Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ABILITY INTEGRATE DIGITAL TECHNOLOGY BY HEALTH PROFESIONALS DURING THE TEAHING AND LEARNING PROCES IN THE ERA OF GLOBALIZATION: A INTEGRATED RIVIEW Soares, Domingos; Marni; McKenna, Lissa; Efendi, Ferry; Ahsan; Martin, Nelson; Perreira, Sebastio; Pinto Baptista, Edinha da Silva
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2023: Proceeding of the 4th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v4i1.3371

Abstract

In the era of the industrial 4.0, there is an increase in the availability of portable digital technology equipment that supports the learning process in various sectors including health. It is become a core requirement to support the learning process. Digital technology application media such as You Tube, Google Apps, Zoom, Face books, Skype, Dropbox, twitter, WhatsApp and others have become core health learning tools today. The readiness of health workers to utilize digital applications in the learning process, so in needs to be considered. The aims of this study was to explore the readiness of health professional in using digital technology to facilitate the teaching and learning process. Mechanism of goal attainment in this study using the five measures of Whitmore and Knafl. Researcher searched for articles through the google scholar, ProQuest and Science Direct. Article search of January to August 2022 publication period have concentrated of the health professional use technology digital to facelifted their learning. Was used PRISMA checklist with key word: Ability AND health AND Integration AND digital AND Learning. Was choose a cross sectional study for this study. The total 15 articles selected and included in this study with JBI analysis value is at least 88,5%. The use of digital technology in the learning process in the health sector has proven to be very effective and efficient.
Risk Factors for Low Back Pain in Weavers in Penggajawa Village, Nangapanda District, Ende Regency Dewa, Patricia Putri Carenina Manuk; Roga, Andreas Umbu; Marni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i1.2701

Abstract

Lower back pain is a work-related disease that occurs and affects many people, including weavers. Back pain is often triggered by various hazard factors such as worker aspects, ergonomic risks, and psychosocial stress. Weavers who use Non-Machine Looms (ATBM) usually work in a sitting position with their legs straight on the loom without a backrest, with an unergonomic working posture for a long time. The purpose of this study was to analyze the risk factors for the occurrence of lower back pain in weavers in Penggajawa Village, Nangapanda District, Ende Regency. The type of observational analytical study with a cross-sectional approach, with a population of 100 weavers. The study was conducted in Penggajawa Village, Nangapanda District, Ende Regency in April-May 2025. The sampling technique used simple random sampling. The data analysis techniques used in this study were univariate andbivariate analysis. The results of the study showed that there was a relationship between age and the incidence of lower back pain in weavers, there was a relationship between Body Mass Index (BMI) and the incidence of lower back pain in weavers, there was a relationship between work duration and the incidence of lower back pain in weavers, there was a relationship between work posture and the incidence of lower back pain in weavers. Relaxation and muscle stretching are needed if you feel complaints while working, so that it can increase productivity while working.
EFEKTIVITAS RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Agung Widiastuti; Marni; Noor Sari Aditiya; Ady Irawan AM
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.056 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2075

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan masalah kesehatan pada lansia dikarenakan adanya prosespenuaan yang dapat menyebabkan munculnya penyakit degeneratif pada sistem metabolik. Kasustersebut salah satunya adalah diabetes mellitus, penanganan diabetes mellitus selain denganfarmakologi bisa dilakukan dengan non farmakologi salah satunya adalah dengan terapi ototprogresif. Tujuan : Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi otot progresif.Metode : Mencari data base sumber pustaka yang relevan dengan menggunakan mesin pencariEbsco, Pubmed, Sciencedirect, dan Google Scholar dengan menggunakan Kata Kunci: Diabetesmellitus, Gula Darah, Relaksasi Otot progresif, dari hasil pencarian yang sesuai dengan kriteriainklusi dan eksklusi, yaitu sebanyak tujuh artikel dimana artikel diambil dengan menggunakananalisis PICO. Hasil: Dari studi literatur didapatkan hasil teknik relaksasi otot progresif dapatmenurunkan gula darah pada penderita Diabetes Mellitus. Kesimpulan : Relaksasi otot progresifdapat mengaktifkan sistem parasimpatis sehingga bermanfaat dapat mempengaruhi hormonkortisol sehingga bermanfaat menurunkan kadar insulin didalam darah
Optimalisasi Hasil Belajar IPAS melalui Metode Talking Stick Berbantuan Media Audio Visual di Madrasah Ibtidaiyah Zuschaiya, Diana; Marni; Valentina, Alda Dwi
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 3 No 3 (2024): JUNI
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v3i3.1490

