Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGEMBANGAN USAHA MADU LEBAH TRIGONA DAN LEBAH HUTAN DI HUTAN PENDIDIKAN UNHAS, KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN Nuraeni, Sitti; Budiaman; Sadapotto, Andi; Muin, Andi Vika Faradiba; Prastiyo, Andi; Chairil; Arif, Astuti; Baharuddin
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi usaha madu lokal di kawasan hutan dapat diperkuat melalui edukasi dan pendampingan berbasis masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok peternak lebah di Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin, Kabupaten Maros, dalam produksi dan pengembangan usaha madu Trigona dan madu hutan. Metode yang digunakan meliputi pretest-posttest, pelatihan partisipatif, dan penyerahan alat produksi. Hasil menunjukkan peningkatan, seperti pengetahuan tentang pengaruh suhu dan kelembapan terhadap kestabilan madu naik dari 53,33% menjadi 93,33%. Hasil menunjukkan peningkatan pada pemahaman peserta terhadap aspek kualitas madu, budidaya lebah, pengolahan tanpa pemanasan, strategi pemasaran melalui media sosial, hingga kerja sama antarpeternak. Pengetahuan mengenai kadar air, fermentasi, dan teknik panen madu yang ramah lingkungan juga meningkat. Edukasi ini membekali peserta dengan praktik budidaya, pengolahan, dan pemasaran madu secara berkelanjutan. Harapannya, model kegiatan ini dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi lebah madu lokal sebagai sumber ekonomi dan konservasi.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN CHANNEL YOUTUBE INSPECT HISTORY TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 8 PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMPN 88 JAKARTA Fahrul Sulaiman; Budiaman; Hidayath, A.N
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 5 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i5.1555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran channel youtube inspect history terhadap minat belajar peserta didik kelas 8 pada mata pelajaran IPS di SMPN 88 Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey melalui kuesioner yang diukur dengan skala likert. Dalam penelitian ini, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 70 peserta didik SMPN 88 Jakarta yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel simple random sampling. Teknik analisis yang digunakan yaitu statistik inferensial dengan menggunakan uji hipotesis antara lain Uji T, Uji F, Uji Koefisien Korelasi, dan Uji Koefisien Determinasi. Hasil penelitian yang dilakukan yaitu terdapat pengaruh media pembelajaran channel youtube inspect history terhadap minat belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS kelas 8 di SMPN 88 Jakarta signifikan. Pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat simultan, berkorelasi, dan positif. Besaran pengaruh kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat 60%.
STRATEGI PENGELOLAAN PERKAMPUNGAN BUDAYA BETAWI SETU BABAKAN SEBAGAI DESTINASI WISATA PADA MASA NEW NORMAL Yovi Nurhalimah; Budiaman; Nova Scorviana
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.2120

Abstract

This study aims to find out the reasons and strategies for managing the PBB Setu Babakan as a tourist destination during the new normal period. The research was conducted in the PBB Setu Babakan tourist area. This study uses a descriptive method with a qualitative approach, while data collection techniques include observation, interviews, literature study, and documentation. Data analysis using the interactive data analysis model by Miles and Huberman. The subject of this research is the managing member of PBB Setu Babakan. The results of the study show that a management strategy is needed for internal reasons, namely to maintain assets, quality of attractions, facilities and destination services that are in accordance with tourist destinations to provide maximum satisfaction to visitors, as well as external reasons due to facing new demands of the tourism sector and changes in people's behavior in conducting tourism activities. The management strategy is based on management principles. In planning, managers identify supporting/inhibiting factors in achieving management objectives and strategies for overcoming them and develop strategies for managing destinations and controlling activities. Organizing includes setting responsibilities, working with partners, and UMKM training. Implementation includes developing destinations, increasing SDM competencies, strengthening tourism institutional capacity, as well as promotion through digital and conventional media. Evaluation is carried out through community satisfaction surveys, work meetings, and community quick responses. Even though there has been no ecological contribution and an increase in investment volume due to a lack of profit, the indicators of successful management have been fulfilled.
Peran Bank Sampah dalam Mewujudkan Masyarakat Peduli Sampah Afifah, Hasna; Budiaman; Purwandari, Dian Alfia
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 4 No. 2 (2024): VISA: Journal of Vision and Ideas (In Press)
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v4i2.3232

