Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan dan Hasil Baby Kailan pada Berbagai Formulasi Nutrisi dengan Sistem Hidroponik Vertikultur Sheyvien, Frederikus Michael; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48988

Abstract

Kailan (Brassica oleraceae var. acephala) atau kale merupakan sayuran yang masih satu spesies dengan kol atau kubis (Brassica oleracea). Vertikultur merupakan teknik pertanian vertikal yang menerapkan sistem pertanian bertingkat yang tidak membutuhkan lahan yang luas. Formulasi nutrisi hidroponik digunakan dalam proses perhitungan ramuan atau resep untuk menunjang keberhasilan budidaya tanaman secara hidroponik dan menemukan nutrisi terbaik sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil baby kailan dengan sistem hidroponik vertikultur. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 April "“ 22 Juni 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan one way ANOVA menggunakan satu faktor dengan 5 taraf perlakuan untuk setiap perlakuan digunakan 20 sampel tanaman, sehingga jumlah tanaman keseluruhan 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud: A= Formulasi Mas"™ud, B= AB Mix Hydro J, C= Formulasi NPK + Gandasil D, D= Formulasi Yos, E= AB Mix Goodplant. Variabel pengamatan yang dilakukan yaitu; jumlah daun per tanaman, luas daun per tanaman, kadar klorofil daun, volume akar, berat segar dan berat kering tanaman. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka kesimpulannya adalah pemberian jenis formulasi nutrisi Goodplant, Mas"™ud dan Yos sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman baby kailan dengan sistem hidroponik vertikultur.
Pengaruh Pemberian Abu Janjang Kelapa Sawit dan Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pare Pada Tanah PMK Ever, Emi Bonov; Basuni, Basuni; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis abu janjang kelapa sawit dan urea yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pare pada tanah PMK. Penelitian berlangsung mulai tanggal 12 November 2020 sampai dengan 15 Februari 2021. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungura Pontianak. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu dosis abu janjang kelapa sawit dan dosis urea, dengan masing-masing 3 ulangan. Perlakuan dosis abu janjang kelapa sawit terdiri dari 3 taraf yaitu: 200, 300 dan 400 g/polybag, sedangkan dosis urea terdiri dari 3 taraf yaitu: 4,5; 6,3 dan 9,0 g/polybag. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah klorofil daun, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman dan berat per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh interaksi dosis abu janjang kelapa sawit dan urea terhadap pertumbuhan dan hasil pare pada tanah PMK. Dosis abu janjang kelapa sawit 300 g/polybag dan urea 6,3 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman pare pada tanah PMK.Kata Kunci : abu janjang kelapa sawit, pare,tanah PMK, urea
EFFECT OF DOSAGE AND LENGTH OF INCUBATION DUCK MANURE ON GROWTH AND YIELD OF PURPLE EGGPLANT ON ALLUVIAL SOIL Putra, Korintus; Basuni, Basuni; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51158

Abstract

ABSTRACKEggplant is a vegetable plant that has prospects for cultivation and can alsogrow on various types of soil, one of which is alluvial soil. Utilization of alluvial soilfor purple eggplant cultivation is faced with various obstacles. Efforts can be made toimprove the level of soil acidity by liming, while to improve the physical andchemical properties of the soil was to apply duck manure. This study aims were todetermine the dose and length of incubation of duck manure that provides the bestgrowth and yield of purple eggplant grown in alluvial soil. This research wasconducted at Jl. Purnama 2 Pontianak City from March 18th to June 4th 2021. Thisstudy used a Complete Randomized Design (CRD) with two factors threerepications. The first factor was the dose of duck manure fertilizer (B), consisting of4 levels, namely 300, 450, 600, and 750 g / polybag equivalent to 10, 15, 20, and 25tons / ha. The second factor was the length of incubation (I), consisting of 3 levels, 1,2, and 3 weeks of incubation. Variables observed were plant height, root volume,plant dry weight, number of fruits per plant, weight of fruit, weight of fruit per plant,and diameter of fruit. The results of the study showed that there was no interactioneffect between the dose of duck manure and the length of incubation on allobservation variables. The best dose of duck manure was 750 g / polybag equivalentto gave 25 tons / ha on variable plant dry weight and fruit diameter. Incubationlength of 1 week of duck manure provide the best dry weight of the plant.Keywords: : Alluvial, duck manure, length of incubation, purple eggplant.
PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI DECANTER SOLID DAN PUPUK MAGNESIUM TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY PADA TANAH PMK Susanto, Ery; Listiawati, Agustina; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.57835

