Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH RATA-RATA LAMA SEKOLAH, ANGKA HARAPAN HIDUP, DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA TERHADAP PENDUDUK MISKIN KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2017-2023 Utami, Rahayu Budi; Faizin, Moh.
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 7 No. 2 (2025): Elastisitas, September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303.e-jep.v7i1.08

Abstract

Kemiskinan merupakan permasalahan utama yang membutuhkan perhatian serius di Provinsi Jawa Timur karena dampaknya yang luas terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan wilayah. Peningkatan rata-rata lama sekolah dan angka harapan hidup seharusnya menurunkan angka kemiskinan, sedangkan peningkatan pengangguran akan memperburuknya. Namun, kondisi di Jawa Timur menunjukkan ketidaksesuaian dengan teori tersebut, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap jumlah penduduk miskin di kabupaten/kota Jawa Timur pada tahun 2017–2023. Dengan menggunakan metode analisis regresi data panel melalui perangkat lunak EViews dan data dari Badan Pusat Statistik, penelitian ini menemukan bahwa tingkat pengangguran terbuka berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin, sementara angka harapan hidup berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan rata-rata lama sekolah tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan yang menitikberatkan pada pengurangan pengangguran dan peningkatan layanan kesehatan sebagai upaya efektif dalam menekan angka kemiskinan, sekaligus memberikan dasar empiris bagi pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran dalam penanggulangan kemiskinan di Jawa Timur.
Deradikalisasi Materi Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Studi Kasus Sekolah Menengah Pertama di Surabaya) Faizin, Moh.; Yudi, Usman; AR, Zaini Tamin; Salmany, Moh Rieza
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 6 No 1 (2022): AnCoMS, APRIL 2022
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v6i1.365

Abstract

Studi-studi tentang radikalisme mensinyalir adanya lembaga pendidikan Islam tertentu (baik sengaja ataupun tidak sengaja) telah mengajarkan fundamentalisme dan radikalisme kepada para peserta didik. Oleh sebab itu, lembaga pendidikan membutuhkan wawasan keilmuan berbasis deradikalisasi preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis deradikalisasi materi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya. Melalui studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa, strategi dalam mencegah tumbuhnya paham radikalisme di kalangan siswa SMP adalah dengan redesain materi PAI yang dimulai dengan pembenahan kurikulum, rekonstruksi pemahaman guru, aktualisasi pembelajaran inklusif dan telaah ulang sumber belajar. PAI berwawasan multikultural dapat menjadi solusi dalam menanamkan kesadaran pada siswa akan keberadaannya di tengah-tengah masyarakat yang plural. Namun demikian, guru akan menjadi aktor utama dalam proses deradikalisasi. Sebagai pendidik, tugas guru tidak hanya sebagai penyalur ilmu pengetahuan, namun juga harus dapat menjadi teladan kepada anak didik, keluarga, dan masyarakat. Karena itu, meski materi PAI telah didesain ulang, teladan menjadi hal yang sangat diperlukan.
Penguatan Afektivitas Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Melalui Public Speaking dengan Pendekatan Filsafat Etis Ibnu Miskawaih Faizin, Moh.; Rahayu, Indah; Afiq, M. Fachrul; Irham, Ananda Salsabila; Mubarak, M. Zaidan
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.3252

Abstract

Islam merupakan agama yang berhasil menempatkan akhlak pada derajat tertinggi setelah iman. Pesona Rasulullah Saw dalam membimbing umatnya menjadi manusia yang beradab, memberikan kesadaran betapa pentingnya moral bagi manusia. Sebagai mahasiswa Pendidikan Agama Islam yang kental dengan ajaran Islam, tentu akhlak menjadi sorotan pertama dalam berperilaku maupun bertutur kata. Identitas sebagai mahasiswa Pendidikan Agama Islam tentu tidak cukup dengan menonjolkan aspek intelektual saja. Dalam berkomunikasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam harus memiliki etika dan soft skill yang baik. Salah satu cara yang tepat untuk mengasah etika dan soft skill tersebut yakni dengan public speaking. Artikel ini bertujuan membahas secara mendalam mengenai penguatan afektivitas mahasiswa Pendidikan Agama Islam  melalui public speaking dengan pendekatan filsafat etis perspektif Ibnu Miskawaih. Metode yang digunakan yaitu kajian kepustakaan, dengan mengumpulkan bahan-bahan pustaka yang akurat dan terpercaya sebagai sumber utama dalam penyusunanya. Adapun hasil penelitian ini mengungkap bahwa penguatan afektifitas mahasiswa prodi Pendidikan Agama Islam melalui public speaking dengan pendekatan filsafat etis perspektif Ibnu Miskawaih dapat dilakukan dengan cara: (1) Membiasakan diri bersikap ikhlas, tolong-menolong, dan rendah hati, (2) Membiasakan diri berfikir kritis, (3) Membiasakan diri bersikap berani, (4) Membiasakan bersikap optimis, (5) Membiasakan diri bersikap kontrol diri dan (iffah).Kata Kunci: Akhlak, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Public Speaking, Filsafat etis, Ibnu Miskawaih.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MELALUI TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI SISWA: RESEARCH BASE DI SEKOLAH Larasati, Dinda Kenanga; Faizin, Moh.
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33611