Abstract

This research was conducted at the Amanah Bersama Waste Bank located in East Cilandak with the aim of finding out the role of waste banks in creating a waste-caring society. The method used in this research is qualitative. The data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Interviews were conducted with the Chairman of Amanah Bersama Waste Bank and the community as customers. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the research that has been carried out are: (1) Amanah Bersama Waste Bank has a waste management program and community education program aimed at creating a clean and healthy environment, as well as creating a society that cares about waste, (2) Public awareness and the presence of a waste bank as an institution community waste management is a factor that influences the community in managing waste, (3) Community participation in the waste bank program based on the Arnstein Ladder is included in the form of consultation participation, namely the community already knows the benefits of the program, knows the program information, voluntarily participates in the program, the community can provide opinions, criticism and suggestions as well as considerations from the waste bank, (4) Community and government participation is very important and necessary for the success of the waste bank in carrying out its role in managing community waste.
STRATEGI GURU IPS DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK SMPN 232 JAKARTA Farah Adilah; Budiaman; Shahibah Yuliani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 5 (2024): JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi guru IPS dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa dan mengapa diperlukan strategi untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa di SMPN 232 Jakarta. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 232 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 5 orang informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran IPS untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa dilakukan dengan cara (1) diskusi kelompok untuk melatih keterampilan berinteraksi dengan teman sebaya, (2) ceramah untuk melatih ketaatan siswa, (3) bermain peran atau sosiodrama untuk melatih keterampilan. perilaku berinteraksi dan asertif, (4) pemecahan masalah untuk melatih kemampuan berpikir kritis, (5) inkuiri untuk melatih menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan nyata. Pemilihan strategi yang tepat sangat penting bagi seorang guru IPS dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa. Strategi yang tepat mengacu pada tujuan pembuatan strategi, yaitu: (1) sarana evaluasi, (2) memberikan gambaran tujuan, (3) mengembangkan kreativitas dan inovasi.
STRATEGI KOMUNITAS JAKARTA MENGABDI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT JAKARTA M. Fatahillah Roji; Budiaman; Nova Scorviana H
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Komunitas Jakarta Mengabdi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Subjek penelitian ini yaitu pengurus Komunitas Jakarta Mengabdi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Komunitas Jakarta Mengabdi memiliki strategi yang tepat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta. Strategi yang diterapkan Komunitas Jakarta Mengabdi yaitu corporate strategy (strategi organisasi), program strategy (strategi program), resource support strategy (strategi pendukung sumber daya), dan institutional strategy (strategi kelembagaan).
Penerapan Metode Pembelajaran Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Minat Belajar Mata Pelajaran IPS Kelas VII di SMP Negeri 242 Jakarta Farah Az Zahrah; Budiaman; Nurul Istiqomah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang dari minat yang dimiliki siswa untuk belajar IPS masih tergolong rendah yang ditandai dengan beberapa siswa kurang tertarik atau antusias selama kegiatan pembelajaran, pembelajaran cenderung berpusat pada guru yang menggunakan metode ceramah, dan siswa seringkali menunda-nunda mengerjakan tugas. Penelitian ini membahas tentang bagaimana penerapan metode pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan minat belajar siswa pada Mata Pelajaran IPS VII F di SMP Negeri 242 Jakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan tiga siklus. Pengumpulan data menggunakan angket dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode tutor sebaya dapat meningkatkan minat belajar siswa. Hal ini terlihat dari hasil angket minat belajar siswa pra-penelitian hanya 39% atau sebanyak 14 siswa yang tergolong minat tinggi, setelah penerapan metode pembelajaran tutor sebaya selama 3 siklus, siswa yang tergolong minat belajar tinggi sebesar 94% atau sebanyak 34 siswa
Penerapan Treasure Hunt Sebagai Media Pembelajaran IPS dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa di SMPN 57 Jakarta Putri Wulandari; Budiaman; Saipiatuddin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media pembelajaran Treasure Hunt dalam meningkatkan kekatifan peserta didik kelas VIII F SMP Negeri 57 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F yang berjumlah 35 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan media pembelajaran Treasure Hunt mampu meningkatkan hasil kekatifan siswa secara signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan jumlah siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) pada setiap siklusnya. Pada transisi dari siklus pertama ke siklus kedua, terjadi peningkatan sebesar 7,06%, dan dari siklus kedua ke siklus ketiga, terjadi peningkatan lebih lanjut sebesar 5,88%. Target Indikator Pencapaian Hasil (IPH) ≥80% telah tercapai pada siklus 3. Selain itu, keaktifan peserta didik setiap siklusnya juga meningkat, terutama dalam aspek berpendapat
PROSES INTEGRASI MASYARAKAT TIONGHOA AKIBAT DISKRIMINASI RASIAL DI GLODOK PASCA KERUSUHAN MEI 1998 (1998-2001) Sofyan Hamid Azhari; Budiaman; Abdul Haris Fatgehipon
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa kerusuhan Mei 1998 merupakan peristiwa diskriminasi rasial yang terjadi karena adanya stereotype yang berkembang di masyarakat kemudian dilampiaskan pada kerusuhan Mei 1998 yang awalnya merupakan Gerakan mahasiswa menjadi Gerakan anti Tionghoa. Masyarakat Tionghoa harus hidup dengan stereotype yang melekat di masyarakat. Untuk bisa hidup berdampingan masyarakat Tionghoa harus melalui proses integrasi yang Panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses integrasi masyarakat Tionghoa di Glodok . Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumen, dan studi pustaka. Sedangkan dalam Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan data collection, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses integrasi masyarakat Tionghoa didukung karena : 1) Adanya konflik di masyarakat yang kemudian memunculkan kesadaran bahwa mereka memiliki hak yang sama sebagai warga negara Indonesia 2) Kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintahan BJ Habibie 3) Kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintahan Gus dur yang kemudian bisa membebaskan masyarakat etnis Tionghoa dari belenggu kebijakan yang membatasi mereka sejak era orde baru.
Antara Idealita dan Realita: Analisis Literatur tentang Kesiapan Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi Devi Mayanti Magdalena Manullang; Budiaman; Achmad Nur Hidayat
JIMAD: Jurnal Ilmiah Mutiara Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): JIMAD - NOVEMBER
Publisher : PT. Penerbit Tiga Mutiara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61404/jimad.v3i4.427