Abstract

Pemanfaatan tanah PMK sebagai media pembibitan memiliki beberapa kendala seperti tingkat kesuburan rendah. Kendala ini bisa di atasi dengan pemberian bahan organik seperti bokashi decanter solid. Penambahan magnesium juga dibutuhkan di main nursery, karena magnesium berfungsi dalam proses fotosintesis dan berbagai reaksi enzimetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi yang terbaik antara pemberian bokashi decanter solid dan pupuk magnesium terhadap pertumbuhan kelapa sawit di main nursery pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Dusun Sungai Mayam, Kecamatan Meliau, Kalimantan Barat pada tanggal 26 Oktober 2021 sampai 26 Februari 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah bokashi decanter solid yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 27 ton/ha, 83 ton/ha dan 139 ton/ha. Faktor kedua adalah pupuk magensium yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 220 kg/ha, 420 kg/ha, dan 620 kg/ha, sehingga ada 9 kombinasi perlakuan. Variabel pengamatan meliputi : pertambahan tinggi tanaman, pertambahan diameter batang, jumlah pelepah daun, volume akar dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara bokashi decanter solid dan pupuk magnesium pada variabel pertambahan tinggi tanaman 2, 3, dan 4 bulan setelah tanam. Pemberian dosis bokashi decanter solid 83 ton/ha dan pupuk magnesium 420 kg/ha memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan kelapa sawit di main nursery pada tanah PMK.
PENGARUH PACLOBUTRAZOL DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT HITAM PADA LAHAN SULFAT MASAM. Permana, Imam; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paclobutrazol dan pupuk Urea terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pulut hitam di lahan sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari tanggal 12 Juni 2021 sampai 14 Agustus 2021. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan Rancangan Blok Terpisah (Split Block) terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi paclobutrazol dengan 2 taraf perlakuan yaitu : 0 dan 1500 ppm. Faktor kedua adalah dosis pupuk Urea dengan 3 taraf perlakuan yaitu 175, 350, dan 525 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap petak terdiri dari 6 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang, panjang ruas batang, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, jumlah baris biji per tongkol tanpa kelobot, dan diameter tongkol tanpa kelobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 1500 ppm paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan tanaman jagung pulut hitam di lahan sulfat masam. Konsentrasi 1500 ppm paclobutrazol secara nyata menurunkan tinggi tanaman, panjang daun, dan panjang ruas batang, serta meningkatkan lebar daun. Meskipun demikian, pemberian paclobutrazol berpengaruh tidak nyata terhadap variabel hasil tanaman jagung pulut hitam di lahan sulfat masam. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk Urea berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan tanaman, namun berpengaruh pada hasil taman yaitu panjang tongkol. Dosis 350 kg/ha lebih efektif dalam meningkatkan panjang tongkol. Tidak ada pengaruh interaksi antara paclobutrazol dan pupuk Urea dalam mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut hitam.
PENGARUH BOKASHI KOTORAN AYAM DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Nugraha, Ridha; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57938

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu bahan pangan yang dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia karena mengandung unsur makro, mikro, asam amino yang dapat memperlancar peredaran darah, kaya akan serat, mengobati kolesterol, baik untuk ibu hamil, mengandung asam folat, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, protein, karbohidrat, kalsium, dan fosfor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian bokashi kotoran ayam dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan pada 6 Desember 2021 - 19 Maret 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu bokashi kotoran ayam sebanyak 3 taraf perlakuan dan faktor kedua pupuk NPK sebanyak 3 taraf perlakuan sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali. Setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga jumlah seluruh tanaman sampel 108 tanaman. Faktor pertama yaitu bokashi kotoran ayam (B) :b1 = 10 ton/ha (setara dengan 80 g/polybag), b2 = 15 ton/ha (setara dengan 120 g/polybag), b3 = 20 ton/ha (setara dengan 160 g/polybag). Faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) : n1 = 200 kg/ha (setara dengan 1,6 g/polybag), n2 = 300 kg/ha (setara dengan 2,4 g/polybag) n3 = 400 kg/ha (setara dengan 3,2 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah polong per tanaman (polong), jumlah biji per polong (biji), berat biji kering per tanaman (g) dan berat 100 biji kering (g). Peningkatan dosis bokashi kotoran ayam dan pupuk NPK memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik pada kacang hijau. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah diduga terdapat pengaruh pemberian bokashi kotoran ayam 15 ton/ha dan pupuk NPK 200 kg/ha merupakan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi kotoran ayam 20 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha memberikan rerata tertinggi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial.Kata Kunci : Aluvial, Bokashi Kotoran Ayam, Kacang Hijau, NPK
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS TANAMAN TOMAT PADA BUDIDAYA AKUAPONIK Septio, Septio; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58525

