Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Content Marketing Shopee Affiliate di Tiktok terhadap Minat Beli Generasi Z pada Produk Fesyen Cheryl Olivia Sabina; Asep Soegiarto; Wina Puspita Sari; Mentari Anugrah Imsa; Menati Fajar Rizki
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh content marketing dalam program Shopee Affiliate di TikTok terhadap minat beli Generasi Z pada produk fesyen. Latar belakang penelitian didasari oleh meningkatnya penggunaan TikTok dan keterlibatan Generasi Z dalam konsumsi konten digital berbasis afiliasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 173 mahasiswa Prodi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital UNJ, dan dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan SmartPLS 4. Content marketing diukur berdasarkan lima dimensi Karr (2016), dan minat beli berdasarkan model AIDA dari Kotler & Keller (2012). Hasil menunjukkan bahwa content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, dengan nilai path coefficient 0.729, T-statistic 9.134, dan P-value 0.000. Nilai R² sebesar 0.531 mengindikasikan bahwa variabel independen menjelaskan 53,1% variasi minat beli. Dimensi reader cognition, sharing motivation, dan persuasion menjadi faktor dominan, sedangkan action dalam proses pembelian masih cenderung rendah. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi content marketing afiliasi di TikTok efektif dalam membentuk minat beli Gen Z, namun konversi ke tindakan perlu diperkuat melalui elemen sosial dan call-to-action yang lebih kuat.
Strategi Kampanye Humas Kementerian Perhubungan dalam Menyosialisasikan Program Mudik Gratis pada Angkutan Lebaran Tahun 2025 Arum Amanda Indrayati; Menati Fajar Rizki; Wina Puspita Sari; Anggun Nadia Fatimah; Muria Putriana
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses prakampanye, proses pengelolaan kampanye, dan hasil evaluasi kampanye oleh Kementerian Perhubungan. Penelitian ini menggunakan konsep Strategi kampanye Public Relations berdasarkan Model Kampanye Ostergaard. Pendekatan yang digunakan mengacu pada model strategi kampanye Public Relations menurut Ostergaard, dengan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sementara validitas data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye ini disusun secara bertahap dan terencana. Tahap prakampanye berangkat dari urgensi ketidakseimbangan antara lonjakan kebutuhan transportasi saat lebaran dengan ketersediaan sarana angkutan umum. Pada tahap pengelolaan, Kemenhub melakukan perancangan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Evaluasi kampanye keseluruhan dilakukan secara teknis dan komunikatif. Secara keseluruhan, strategi kampanye ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya transportasi massal yang aman, tetapi juga memperkuat citra positif pemerintah. Penelitian ini menyarankan agar Humas Kemenhub lebih maksimal dalam memanfaatkan media digital interaktif yang bervariasi serta memperkaya isi pesan dengan pendekatan emosional dan edukatif, seperti narasi pengalaman pemudik atau cerita keselamatan, guna menjangkau audiens yang lebih luas dan memperdalam dampak pesan yang disampaikan
Strategi Komunikasi Humas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Menginformasikan Layanan SAPA 129 Dian Yusuf; Wina Puspita Sari; Asep Soegiarto; Muria Putriana; Menati Fajar Rizki
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi komunikasi yang diterapkan oleh Humas Kemen PPPA dalam menginformasikan layanan SAPA 129, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan kerangka analisis model perencanaan strategi komunikasi lima tahap dari Hafied Cangara, yang meliputi Penelitian (Research), Perencanaan (Plan), Pelaksanaan (Execute), Pengukuran (Measure), dan Pelaporan (Report). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan dari Biro Humas Kemen PPPA, observasi, studi dokumentasi, dan diperkuat dengan triangulasi sumber melalui wawancara dengan seorang praktisi komunikasi publik sebagai informan ahli.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Kemen PPPA telah menerapkan strategi komunikasi secara siklus, terstruktur, dan berbasis data. Proses ini diawali dengan riset mendalam berbasis data dari SIMFONI PPA, dilanjutkan dengan perencanaan multi saluran yang berfokus pada platform digital, diwujudkan melalui diseminasi konten edukatif dan pemanfaatan komunikator kunci, serta dievaluasi dan dilaporkan secara sistematis untuk pengambilan keputusan. Praktik ini divalidasi oleh ahli komunikasi publik sebagai sebuah pendekatan yang profesional dan menunjukkan tingkat kematangan organisasi yang tinggi, terutama dalam pengambilan keputusan berbasis bukti. Faktor pendukung utama adalah dukungan pimpinan yang kuat dan kolaborasi eksternal yang luas. Sementara itu, faktor penghambatnya meliputi keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, tantangan jangkauan ke daerah 3T, serta tingkat kepercayaan publik yang masih perlu ditingkatkan
Implementasi Prinsip Kredibilitas Website dalam Optimasi Konten Digital untuk Sekolah Kholik, Abdul; Rizki, Menati Fajar; Zalikha, Nasya Rizqy; Anadyar, Arbifadhil Fikri; Maulydia, Farah Widari; Syahdan, Mohammad Arsha
Jurnal Pemberdayaan Umat Vol 4 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jpu.v4i2.5510

