Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA SUBSTRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN SISTEM BUDIDAYA AKUAPONIK Ramijan, Ramijan; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63130

Abstract

Budidaya sawi kailan sistem akuaponik diharapkan mendapat pertumbuhan dan produksi yang tinggi, oleh karena itu perlu didukung dengan memberikan media tanam yang baik. Salah satu media tanam yang bisa digunakan yaitu media substrat yang terdiri dari campuran antara pasir kerang, arang sekam padi, dan cocopeat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media substrat dan untuk mengetahui komposisi media substrat yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kailan sistem budidaya akuaponik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian yang terletak di Jalan Kalimas Tengah Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung pada tanggal 16 Agustus "“ 12 Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yang terdiri dari 8 taraf perlakuan yang merupakan perbandingan persentase antara pasir kerang, arang sekam padi, dan cocopeat terdiri dari A = (5 : 75 : 20), B = (5 : 70 : 25), C = (10 : 70 : 20), D = (10 : 65 : 25), E = (15 : 65 : 20), F = (15 : 60 : 25), G = (20 : 60 : 20), dan H = (20 : 55 : 25). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, berat segar bagian atas tanaman, dan berat kering bagian atas tanaman. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan tempat penelitian, persiapan instalasi akuaponik, persiapan media substrat, penyemaian, pindah tanam, pemeliharaan tanaman, dan pemanenan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu diduga terdapat pengaruh komposisi media substrat dan diduga terdapat salah satu komposisi media substrat terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kailan pada sistem budidaya akuaponik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media substrat berpengaruh terhadap pertumbuhan, namun tidak berpengaruh terhadap hasil sawi kailan. Komposisi media substrat 20% pasir kerang, 60% arang sekam dan 20% cocopeat merupakan komposisi yang memberikan pertumbuhan tanaman kailan yang lebih baik dibanding perlakuan lainnya.Kata Kunci : Akuaponik, Kailan, Media Substrat
PENGARUH KOMPOS LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN PADA TANAH ALUVIAL Ansumeh, Aleksius; Basuni, Basuni; Purwaningsih, Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63718

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan tanaman sayuran semusim yang tumbuh menjalar atau memanjat dengan menggunakan lanjaran. Usaha pemanfaatan limbah baglog jamur tiram sebagai kompos diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah aluvial sehingga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis yang terbaik dari pemberian kompos limbah baglog jamur tiram terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun pada tanah aluvial. Penelitian berlangsung dari tanggal 15 Agustus "“ 20 Oktober 2022. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu kompos dengan 4 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap unit perlakuan terdapat 5 sampel tanaman sehingga total keseluruhan ada 100 sampel tanaman perlakuan yang dimaksud yaitu p1 (100 g/polybag), p2 (300 g/polybag), p3 (500 g/polybag) dan p4 (700 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), panjang buah (cm), berat buah per tanaman (g) dan berat buah per buah (g). Pelaksanaan penelitian ini dimulai dengan menyiapkan media tanam yaitu tanah aluvial, kapur dolomit kemudian ditambahkan dosis kompos sesuai perlakuan, setelah itu diaduk merata dan diinkubasi selama 2 minggu. Analisis tanah dilakukan untuk melihat kandungan pH. Bibit mentimun berumur 2 minggu dipindahkan ke media tanam. Pemeliharaan meliputi penyiraman setiap hari pagi dan sore, pemupukan dengan NPK dengan dosis 0,4 g/polybag 15 HST, 0,8 g/polybag 20 HST dan 1,2 g/polybag 25 HST. Proses Pemanenan tanaman mentimun dilakukan 34 HST. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan kompos limbah baglog jamur tiram dengan dosis 300 g/polybag sudah mencukupi terhadap volume akar dan berat kering sedangkan dosis 700 g/polybag sudah mencukupi untuk berat buah per buah sedangkan hasil jumlah buah.
PENGUJIAN PAKET PEMUPUKAN MENTIMUN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR PADA LAHAN SULFAT MASAM Virgiri, Simius; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63719

