Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

FORMULASI SNACK BAR BERBASIS TEPUNG AMPAS KELAPADENGAN PENAMBAHAN KONSENTRAT DAUN KELOR(Moringa oleifera L) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR FENOLIK Hana Citra Maulidianisa; Nopriantini; Suaebah
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 2 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1070

Abstract

Makanan selingan merupakan faktor yang penting bagi pertumbuhan, karena jajanan menyumbang energi dan zat gizi yang diperlukan sehingga jajanan yang berkualitas baik akan mempengaruhi kualitas makanan. Seseorang rata-rata memilih makanan selingan atau cemilan dengan kandungan energi dan protein yang rendah sehingga sumbangan energi dan protein dari makanan jajanan terhadap total konsumsi sehari-hari masih rendah. Salah satu produk yang mudah dikembangkan dan dapat dijadikan cemilan maupun jajan sehari-hari yaitu snack bar. Snack bar merupakan makanan ringan yang memiliki bentuk batang dan merupakan campuran dari berbagai bahan yang umumnya dikonsumsi sebagai makanan selingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi snack bar berbasis tepung ampas kelapa dengan penambahan konsentrat daun kelor. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Adapun perlakuan yang digunakan dengan tepung ampas kelapa dengan penambahan konsentrat daun kelor adalah F1 (45gr : 5gr), F2 (40gr : 10gr), F3 (35gr : 15gr), F4 (30gr : 20gr), F5 (25gr : 25gr). Uji yang dilakukan melalui 2 tahap yaitu uji organoleptik untuk melihat tingkat kesukaan dan uji kimia untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kadar fenolik. Berdasarkan uji statistik Friedman menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh daya terima warna, aroma, rasa dan tekstur pada formulasi snack bar berbasis tepung ampas kelapa dengan penambahan konsentrat daun kelor. Sack bar yang paling disukai panelis terdapat pada perlakuan F5 25gr tepung ampas kelapa dan 25gr konsentrat daun kelor dengan kandungan aktivitas antioksidan 75.092 μg/mL dan kadar fenolik 4.565 mg GAE/10mg. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai penambahan zat gizi atau sumber bahan pangan lain yang memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi sehingga produk dapat dijadikan sebagai makanan selingan yang enak dan bergizi.
PENGARUH PENGGUNAAN KOMIK GIZI ANEMIA (KOZMIA) BERBASIS ANDROID TERHADAP PENGETAHUAN ANEMIA DANASUPAN FE  REMAJA PUTRI DI DESA DALAM KAUM KABUPATEN SAMBAS Hafiyyan, Naufal Adli; Suaebah; Jaladri, Iman; Listrianatari
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 2 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1073

Abstract

Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Hal ini dikarenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kejadian anemia adalah pengetahuan. Dalam memberikan pendidikan gizi bisa dilakukan melalui beberapa media dan metode. Komik Gizi Anemia (Kozmia) merupakan salah satu media aplikasi yang dapat digunakan dalam memberikan edukasi gizi. Desain penelitian Pra Eksperiment dengan rancangan yang digunakan one grup Pre and posttest design yang dilakukan selama sehari pada remaja putri di Desa Dalam Kaum Kabupaten Sambas. Perlakuan berupa pemberian intervensi yang terdapat pada aplikasi sebanyak 4 kali pertemuan dalam sehari. Sebelum dan sesudah intervensi dilakukan wawancara dengan metode food recall 1x24 jam dan pengisian kuesioner pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian ada perbedaan yang signifikan pada variable pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi (p-value 0,00<0,05) dan ada perbedaan asupan Fe antara sebelum dan sesudah diberi edukasi gizi (p-value 0,00<0,05). Edukasi gizi menggunakan media aplikasi Komik Gizi Anemia (Kozmia) menyebabkan peningkatan pengetahuan dan asupan Fe yang signifikan. Pihak Puskesmas setempat media Komik Gizi Anemia (Kozmia) dapat digunakan sebagai media dalam memberikan informasi mengenai gizi anemia pada remaja di Desa Dalam Kaum.
Comparison of Teaching Planning in Learning Activities: Conventional and Innovative Approaches in the Era of Educational Transformation Inayatul Mutmainnah; Jusniati. H; Suaebah; Saprin; Yuspiani
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 7 No. 2 (2025): AUGUST
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/pekerti.v7i2.6654