Abstract

Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum M.) yang merupakan famili dari Solanaceae adalah salah satu tanaman sayuran terpenting di Indonesia. Buah tomat yang masak banyak digemari orang karena rasanya segar, enak, dan sedikit masam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat (2018), produksi tanaman tomat pada tahun 2017 sebesar 1.805 ton dengan produktivitas 4,89 ha/ton pada luasan lahan 369 ha, mengalami penurunan pada tahun 2018 dengan hasil produksi yaitu 1.128 ton/ha dengan produktivitas 3,06 ha/ton pada luas lahan 369 ha. Rendahnya produksi tomat di Kalimantan Barat karena kemungkinan disebabkan varietas yang ditanam tidak cocok, kultur teknis yang kurang baik serta pemupukan yang kurang tepat atau tidak sesuai. Salah satu teknik budidaya tanaman yang diharapkan dapat meningkatkan hasil dan kualitas tomat adalah akuaponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari frekuensi pemberian pupuk daun yang digunakan terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tomat dan untuk mengetahui pengaruh dari beberapa varietas tomat terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada budidaya akuaponik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Blok Terpisah (Split Blok), terdiri dari 2 faktor perlakuan, yaitu frekuensi pemberian pupuk daun sebagai main plot dan beberapa varietas tomat sebagai sub plot. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, dengan 4 tanman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah faktor frekuensi (f) yang terdiri atas 2 taraf yaitu seminggu 2 kali (f1) dan seminggu 1 kali (f2) serta faktor varietas yang terdiri atas 4 taraf yaitu Servo F1 (v1), Betavila F1 (v2), tymoti F1 (v3) dan Tiffani F1 (v4), dengan demikian, terdapat 8 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan yang masing-masing terdiri atas 4 tanaman sampel. Hasil menunjukan bahwa Frekuensi pemberian pupuk daun berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, dimana pemberian seminggu 2 kali (f1) lebih baik daripada seminggu 1 kali (f2) dan Varietas memberikan respon berbeda terhadap frekuensi pemupukan daun, varietas Betavila (v2) dan tiffani (v4) memberikan respon lebih baik daripada varietas servo (v1) dan tymoti (v3).Kata kunci : Akuaponik, Frekuensi, Pemupukan, Tomat, Varietas
PENGGUNAAN TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PULUT PADA TANAH GAMBUT Stefanie, Carolline; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60409

Abstract

Jagung pulut (Zea mays Ceratina) merupakan salah satu tanaman serealia yang bernilai ekonomis dan mempunyai peluang untuk dikembangkan karena kedudukannya sebagai sumber utama karbohidrat dan protein setelah beras. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman jagung pulut dihadapkan pada beberapa kendala yaitu pH dan tingkat ketersediaan hara yang rendah sehingga berdampak pada pertumbuhan dan hasil tanaman. Perbaikan sifat kimia lahan gambut dapat dilakukan dengan cara pengapuran dan pemupukan. Pengapuran dan pupuk yang digunakan yaitu tepung cangkang telur ayam sebagai pengganti kapur dan penambahan NPK sebagai pupuk yang bertujuan untuk memperbaiki sifat kimia tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Parit Buluh, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Peneliitan ini berlangsung dari tanggal 28 Desember 2021 "“ 19 Maret 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua factor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu perlakuan Tepung Cangkang Telur Ayam yang terdiri dari 3 level dan pupuk NPK yang terdiri dari 3 level. Berdasarkan level tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap unit perlakuan terdiri dari 5 tanaman sampel sehingga total tanaman adalah 135 tanaman. Faktor pertama terdiri dari tepung cangkang telur ayam yang terdiri dari 3 taraf yaitu 4,4 ton/ha, 6,2 ton/ha, dan 7,9 ton/ha. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 200 kg/ha, 300 kg/ha, dan 400 kg/ha. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot dan panjang tongkol tanpa kelobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara tepung cangkang telur ayam dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut pada tanah gambut. Pemberian tepung cangkang telur ayam 7,9 ton/ha dan dosis pupuk NPK 400 kg/ha menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut yang terbaik pada tanah gambut. Kata Kunci : Gambut, Jagung Pulut, Pupuk NPK, Tepung Cangkang Telur Ayam
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Tika, Veronika; Santoso, Eddy; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.62075