Abstract

Mentimun salah satu tanaman yang termasuk dalam family Cucurbitaceae (tanaman labu-labuan). Pemupukan mentimun oleh petani pada praktiknya di lapangan masih banyak menggunakan jenis pupuk, pemberian atau cara dan dosis yang berbeda-beda yang diberikan ke tanaman. Upaya peningkatan produktivitas mentimun dapat dilakukan dengan pemupukan menggunakan organik dan anorganik diharapkan dapat memperbaiki kesuburan tanah, mengganti hara yang hilang karena terikat dan tercuci, meningkatkan kualitas dan produksi mentimun. Pengunaan pupuk kandang ayam, Urea, KCl, Phonska, SP-36 dan NPK mutiara dapat meningkatkan ketersedian unsur hara nitrogen, fospat, dan kalium yang dapat meningkatkan produksi dan hasil mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan paket pemupukan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil mentimun sistem budidaya jenuh air pada lahan sulfat masam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya (25 September-05 Desember 2022). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 paket pemupukan dengan 5 ulangan sehingga terdapat 25 unit perlakuan. Setiap unit perlakuan terdiri dari 8 tanaman sampel. Paket pemupukan yang dimaksud yaitu Paket A(Pukan Ayam 10ton/ha, NPK Mutiara 16:16:16 200 kg/ha, Urea 200 kg/ha), Paket B(Pukan Ayam 20 ton/ha, NPK Mutiara 16:16:16 300kg/ha), Paket C(Pukan Ayam 10 ton/ha, Phonska 100 kg/ha, Mutiara 16:16:16 300 kg/ha, Urea 300 kg/ha dan KCl 300 kg/ha), Paket D (Pukan Ayam 4 ton/ha, dolomit 500 kg/ha, SP-36 200 kg/ha, Mutiara 16:16:16 500 kg/ha, Urea 250 kg/ha, KCl 100 kg/ha dan pukan ayam 1,8 ton/ha, Paket E (Dolomit 2.000 kg/ha, Pukan Ayam 20 ton/ha, Urea 950 kg/ha, SP-36 500 kg/ha dan KCl 700 kg/ha). Variabel yang diamati meliputi volume akar, berat kering tanaman, berat buah pertanaman, jumlah buah pertanaman, panjang buah dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian paket pemupukan A B C dan E sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil mentimun sistem budidaya jenuh air pada lahan sulfat masam.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA SUBSTRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY SISTEM BUDIDAYA AKUAPONIK Irawan, Fikri; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63867

Abstract

Budidaya tanaman pakcoy sistem budidaya akuaponik perlu mendapatkan pertumbuhan dan produksi yang tinggi maka perlu didukung dengan memberikan media tanam yang baik untuk pertumbuhan akar tanaman, salah satunya yaitu pemberian komposisi media substrat antara pasir kerang, arang sekam padi, dan cocopeat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media substrat dan untuk mengetahui komposisi media substrat yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pakcoy sistem budidaya akuaponik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian yang terletak di Jalan Kalimas Tengah, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Waktu penelitian dari semai benih sampai panen berlangsung pada tanggal 16 Agustus "“ 12 Oktober 2022. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 1 faktor dengan 3 ulangan. Faktor yang dimaksud yaitu komposisi media substrat terdiri dari pasir kerang, arang sekam padi, dan cocopeat dengan 8 taraf perlakuan : A = 5% : 75% : 20%, B = 5% : 70% : 25%, C = 10% : 70% : 20%, D = 10% : 65% : 25%, E = 15% : 65% : 20%, F = 15% : 60% : 25%, G = 20% : 60% : 20%, dan H = 20% : 55% : 25%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, berat segar bagian atas tanaman, dan berat kering bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media substrat berpengaruh terhadap tinggi tanaman pakcoy pada umur 35 HST dan komposisi media substrat yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan pakcoy sistem budidaya akuaponik yaitu komposisi media substrat (pasir kerang : arang sekam padi : cocopeat) = 15% : 65% : 20%.
PENGARUH KNO3 DAN PACLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA LAHAN SULFAT MASAM Pratama, I Putu Eka Satya; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paclobutrazol dan pupuk KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan sulfat masam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai kakap, Kabupaten Kubu Raya, dimulai sejak 5 September 2022 - 5 Januari 2023. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pola Split Block faktorial yang terdiri dari 3 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian paclobtrazol yang terdiri dari 3 taraf konsentrasi yaitu: 0, 750, dan 1500 ppm, sedangkan faktor kedua adalah pemberian pupuk KN03 dengan 3 taraf dosis yaitu 4, 8, 12 g/tanaman. Variabel yang diamati tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, jumlah baris per tongkol, dan diameter tongkol. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa Pemberian Paclobutrazol dan KNO3 berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pada lahan sulfat masam. Secara mandiri pemberian paclobutrazol dapat menekan pertumbuhan memanjang (tinggi tanaman, panjang daun), memperlebar daun serta memperbesar diameter batang, namun tidak mempengaruhi hasil tanaman (berat tongkol tanpa kelobot). Pemberian paclobutrazol 0 ppm dan KNO38g/tanaman setara dengan 400 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil jagung manis terbaik pada lahan sulfat masam.
PENGARUH GIBERELIN DAN JENIS NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY PADA HIDROPONIK SUMBU Hendarsyah, Milwan; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63987

