p-Index From 2021 - 2026
5.194
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekonomi Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan An-Nida' Jurnal Al-Tadzkiyyah JDE (Journal of Developing Economies) QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik Jurnal Samudra Ekonomi dan Bisnis Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Al-Ikhtibar : Jurnal Ilmu Pendidikan Elastisitas Jurnal Ekonomi Pembangunan Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA) Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Procedia of Social Sciences and Humanities Moderasi : Journal of Islamic Studies Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Academy of Social Science and Global Citizenship Journal Jurnal Pembumian Pancasila : Mewujudkan TRISAKTI sebagai Pedoman Amanat Penderitaan Rakyat Tamaddun: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat AZKIYA Falahiya Lex Scientia Law Review META - JOURNAL Eko-Regional: Jurnal Pembangunan Ekonomi Wilayah Indonesian Journal of Research in Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Implementasi Nilai Pancasila dalam Praktik Non-Publik Khairunnisak, Desty Surya; Kholifah, Dwi Nur; Faizin, Moh.
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 5 Nomor 4 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v5i4.2981

Abstract

Pancasila merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai ideologi dan pandangan hidup, Pancasila berfungsi sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam tataran pemerintahan maupun masyarakat. Makalah ini menitikberatkan pada implementasi nilai-nilai Pancasila di luar sektor publik, meliputi bidang sosial, pendidikan non-formal, ekonomi, dan kehidupan beragama. Nilai-nilai dasar seperti kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan ketuhanan memiliki relevansi yang besar dalam menciptakan harmoni sosial. Dalam dunia pendidikan non-formal, misalnya, nilai disiplin dan gotong royong menjadi fondasi pembentukan karakter bangsa. Pada sektor ekonomi, prinsip keadilan sosial diwujudkan melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan pengembangan usaha kecil menengah. Di bidang keagamaan, nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama memperkuat persatuan bangsa. Makalah ini juga menguraikan tantangan implementasi nilai Pancasila di era globalisasi dan digitalisasi, seperti arus budaya asing, kapitalisme digital, serta menurunnya semangat nasionalisme di kalangan masyarakat modern. Dengan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan masyarakat Indonesia mampu menghadapi tantangan global dengan tetap mempertahankan identitas dan jati diri bangsa.
Optimizing 21st-Century Skills through Marketplace Activity and Grouping Variations in Islamic Religious Education Khoirunisa, Amelia; Faizin, Moh.; Kurnia PS, Alaika M. Bagus; Hunaida, Wiwin Luqna; Yudi, Usman
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 18 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v18i1.8216

Abstract

slamic Religious Education learning is still often teacher-centered, limiting students’ active participation and the development of 21st-century skills. This study aims to analyze how the Marketplace Activity (MPA) model and variations in grouping strategies foster the four Cs (communication, collaboration, critical thinking, and creativity) in Islamic Religious Education classrooms. Using a qualitative case study design at a public senior high school in Sidoarjo, data were collected through observations, interviews, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings show that MPA promotes dynamic and meaningful learning interactions. Heterogeneous groups encourage diverse ideas, dialogic exchange, and critical reflection, while homogeneous groups support task efficiency and clarity of roles. The four Cs emerged as Islamic value-based learning outcomes: value-driven collaborative communication, spiritual-intellectual collaboration, reflective faith-based reasoning, and integrative Islamic creativity. This study concludes that MPA has strong potential as an integrative learning model that connects cognitive skill development with spiritual character formation, making Islamic Religious Education more relevant to the competence and morality demands of the 21st century. Practically, teachers are encouraged to design student-centered activities, apply flexible grouping structures aligned with learning objectives, and integrate faith-based values with higher-order thinking to strengthen both academic and spiritual outcomes.
REFLEKSI PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM Nur Fadhillah, Annisa; Syafitri, Falya Rahmatika; Faizin, Moh.
AZKIYA Vol 8 No 2 (2025): JUNI - DESEMBER 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/8ady2k21

Abstract

The rapid development of technology has made humans more dependent on and preferring instant things, and one of the technologies that is developing rapidly at this time is Artificial Intelligence. In the world of education, Artificial Intelligence provides interactive and adaptive learning methods according to the needs of the learning process. Regarding Artificial Intelligence as a learning medium in Islamic education, it is essential to explore opportunities, challenges, and directions for educational development that can combine technological advances with Islamic values. The use of Artificial Intelligence as a learning medium in Islamic education helps the continuity of the teaching and learning process, but educators and students must not completely rely on Artificial Intelligence and must remain steadfast in Islamic teachings. Carrying out activities outside the boundaries of the use of Artificial Intelligence is one of the main challenges in the implementation of Islamic education learning. The purpose of this study is for readers to understand the role of Artificial Intelligence and reflections on its use as a learning medium.      
The Role of the Scientific Method in Enhancing Student Faith in Aqidah Studies: A Review of Imam Al-Ghazali's Thought Khoirunisa, Amelia; Aziz , Fachril Achmad; Faizin, Moh.
Indonesian Journal of Research in Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Research in Islamic Studies, 2(3), 2025
Publisher : Academia Edu Cendekia Indonesia (AEDUCIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64420/ijris.v2i3.394

