p-Index From 2021 - 2026
5.123
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekonomi Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan An-Nida' Jurnal Al-Tadzkiyyah JDE (Journal of Developing Economies) EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik Jurnal Samudra Ekonomi dan Bisnis Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Al-Ikhtibar : Jurnal Ilmu Pendidikan Elastisitas Jurnal Ekonomi Pembangunan Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Ma'alim: Jurnal Pendidikan Islam Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA) Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Procedia of Social Sciences and Humanities Moderasi : Journal of Islamic Studies Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Academy of Social Science and Global Citizenship Journal Jurnal Pembumian Pancasila : Mewujudkan TRISAKTI sebagai Pedoman Amanat Penderitaan Rakyat Tamaddun: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat AZKIYA Falahiya Lex Scientia Law Review Eko-Regional: Jurnal Pembangunan Ekonomi Wilayah Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

REFLEKSI PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM Nur Fadhillah, Annisa; Syafitri, Falya Rahmatika; Faizin, Moh.
AZKIYA Vol 8 No 2 (2025): JUNI - DESEMBER 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/8ady2k21

Abstract

The rapid development of technology has made humans more dependent on and preferring instant things, and one of the technologies that is developing rapidly at this time is Artificial Intelligence. In the world of education, Artificial Intelligence provides interactive and adaptive learning methods according to the needs of the learning process. Regarding Artificial Intelligence as a learning medium in Islamic education, it is essential to explore opportunities, challenges, and directions for educational development that can combine technological advances with Islamic values. The use of Artificial Intelligence as a learning medium in Islamic education helps the continuity of the teaching and learning process, but educators and students must not completely rely on Artificial Intelligence and must remain steadfast in Islamic teachings. Carrying out activities outside the boundaries of the use of Artificial Intelligence is one of the main challenges in the implementation of Islamic education learning. The purpose of this study is for readers to understand the role of Artificial Intelligence and reflections on its use as a learning medium.      
INTEGRASI LOGIKA INDUKTIF DAN DEDUKTIF DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BAGI MAHASISWA PAI PERSPEKTIF HARUN NASUTION Muthmainnah, Diah Adila; Fauzia, Miftakhul; Faizin, Moh.
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.5473

Abstract

Studi ini fokus pada integrasi dan sinergi penalaran induktif dan deduktif sebagai dasar logistik untuk memperoleh dan memvalidasi pengetahuan, khususnya melalui lensa pemikiran pembaruan Islam oleh Harun Nasution. Di era informasi, keterampilan berpikir logistik sangatlah penting. Meskipun induksi dan deduksi sering dipandang terpisah, praktik ilmiah modern menunjukkan komplementaritas mereka. Harun Nasution, yang menjabat sebagai Rektor IAIN Jakarta (1974-1982), adalah tokoh kunci dalam memajukan pemikiran Islam rasional di Indonesia. Inisiatif pembaruannya berasal dari mengurung yang mendalam terhadap dua isu utama: dominasi teologi fatalistik (Asy'ariyah) dan kurikulum pendidikan Islam yang kaku dan terlalu fokus pada fikih (yurisprudensi Islam). Sebagai tanggapan, ia memprakarsai reformasi kurikulum yang komprehensif dan menghidupkan kembali Teologi Mu'tazilah, yang sangat menghargai akal. Pendekatan logistik Harun Nasution terhadap pengambilan keputusan adalah contoh ideal dari integrasi kedua metode penalaran: induksi dan deduksi. Perpaduan induksi dan deduksi ini menjadikan keputusan Harun Nasution logis, adaptif, dan relevan dengan modernitas. Hal ini menggarisbawahi pentingnya penafsiran induktif terhadap ajaran Islam yang deduktif.
Peta Konsep Pendidikan Islam Perspektif Abuddin Nata Ramadhani, Farah Mulya; Rachmah, Harnum Anzili; Ramadhani, Lailya Nur; Faizin, Moh.
Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : DIKLINKO JOURNALS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64464/tarbiyah.v4i2.202

Abstract

This paper discusses concept maps as a learning medium in Islamic education. Concept maps function to systematically organize knowledge, helping learners understand the interrelation of core elements of Islamic education such as aqidah, worship, morality, knowledge, and da’wah. Through visualization, this method enhances motivation, comprehension, and critical thinking skills. Moreover, concept maps support the integration of religious and general knowledge, making Islamic education more relevant to contemporary needs. Despite implementation challenges, concept maps are considered effective in improving the quality of learning and shaping Muslims who are faithful, knowledgeable, and morally upright.
KONSEP KEPEMIMPINAN IDEAL DALAM BINGKAI PANCASILA DAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA PERSPEKTIF RASULULLAH Alif Robbiatul Sariroh; Nazilah, Fiantika Rohmatun; Faizin, Moh.
Jurnal Pembumian Pancasila Vol 5 No 2 (2025): Dari Wacana ke Aksi: Rekam Jejak Gerakan Pembumian Pancasila dalam Menghidupkan N
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63758/jpp.v5i2.66