Abstract

Sawi pakcoy (Brassica rapa subsp. Chinensis) merupakan jenis sayuran sawi-sawian yang termasuk dalam family Brassicaceae. Budidaya sawi pakcoy dapat dilakukan secara hidroponik untuk memaksimalkan potensi hasil. Selain itu hidroponik mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan bersih serta bebas dari pestisida sehingga digemari oleh masyarakat. Produksi sawi pakcoy pada sistem hidroponik dapat dimaksimalkan dengan meningkatkan konsentrasi nutrisi yg diberikan, namun jika konsentrasi diberikan terlalu tinggi dapat membuat tanaman keracunan dan terganggu pertumbuhannya serta meningkatkan biaya akibat penambahan nutrisi, sementara itu giberelin diduga berperan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melalui percepatan pembelahan sel, sehingga pengaplikasian giberelin diharapkan mampu meningkatkan hasil sawi pakcoy yang didukung dengan jenis nutrisi yang tepat. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mencari konsentrasi giberelin yang terbaik, mengetahui jenis nutrisi yang terbaik serta mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi giberelin dan jenis nutrisi untuk pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy pada hidroponik sumbu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi giberelin (g) dengan 3 taraf perlakuan yaitu 0, 50 dan 100 ppm. Faktor kedua adalah jenis nutrisi (n) dengan 3 taraf perlakuan yaitu Goodplant, racikan 1 dan racikan 2. Hasil uji keragaman menunjukkan terdapat pengaruh nyata interaksi antara giberelin dan jenis nutrisi pada luas daun 2 MST. Pada perlakuan konsentrasi giberelin memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun usia 2 MST, volume akar dan berat segar tajuk tanaman. Adapun pada perlakuan jenis nutrisi memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun pada usia 4 MST, luas daun usia 3 dan 4 MST, volume akar dan berat segar tajuk tanaman. Berdasarkan Uji Duncan, diketahui bahwa interaksi berpengaruh nyata antara perlakuan konsentrasi giberelin dan jenis nutrisi terhadap tanaman sawi pakcoy yaitu pada luas daun usia 2 MST, pemberian konsentrasi giberelin 0 ppm (tanpa giberelin) pada jenis nutrisi racikan 1 merupakan perlakuan terbaik. Pengaplikasian giberelin memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, namun berpengaruh tidak nyata terhadap hasil. Sedangkan perlakuan jenis nutrisi, pada jenis nutrisi racikan 2 merupakan terbaik terhadap luas daun 3 dan 4 MST, sama baiknya dengan nutrisi racikan 1 terhadap volume akar dan berat segar tajuk tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LABU MADU (Cucurbita moschata) DI TANAH GAMBUT Nuraini, Eka; Susana, Rini; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.64509

Abstract

Labu Madu (Cucurbita moschata) merupakan komoditas tanaman hortikultura semusim dari keluarga Cucurbitaceae. Buah labu madu mengandung serat yang tinggi, antioksidan, beta karoten, vitamin A dan B kompleks. Penggunaan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman labu madu mempunyai banyak kendala diantaranya adalah pH rendah, porositas tinggi dan rendahnya ketersediaan unsur hara. Satu diantara upaya untuk memperkecil porositas pada tanah gambut adalah dengan pemberian bahan organik berupa pupuk kandang kambing dan pemberian pupuk NPK untuk menambah unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi antara pupuk kandang kambing dan pupuk NPK pada tanaman labu madu di tanah gambut serta mendapatkan dosis interaksi yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman labu madu di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Penelitian berlangsung lebih kurang 3 bulan yaitu dari bulan September sampai November 2022. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk kandang kambing (P) dan pupuk NPK (N), dengan masing-masing 3 taraf dan 3 ulangan. Taraf pupuk kandang kambing terdiri dari: 13; 15,5; dan 18 ton/ha, sedangkan taraf pupuk NPK terdiri dari: 375, 625, dan 875 kg/ha. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah daun, volume akar, berat kering, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, berat buah per buah dan berat buah pertanaman. Pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk NPK tidak menghasilkan interaksi untuk pertumbuhan dan hasil tanaman labu madu di tanah gambut. Dosis pupuk kandang kambing 13 ton/ha dan dosis pupuk NPK 375 kg/ha merupakan dosis yang paling efisien untuk pertumbuhan hasil tanaman labu madu di tanah gambut.
PENGARUH FORMULASI NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK TANAMAN MINT PADA SISTEM HIDROPONIK SUMBU Parianto, Dede; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69112

