Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pelatihan Manajemen Pertunjukan Drama di Sekolah Dasar bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jama, Karolus Budiman; Izhatullaili, Izhatullaili; Fanata, Yulbers Absalom Yusuf; Margareta, Karus Maria; Panis, Isabel Coryunitha
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v5i1.3294

Abstract

Calon guru sekolah dasar perlu memiliki kompetensi dasar dalam bidang seni untuk mendukung perannya sebagai pendidik yang kreatif dan inspiratif. Salah satu keterampilan seni yang penting adalah manajemen seni pertunjukan, khususnya drama, karena mencakup aspek organisasi, ekspresi diri, komunikasi, dan penguatan karakter. Artikel ini membahas pelatihan manajemen pertunjukan drama bagi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) yang dilaksanakan secara partisipatif melalui tahapan persiapan, pelatihan, pendampingan, hingga pementasan dan evaluasi. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan pertunjukan drama yang edukatif, kontekstual, dan sesuai dengan lingkungan sekolah dasar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman teoretis dan praktik manajemen seni pertunjukan, penguatan keterampilan kerja sama, tanggung jawab, kinestetik, komunikasi, serta kepercayaan diri mahasiswa. Pelatihan ini juga mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya drama berdasarkan cerita rakyat dan isu sosial seperti perundungan, serta mampu menyesuaikan konsep pementasan dengan kondisi lapangan secara kreatif.
Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai Sarana Penguatan Literasi Hukum di Era Digital Mas'ud, Fadil; Izhatullaili, Izhatullaili; Doko, Yunitha Devrudyan; Jama, Karolus Budiman
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 2 (2025): Edisi Khusus
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i2.24455

Abstract

Pendidikan Bahasa Indonesia berperan penting dalam meningkatkan literasi hukum di era digital, terutama dalam menanggulangi rendahnya pemahaman hukum di kalangan masyarakat Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Pendidikan Bahasa Indonesia dapat menguatkan literasi hukum melalui pendekatan literasi kritis dan menjelaskan cara-cara integrasi literasi hukum dalam pembelajaran bahasa sesuai dengan tuntutan era digital. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan, artikel ini mengkaji literatur, dokumen hukum, serta penelitian terdahulu terkait topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi literasi hukum masyarakat Indonesia, khususnya terkait dengan penggunaan informasi hukum di ruang digital, masih rendah. Hal ini memperlihatkan perlunya integrasi literasi hukum dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran hukum. Dengan memanfaatkan teks hukum dan analisis wacana kritis dalam pembelajaran bahasa, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis terhadap hukum dan kebijakan yang ada. Artikel ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Bahasa Indonesia, melalui integrasi literasi hukum, mampu menciptakan generasi muda yang lebih melek hukum, adaptif terhadap perkembangan digital, dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan sosial yang lebih sadar hukum.
Simbolisasi Pesan Nonverbal Dalam Film the Gods Must Be Crazy II (Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce) Ibu, Jenny P Wulandari; Jama, Karolus Budiman; Panis, Isabel Coryunitha
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 3 (2024): Kode: Edisi September 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i3.63701

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan makna simbolisasi non verbal yang terkandung dalam film œThe Gods Must Be Crazy II Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika perspektif Charles Sanders Pierce untuk menganalisis makna ikon, indeks, dan simbol dari sebuah tanda dengan berfokus pada fungsi penggunaan tanda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode tersebut digunakan karena data yang dianalisis berupa objek, dan gestur, yang terdiri dari simbol. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Tangkapan layar atau screenshot, peneliti menggambil data dari sumber yang berbentuk potongan-potongan gambar pada film œThe Gods Must Be Crazy II kemudian dikelompokkan kedalam cooding sheet. Tanda (Sign) yang terkandung dalam film œThe Gods Must Be Crazy II akan dianalisis dengan teori Charles Sanders Pierce untuk dipahami (signifikasi) kemudian ditafsirkan (interpretasi). Hasil penelitian sepuluh episode film, ditemukan sembilan Scene. Hasil analisis sembilan Scene ditemukan sembilan Scene yang mengandung simbol tokoh tersebut berbentuk objek, kalimat dan gestur. Simbol objek berupa tanda-tanda yang dimunculkan dalam film dengan memuat fungsi untuk menjelaskan sesuatu tanpa harus menerangkan hal tersebut secara langsung. Simbol gestur berupa gerak tubuh yang menggambarkan sesuatu. Tanda pada Film œThe Gods Must Be Crazy II terbagi menjadi dua jenis, yaitu tanda berupa objek serta tanda berupa gestur.
IDEOLOGI CULTUR DESAIN PAPAN IKLAN PADA RUANG PUBLIK TERBUKA DI KOTA KUPANG Karus Margaretha; Semuel Hajai Nitbani; Karolus Budiman Jama; I Ketut Sutarwiyasa
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 6 No 1 (2022): Santhet : Jurnal Sejarah, Pendidikan, dan Humaniora
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.437 KB) | DOI: 10.36526/santhet.v6i1.1907