Abstract

This research is motivated by the fact that during learning, not all students have the same learning power and active involvement, resulting in significant differences in learning outcomes, in addition, many students still choose their own group mates in socializing or forming groups, resulting in homogeneous groups. Therefore, the researcher conducted this study aimed to analyze the application of the Teams Games Tournament (TGT) type cooperative learning model in improving learning outcomes and the formation of Islamic character of students in the subject of Islamic Religious Education, the material of avoiding backbiting and carrying out tabayun class VII-B at SMPN 1 Krian. This research method uses a descriptive qualitative approach with classroom observation methods. The results of these observations indicate that class VII-B students carry out learning with the TGT type which is considered effective in improving student learning outcomes and forming their Islamic character with honesty, cooperation, responsibility and mutual respect.
Pendidik Islam Menurut Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dan Implikasinya bagi Profesionalisme Guru Faizin, Moh.; Rahma, Alia Nafisah; Khildan, Salsabil Nur Shilfiya
Moderasi : Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lajnah Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/moderasi.v5i2.133

Abstract

The role of educators in Islamic education is highly significant, particularly in addressing contemporary educational challenges that tend to prioritise cognitive achievement over character formation. This article examines the concept of the Islamic educator according to Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji in Ta'lim al-Muta'allim li Thariq al-Ta'allum and analyses its implications for modern teacher professionalism. This study employs a descriptive–analytical literature review, using Ta'lim al-Muta'allim as the primary source supported by relevant contemporary scholarly literature. The findings show that Az-Zarnuji outlines three fundamental criteria for an educator: al-a'lam (professionally competent and knowledgeable), al-awra’ (morally upright and avoiding sinful acts), and al-asann (mature and experienced). According to Az-Zarnuji, a teacher is not merely an instructor but also a moral and spiritual guide (murshid) who directs learners to orient their educational goals toward attaining the pleasure of Allah SWT. This ethically and spiritually infused pedagogical model is highly relevant to contemporary efforts to strengthen teacher professionalism, ideally integrating academic competence, moral integrity, and spiritual depth. The thought of Az-Zarnuji therefore provides a valuable conceptual foundation for developing a model of teacher professionalism that is rooted in Islamic educational values while remaining responsive to the demands of modern education.
Peran Pancasila Sebagai Fondasi Identitas Nasional Indonesia Dalam Menjawab Tantangan Globalisasi Sikana, Arina Mana; Dzulqarnain, Abdullah Alif; Syafitri, Falya Rahmatika; Faizin, Moh.
Academy of Social Science and Global Citizenship Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Academy of Social Science and Global Citizenship Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aossagcj.v5i2.3248

Abstract

Currently, Pancasila is facing various challenges due to the impact of globalization on the Indonesian nation. This discussion focuses on the negative impact of globalization that threatens the existence of Pancasila as a national identity. As the next generation of the nation, it is essential for young people to understand and properly implement Pancasila in their lives so that it does not become lost amid an increasingly advanced civilization. This article was written to understand the importance of Pancasila’s role in responding to the challenges of globalization. The research methodology employed was analyzing existing sources such as journals, articles, and books. The author explains how Pancasila serves as a national identity, emphasizing the importance for the current generation to practice each principle of Pancasila and understand, its vital role for the Indonesian nation, especially in the era of globalization. This is because various problems arising from globalization threaten Pancasila and its existence as the foundation of national identity. The role of Pancasila is becoming increasingly challenging due to the behavior of the younger generation, which is increasingly perceived as not aligning with the principles of Pancasila. Moral degradation is occurring, and Nationalism is beginning to fade in the souls of the current younger generation. If this continues, Indonesia’s national identity could be lost and which would have a negative impact on the future of the Indonesian nation.
Implementasi Nilai Pancasila dalam Praktik Non-Publik Khairunnisak, Desty Surya; Kholifah, Dwi Nur; Faizin, Moh.
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 5 Nomor 4 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v5i4.2981

Abstract

Pancasila merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai ideologi dan pandangan hidup, Pancasila berfungsi sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam tataran pemerintahan maupun masyarakat. Makalah ini menitikberatkan pada implementasi nilai-nilai Pancasila di luar sektor publik, meliputi bidang sosial, pendidikan non-formal, ekonomi, dan kehidupan beragama. Nilai-nilai dasar seperti kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan ketuhanan memiliki relevansi yang besar dalam menciptakan harmoni sosial. Dalam dunia pendidikan non-formal, misalnya, nilai disiplin dan gotong royong menjadi fondasi pembentukan karakter bangsa. Pada sektor ekonomi, prinsip keadilan sosial diwujudkan melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan pengembangan usaha kecil menengah. Di bidang keagamaan, nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama memperkuat persatuan bangsa. Makalah ini juga menguraikan tantangan implementasi nilai Pancasila di era globalisasi dan digitalisasi, seperti arus budaya asing, kapitalisme digital, serta menurunnya semangat nasionalisme di kalangan masyarakat modern. Dengan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan masyarakat Indonesia mampu menghadapi tantangan global dengan tetap mempertahankan identitas dan jati diri bangsa.
REFLEKSI PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM Nur Fadhillah, Annisa; Syafitri, Falya Rahmatika; Faizin, Moh.
AZKIYA Vol 8 No 2 (2025): JUNI - DESEMBER 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/8ady2k21