Abstract

Background: Aqidah learning in higher education plays a vital role in shaping students' faith. However, many students still struggle to apply the aqidah theory to their daily lives. Therefore, the application of scientific methods in aqidah learning is urgently needed to enhance students' understanding and deepen their faith. Objective: This study aims to elucidate the importance of scientific methods in aqidah learning from the perspective of Imam Al-Ghazali. Method: This study employs a literature review, analyzing the works of Imam Al-Ghazali and related literature. Result: The scientific method, which involves a rational and critical approach, enables students to understand faith more deeply and practically. Imam Al-Ghazali emphasizes the importance of integrating faith and morals, which can be strengthened through a scientific approach. Conclusion: The application of scientific methods in the study of aqidah significantly contributes to strengthening students' faith, enhancing the quality of teaching, and fostering a more rational and systematic understanding of religious teachings. Contribution: This study aims to introduce the application of scientific methods in aqidah education, which can serve as a reference for the development of religious curricula and teaching in higher education.
INTEGRASI LOGIKA INDUKTIF DAN DEDUKTIF DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BAGI MAHASISWA PAI PERSPEKTIF HARUN NASUTION Muthmainnah, Diah Adila; Fauzia, Miftakhul; Faizin, Moh.
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.5473

Abstract

Studi ini fokus pada integrasi dan sinergi penalaran induktif dan deduktif sebagai dasar logistik untuk memperoleh dan memvalidasi pengetahuan, khususnya melalui lensa pemikiran pembaruan Islam oleh Harun Nasution. Di era informasi, keterampilan berpikir logistik sangatlah penting. Meskipun induksi dan deduksi sering dipandang terpisah, praktik ilmiah modern menunjukkan komplementaritas mereka. Harun Nasution, yang menjabat sebagai Rektor IAIN Jakarta (1974-1982), adalah tokoh kunci dalam memajukan pemikiran Islam rasional di Indonesia. Inisiatif pembaruannya berasal dari mengurung yang mendalam terhadap dua isu utama: dominasi teologi fatalistik (Asy'ariyah) dan kurikulum pendidikan Islam yang kaku dan terlalu fokus pada fikih (yurisprudensi Islam). Sebagai tanggapan, ia memprakarsai reformasi kurikulum yang komprehensif dan menghidupkan kembali Teologi Mu'tazilah, yang sangat menghargai akal. Pendekatan logistik Harun Nasution terhadap pengambilan keputusan adalah contoh ideal dari integrasi kedua metode penalaran: induksi dan deduksi. Perpaduan induksi dan deduksi ini menjadikan keputusan Harun Nasution logis, adaptif, dan relevan dengan modernitas. Hal ini menggarisbawahi pentingnya penafsiran induktif terhadap ajaran Islam yang deduktif.
Peta Konsep Pendidikan Islam Perspektif Abuddin Nata Ramadhani, Farah Mulya; Rachmah, Harnum Anzili; Ramadhani, Lailya Nur; Faizin, Moh.
Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : DIKLINKO JOURNALS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64464/tarbiyah.v4i2.202

Abstract

This paper discusses concept maps as a learning medium in Islamic education. Concept maps function to systematically organize knowledge, helping learners understand the interrelation of core elements of Islamic education such as aqidah, worship, morality, knowledge, and da’wah. Through visualization, this method enhances motivation, comprehension, and critical thinking skills. Moreover, concept maps support the integration of religious and general knowledge, making Islamic education more relevant to contemporary needs. Despite implementation challenges, concept maps are considered effective in improving the quality of learning and shaping Muslims who are faithful, knowledgeable, and morally upright.
KONSEP KEPEMIMPINAN IDEAL DALAM BINGKAI PANCASILA DAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA PERSPEKTIF RASULULLAH Alif Robbiatul Sariroh; Nazilah, Fiantika Rohmatun; Faizin, Moh.
Jurnal Pembumian Pancasila Vol 5 No 2 (2025): Dari Wacana ke Aksi: Rekam Jejak Gerakan Pembumian Pancasila dalam Menghidupkan N
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63758/jpp.v5i2.66