Abstract

This study examines the comparison between conventional and innovative instructional planning models in the context of educational transformation. The objectives are (1) to describe the characteristics of various instructional planning models, (2) to analyze their differences and similarities, and (3) to evaluate the effectiveness of new approaches such as the Merdeka Curriculum, Project-Based Learning, and differentiated instruction in improving the quality of teaching and learning processes. The research method includes a literature review and comparative analysis of various instructional planning approaches. The findings indicate that (1) modern instructional planning must be student-centered, (2) competency- and character-based, and (3) make optimal use of technology. Innovative models prove to be more effective due to their flexibility, participatory nature, and ability to adapt to student diversity through active learning methods such as Project-Based Learning, Differentiated Instruction, and Backward Design. New approaches like the Merdeka Curriculum have demonstrated positive impacts on learning quality by fostering active, collaborative, and contextual learning environments, thereby promoting the development of 21st-century skills and character values in a sustainable manner. The study recommends the need for professional teacher training, strengthening educators' capacity in designing innovative lesson plans, and policy support to enable the implementation of adaptive and relevant learning practices. Thus, instructional planning can serve as a key strategy in creating high-quality and transformative learning experiences.
PENGARUH EDUKASI GIZI BERBASIS MEDIA INSTAGRAM TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO REMAJA DI SMAN 01 NGABANG Tiara Sani Yulianti; Suaebah; purba, Jonni Syah R Purba
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a transition to adulthood. A lack of nutritional knowledge can cause various health problems. The prevalence of very thin and thin nutritional status in adolescents in West Kalimantan is increasing, with the latest figures being 1.4% very thin and 5.6% thin. In Landak Regency, the prevalence of very thin is 6.6%, and thin is 2.6%, higher than the national average. Nutrition education through Instagram, which is used by 42.3% of teenagers, can be an effective solution to this problem. This study aims to determine the impact of nutrition education through Instagram media on teenagers' knowledge of balanced nutrition and macronutrient intake. The research method involved conducting a pre-experiment with a sample of 38 respondents. Random sampling was used as the sampling technique. Data analysis using the Wilcoxon signed-rank test for non-normally distributed data and the paired t-test for normally distributed data. After education, there was an increase in knowledge of 1.32 points, as well as an increase in energy intake of 912.12 grams, carbohydrates 79.1 grams, protein 8.5 grams, and fat 12.15 grams, with a p-value of 0.000 (p <0.05). This study demonstrates the impact of Instagram media on teenagers' knowledge of balanced nutrition and macronutrient intake, both before and after receiving education.
ANALISIS ZAT GIZI DAN DAYA TERIMA MIE KERING PENAMBAHAN TEPUNG IKAN PATIN DAN BAYAM HIJAU SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN BERGIZI BAGI REMAJA PUTRI Sri Suciati; Suaebah; Yanuarti Petrika
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: All groups, including teenagers, find noodles to be the most popular food due to  their practicality, ease of serving, deliciousness, variety of flavor options, and affordability. Despite the variety of flavors available in noodles, the sodium, sugar, and protein content in each package is nearly identical. Overconsumption of instant noodles can lead to health risks due to their preservatives and low nutritional value. Objective: The research objective is to determine the acceptability and nutrient content of dry noodles that have been enriched with catfish flour and green spinach, as an alternative nutritious food for young women. Method: This study used an experimental research design consisting of three treatments, namely: F1 (10: 35), F2 (15: 30), and F3 (20: 25). There were 25 panelists in this study. The study conducted two stages of tests: organoleptic tests to gauge the panelists' preferences for the color,  aroma, taste, and texture of dry noodles, and proximate tests and iron tests to assess the nutritional content. Results: The study found that the most preferred dry noodles in terms of color, aroma, taste, and texture were in treatment F2 (15: 30). Dry noodles in the best treatment had protein content (18.89%), fat content (1.17%), carbohydrates (61.39%), iron content (5.57%), water content (12.43%), and ash content (2.48%). Conclusion: There is an effect of color on the acceptability of dry noodles with the addition of patin fish flour and green spinach. There is an effect of color, aroma, taste, and texture on the acceptability of dry noodles fortified with patin fish flour and green spinach.
Educating Faith Amid Algorithms (A Case Study of Intergenerational Relations in Urban Families of Mataram City) Utomo, Jepri; Abdullah, Subhan; Rohman, Prabu; Suaebah; Arlini , Lidya
12 Waiheru Vol. 11 No. 2 (2025): 12 Waiheru
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70872/12waiheru.v11i2.404