Abstract

Purpose: This community service activity aims to implement website credibility principles in digital content optimization for SMK Pelita Alam (Pelita Alam Vocational High School). Methodology/approach: The method used was Community-Based Participatory Action Research (CBPAR) involving 11 participants consisting of the principal, teachers, administrative staff, and IT coordinator. Evaluation was conducted using a Website Credibility Checklist that includes 10 credibility aspects with 80 indicators. Results/findings: The evaluation results showed an overall credibility score of 52% (moderate category), with the security & privacy aspect achieving the highest score (88%) and the achievements & accomplishments aspect the lowest (25%). Three main improvement priorities identified were: human resource credibility (38%), achievements and accomplishments (25%), and current content & quality assurance (38%). Conclusions: This activity successfully increased the website management team's understanding of the importance of digital credibility and provided a systematic improvement roadmap to enhance the image and public trust toward the vocational education institution. Limitations: The evaluation was limited to internal stakeholder perspectives and did not include user feedback from external audiences such as students or parents. Contribution: This program contributes a replicable model for evaluating and improving digital credibility within educational institutions, combining participatory methods and measurable website indicators.
The Role of the Spotify Wrapped Digital Campaign on Spotify Brand Advocacy on Social Media Instagram, Twitter (X), and Tiktok Ismi Alivia Wulandari; Muria Putriana; Wina Puspita Sari; Asep Soegiarto; Menati Fajar Rizki
Journal of Research in Social Science and Humanities Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jrssh.v4i1.96

Abstract

This research aims to determine the contribution of the Spotify Wrapped digital campaign to Spotify brand advocacy on social media (Instagram, Twitter (X), and Tiktok) and determine the participation of Spotify users in become an active brand advocates through the Spotify Wrapped digital campaign. The hypothesis of this research is that there is a positive and significant relationship between user participation in the Spotify Wrapped digital campaign and the level of Spotify brand advocacy on social media (Instagram, Twitter (X), and Tiktok). This research method is descriptive quantitative. The population is 574 million and the sample is 100 which is calculated using the Slovin formula. The sampling technique in this research used a simple random sampling technique. The results of this study show that the Pearson correlation test value is 0.822 with a significance of 0.00. This value can be interpreted that the Spotify Wrapped digital campaign has a positive relationship with Spotify's brand advocacy on social media (Instagram, Twitter (X), and Tiktok). From the simple linear regression analysis, a value of 0.00 is obtained, H1 is accepted, namely that there is a positive and significant relationship between user participation in the Spotify Wrapped digital campaign and the level of Spotify brand advocacy on social media (Instagram, Twitter (X), and Tiktok). Based on these results, the more users are involved in the Spotify Wrapped digital campaign, the higher the level of support and promotion of the Spotify brand on social media platforms (Instagram, X, TikTok), and the greater the possibility of them becoming active brand advocates for Spotify.Keywords: Digital Campaign, Brand Advocacy, Spotify Wrapped, Social Media
Digital Content Quality and Brand Engagement: Evidence from SKIN1004's TikTok Followers in Indonesia Yabes Edmund Macario Siburian; Menati Fajar Rizki
Golden Ratio of Mapping Idea and Literature Format Vol. 6 No. 3 (2026): May - July
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grmilf.v6i3.2465