Abstract

Tanaman mint merupakan tanaman yang mempunyai banyak manfaat karena menghasilkan minyak atsiri, oleh karena itu perlu dilakukan perbanyakan tanaman dalam menunjang keperluan mint dengan cara perbanyakan tanaman mint dengan cara stek dan dihaapkan dapat tumbuh seperti induknya serta mudah dibudidayakan. Selain itu perbanyakkan dapat dilakukan dengan sistem hidroponik sumbu dengan memformulasikan nutrisi yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman mint. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formlasi nutrisi terhadap tanaman mint pada sistem hidroponik sumbu. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik Sungai Raya Dalam Gang Raya VI yang berlangsung 24 Nopember hingga 28 Desember 2021. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, 4 ulangan dan 8 tanaman sampel per unit perlakuan. Formulasi nutrisi yang digunakan diantaranya A = Rasio NPK 3:1:4,5 dengan N-Total 250,39 ppm, B = Rasio NPK 3:1:4,5 dengan N-total 296,19 ppm, C = Rasio NPK 4:1:5 dengan N-Total 248,48 ppm, D = Rasio NPK 4:1:5 dengan N-Total 298,27 ppm, E = Rasio NPK 5:1:8 dengan N-Total 250,68 ppm. Variabel yang diamati adalah persentase stek hidup, jumlah daun, tinggi tanaman, berat segar, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan formulasi nutrisi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun minggu ke 3 dan tinggi tanaman pada minggu ke 2, ke 4 dan ke 5 setelah tanam
Co-Authors Aditya, Dimas Agus Hermawan agus ruliyansyah Agustina Listiawati Ainurrahman, Yadi Andryani, Fiqka Fitri Anggreini, Dwita Anitasya, Haziza Ansumeh, Aleksius Anwar, Mochammad Chairil Arief Noviarakhman Zagladi Arruan, Ariantho Ashari, Asri Mulya Azainil Azainil Bantasan, Iskandar Darussalam Darussalam, Darussalam Dewi, Irana Dini Anggorowati Dwi Zulfita Eddy Santoso Elfrida Ratnawati Emirullah, Faqih Ever, Emi Bonov Grace, Christantia Adventi Harapan, Eddy HARDIAN, M Haryawan, Beny Hendarsyah, Milwan Herdiansyah, Mohd. Taufikri Iman Suswanto Irawan, Fikri Iwan Sasli Jayanti, Meylani Dwi Julianes, Matius Kusumaningrum, Dyah Ayu Dwi Lara, Lara Fitriyanti Madziatul Churiyah Malini, Rina Muhammad Pramulya, Muhammad Mulyadi Mulyadi Mulyadi Safwan Nugraha, Ridha Nuraini, Eka Nurjani Nurlaili Nurlaili Nuryasmi, Nuryasmi Paradah, Ronaldus Parianto, Dede Patangahan, John Pebrianto, Fredikus Permana, Imam Pramesti, Refyani Pratama, I Putu Eka Satya Pratama, Rio Febry Purwaningsih - Putra, Korintus Putri Lestari, Putri Rabuwanto, Lukman Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ramijan, Ramijan Randawati, Randawati Rini Susana Rona, Rona Septio, Septio Setiawan, Harry Radot Sheyvien, Frederikus Michael Siti Halimah Sopiah, Sopiah Stefanie, Carolline Suduy, Oswaldy Sukriyadi, Sukriyadi Surachman Surachman Susanto, Ery Tambunan, Atya Henny Tantri Palupi Tika, Veronika Virgiri, Simius Warman Warman WASI'AN, WASI'AN wasian wasian, wasian Wasi’an, Wasi’an Widyatmike Gede Mulawarman Wijaya, Christian Wusono, Nyoman Yuliani, Rini Dwi Yusrizal, Herri