Abstract

This study aims to analyze how urban families in Mataram City educate their children in faith amid the algorithmic era. The research is based on shifts in family education patterns due to the penetration of digital technology, which has displaced parental authority, created communication fragmentation, and challenged the continuity of religion's role in guiding children's learning. A descriptive qualitative approach with a multi-unit case study design was employed. The research involved five urban families in Mataram City, selected purposively based on their active use of digital devices, parental involvement in children's education, and the application of religious values in daily life, all of which were relevant to the study's focus. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, and were then analyzed thematically and interactively with methodological and source triangulation to ensure validity. The findings reveal that digital education and religious values complement each other in maintaining intergenerational harmony. First, the shift of educational authority from parents to digital sources is addressed through collaboration between moral values and technology at home. Second, the fragmentation of communication caused by gadget dominance is mitigated by creating moments of togetherness and reflective dialogue among family members. Third, religious values serve as a moral compass that guides the ethical and responsible use of technology. The study concludes that educating faith amid algorithms means integrating technology with spiritual and relational values, rather than rejecting digitalization. These findings underscore the importance of fostering family-based humanistic digital literacy that strikes a balance between technical competence and ethical and spiritual awareness.
EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN MEDIA BUKU SAKU PMBA TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU IBU BALITA STUNTING USIA 0-59 BULAN DI DESA AMBAWANG KUALA Delfia Ananda Gunarni; Suaebah; Jurianto Gambir
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi maupun infeksi dalam waktu yang cukup lama. Pemberian makan pada bayi dan anak (PMBA) yang optimal merupakan intervensi yang efektif dalam meningkatkan status kesehatan anak, dengan tujuan penelitian adalah bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian media buku saku PMBA terhadap perubahan sikap dan perilaku ibu balita stunting sebelum dan sesudah intervensi di Desa Ambawang Kuala di Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah Pre-Eksperimental dengan rancangan one grup pre-test and post-test design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September tahun 2022. Populasi penelitian ini adalah Ibu balita di Desa Ambawang Kuala. Jumlah sampel yaitu sebanyak 30 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Hasil : Selisih nilai rata-rata sikap setelah diberikan berupa buku saku PMBA mengalami peningkatan yaitu 33,07 dengan selisih 4,47 dan nilai yang mengalami peningkatan nilai sikap sebanyak 26 orang,tidak ada nilai yang mengalami penurunan dan nilai yang sama sebanyak 4 orang. Selisih nilai rata-rata perilaku setelah diberikan berupa buku saku PMBA mengalami peningkatan yaitu 8,77 dengan selisih 2,14. nilai yang mengalami peningkatan nilai perilaku sebanyak 28 orang,tidak ada nilai yang mengalami penurunan dan nilai yang sama sebanyak 2 orang. Kesimpulan : Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dari penilitian menunjukkan bahwa pengaruh signifikan antara sebelum dan sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi menggunakan media Buku Saku PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak) terhadap sikap nilai p-value=0,000 dan perilaku nilai pvalue=0,000          
GAMBARAN PENGETAHUAN, BESARAN UANG JAJAN DAN SIKAP TERHADAP PEMILIHAN JAJANAN PADA SISWA KELAS X DI SMAN 1 SUNGAI AMBAWANG Najwa Azra Felisa; Rafiony, Ayu; Suaebah
