Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERAN HIMPUNAN MAHASISWA MELALUI KEGIATAN PGSD MENGABDI SEBAGAI BENTUK PENGIMPLEMENTASI TRI DARMA PERGURUAN TINGGI DI DUSUN DUNRU KABUPATEN BONE Muhammad Ikhsan Sukaria; Awaluddin Muin; Sitti Rahmi; Andika Marsuki; Gita Ramadhani
Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan Vol. 3 No. 01 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kampus VI Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The PGSD Mengabdi program is a community service activity carried out in Dunru Hamlet, Pattinggi Village, Patimpeng District, Bone Regency on January 6-15, 2026 with the aim of improving the quality of education, social, and public health. This activity uses a participatory method through the stages of planning, location survey, proposal preparation, implementation, and post-activity. The results of the activity showed an increase in student participation and motivation to learn through varied learning, increased public awareness of environmental cleanliness through social activities, and increased public awareness of the importance of health through examination and education. The support of external partners also strengthens the implementation of the program. Although there are still limitations in time and facilities, this program has a positive impact and requires continuous follow-up so that the benefits can be felt in the long term
Strategi Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengolahan Sampah Organik Berbasis Maggot: Pengalaman dari Lantebung, Makassar Rini Perdana; Hasri Hasri; Sakinah Zubair; Muhammad Ikhsan Sukaria; Andika Marzuki
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Mei 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i3.710

Abstract

Pengelolaan sampah organik merupakan tantangan besar di kawasan pesisir seperti Kelurahan Lantebung, Makassar, yang berdampak pada pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas warga dalam mengelola sampah organik melalui pelatihan budidaya maggot (Black Soldier Fly). Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teori, demonstrasi praktik, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari rata-rata 45,3% menjadi 81,7%, dengan lebih dari 80% peserta mampu mengikuti praktik dasar budidaya maggot. Kegiatan ini dinilai berhasil karena materi sederhana, relevansi tinggi terhadap kebutuhan masyarakat, dan keterjangkauan teknologi yang diajarkan. Meskipun belum dilakukan pendampingan pasca-pelatihan, hasil pelatihan ini membuka peluang pengembangan pengelolaan sampah berkelanjutan di komunitas. Kegiatan ini membuktikan bahwa transfer teknologi sederhana berbasis lingkungan dapat efektif meningkatkan pemberdayaan masyarakat pesisir.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL SPINNING WHEEL TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR IPAS SISWA KELAS VI SD INPRES 6/75 CORAWALI KABUPATEN BONE Mujahidah Mujahidah; Muhammad Ikhsan Sukaria; Nur Aeni
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13633

Abstract

This study is a quantitative research employing a pre-experimental design. It aims to determine the difference in students’ learning activeness in IPAS before and after the use of digital Spinning Wheel media, as well as to examine the effect of its implementation. The population of this study consisted of all sixth-grade students of SD Inpres 6/75 Corawali, totaling 20 students. The sampling technique used was saturated sampling. Data were collected using a questionnaire administered before and after the treatment. The data analysis techniques included descriptive and inferential statistics using the Paired Sample t-Test. The results showed that students’ learning activeness in IPAS before the use of the digital Spinning Wheel media was in the low category with a mean score of 58.45, while after the implementation it increased to 70.05 in the good category. The study concludes that there is a significant effect of the use of digital Spinning Wheel media on students’ learning activeness in IPAS at SD Inpres 6/75 Corawali, as evidenced by a significance value of 0.001 < 0.05
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Noviana; Achmad Shabir; Muhammad Ikhsan Sukaria
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.9480

Abstract

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar memerlukan penerapan model pembelajaran yang efektif untukmeningkatkan pemahaman konsep peserta didik, khususnya pada materi cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Direct Instruction dan kemampuan awal terhadap pemahaman konsep cahaya peserta didik, serta interaksi antara kedua variabel tersebut pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain faktorial 2 × 2. Subjek penelitian terdiri atas 56 peserta didik kelas V SD Negeri 23 Jeppe’e yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep cahaya yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua jalur (Two-Way ANOVA) setelah memenuhi uji prasyarat normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran berpengaruh secara signifikan terhadap pemahaman konsep cahaya peserta didik, dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), di mana peserta didik yang belajar menggunakan model Direct Instruction memiliki pemahaman konsep yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional; (2) kemampuan awal peserta didik berpengaruh secara signifikan terhadap pemahaman konsep cahaya, dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), di mana peserta didik dengan kemampuan awal tinggi memiliki pemahaman konsep yang lebih baik dibandingkan peserta didik dengan kemampuan awal rendah; dan (3) tidak terdapat interaksi yang signifikanantara model pembelajaran dan kemampuan awal terhadap pemahaman konsep cahaya peserta didik, dengan nilai signifikansi 0,170 (> 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas model Direct Instruction tidak bergantung pada tingkat kemampuan awal peserta didik.