Abstract

Differentiated Instruction (DI) has become a pedagogical approach promoted in the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka) as a strategy to address the diverse learning needs of students. However, implementation in the field shows a gap between the expected ideals and the realities faced by teachers. This gap between ideals and realities in the field is one of the issues that needs to be researched and assessed so that teachers' readiness as differentiated learning instructors receives attention and can be improved. This study aims to analyze literature related to teacher readiness in implementing differentiated learning in Indonesia. This study uses a literature review approach by reviewing 10 relevant national journals. The 10 national journals represent the results of research conducted in various schools in Indonesia, where these schools have implemented differentiated learning. The results of this descriptive research indicate that most teachers are still in the early stages of understanding differentiated learning and face implementation challenges that include limited training, homogenous learning needs, and suboptimal system support. Thus, the need for teacher readiness in implementing differentiated learning is still far from optimal. In this case, not only teachers are required to be able to carry out their duties in implementing differentiated learning optimally, but related parties in the education sector should also contribute significantly to promoting teacher readiness. The definition of readiness is not only focused on teachers, but as teachers carry out their primary duties as educators, primary readiness is the foundation that teachers must possess. Therefore, a redefinition of the meaning of teacher readiness is needed, which is not only seen from the aspect of individual abilities, but also as part of an educational system that supports structurally, culturally, and professionally.