Abstract

The rapid development of technology has made humans more dependent on and preferring instant things, and one of the technologies that is developing rapidly at this time is Artificial Intelligence. In the world of education, Artificial Intelligence provides interactive and adaptive learning methods according to the needs of the learning process. Regarding Artificial Intelligence as a learning medium in Islamic education, it is essential to explore opportunities, challenges, and directions for educational development that can combine technological advances with Islamic values. The use of Artificial Intelligence as a learning medium in Islamic education helps the continuity of the teaching and learning process, but educators and students must not completely rely on Artificial Intelligence and must remain steadfast in Islamic teachings. Carrying out activities outside the boundaries of the use of Artificial Intelligence is one of the main challenges in the implementation of Islamic education learning. The purpose of this study is for readers to understand the role of Artificial Intelligence and reflections on its use as a learning medium.      
INTEGRASI LOGIKA INDUKTIF DAN DEDUKTIF DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BAGI MAHASISWA PAI PERSPEKTIF HARUN NASUTION Muthmainnah, Diah Adila; Fauzia, Miftakhul; Faizin, Moh.
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.5473

Abstract

Studi ini fokus pada integrasi dan sinergi penalaran induktif dan deduktif sebagai dasar logistik untuk memperoleh dan memvalidasi pengetahuan, khususnya melalui lensa pemikiran pembaruan Islam oleh Harun Nasution. Di era informasi, keterampilan berpikir logistik sangatlah penting. Meskipun induksi dan deduksi sering dipandang terpisah, praktik ilmiah modern menunjukkan komplementaritas mereka. Harun Nasution, yang menjabat sebagai Rektor IAIN Jakarta (1974-1982), adalah tokoh kunci dalam memajukan pemikiran Islam rasional di Indonesia. Inisiatif pembaruannya berasal dari mengurung yang mendalam terhadap dua isu utama: dominasi teologi fatalistik (Asy'ariyah) dan kurikulum pendidikan Islam yang kaku dan terlalu fokus pada fikih (yurisprudensi Islam). Sebagai tanggapan, ia memprakarsai reformasi kurikulum yang komprehensif dan menghidupkan kembali Teologi Mu'tazilah, yang sangat menghargai akal. Pendekatan logistik Harun Nasution terhadap pengambilan keputusan adalah contoh ideal dari integrasi kedua metode penalaran: induksi dan deduksi. Perpaduan induksi dan deduksi ini menjadikan keputusan Harun Nasution logis, adaptif, dan relevan dengan modernitas. Hal ini menggarisbawahi pentingnya penafsiran induktif terhadap ajaran Islam yang deduktif.
Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Islam: Strategi, Pendekatan, dan Tantangan di Era Digital Arhmawati, Ruth Alvadira; R., Sabrina Azzahroh J.; Faizin, Moh.
TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora
Publisher : Yayasan Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/tamaddun.v3i3.367

Abstract

Islamic education plays a fundamental role in shaping students’ personality, morality, and mindset so that they become insan kamil—individuals who are knowledgeable, faithful, and virtuous. This article provides a comprehensive discussion of teaching methods, strategies, approaches, and standardization in Islamic education within the digital era. The study employs a qualitative approach through library research, analyzing academic literature, journals, and previous studies. Findings reveal that the effectiveness of Islamic education depends on the synergy of four key components: methods, strategies, approaches, and standardization. Teaching methods include habituation, memorization, practice, interactive lectures, and blended learning. These methods function not only as tools for knowledge transfer but also as means of internalizing moral and spiritual values. Learning strategies emphasize the integration of Islamic values with modern contexts, adaptation to technology, and participatory approaches that encourage active student involvement. Contextual and humanistic approaches strengthen the relevance of Islamic teachings to contemporary social and cultural dynamics. The integration of digital technology—such as e-learning, Islamic applications, and interactive multimedia—has been shown to enhance student motivation, collaboration, and critical thinking, though it also presents ethical challenges such as digital distractions and reduced spiritual interaction. Standardization ensures the quality, direction, and consistency of Islamic education while remaining adaptive to societal changes. Overall, the study concludes that ideal Islamic education is holistic, balancing cognitive, affective, and psychomotor aspects, and capable of producing globally competitive Muslim generations without losing their Islamic identity. Thus, the development of methods, strategies, approaches, and standardization rooted in Qur’anic values and supported by digital technology is essential to achieving the true goals of Islamic education.