Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Multitafsir Eskatologis dalam Era Postmodern: Tantangan terhadap Integritas Doktrin Gereja Kontemporer Johan Natanael Sitinjak; Otieli Harefa
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i1.37-50

Abstract

Era postmodern membawa perubahan besar terhadap cara manusia memahami kebenaran, termasuk dalam teologi Kristen. Pandangan postmodern yang menolak klaim kebenaran absolut mendorong munculnya multitafsir terhadap ajaran eskatologis gereja. Kondisi ini menghadirkan dinamika baru bagi gereja kontemporer, baik sebagai peluang untuk memperkaya refleksi iman maupun sebagai tantangan terhadap integritas doktrin. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh multitafsir eskatologis di era postmodern terhadap integritas doktrin gereja serta menawarkan pendekatan teologis yang relevan bagi konteks masa kini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis teologis dan hermeneutika kontekstual terhadap literatur teologi sistematika dan filsafat postmodern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multitafsir eskatologis dapat memperluas pemahaman iman dan membuka ruang dialog teologis, namun juga berpotensi melemahkan otoritas Alkitab jika tidak berakar pada kerangka hermeneutik yang berpusat pada Kristus. Gereja perlu meneguhkan kembali dasar teologinya agar tetap kontekstual tanpa kehilangan kemurnian doktrin. Dengan demikian, pluralitas tafsir eskatologis dapat menjadi sarana pembaruan iman yang tetap berpijak pada kebenaran Alkitab.
Teologi Etika tentang kerukunan dan moderasi beragama dalam konteks Indonesia: Indonesia Sahat Lambok Sihombing; Otieli Harefa
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 16 No. 2: Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil (STAPIN) Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56438/pneuma.v16i2.154

Abstract

Penelitian ini merekonstruksi teologi etika kerukunan dan moderasi beragama di Indonesia sebagai refleksi normatif-kritis, bukan sekadar instrumen kebijakan publik. Menggunakan metode kualitatif studi kepustakaan, studi ini mengintegrasikan teologi lintas agama dengan Teologi Pancasila dan Trilogi Kerukunan sebagai basis normatif moderasi beragama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai universal seperti martabat manusia, keadilan, dan kasih merupakan fondasi etis bagi kerukunan berkelanjutan. Teologi Pancasila diposisikan sebagai teologi publik inklusif yang menjembatani iman dan kehidupan berbangsa. Penelitian menyimpulkan bahwa moderasi beragama harus dipahami sebagai praksis teologis transformatif yang melampaui harmoni formal menuju pembelaan keadilan sosial. Studi ini berkontribusi pada pengembangan etika teologis kontekstual untuk memperkuat kerukunan di tengah tantangan intoleransi.
Teologi Keselamatan dan Dekonstruksi Perbudakan Modern: Menegakkan Martabat Manusia Otieli Harefa; Herbin Simanjuntak; Saro Parlindungan Tampubolon
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): July
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/juilmu.v3i2.245-257

Abstract

Perbudakan modern dalam bentuk perdagangan manusia, kerja paksa, pernikahan paksa, dan perbudakan seksual masih berlangsung meskipun telah dilarang secara hukum. Fenomena ini menunjukkan adanya legitimasi ekonomi, budaya, bahkan religius yang memperpanjang sistem penindasan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis teologi keselamatan dalam perspektif Kristen sebagai paradigma pembebasan yang mampu mendekonstruksi sistem perbudakan modern sekaligus menegakkan martabat manusia sebagai imago Dei. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan mengkaji literatur teologi biblika, soteriologi, dan studi sosial tentang perbudakan modern. Analisis dilakukan melalui pendekatan dekonstruktif untuk membongkar narasi penopang praktik penindasan sekaligus menafsir ulang konsep keselamatan berdasarkan karya penebusan Kristus melalui istilah biblika Yasha dan Sozo. Hasil kajian ini menegaskan bahwa teologi keselamatan tidak hanya bersifat rohani-individual, tetapi juga kritis-transformatif, berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih menekankan aspek moral atau etis. Implikasi teoretisnya, soteriologi dipahami sebagai paradigma dekonstruktif terhadap sistem penindasan; sedangkan secara praktis, gereja dipanggil menjadi agen pembebasan melalui advokasi, pendidikan jemaat, kampanye sosial, dan pendampingan korban. Kesimpulannya, bahwa teologi keselamatan merupakan kerangka kritis dan transformatif yang tidak hanya memulihkan relasi manusia dengan Allah, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial dan menegakkan martabat manusia di tengah perbudakan modern.
Pendidikan Rumah Singgah Bagi Anak Kurang Mampu di Kota Batam Johannes Tarigan; Fredy Simanjuntak; Septerianus Waruwu; David Martinus Gulo; Ya aman Gulo; Josanti Josanti; Otieli Harefa
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1: Maret 2019
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rcj.v2i1.114

Abstract

Poverty is a condition that is never wanted by anyone. The condition of a large or small city does not guarantee that there will be no poor family in that place. However, the most important of these is what can happen to a poor family. How about their families, especially children born to poor families. Children who cannot afford it will certainly find it difficult to get an education and even their family's economic capacity may not be able to fulfil the three main human needs properly. Therefore, humans as social creatures cannot be separated from other humans. So that there need to be efforts from other individuals to help each other and the Halfway House becomes a solution for children who come from poor families.AbstrakKemiskinan merupakan keadaan yang tidak pernah diinginkan oleh siapapun. Keadaan kota yang besar atau kecil tidak menjadi jaminan ditempat itu tidak terdapat keluarga yang tidak mampu. Namun, yang paling penting dari hal itu adalah apa yang dapat terjadi terhadap keluarga yang tidak mampu. Bagaimana keluarganya terkhusus anak-anak yang lahir dari keluarga yang tidak mampu. Anak-anak yang tidak mampu tentunya akan kesulitan untuk mendapatkan pendidikan bahkan kemampuan ekonomi kelaurga mereka belum tentu dapat memenuhi tiga kebutuhan pokok utama manusia dengan layak. Oleh karena itu manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat lepas dari manusia lainnya. Sehingga perlu ada upaya dari individu lain untuk saling membantu dan Rumah Singgah menjadi salah satu solusi untuk anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.Â