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) memainkan peran penting dalam membentuk pola pikir kritis dan analitis pada peserta didik. Namun, pembelajaran IPAS seringkali menghadapi tantangan seperti kurangnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif, yang mengakibatkan rendahnya partisipasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik melalui metode Talking Stick berbantuan media audio visual. Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) digunakan dalam penelitian ini, dengan dua siklus yang melibatkan 28 siswa kelas madrasah ibtidaiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi metode Talking Stick dan media audio visual secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif dan hasil belajar siswa. Pada siklus pertama, nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 71,43 (pra-siklus) menjadi 80,71, dan pada siklus kedua meningkat lebih lanjut menjadi 87,14. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi metode Talking Stick dengan media audio visual tidak hanya meningkatkan pemahaman materi tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam metode pembelajaran IPAS dan menyarankan penggunaan lebih luas metode ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Pengaruh Marketing Mix dan Personal Factors terhadap Keputusan Pembelian Benih Jagung Merek BISI di Kabupaten Soppeng Chaeruddin, Chaeruddin; Sri Wulandari; Andi Yusuf; Marni
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. 4 (2025): Agustus - Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v8i4.1843

Abstract

Keberhasilan pemasaran produk pertanian tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh strategi pemasaran yang tepat serta kesesuaian dengan karakteristik konsumen. Dalam konteks benih jagung merek BISI, kombinasi antara marketing mix dan personal factors memiliki peranan penting dalam memengaruhi keputusan pembelian petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh marketing mix yang terdiri dari produk, harga, distribusi, dan promosi, serta personal factors yang meliputi usia, pendidikan, pengalaman bertani, dan pendapatan terhadap keputusan pembelian benih jagung BISI di Kabupaten Soppeng. Kabupaten ini memiliki luas wilayah ±1.385–1.557 km², berada pada ketinggian 5–1.500 mdpl, dengan suhu udara berkisar 18,4°C–34,7°C, serta jumlah penduduk sekitar 246.000 jiwa pada pertengahan tahun 2025. Responden penelitian merupakan petani jagung dari berbagai kelompok usia, dengan dominasi pada rentang 50–59 tahun (36%). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden petani jagung yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas sehingga layak digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marketing mix berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, di mana kualitas produk, harga yang sesuai, distribusi yang lancar, dan promosi yang tepat menjadi faktor penting. Personal factors juga terbukti berpengaruh positif, dengan pengalaman bertani dan pendapatan sebagai faktor dominan yang menentukan pilihan petani. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pemasaran yang terencana, apabila dipadukan dengan pemahaman mendalam terhadap karakteristik petani, mampu meningkatkan minat dan keputusan pembelian benih jagung BISI.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Waipare Kecaamatan Kangae Kabupaten Sikka: Faktors Related to the Incident of Dengue Hemorrhagic Fever in the Working Area of the Waipare Health Center, Kangae District, Sikka District Adang, Erny; Marni; Ribka Limbu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.4719

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu jenis penyakit arbovirus yang ditularkan melalui gigitan artropoda seperti nyamuk. Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. kasus DBD di Nusa Tenggara Timur bervariasi dari tahun 2018 hingga 2021. Pada tahun 2018, terdapat 1.603 kasus, yang meningkat menjadi 4.832 kasus pada tahun 2019. Puncaknya terjadi pada tahun 2020, dengan 6.178 kasus dan 63 kematian, namun turun menjadi 2.807 kasus pada tahun 2021. Kasus DBD di Puskesmas Waipare mencapai 113 kasus pada tahun 2020, turun menjadi 21 kasus pada tahun 2021 dan meningkat menjadi 36 kasus pada tahun 2022. Ada 52 kasus antara Januari dan Maret 2023. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD di wilyah kerja Puskesmas Waipare Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dan desain penelitian Case control untuk mengkaji variabel-variabel yang berhubungan dengan kasus DBD di wilayah Puskesmas Waipare, Kangae, Sikka. Hasil: Uji chi-square digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan dengan kejadian DBD (p-value= 0,006). Sementara itu, sikap mencegah, tindakan PSN (p-value = 0,001) dan ventilasi berkasa (p-value = 0,004), serta keberadaan jentik (p-value = 0,002) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian DBD, sedangkan pencahayaan tidak berhubungan dengan kejadian DBD (p-value = 0,255). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan pencahayaan terhadap kejadian DBD dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap mencegah, tindakan PSN, ventilasi berkasa dan keberadaan jentik nyamuk terhadap kejadian DBD
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI SD NEGERI PAJANG III SURAKARTA Rachmawati, Angelina Amalia; Astuti, Andriani Mei; Marni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30996