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Latar Belakang : Jajanan sekolah menjadi pilihan utama bagi anak-anak karena warnanya yang menarik, rasanya enak, dan harganya yang terjangkau. Namun, rendahnya kesadaran akan gizi yang baik sering kali menyebabkan anak memilih makanan kurang sehat. Pemahaman tentang gizi yang baik sangat penting untuk mendorong anak memilih jajanan sehat dan bergizi. Selain itu, besarnya uang jajan juga memengaruhi kebiasaan anak dalam memilih makanan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran pengetahuan, besaran uang jajan dan sikap terhadap pemilihan jajanan pada siswa kelas X di SMAN 1 Sungai Ambawang. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain cross-sectional untuk menganalisis pengetahuan, besaran uang jajan dan sikap yang mempengaruhi pemilihan jajanan sehat di kalangan siswa kelas X SMAN 1 Sungai Ambawang. Penelitian ini dilakukan November 2024, di SMAN 1 Sungai Ambawang. Sampel yang di hasilkan 70 responden. Sampel diambil menggunakan teknik random sampling dengan perhitungan  menggunakan rumus slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : Penelitian menunjukkan bahwa 82,9% siswa memiliki pengetahuan baik, 65,7% memiliki uang jajan kurang dari rata-rata, dan 92,9% memiliki sikap baik. Siswa dengan sikap baik sebagian besar memiliki pengetahuan baik dan uang jajan yang kecil.. Kesimpulan : Siswa-siswi kelas X SMAN 01 Sungai Ambawang memiliki pengetahuan yang baik, besaran uang jajan masih banyak kurang dari rata-rata, dan  sikap yang baik. 
HUBUNGAN KONSUMSI GULA DAN LEMAK TERHADAP STATUS GIZI REMAJA DI SMPN 24 PONTIANAK Andini, Lola; Sopiyandi; Widyana Lakshmi Puspita; Shelly Festilia A; Suaebah
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Masalah gizi lebih seperti overweight dan obesitas pada remaja terus meningkat dan menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat, salah satunya dipengaruhi oleh konsumsi gula dan lemak berlebih. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi gula dan lemak terhadap status gizi remaja di SMPN 24 Pontianak. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 56 responden yang dipilih secara random sampling. Data konsumsi gula diperoleh melalui SQ-FFQ, konsumsi lemak melalui food recall 1x24 jam, dan status gizi diukur dengan IMT/U. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil : penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki status gizi normal (92,9%), dengan asupan gula baik (91,1%) dan asupan lemak baik (92,9%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi gula dengan status gizi (p = 0,242) maupun konsumsi lemak dengan status gizi (p = 0,565). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi gula dan lemak dengan status gizi remaja. Diharapkan siswa dapat mempertahankan pola makan sehat dan aktif secara fisik.
Educating Faith Amid Algorithms (A Case Study of Intergenerational Relations in Urban Families of Mataram City) Utomo, Jepri; Abdullah, Subhan; Rohman, Prabu; Suaebah; Arlini , Lidya
12 Waiheru Vol. 11 No. 2 (2025): 12 Waiheru
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70872/12waiheru.v11i2.404

Abstract

This study aims to analyze how urban families in Mataram City educate their children in faith amid the algorithmic era. The research is based on shifts in family education patterns due to the penetration of digital technology, which has displaced parental authority, created communication fragmentation, and challenged the continuity of religion's role in guiding children's learning. A descriptive qualitative approach with a multi-unit case study design was employed. The research involved five urban families in Mataram City, selected purposively based on their active use of digital devices, parental involvement in children's education, and the application of religious values in daily life, all of which were relevant to the study's focus. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, and were then analyzed thematically and interactively with methodological and source triangulation to ensure validity. The findings reveal that digital education and religious values complement each other in maintaining intergenerational harmony. First, the shift of educational authority from parents to digital sources is addressed through collaboration between moral values and technology at home. Second, the fragmentation of communication caused by gadget dominance is mitigated by creating moments of togetherness and reflective dialogue among family members. Third, religious values serve as a moral compass that guides the ethical and responsible use of technology. The study concludes that educating faith amid algorithms means integrating technology with spiritual and relational values, rather than rejecting digitalization. These findings underscore the importance of fostering family-based humanistic digital literacy that strikes a balance between technical competence and ethical and spiritual awareness.