Abstract

Kepemimpinan yang ideal sangat penting dalam model kepemimpinan tata kelola pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji sekilas tentang Nabi Muhammad SAW yang berisi biografi singkat tentang beliau, menceritakan secara ringkas tentang masa kelahirannya hingga Allah Swt beliau mengutus beliau Swt untuk menjadi mengajarkan ajaran agama islam bagi seluruh umat manusia di muka bumi, memaparkan tentang konsep kepemimpinan yang ideal perspektif Pancasila dan kewarganegaraan, serta menjelaskan tentang dimensi-dimensi kepemimpian ideal dalam tata kelola pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia perspektif Rasulullah. Peneliti menggunakan metode kualitatif yang lebih diarahkan pada penelitian kepustakaan (library research). Sumber penelitian ini diperoleh dengan membaca, menganalisis, meneliti, dan mengkaji artikel jurnal terdahulu terkait dengan topik pembahasan yang sesuai dengan pembahasan artikel ini. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa kepemimpinan yamg ideal harus didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kepemimpinan yang ideal menurut Rasulullah memiliki dimensi shidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan wahyu), dan fathanah (cerdas). Dimensi-dimensi ini sangat relevan diterapkan pada kepemimpinan tata kelola peemrintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menwujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Islam: Strategi, Pendekatan, dan Tantangan di Era Digital Arhmawati, Ruth Alvadira; R., Sabrina Azzahroh J.; Faizin, Moh.
TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora
Publisher : Yayasan Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/tamaddun.v3i3.367

Abstract

Islamic education plays a fundamental role in shaping students’ personality, morality, and mindset so that they become insan kamil—individuals who are knowledgeable, faithful, and virtuous. This article provides a comprehensive discussion of teaching methods, strategies, approaches, and standardization in Islamic education within the digital era. The study employs a qualitative approach through library research, analyzing academic literature, journals, and previous studies. Findings reveal that the effectiveness of Islamic education depends on the synergy of four key components: methods, strategies, approaches, and standardization. Teaching methods include habituation, memorization, practice, interactive lectures, and blended learning. These methods function not only as tools for knowledge transfer but also as means of internalizing moral and spiritual values. Learning strategies emphasize the integration of Islamic values with modern contexts, adaptation to technology, and participatory approaches that encourage active student involvement. Contextual and humanistic approaches strengthen the relevance of Islamic teachings to contemporary social and cultural dynamics. The integration of digital technology—such as e-learning, Islamic applications, and interactive multimedia—has been shown to enhance student motivation, collaboration, and critical thinking, though it also presents ethical challenges such as digital distractions and reduced spiritual interaction. Standardization ensures the quality, direction, and consistency of Islamic education while remaining adaptive to societal changes. Overall, the study concludes that ideal Islamic education is holistic, balancing cognitive, affective, and psychomotor aspects, and capable of producing globally competitive Muslim generations without losing their Islamic identity. Thus, the development of methods, strategies, approaches, and standardization rooted in Qur’anic values and supported by digital technology is essential to achieving the true goals of Islamic education.
Konsep bahasa Pikiran dan Metodologi Kontemporer menurut Perspektif Ferdinand De Saussure Octavia, Rona Irdina; Saputra, Sandi Yudha; Ula, Ni’matul; Faizin, Moh.
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v10i1.10024

Abstract

Abstract: Language and thought are two entities closely related in shaping communication patterns, ways of thinking, and the construction of human knowledge. Language functions not only as a means of communication but also as a means of representing thoughts. Conversely, the human mind requires language to be expressed in a form that others can understand. This relationship has given rise to a variety of interdisciplinary studies, ranging from linguistics and the philosophy of language to cognitive psychology. In contemporary studies, language and thought are no longer viewed separately but as dynamic constructs influenced by social, cultural, and technological contexts. Contemporary methodological developments in the study of language and thought emphasize multidisciplinary approaches, such as critical discourse analysis, neurolinguistics, cognitive psychology, and constructivist approaches. These methodologies aim to understand how language shapes ways of thinking and how thoughts shape language use in everyday life.These studies demonstrate that the relationship between language and thought is reciprocal and mutually influential, relevant for research in the face of scientific developments and modern social change. Thus, the study of language and thought through contemporary methodology not only provides theoretical understanding but also has practical relevance in education, communication, and the development of language-based technology.Keywords: Language, thought, contemporary methodology, cognitive. Abstrak: Bahasa dan pikiran merupakan dua entitas yang memiliki hubungan erat dalam membentuk pola komunikasi, cara berpikir, serta kontruksi pengetahuan manusia. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana merepresentasikan pikiran. Sebaliknya, pikiran manusia membutuhkan Bahasa untuk dapat diwujudkan dalam bentuk yang dapat dipahami oleh orang lain. Relasi ini melahirkan beragam kajian interdispliner, mulai dari linguistik, filsafat Bahasa, hingga psikologi kognitif. Dalam kajian kontemporer, Bahasa dan pikiran tidak lagi dipandang secara terpisah, melainkan sebagai sebuah kontruksi dinamis yang dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan teknologi. Perkembangan metodologi kontemporer dalam kajian Bahasa dan pikiran menekankan pendekatan multidispliner, seperti analisis wacana kritis, neurongilistik, psikologi kognitif, dan pendekatan konstrutifistik. metodologi ini bertujuan untuk memahami bagaimana Bahasa membentuk cara berfikir, serta bagaimana pikiran membentuk penggunaan Bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini menunjukan bahwa hubungan Bahasa dan pikiran bersifat timbal balik, saling mempengaruhi, relevan untuk diteliti dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan sosial modern. Dengan demikian, studi Bahasa dan pikiran melalui metodologi kontemporer tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga memiliki relevansi praktis dalam Pendidikan, komunikasi, serta perkembangan teknologi berbasis Bahasa.Kata Kunci: Bahasa, pikiran, metodologi kontemporer,kognitif.
Ki Hajar Dewantara’s Among System and Mobile Seamless Learning in Islamic Religious Education: A Conceptual Study Amaliyah, Intan Nur Fauziyah; Ubaidillah, Muh. Hafidh; Faizin, Moh.; Hamid, Abdulloh
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v7i1.13767