Abstract

Latar Belakang: Menarche merupakan siklus menstruasi pertama kali pada masa aw Menarche merupakan siklus menstruasi pertama kali pada masa awal remaja. Dampak dari remaja yang kurang pengetahuan terhadap menarche menjadi penyebab timbulnya gangguan kecemasan pada remaja putri karena tidak semua remaja putri mengetahui mengenai menarche atau menstruasi dan cara menghadapinya. Memberikan informasi secara dini merupakan salah satu cara untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam menghadapi menarche. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisa hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner tingkat kecemasan HARS. Analisis data menggunakan uji spearman rho. Hasil penelitian dari 33 responden yang di teliti, sebagian besar responden berpengetahuan cukup sebanyak 21 responden (63,64%) dan mayoritas responden memiliki kecemasan ringan sebanyak 11 responden (33,3%). Hasil uji spearman rho dengan a = 0,05 diperoleh nilai p-value = 0,000 < 0,05 maka Ha diterima artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Kesimpulan penelitian ini yaitu secara signifikan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche, oleh karena itu orang tua maupun lingkungan remaja awal putri diharapkan dapat memberikan informasi yang baik agar dapat mengurangi tingkat kecemasan yang dialami oleh remaja awal putri.   al remaja. Dampak dari remaja yang kurang pengetahuan terhadap menarche menjadi penyebab timbulnya gangguan kecemasan pada remaja putri karena tidak semua remaja putri mengetahui mengenai menarche atau menstruasi dan cara menghadapinya. Memberikan informasi secara dini merupakan salah satu cara untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam menghadapi menarche. Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisa hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Metode:Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner tingkat kecemasan HARS. Analisis data menggunakan uji spearman rho. Hasil:Hasil penelitian dari 33 responden yang di teliti, sebagian besar responden berpengetahuan cukup sebanyak 21 responden (63,64%) dan mayoritas responden memiliki kecemasan ringan sebanyak 11 responden (33,3%). Hasil uji spearman rho dengan a = 0,05 diperoleh nilai p-value = 0,000 < 0,05 maka Ha diterima artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Kesimpulan: Secara signifikan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche, oleh karena itu orang tua maupun lingkungan remaja awal putri diharapkan dapat memberikan informasi yang baik agar dapat mengurangi tingkat kecemasan yang dialami oleh remaja awal putri.
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKI Lestari, Tita; Marni; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31122

Abstract

Stunting masih menjadi prioritas permasalahan gizi di Indonesia. Kekurangan nutrisi kronis membuat tubuh anak menjadi kecil dan tidak tumbuh sesuai dengan usianya Salah satu faktor yang secara langsung dapat mempengaruhi stunting pada balita adalah faktor asupan, antara lain air susu ibu dan makanan pendamping ASI. Makanan pendamping ASI yang tepat dan baik merupakan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian stunting pada anak usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Baki. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan suatu jenis penelitian yaitu kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan Cross sectional. Sampel yang digunakan adalah ibu yang memiliki balita stunting usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Baki   berjumlah   92 orang dengan metode total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner.  Uji statistik   yang   digunakan   menggunakan   uji   Chi-square. Hasil penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian stunting pada anak usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Baki dengan nilai sig.(Chi-square) sebesar 0,000 atau <0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian stunting pada anak usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Baki.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN HIV/AIDS TERHADAP REMAJA DI SMP NEGERI 1 SUKOHARJO Rosa, Nadila; Marni; Witriyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31643

Abstract

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan jenis virus yang mengifeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala yang timbul dikarena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan HIV/AIDS terhadap remaja di SMP Negeri 1 Sukoharjo. Metode penelitian yang digunakan ini adalah analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik probability sampling dengan jumlah sampel 76 orang. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan univariat dalam bentuk distribusi persentase dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan Tingkat kemaknaan p <0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tindakan pencegahan HIV/AIDS terhadap remaja di SMP Negeri 1 Sukoharjo dengan p value = 0,141 dan terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan pencegahan HIV/AIDS terhadap remaja di SMP Negeri 1 Sukoharjo dengan p value = 0,011. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan tindakan pencegahan HIV/AIDS di SMP Negeri 1 Sukoharjo dan ada hubungan sikap dengan tindakan pencegahan HIV/AIDS di SMP Negeri 1 Sukoharjo.
Risk Factors for Low Back Pain in Weavers in Penggajawa Village, Nangapanda District, Ende Regency Dewa, Patricia Putri Carenina Manuk; Roga, Andreas Umbu; Marni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i1.2701

Abstract

Lower back pain is a work-related disease that occurs and affects many people, including weavers. Back pain is often triggered by various hazard factors such as worker aspects, ergonomic risks, and psychosocial stress. Weavers who use Non-Machine Looms (ATBM) usually work in a sitting position with their legs straight on the loom without a backrest, with an unergonomic working posture for a long time. The purpose of this study was to analyze the risk factors for the occurrence of lower back pain in weavers in Penggajawa Village, Nangapanda District, Ende Regency. The type of observational analytical study with a cross-sectional approach, with a population of 100 weavers. The study was conducted in Penggajawa Village, Nangapanda District, Ende Regency in April-May 2025. The sampling technique used simple random sampling. The data analysis techniques used in this study were univariate andbivariate analysis. The results of the study showed that there was a relationship between age and the incidence of lower back pain in weavers, there was a relationship between Body Mass Index (BMI) and the incidence of lower back pain in weavers, there was a relationship between work duration and the incidence of lower back pain in weavers, there was a relationship between work posture and the incidence of lower back pain in weavers. Relaxation and muscle stretching are needed if you feel complaints while working, so that it can increase productivity while working.