Abstract

Despite reaching more than 724,000 followers, the official TikTok account of SKIN1004 Indonesia (@skin1004_indonesia) shows a persistent gap between video views and audience interaction, with some uploads generating engagement rates below 0.1 percent. This gap raises the empirical question of whether digital communication content quality explains the low level of follower engagement, a relationship that remains underexamined for South Korean skincare brands operating in the Indonesian TikTok market. This study aims to examine the influence of SKIN1004's digital communication content quality on brand engagement among the followers of its TikTok account. A quantitative explanatory survey method was employed, with a sample of 100 respondents selected through purposive sampling and the Slovin formula (10 percent margin of error) from a population of 724,668 followers. Content quality was measured across five dimensions (relevance, originality, interaction, consistency, and emotionality), while brand engagement was measured across three dimensions (cognitive, emotional, and behavioral). Simple linear regression showed that content quality significantly and positively predicted brand engagement (Y = 5.421 + 0.517X; t = 15.720 > t-table 1.984; p < .001), with a very strong correlation (r = 0.846) and 71.6 percent explained variance (R² = 0.716). Originality emerged as the weakest content dimension, while behavioral engagement was the weakest engagement dimension, pointing to specific, actionable priorities for skincare brands seeking to convert passive viewership into deeper follower engagement on TikTok.
Komunikasi Persuasif Trailer Serial Drama dalam Menarik Minat Audiens Allaysha Murtiawani; Anggun Nadia Fatimah; Menati Fajar Rizki; Wina Puspita Sari; Qoryna Noer Seyma
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i1.363

Abstract

Penayangan trailer pada sebuah serial drama memiliki peran penting dalam menarik minat audiens terhadap suatu tayangan. Seiring berkembangnya platform streaming digital, trailer mulai digunakan sebagai media komunikasi awal untuk membangun ketertarikan audiens terhadap serial yang akan dirilis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi persuasif dalam trailer dari serial Squid Game 2 melalui akun @netflixid, serta membahas makna simbolik yang terdapat dalam trailer. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi persuasif dan analisis semiotika Ferdinand de Sauusure dengan pendekatan penanda (signifer) dan petanda (signifed). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi beberapa scene dalam trailer yang berdurasi 1 menit 48 detik. Dari hasil observasi tersebut, telah ditemukan 12 scene yang merepresentasikan bentuk komunikasi persuasif yang diterapkan oleh Netflix untuk menarik minat audiens. Hasil penelitian menunjukkan, komunikasi persuasif yang digunakan oleh Netflix berupa teknik ganjaran, teknik tataan, teknik asosiasi, dan teknik integrasi. Sementara itu, analisis semiotika Ferdinand de Saussure menunjukkan simbol-simbol yang terdapat dalam trailer, membangun ekspektasi dan menciptakan keterikatan emosional audiens. Dengan demikian, hasil penelitian yang dapat disimpulkan adalah penelitian ini memberikan pemahaman komunikasi persuasif dengan pendekatan semiotik pada trailer dapat menjadi sarana efektif menarik minat audiens terhadap serial drama.
Pengaruh Konten Digital dengan Komunikasi Dialogis dan Narasi pada Emosi Krisis Negatif Mentari Anugrah Imsa; Asep Soegiarto; Menati Fajar Rizki
Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM) Vol. 7 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v7i1.959

