Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Designing A Religious Moderation Learning Model for Islamic Early Childhood Education Saugi, Wildan; Susmiyati, Sri; Zurqoni, Zurqoni; Maesaroh, Dwi Titi
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 20 Number 1 April 2026
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpud.v20i1.60130

Abstract

Religious moderation is increasingly emphasized in Islamic early childhood education (PAUD/RA), yet teachers often lack practical, age-appropriate steps to translate values such as cooperation, peaceful conflict resolution, and respect for differences into daily learning. This study aimed to develop a contextual learning model to support religious moderation instruction in an Islamic PAUD setting. Using Plomp’s (2013) Educational Design Research framework, the study proceeded through preliminary research, prototyping, and assessment. It was conducted at RA Pesantren Ilmu Al-Qur’an, Kutai Timur Regency, East Kalimantan, involving the school head, teachers, and children selected purposively. Data were gathered through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis of lesson plans (RPPH), teaching materials, and learning media. The resulting prototype organises learning into five steps: problem orientation using topics or objects close to children’s lives; story presentation drawing on the Qur’an, Hadith, and scholars’ exemplars; message discussion; contextualisation to everyday situations; and reflection and conclusion. Expert validation involved three experts in early childhood education, religious moderation, and learning design, and the results indicated high feasibility across content feasibility, language, presentation, and graphics (4.50–4.58; M = 4.54/5). The experts recommended deeper reflective prompts, richer early childhood–appropriate examples of cooperation across differences, a greater variety of learning media, and more inclusive graphics; all recommendations were incorporated into the revised model. The model provides a classroom-ready flow and an observation tool covering tolerance, collaboration, anti-violence, and respect for differences; broader trials are recommended to test effectiveness and further validate the instrument.
Model Analisis Kebijakan Dalam Pendidikan: Studi Teoritis Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Agama Islam Perdana Putra, Hendro; Susmiyati, Sri; Sabran, Sabran
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 1 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i1.1499

Abstract

Artikel ini mengkaji model-model utama analisis kebijakan (rasional/komprehensif, inkremental, pemindaian campuran, dobel jalur, koalisi advokasi, dan model implementasi) dan implikasinya terhadap kebijakan Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan menggunakan riset pustaka dan pendekatan content analysis, studi ini mengumpulkan studi teoritis klasik dan studi empiris terbaru untuk merumuskan kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk perumusan, implementasi, dan evaluasi kebijakan PAI. Temuan menunjukkan bahwa kombinasi model pemindaian campuran untuk perumusan, aliran ganda untuk menjelaskan penetapan agenda, dan koalisi advokasi untuk memahami resistensi/subsistem paling efektif bila disertai dengan mekanisme implementasi adaptif dan evaluasi berbasis bukti. Rekomendasi berfokus pada perancangan kebijakan PAI yang peka secara teologis dan yuridis, partisipatif, dan sistematis dalam siklus umpan balik pemantauan implementasinya
Transformasi Digital Dalam Kebijakan Pendidikan Islam Ahmad, Ahmad; Susmiyati, Sri; Sabran, Sabran
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 1 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i1.1500

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong perubahan dalam sistem pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi digital dalam kebijakan pendidikan Islam serta implikasinya terhadap praktik pembelajaran dan manajemen lembaga pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research dengan teknik pengumpulan data melalui buku, artikel jurnal ilmiah, serta regulasi pendidikan. Analisis data menggunakan metode content analysis melalui proses reduksi data, kategorisasi tematik, dan interpretasi untuk mengidentifikasi pola serta implikasi kebijakan dalam transformasi digital pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan dampak signifikan terhadap inovasi pembelajaran pendidikan Islam melalui penggunaan media digital, pembelajaran daring, dan sistem manajemen pembelajaran. Digitalisasi juga meningkatkan efisiensi pengelolaan lembaga pendidikan Islam, tapi dengan berbagai tantangan, seperti kesenjangan akses teknologi, keterbatasan kompetensi digital tenaga pendidik, serta perlunya integrasi nilai-nilai Islam dalam pemanfaatan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, dan berbasis nilai untuk mendukung transformasi digital pendidikan Islam secara berkelanjutan.
HUMANISME DALAM E-SUPERVISI (HYBRID) (INTEGRASI TEKNOLOGI & NILAI KARAKTER) Yuliana Yuliana; Sabran Sabran; Sri Susmiyati
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1178

Abstract

Penelitian tinjauan literatur ini menganalisis integrasi teknologi canggih dan nilai-nilai humanistik dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, khususnya melalui model e-supervisi hibrida. Dalam konteks Society 5.0, transformasi pendidikan menuntut penyeimbangan antara efisiensi teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI) dan E-Supervisi dengan pelestarian nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan pengembangan karakter guru. Hasil temuan menunjukkan bahwa penerapan e-supervisi hibrida secara signifikan meningkatkan sistem pengawasan. Model ini menggabungkan alat digital untuk feedback waktu nyata dan bimbingan yang dipersonalisasi dengan pendekatan humanistik, kolaboratif, dan partisipatif. Hal ini tidak hanya meningkatkan literasi digital dan kompetensi profesional guru, tetapi juga mencegah dampak diawasi oleh mesin yang dapat mengurangi otonomi dan motivasi. Peran kepemimpinan humanistik dari kepala sekolah dan pengawas sangat penting dalam menyeimbangkan efisiensi teknologi dengan empati, komunikasi, dan penumbuhan karakter. Integrasi yang seimbang ini memperkuat iklim kerja kolaboratif, meningkatkan hubungan guru-siswa, dan pada akhirnya, mutu pembelajaran, terutama dalam konteks pendidikan yang menekankan dimensi spiritual dan moral. Secara konseptual, model ini menawarkan kerangka kerja holistik yang memprioritaskan etika digital danpengembangan karakter guru. Penelitian ini merekomendasikan studi kuantitatif lebih lanjut untuk menilai dampak jangka panjang model e-supervisi hibrida berbasis humanisme terhadap kinerja guru dan efektivitas pembelajaran secara lebih luas.
PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU (PERSPEKTIF ISLAM) Muhammad Abdi Kurniawan; Sabran Sabran; Sri Susmiyati
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1187

Abstract

Pembinaan profesionalisme guru merupakan aspek penting dalam peningkatan mutu pendidikan Islam yang mengintegrasikan kompetensi pedagogik, keilmuan, dan akhlak mulia. Guru profesional tidak hanya menguasai teknik mengajar, tetapi juga menjadi teladan moral dan spiritual sesuai ajaran Al-Qur’an dan Hadis. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan fokus pada pembinaan profesionalisme guru dalam perspektif Islam, hubungan antara profesionalisme guru dan pembentukan karakter siswa, serta implementasi dan tantangan pembinaan yang terkait dengan supervisi pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa profesionalisme guru berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang beriman dan berakhlak mulia, serta membutuhkan supervisi yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas guru secara komprehensif. Kendala dalam pelaksanaan pembinaan guru meliputi keterbatasan supervisi dan resistensi terhadap perubahan, sehingga diperlukan pendekatan supervisi yang adaptif dan berorientasi pada nilai-nilai Islam. Kesimpulannya, pembinaan profesionalisme guru yang berlandaskan Islamic values adalah strategi utama dalam mencetak generasi unggul, kompeten, dan berkarakter sesuai visi pendidikan Islam modern.