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditi sayuran hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat. Selada banyak dipilih oleh masyarakat karena tekstur dan warna yang membuat penampilan makanan menjadi menarik sehingga mampu menambah selera makan. Pupuk kandang sapi dapat memperbaiki sifat fisik tanah, seperti menggemburkan tanah, meningkatkan porositas, aerasi, dan mikroorganisme tanah, sehingga akar didalam tanah dapat berkembang dengan baik. Pupuk urea berfungsi sebagai penyuplai unsur N bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada hijau pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 15 Agustus 2022 - 17 September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang menggunakan faktor tunggal yaitu kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk Urea (P). Terdapat 4 taraf yang terdiri dari 6 ulangan dan 4 sampel tanaman pada setiap perlakuan sehingga total keseluruhan ada 96 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut P1 0 ton + 300 kg/ha, P2 10 ton + 200 kg/ha, P3 20 ton + 100 kg/ha, P4 30 ton + 0 kg/ha. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi pupuk kandang sapi 10 ton/ha dengan urea 200 kg/ha memberikan dosis terbaik terhadap berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Sedangkan terhadap volume akar, tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman memberikan respon yang sama pada tanaman selada hijau.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA SUBSTRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PUTIH SISTEM BUDIDAYA AKUAPONIK Anwar, Mochammad Chairil; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63013

Abstract

Akuaponik merupakan perpaduan antara budidaya ikan dan budidaya tanaman dalam satu sistem. Akuaponik merupakan solusi pertanian pada wilayah perkotaan, dimana sistem budidaya akuaponik dapat dilakukan pada tempat yang sempit. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Kalimas Tengah, Dusun Melati, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September sampai Oktober 2022. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh media tanam substrat terhadap pertumbuhan tanaman sawi putih secara akuaponik, (2) mengetahui kombinasi media tanam substrat terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi putih pada sistem akuaponik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak lengkap (RAL), dengan satu faktor dan 3 ulangan yang terdiri dari 8 taraf perlakuan. Tiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga terdapat 96 sampel pengamatan. Perlakuan yang dimaksud adalah perbandingan komposisi media substrat pasir kerang (%) : arang sekam padi (%) : cocopeat (%) antara lain : A= (5 : 75 : 20), B= (5 : 70 : 25), C= (10 : 70 : 20), D= (10 : 65 : 25), E= (15 : 65 : 20), F= (15 : 60 : 25), G= (20 : 60 : 20), H= (20 : 55 : 25). Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain: tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, luas daun, volume akar, dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media substrat mempengaruhi tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman sawi putih. Komposisi media substrat pada perlakuan 10 % pasir kerang : 70 % arang sekam padi : 20 % cocopeat, merupakan komposisi media substrat terbaik untuk tinggi tanaman sawi putih umur 21 HST. Komposisi 10 % pasir kerang : 65 % arang sekam padi : 25 % cocopeat, merupakan komposisi media substrat terbaik untuk jumlah daun sawi putih umur 35 HST pada sistem budidaya akuaponik.
Co-Authors Aditya, Dimas Agus Hermawan agus ruliyansyah Agustina Listiawati Ainurrahman, Yadi Andryani, Fiqka Fitri Anggreini, Dwita Anitasya, Haziza Ansumeh, Aleksius Anwar, Mochammad Chairil Arief Noviarakhman Zagladi Arruan, Ariantho Ashari, Asri Mulya Azainil Azainil Bantasan, Iskandar Darussalam Darussalam, Darussalam Dewi, Irana Dini Anggorowati Dwi Zulfita Eddy Santoso Elfrida Ratnawati Emirullah, Faqih Ever, Emi Bonov Grace, Christantia Adventi Harapan, Eddy HARDIAN, M Haryawan, Beny Hendarsyah, Milwan Herdiansyah, Mohd. Taufikri Iman Suswanto Irawan, Fikri Iwan Sasli Jayanti, Meylani Dwi Julianes, Matius Kusumaningrum, Dyah Ayu Dwi Lara, Lara Fitriyanti Madziatul Churiyah Malini, Rina Muhammad Pramulya, Muhammad Mulyadi Mulyadi Mulyadi Safwan Nugraha, Ridha Nuraini, Eka Nurjani Nurlaili Nurlaili Nuryasmi, Nuryasmi Paradah, Ronaldus Parianto, Dede Patangahan, John Pebrianto, Fredikus Permana, Imam Pramesti, Refyani Pratama, I Putu Eka Satya Pratama, Rio Febry Purwaningsih - Putra, Korintus Putri Lestari, Putri Rabuwanto, Lukman Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ramijan, Ramijan Randawati, Randawati Rini Susana Rona, Rona Septio, Septio Setiawan, Harry Radot Sheyvien, Frederikus Michael Siti Halimah Sopiah, Sopiah Stefanie, Carolline Suduy, Oswaldy Sukriyadi, Sukriyadi Surachman Surachman Susanto, Ery Tambunan, Atya Henny Tantri Palupi Tika, Veronika Virgiri, Simius Warman Warman WASI'AN, WASI'AN wasian wasian, wasian Wasi’an, Wasi’an Widyatmike Gede Mulawarman Wijaya, Christian Wusono, Nyoman Yuliani, Rini Dwi Yusrizal, Herri