Abstract

Abstract The current technological development is progressing rapidly, accompanied by advancements in communication processes, where the exchange of information occurs very easily, especially on social media. The existing social media platforms nowadays enable users to express opinions, experiences, and various other information, known as User-generated content (UGC). UGC related to company information could not be controlled by the company, even during the crisis. Therefore, this research aims to measure the influence of the types of content created by the public (dialogic content and narrative content) on the negative crisis emotions experienced by other members of the public. This research follows a positivist paradigm with a quantitative approach, conducting an experiment. The study assesses the changes in negative crisis emotions among the public regarding the crisis of the Sanmol syrup medication. The research sample consists of 118 respondents selected by purposive sampling techniques. The results of the study indicate that there is no significant change in negative crisis emotions after exposure to dialogic and narrative content treatments. Keywords: crisis, digital content, dialogis communication, narrative, negative crisis emotion
Pelatihan Konten Marketing dan Live Tiktok Untuk Pendidikan Kewirausahaan Berkualitas SMK Al Wathoniyah Menati Fajar Rizki; Indah Fajar Rosalina; Anggun Nadia Fatimah
Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/bumi.v4i3.1741

Abstract

This community service activity was conducted in response to challenges faced by the business incubator of Al Wathoniyah Klender Foundation, where participants had already produced a laundry perfume product under the brand Mitra Hasanah but had not yet utilized digital platforms for marketing due to limited knowledge and skills. The program aimed to equip 15 participants, consisting of students and teachers of SMK Al Wathoniyah Klender, with content marketing competencies and live selling skills on TikTok through a sequential approach: introducing the product through content, building a digital presence, and ultimately selling the product through TikTok live streaming. The implementation method comprised four stages: partner needs analysis, content marketing training and TikTok account creation, content production practice and live selling simulation, and program evaluation using a Likert-scale pre-test and post-test. Evaluation results showed an average score increase from 1.46 in the pre-test to 4.47 in the post-test, reflecting a significant improvement in participants' understanding and readiness. This program contributes to strengthening quality entrepreneurship education in alignment with SDGs Goal 4.
Pendampingan Literasi Media Kritis Mengenai Homeless Media dan Media Arus Utama pada Santri PP Al Wathoniyyah Indah Fajar Rosalina; Anggun Nadia Fatimah; Menati Fajar Rizki; Asep Soegiarto; Ulima Larisa; Audya Wulan Maharani; Queendira Zedi Paradila; Dyaneira Ramadanila
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 8, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v8i3.5766

Abstract

Perkembangan media digital yang masif menghadirkan tantangan serius berupa misinformasi, disinformasi, dan bias ideologis, khususnya bagi siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al Wathoniyyah Klender, Jakarta Timur yang belum memiliki keterampilan literasi media kritis memadai untuk membedakan media arus utama dan homeless media. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi media kritis siswa melalui pendampingan terstruktur, mencakup pemahaman karakteristik media, kemampuan mengidentifikasi hoaks dan framing, serta penguatan etika bermedia berbasis nilai keislaman. Kegiatan ini melibatkan 25 siswa kelas XII MA Pondok Pesantren Al Wathoniyyah Klender sebagai mitra sasaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatoris melalui lima tahapan: (1) sosialisasi dan pre-test, (2) pelatihan literasi media melalui ceramah interaktif, diskusi, dan studi kasus, (3) penguatan etika bermedia, (4) pendampingan dan evaluasi melalui post-test, serta (5) penyusunan booklet edukatif sebagai luaran keberlanjutan. Hasil kegiatan yang ditargetkan meliputi peningkatan nilai post-test literasi media sebesar 95% dari pre-test, kemampuan di atas 96% siswa mengidentifikasi ciri hoaks, perubahan sikap etika bermedia, serta tersusunnya poster edukatif. Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Keywords: Homeless Media, Literasi Media, Pondok Pesantren