Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pemikiran Al-Kindi dan Relevansinya bagi Pendidikan Islam Putra, Rizki Eka; Budi, Budi; AM, Rusydi; Saputra, Riki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37049

Abstract

Al-Kindi merupakan tokoh sentral dalam tradisi filsafat Islam klasik yang dikenal dengan gelar Faylasūf al-‘Arab. Sebagai pelopor filsafat Islam abad ke-9 M, Al-Kindi berperan penting dalam mentransformasikan warisan filsafat Yunani ke dalam kerangka pemikiran Islam serta membangun fondasi epistemologi yang mengintegrasikan akal dan wahyu. Artikel ini bertujuan menganalisis konstruksi pemikiran Al-Kindi dan relevansinya terhadap pengembangan paradigma pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui penelaahan karya-karya Al-Kindi dan literatur terkait filsafat serta pendidikan Islam, yang dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Kindi berhasil mensintesiskan rasionalitas filsafat dengan prinsip tauhid secara harmonis. Ia menegaskan bahwa kebenaran bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga tidak terdapat pertentangan hakiki antara filsafat dan agama. Filsafat diposisikan sebagai instrumen intelektual untuk memahami kebenaran wahyu, sementara wahyu menjadi sumber kebenaran tertinggi yang membimbing akal. Dengan demikian, akal dipandang sebagai anugerah Ilahi yang berfungsi untuk menyingkap hakikat realitas, namun tetap berada dalam koridor nilai-nilai ketuhanan. Sintesis ini melahirkan paradigma keilmuan yang menempatkan ilmu agama dan ilmu rasional dalam satu kesatuan yang utuh dan saling melengkapi. Implikasi pemikiran Al-Kindi bagi pendidikan Islam sangat signifikan, terutama dalam merumuskan sistem pendidikan yang menyeimbangkan dimensi intelektual, spiritual, dan moral. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan kesadaran tauhid peserta didik. Integrasi akal dan wahyu dalam pemikirannya menjadi landasan bagi pengembangan pendidikan Islam yang holistik, integratif, dan transformatif. Oleh karena itu, pemikiran Al-Kindi tetap relevan sebagai fondasi epistemologis dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan insan beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Diskursus Pembunuhan dalam Kajian Ayat-ayat al-Qur’an Andriani, Devi; Zulheldi, Zulheldi; AM, Rusydi; Sulaiman, Hengki; Saputra, Edriagus
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 2 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v16i2.13876

Abstract

Kajian ini merupakan riset penelitian dengan menggunakan metode kualitatif melalaui penelitian perpustakaan (library research). Penelitian ini bertujuan untuk memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang sebab dan akibat pembunuhan dalam Al-Qur’an. Teknik pengumpulan data penelitian ini, yaitu merujuk sumber primer, seperti Al-Qur’an dan Kitab Tafsir, sedangkan sumber sekunder dalam mendukung hasil penelitian ini berasal dari buku, artikel ilmiah maupun artikel koran terkait dengan tema yang dibahas. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa ayat yang menjelaskan tentang sebab dan akibat pembunuhan dalam al-Qur’an terdapat tiga kata, yaitu kata Al-Qatl berjumlah 34 ayat, kata al-Maut berjumlah 1 ayat dan fahishah berjumlah 8 ayat. Pemahaman ulama terhadap sebab pembunuhan dalam al-Qur’an, yaitu amarah dan emosi yang tidak dapat dikendalikan, sehingga terjadinya perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain. Sedangkan akibat pembunuhan dari penafsiran para ulama, yaitu hal yang tidak menyenangkan baik di dunia maupun diakhirat dan termasuk dari perbuatan dosa besar.