Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penguatan Literasi Hidrologi Mahasiswa Pendidikan Geografi Melalui Implementasi Field Based Learning di Sungai Nanga-Nanga Hasanah, Nur; Irsan, Laode Muhamad; Nurvianti, Nurvianti; Ati, Amniar; Nurkarima, Rahmawati
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i2.335

Abstract

Air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan, sehingga pemahaman terhadap hidrologi menjadi aspek penting dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi hidrologi mahasiswa Pendidikan Geografi melalui implementasi pendekatan Field Based Learning (FBL) di Sungai Nanga-Nanga, Kota Kendari. Kegiatan ini melibatkan 63 mahasiswa dalam pengamatan dan pengukuran berbagai parameter hidrologi yang komprehensif, meliputi suhu permukaan air, kecepatan dan debit air, lebar dan kedalaman sungai, suhu dan kelembapan udara, identifikasi biota dan material dasar sungai, serta suhu, kelembapan, dan pH tanah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui empat tahapan utama yaitu persiapan, pemberian materi, pelaksanaan lapangan, dan evaluasi. Hasil perbandingan nilai pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa tentang konsep hidrologi sebesar 18,35%. Tanggapan mahasiswa terhadap terhadap kegiatan ini juga sangat positif, 74,2% sangat stuju bahwa praktik lapangan meningkatkan pemahaman mreka. Sebesar 68,9% merasa bahwa pengamatan langsung membuat materi lebih menarik, dan 65,1% menilai kegiatan tersebut menyenangkan sekaligus bermanfaat. Kegiatan pengabdian ini terbukti efektif memperkuat literasi hidrologi, mengembangkan keterampilan praktis, serta mendorong pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif dalam pengelolaan sumber daya air. Program ini direkomendasikan untuk dilanjukan sebagai model pembelajaran inovatifyang dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya air di masa mendatang.
Pendidikan Dan Pelatihan Aplikasi Penginderaan Jauh Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Geografi La Harudu; Laode Muhamad Irsan; La Ode Amaluddin; Surdin Surdin; Sitti Kasmiati; La Ode Nursalam; Nur Hasanah
Keyboard Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Keyboard Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Grace Berkat Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/keyboard.v1i2.146

Abstract

Pendidikan dan Pelatihan Penginderaan Jarak Jauh sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan kualifikasi guru geografi. Melalui pelatihan tersebut di atas, diharapkan hambatan-hambatan dalam proses pembelajaran geografi terkait penginderaan jauh dapat teratasi, sehingga kinerja para pendidik meningkat dan kualitas pembelajaran menjadi lebih baik. Ruang lingkup pelatihan diarahkan pada pengantar penginderaan jauh pengenalan Software, akuisisi data, koreksi citra, klasifikasi citra, dan indeks vegetasi. Sebagian besar guru-guru geografi atau 65 % tidak tahu dan tidak pernah mengajarkan software Envi 5.0, dan 25 % tahu dan tidak pernah mempelajari software Envi 5.0, serta 10 % mengatakan tahu dan pernah mengajarkan materi penginderaan jauh. Fenomena ini menunjukkan bahwa perlunya peningkatan pengetahuan pada guru geografi di Kota Kendari khususnya penginderaan perangkat lunak jauh. Sedangkan guru pengetahuan terkait aplikasi Envi 5.0 yaitu guru-guru geografi atau 65 % tidak tahu dan tidak pernah mengajarkan software Envi 5.0, dan 25 % tahu dan tidak pernah mengajarkan software Envi 5.0, serta 10 % mengatakan tahu dan pernah mengajarkan materi penginderaan jauh. Sebagian besar guru sangat setuju menggunakan aplikasi Envi 5.0 dalam pembelajaran Geografi karena: 1) meningkatkan pemahaman spasial; 2) keterampilan; dan 3) menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian profesional dengan keterampilan dan pengetahuan sesuai dengan kebutuhan zaman.  
Analysis of Land Cover Change and Its Relationship with Surface Temperature Using Google Earth Engine Irsan, Laode Muhamad; Isra, Muhammad; Rahman, Rival; Hasanah, Nur; Syawal, Wahyu Dzunaid
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i1.7360

Abstract

Kabupaten Boalemo, sebagai salah satu sentra pertanian di Sulawesi, mengalami tekanan ekologis, di mana lahan hutan terus berkurang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan hubungannya dengan perubahan suhu permukaan (land surface temperature) berbasis citra satelit. Data utama yang digunakan adalah citra satelit Landsat (Landsat 5 TM, Landsat 7 ETM+, dan Landsat 8 OLI/TIRS) yang diperoleh dan diolah melalui platform Google Earth Engine (GEE). Hasil penelitian mengungkap transformasi lanskap dan thermal yang sangat signifikan, didorong terutama oleh aktivitas deforestasi dan alih fungsi lahan. Tutupan lahan hutan mengalami penyusutan drastis sebesar 381,12 km² (dari 1.428,73 km² menjadi 1.047,61 km²), yang mengindikasikan tekanan tinggi akibat deforestasi. Sebaliknya, terjadi ekspansi besar-besaran lahan pertanian (bertambah 369,56 km² menjadi 753,08 km²) dan pemukiman (bertambah 16,4 km² menjadi 18,55 km²). Perubahan tutupan lahan tersebut berkorelasi langsung dengan peningkatan suhu permukaan yang dramatis. Zona suhu sejuk (<25°C) menyusut secara ekstrem dari 766,37 km² menjadi hanya 33,55 km² pada tahun 2024. Sebaliknya, zona suhu tinggi (30-35°C) dan sangat tinggi (>35°C) mengalami ekspansi masif. Zona suhu tinggi meluas dari 359,54 km² menjadi 673,00 km², sementara zona suhu sangat tinggi membengkak hampir 4 kali lipat dari 93,29 km² menjadi 370,52 km². Analisis ini didukung oleh akurasi yang tinggi dengan Overall Accuracy (OA) 91,43% dan Kappa Coefficient 0,88. Estimasi LST juga sangat akurat dengan nilai RMSE 0,6325°C, yang menunjukkan error rata-rata kurang dari 1°C.