Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Teewan Journal Solutions

Perilaku Petani dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri Saat Peracikan dan Penyemprotan Pestisida Nasrullah, Nasrullah; Junaidi, Junaidi; Syahrizal; kartini
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 2 (2024): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/f13qhf70

Abstract

Keracunan pestisida telah menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di beberapa negara berkembang, terutama karena penggunaan produk pestisida yang tidak aman selama kegiatan pekerjaan (Mutia and Oktarlina, 2020). Berdasarkan survei awal, bahwa petani yang ada di Desa Kala Pegasing Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah terlihat ada sebanyak 20 orang petani yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai ketentuan pada saat peracikan dan penyemprotan pestisida. Penelitian ini bersifat deskriptif yang dilakukan pada bulan januari sampai dengan sampai dengan februari tahun 2023. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh kelompok tani yang ada di desa Kala Pegasing sebanyak 20 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuisioner yang digunakan sebagai media untuk mengetahui pengetahuan, sikap tindakan dan kesehatan petani terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri pada petani. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat pengetahuan petani di Desa Kala Pegasing adalah baik yaitu mencapai 55 % atau 11 orang petani, Sikap petani adalah baik yaitu mencapai 90% atau 18 orang petani. Tindakan petani adalah cukup yaitu mencapai 65 % atau 13 orang petani, dan kesehatan petani adalah terjadi gangguan kesehatan yaitu mencapai 65% atau 13 orang petani. Dapat disimpulkan bahwa petani di desa kala pegasing masih terjadi gangguan kesehatan akibat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat peracikan dan penyemprotan pestisida. Diharapkan petani harus memperhatikan penggunaan alat pelindung diri yang baik dan benar dan memperhatikan pentunjuk peracikan hingga penyimpanan pestisida yang baik dan benar untuk meminimalisir efek keracunan pestisida
Pengaruh Ekstrak Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea Robusta) Terhadap Penurunan Angka Kuman Pada Lantai Di Laboratorium Terpadu Poltekkes Aceh Tahun 2023 Junaidi, Junaidi; Nasrullah, Nasrullah; Syahrizal; kartini
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 2 (2024): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/98p6yd21

Abstract

Lantai merupakan tempat yang sangat potensial untuk penyebaran bakteri. Pertumbuhan bakteri di lantai dipengaruhi oleh suhu, kelembaban, pencahayaan, luas ventilasi, jumlah orang, sanitasi lantai dan frekuensi pembersihan lantai. Upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kuman pada lantai yaitu dengan melakukan desinfeksi dengan ekstrak kulit buah kopi robusta (Coffea robusta). Penelitian ini merupakan eksperimental murni yang dilakukan untuk menghitung angka kuman pada lantai sebelum dan setelah pemberian ekstrak kulit buah kopi robusta (Coffea robusta) dengan konsentrasi 15%, 20%, 25% dan kontrol. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Poltekkes Aceh. Ruang yang digunakan yaitu 3 ruang. Waktu penelitian tanggal 15-17 Februari 2023. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kuman di lantai sebelum perlakuan pada kontrol yaitu 202,3 koloni bakteri, konsentrasi (15%) 221 koloni bakteri, konsentrasi (20%) 222,6 koloni bakteri, konsentrasi (25%) koloni bakteri. Adapun rata-rata kuman di lantai setelah perlakuan pada Kontrol yaitu  203 koloni bakteri, konsentrasi (15%) 122 koloni bakteri, konsentrasi (20%) 88 koloni bakteri dan konsentrasi  (25%) 64 koloni bakteri. Hasil uji Anova menunjukan bahwa Ada pengaruh setelah pemberian ekstrak kulit buah kopi robusta (coffea robusta) terhadap penurunan angka kuman di lantai (p=0,020) < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah kopi robusta dapat menurunkan angka kuman di lantai. Namun masih perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut dan lebih teliti dengan variasi dosis ekstrak yang lebih banyak.