Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

" Upaya Membina Keharmonisan dan Tinggalkan Perundungan (Bullying)" dalam Penyuluhan bagi Siswa Sekolah Dasar 091323 di Desa Merek Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Sinaga, Warisman; Damanik, Ramlan; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina; Tampubolon, Flansius; Purba, Asriaty R; Mulyani, Rozanna; Naiborhu, Torang; Fadlin, Fadlin; Sibarani, Tomson
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan masalah serius yang dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional anak. Penelitian ini mengkaji upaya pencegahan bullying melalui program penyuluhan yang komprehensif di Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya. Program ini melibatkan siswa, guru, orang tua, dan komunitas sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Dengan menggabungkan kegiatan edukasi, pelatihan keterampilan sosial, dan dukungan psikologis, diharapkan dapat tercipta suasana sekolah yang harmonis dan bebas dari bullying." Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program penyuluhan yang melibatkan seluruh komponen sekolah dalam upaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang siswa. Penelitian ini bertujuan juga untuk mengukur efektivitas program penyuluhan dalam membina keharmonisan dan mencegah bullying di kalangan siswa Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya, Kabupaten Simalungun. Melalui pendekatan yang menekankan pada pembentukan karakter positif, empati, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif, diharapkan siswa dapat membangun relasi yang sehat dan menghindari perilaku perundungan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, role-playing, dan diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam sikap positif siswa terhadap teman sebaya serta penurunan insiden bullying. Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya menjadi sasaran penelitian ini dengan fokus pada pencegahan bullying. Program penyuluhan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pembentukan kelompok dukungan sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif semua pihak sangat penting dalam menciptakan perubahan positif dan mengurangi kejadian bullying di sekolah."
Nilai-Nilai Karakter dalam Cerita Rakyat si Pogos-Pogos Masyarakat Batak Toba Tompul, Tania; Saragih, Dinda Apriani; Hutauruk, Febri Ola; Sari, Indah; Sibarani, Tomson
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. 2 (2025): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pena.v15i2.49698

Abstract

Folktales are oral expressions of local culture that are transmitted from generation to generation. This study aims to analyze the values of local wisdom contained in folk tales, focusing on the aspects of peace and prosperity as well as their meaning and function according to Sibarani's perspective. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including literature study, observation, and recording. This study uses the theory of local wisdom developed by Robert Sibarani. The results of the study identify the values intended to teach morals or norms for community life, and these values play a role in the values of hard work, caring, and social solidarity that reflect the character of the local community as well as the meaning and function of each of the values contained therein. Based on the explanation of the values in the story above, the researcher was interested in describing all the values in this story so that they could be preserved. The story si Pogos-Pogos tells of a man who managed to change his life from poor to rich and successful through hard work, honesty, and good attitude. These values can be revitalized and preserved by the younger generation as part of the formation of a positive cultural character.
DAYOK BINATUR SEBAGAI TRADISI DALAM MASYARAKAT BATAK SIMALUNGUN Tomson Sibarani; Cristien Oktaviani Saragih; Febe Elnosa Kasih; Lastiur Sinaga; Dony Sigiro
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9219

Abstract

Dayok Binatur merupakan bagian dari kearifan lokal yang memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai yang dianut masyarakat Batak Simalungun. Posisi ini tidak hanya sekadar bagian dari tradisi, tetapi juga mengandung makna yang mendalam untuk menjaga hubungan sosial dan kekerabatan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pesan nilai-nilai sosial dalam Dayok Binatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan studi kasus serta sumber data dari buku, jurnal, dokumen, dan internet guna memperoleh pemahaman dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dayok Binatur berperan sebagai simbol identitas budaya dan sarana pendidikan nilai-nilai sosial, yang membantu masyarakat memahami etika, solidaritas, dan rasa hormat antaranggota keluarga ataupun komunitas. Dengan demikian, Dayok Binatur merupakan manifestasi nyata kearifan lokal yang tetap relevan dalam kehidupan masyarakat Batak Simalungun.
DAYOK BINATUR SEBAGAI TRADISI DALAM MASYARAKAT BATAK SIMALUNGUN Tomson Sibarani; Cristien Oktaviani Saragih; Febe Elnosa Kasih; Dony Sigiro; Lastiur Sinaga
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9220

Abstract

Dayok Binatur merupakan bagian dari kearifan lokal yang memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai yang dianut masyarakat Batak Simalungun. Posisi ini tidak hanya sekadar bagian dari tradisi, tetapi juga mengandung makna yang mendalam untuk menjaga hubungan sosial dan kekerabatan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pesan nilai-nilai sosial dalam Dayok Binatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan studi kasus serta sumber data dari buku, jurnal, dokumen, dan internet guna memperoleh pemahaman dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dayok Binatur berperan sebagai simbol identitas budaya dan sarana pendidikan nilai-nilai sosial, yang membantu masyarakat memahami etika, solidaritas, dan rasa hormat antaranggota keluarga ataupun komunitas. Dengan demikian, Dayok Binatur merupakan manifestasi nyata kearifan lokal yang tetap relevan dalam kehidupan masyarakat Batak Simalungun.
Taur-Taur of the Simalungun Batak Ethnic Group: A Pragmatic Study Giawa, Puji Syukur; Sinaga, Warisman; Sibarani, Tomson
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i2.1344

Abstract

This study discusses the Taur-taur of the Batak Simalungun ethnic group from a pragmatic perspective as part of an oral cultural expression rich in meaning. Taur-taur is a chant-like or humming speech act that serves to convey emotional feelings, such as sadness, longing, and hope, which are greatly influenced by the social context and the situation in which it is presented. This study aims to identify the form of speech and analyze the types, functions, and meanings of speech acts contained in Taur-taur. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews and recordings of Taur-taur performances. The data obtained were then transcribed, reduced, and classified based on John Searle's speech act theory. The results of the analysis show that the most dominant types of assertive speech acts include suggesting (1), telling (2), explaining (9), stating (35), and blessing (2). Directive types include inviting (1), requesting (3), ordering (9), begging (1), and asking (2). Expressive speech acts are found in the form of condolences (3) and complaining (6), while commissives only appear in the form of promising (1). The dominance of assertive speech acts indicates that Taur-taur speakers tend to convey information, experiences, and feelings directly and reflectively. This finding confirms that Taur-taur functions not only as an aesthetic expression but also as a medium of cultural communication that represents values, emotions, and social relationships in Simalungun society.