Abstract

Kepemimpinan yang ideal sangat penting dalam model kepemimpinan tata kelola pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji sekilas tentang Nabi Muhammad SAW yang berisi biografi singkat tentang beliau, menceritakan secara ringkas tentang masa kelahirannya hingga Allah Swt beliau mengutus beliau Swt untuk menjadi mengajarkan ajaran agama islam bagi seluruh umat manusia di muka bumi, memaparkan tentang konsep kepemimpinan yang ideal perspektif Pancasila dan kewarganegaraan, serta menjelaskan tentang dimensi-dimensi kepemimpian ideal dalam tata kelola pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia perspektif Rasulullah. Peneliti menggunakan metode kualitatif yang lebih diarahkan pada penelitian kepustakaan (library research). Sumber penelitian ini diperoleh dengan membaca, menganalisis, meneliti, dan mengkaji artikel jurnal terdahulu terkait dengan topik pembahasan yang sesuai dengan pembahasan artikel ini. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa kepemimpinan yamg ideal harus didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kepemimpinan yang ideal menurut Rasulullah memiliki dimensi shidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan wahyu), dan fathanah (cerdas). Dimensi-dimensi ini sangat relevan diterapkan pada kepemimpinan tata kelola peemrintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menwujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Islam: Strategi, Pendekatan, dan Tantangan di Era Digital Arhmawati, Ruth Alvadira; R., Sabrina Azzahroh J.; Faizin, Moh.
TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora
Publisher : Yayasan Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/tamaddun.v3i3.367

Abstract

Islamic education plays a fundamental role in shaping students’ personality, morality, and mindset so that they become insan kamil—individuals who are knowledgeable, faithful, and virtuous. This article provides a comprehensive discussion of teaching methods, strategies, approaches, and standardization in Islamic education within the digital era. The study employs a qualitative approach through library research, analyzing academic literature, journals, and previous studies. Findings reveal that the effectiveness of Islamic education depends on the synergy of four key components: methods, strategies, approaches, and standardization. Teaching methods include habituation, memorization, practice, interactive lectures, and blended learning. These methods function not only as tools for knowledge transfer but also as means of internalizing moral and spiritual values. Learning strategies emphasize the integration of Islamic values with modern contexts, adaptation to technology, and participatory approaches that encourage active student involvement. Contextual and humanistic approaches strengthen the relevance of Islamic teachings to contemporary social and cultural dynamics. The integration of digital technology—such as e-learning, Islamic applications, and interactive multimedia—has been shown to enhance student motivation, collaboration, and critical thinking, though it also presents ethical challenges such as digital distractions and reduced spiritual interaction. Standardization ensures the quality, direction, and consistency of Islamic education while remaining adaptive to societal changes. Overall, the study concludes that ideal Islamic education is holistic, balancing cognitive, affective, and psychomotor aspects, and capable of producing globally competitive Muslim generations without losing their Islamic identity. Thus, the development of methods, strategies, approaches, and standardization rooted in Qur’anic values and supported by digital technology is essential to achieving the true goals of Islamic education.
Co-Authors Afiq, M. Fachrul Afnia, Nadian Nur Alawy, Naufal Ali, Hasani Moh. Alif Robbiatul Sariroh Anggraini, Yulia Arhmawati, Ruth Alvadira Aryanti, Linda Dwi Attaroqiya, Nailal Himmah Aziz , Fachril Achmad Brillianti, Sabrina Fatimah Budi, Bagus Setiyo Dwi Nur Kholifah, Dwi Nur Dzulqarnain, Abdullah Alif Fatthurahman, M. Aditya Fauzia, Miftakhul Fitriyah, Farihatil Ilmi Usrotin Choiriyah Irham, Ananda Salsabila Khairunnisak, Desty Surya Khildan, Salsabil Nur Shilfiya Khoirunisa, Amelia Kurnia PS, Alaika M. Bagus Lailul Mursyidah Larasati, Dinda Kenanga Ma’rifah, Akyuninah Machfud Bachtiyar Ma’rifah, Akyuninah Mochammad Tanzil Multazam Mohammad Ridwan Mubarak, M. Zaidan MUHAMMAD FAHMI Muhammad Zainul Arifin Mustofa, Hafidz Zainul Muthmainnah, Diah Adila Muthmainnah, Nabilatul Najah, Hikmatul Lailatin Naswan Suharsono Nazilah, Fiantika Rohmatun Noor Fatimah Mediawati Nur Fadhillah, Annisa Nur Hidayati Phahlevi , Rifqi Ridlo Prasetia, Senata Adi Puji Handayati Purwaningsih , Sri Budi Putra, Ahmad Dzulfiqar Hibatullah Putri, Evana Eka R., Sabrina Azzahroh J. Rachmah, Harnum Anzili Rahayu Hartini Rahayu, Indah Rahma, Alia Nafisah Rahmayanti, Vitha Azalia Ramadhani, Chintya Ramadhani, Farah Mulya Ramadhani, Lailya Nur Retno Farika Salmany, Moh Rieza SALSABILA, AISYAH RAYA Sikana, Arina Mana Siswapranata , Fadiana Zahra Sri Budi Purwaningsih, Sri Budi Sudarmiatin Syafi'i, Imam Syafi'ullah, Ahmad Alaika Syafitri, Falya Rahmatika Syuroyyah, Chalimatus Tamimi, Abdillah Rosyid Uroidli, Ali Utami, Rahayu Budi Wiwin Luqna Hunaida, Wiwin Luqna Yahya Aziz Yudi, Usman Zaini Tamin AR, Zaini Tamin