Abstract

The development of digital technology has led to the emergence of the mobile seamless learning (MSL) paradigm, which allows the learning process to take place flexibly and sustainably across space and time. However, the implementation of digital learning in Islamic Religious Education (PAI) still tends to be technically oriented and does not fully support the formation of character and religious experiences of students. This study aims to reconstruct the Among Ki Hajar Dewantara System from the perspective of mobile seamless learning as the foundation of humanist digital pedagogy in PAI learning. The study uses a qualitative approach with a library research type. Data were obtained through documentation and literature searches from books, national and international journals, and previous studies relevant to the Among System, mobile seamless learning, and Islamic education. Data analysis was carried out using content analysis through the stages of reduction, categorization, interpretation, and conceptual synthesis. The results of the study indicate that the integration of the principles of ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani, and the concept of Tri Pusat Pendidikan with the MSL paradigm is able to build PAI learning that is humanist, contextual, flexible, and oriented towards the internalization of Islamic values. This reconstruction positions digital technology as a means of sustainably shaping students' morals, spirituality, and learning freedom in the era of digital transformation.
Co-Authors Abdulloh Hamid Afiq, M. Fachrul Afnia, Nadian Nur Alawy, Naufal Ali, Hasani Moh. Alif Robbiatul Sariroh Amaliyah, Intan Nur Fauziyah Anggraini, Yulia Arhmawati, Ruth Alvadira Aryanti, Linda Dwi Attaroqiya, Nailal Himmah Brillianti, Sabrina Fatimah Budi, Bagus Setiyo Dwi Nur Kholifah, Dwi Nur Dzulqarnain, Abdullah Alif Fatthurahman, M. Aditya Fauzia, Miftakhul Fitriyah, Farihatil Ilmi Usrotin Choiriyah Irham, Ananda Salsabila Khairunnisak, Desty Surya Khildan, Salsabil Nur Shilfiya Lailul Mursyidah Larasati, Dinda Kenanga Ma’rifah, Akyuninah Machfud Bachtiyar Ma’rifah, Akyuninah Mochammad Tanzil Multazam Mohammad Ridwan Mubarak, M. Zaidan MUHAMMAD FAHMI Muhammad Zainul Arifin Mustofa, Hafidz Zainul Muthmainnah, Diah Adila Muthmainnah, Nabilatul Najah, Hikmatul Lailatin Nazilah, Fiantika Rohmatun Noor Fatimah Mediawati Nur Fadhillah, Annisa Nur Hidayati Octavia, Rona Irdina Phahlevi , Rifqi Ridlo Prasetia, Senata Adi Putra, Ahmad Dzulfiqar Hibatullah Putri, Evana Eka R., Sabrina Azzahroh J. Rachmah, Harnum Anzili Rahayu Hartini Rahayu, Indah Rahma, Alia Nafisah Rahmayanti, Vitha Azalia Ramadhani, Chintya Ramadhani, Farah Mulya Ramadhani, Lailya Nur Retno Farika Salmany, Moh Rieza SALSABILA, AISYAH RAYA Saputra, Sandi Yudha Sikana, Arina Mana Siswapranata , Fadiana Zahra Sri Budi Purwaningsih Syafi'i, Imam Syafi'ullah, Ahmad Alaika Syafitri, Falya Rahmatika Syuroyyah, Chalimatus Tamimi, Abdillah Rosyid Ubaidillah, Muh. Hafidh Ula, Ni’matul Uroidli, Ali Utami, Rahayu Budi Yahya Aziz Yudi, Usman Zaini Tamin AR, Zaini Tamin