Abstract

East Nusa Tenggara is rich in local wisdom spread across several islands and regencies/cities in government administration. The city of Kupang is administratively-geographically located near the center of the provincial government. The logical consequence of the position of this administrative area is the proliferation of technological developments which have implications in various aspects of life. One that is clearly visible is the visual design of the advertisements displayed in every open public space. Visible ad designs tend to use visual displays that contain popular culture. This leads to the sinking of the existence of the local image owned by the people of East Nusa Tenggara. Through a descriptive-qualitative method with a phenomenological approach, this study seeks to reveal elements of ideology and culture in the design of billboards in open public spaces in Kupang City. Within the framework of the Semiotics theory, the local image becomes the object to be analyzed. The product produced in this research is documentation of local image visualization.
Membangun Ekosistem Literasi Melalui Pelatihan Penerapan Praktik Disiplin Positif Literatif bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Swasta di Kota Kupang Robot, Marselus; Jama, Karolus Budiman; Margareta, Karus Maria; Rimo, Imelda Hendriani Eku; Madu, Aleksius; Jaimun, Renildis Alviana
Jurnal Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Nasional Pengandian Masyarakat
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47747/jnpm.v6i1.2675

Abstract

Students' basic literacy skills (reading, writing and calculating) are basic abilities that are really needed to master science. On the one hand, for 10 years the National Literacy Movement (GLN) in Indonesia (Permendikbud Number 23 of 2015) has not had a significant impact on the literacy skills of elementary school (SD) students in Indonesia. On the other hand, basic lite is the most important academic requirement in the context of mastering knowledge from elementary school age. There are many variables that influence the low level of basic literacy in elementary schools in Indonesia, including the instant approach. Reading for 15 minutes, for example, is just a useless routine and nothing is gained. Apart from minimal time, there was also no follow-up to determine their level of understanding of what was read. The results of the reflection of the Nusa Cendana University Community Service team found a literacy approach, namely by building a literacy culture in the school environment. In this case, literacy is a need for all school members. Literacy culture in schools is carried out by compiling literacy discipline documents as guidelines for literacy culture. The implementation method is teacher training and practice analyzing forms of violence in schools. These forms of violence will be converted into literary disciplines. As a result, teachers can identify forms of violence and can replace them in literary disciplinary actions
Pelatihan Penciptaan Brand Destinasi Wisata Masyarakat Sekitar Destinasi Melalui Penulisan Narasi Dan Video Di Kabupaten Timor Tengah Utara Robot, Marselus; Margareta, Karus Maria; Jama, Karolus Budiman; Ande, Andreas; Rimo, Imelda Hendriani Eku; Madu, Aleksius; Gabir, Maria Naomilan Yahelga; Nggadung, Gregorius
Jurnal Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47747/jnpm.v6i2.3034

Abstract

The narrative of geotourism destinations in TTU Regency is an effort to move tourist attractions from the eyes to the mind. Thus, tourist attractions are not merely a pleasure for the eyes (visual effects), but enter the cognitive memory (knowledge) of tourists. The narrative of tourist destinations makes tourist attractions not only memorable, but also known. If tourist attractions rely on visual effects (beauty), then only leave an impression. Meanwhile, tourist attractions that are promoted and compared through literacy produce messages (knowledge) about the tourist destination. Therefore, the impressions and messages obtained by tourists are the result of a combination of beauty through the eyes and beauty through the mind. Recognizing the partner's problem, the Community Service team of Nusa Cendana University strives to promote special destinations (geotourism) in TTU Regency through training in writing short narratives and videos. This effort is an effort to spread the potential of geotourism. 1) Providing material on tourism branding. 2) Training in compiling destination narratives. 3) Training in making short videos related to the destination.