbasi sedang–berat.